Minggu, 17 Mei 2009

Nyeri Kepala Gejala Awal Tumor Otak

Bandarlampung (ANTARA News). Nyeri kepala adalah nyeri yang paling banyak dikeluhkan penderita selain nyeri pinggang saat berobat ke dokter, dan nyeri kepala merupakan gejala awal yang diderita sekitar 30 persen pederita tumor otak. "Gejala tumor otak tergantung letak dan kecepatan pertumbuhannya. Namun gejalanya muncul secara tersamar yang biasanya dimulai dengan gangguan mental ringan yang hanya dapat dirasakan oleh orang yang berhubungan dekat dengan penderita, seperti mudah tersinggung, emosinya labil, pelupa, lamban dan kurang inisiatif, serta depresi," kata dokter ahli saraf di Lampung, dr Ruth Mariva SpS di Bandarlampung.

Dalam seminar sehari tentang nyeri kepala yang diselenggarakan RS Imanuel Way Halim, di Bandarlampung itu, Ruth mengatakan nyeri kepala biasanya sulit digambarkan dan bervariasi, mulai dari yang ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut atau meletup, yang umumnya bertambah berat pada malam, saat bangun pagi dan saat perubahan posisi.

Pada awalnya, nyeri kepala tumor disebabkan pembengkakan lokal sekitar tumor atau akibat kerusakan pembuluh darah sekitar tumor, dan akhirnya disebabkan oleh tekanan tinggi di dalam kepala. Selain nyeri kepala, katanya, pada tumor otak juga ditemukan gejala mual muntah terutama jika lokasi tumor di bagian belakang, kejang- kejang, dan mengalami gangguan penglihatan dan kelemahan saraf lainnya. "Penderita biasanya datang ke dokter dengan keluhan nyeri kepala di daerah depan (dahi) dan kepala belakang, yang biasanya sudah berlangsung lama dan progresif," katanya.

Berdasarkan penelitian IHS (International Headache Society) tahun 1988 dan disepakati oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI), terdapat 13 kelompok nyeri kepala, di antaranya adalah migren, nyeri kepala tipe tegang, nyeri kepala akibat trauma kepala, nyeri kepala akibat infeksi, dan nyeri kepala akibat gangguan metabolik. Jika dilihat dari waktu dan lamanya serangan, nyeri kepala dapat dibagi atas nyeri kepala akut dan kronis. Menurut dr Ruth, nyeri kepala akut dan hebat memerlukan penanganan segera karena merupakan gejala dari penyakit- penyakit berbahaya, seperti penyakit pada pembuluh darah otak (stroke, thrombosis, hipertensi maligna), infeksi otak ( meningitis, ensefalitis, abses) dan keracunan karbon monoksida.

Disebutkannya, kebanyakan nyeri kepala merupakan gejala yang ringan, namun dapat juga sebagai gejala suatu penyakit yang serius atau berbahaya, misalnya apabila nyeri kepala hebat secara tiba-tiba, bertambah berat dan progresif, disertai kejang dan pingsan, terjadi saat aktifitas dan gangguan penglihatan. Ruth menambahkan , nyeri kepala harus ditangani secara komprehensif, tidak hanya mengobati gejala/ keluhannya saja dengan memberikan obat penghilang nyeri, tetapi juga dengan mendeteksi dan menyingkirkan penyebab terjadinya keluhan tersebut. Penggunaan obat nyeri kepala yang tidak tepat dan berlebihan akan menimbulkan ketergantungan dan nyeri kepala susulan yang berkepanjangan.

Sumber disini

Jumat, 15 Mei 2009

Cantik dengan Terapi Senyum

Kecantikan sejati bukan sebatas tampak cantik karena riasan, tapi justru dipancarkan dari mata seseorang yang merasa cantik dan sehat. Energi di dalam mata sering dikaitkan dengan kesehatan emosional, pertumbuhan fisik dan emosional dan vitalitas. Kunci untuk mendapatkam mata berbinar adalah senyum tulus dan ekspresi yang mencerminkan semua kecantikan alamiah yang terdapat di dalam diri seseorang.

Dalam kehidupan sehari-hari, kecantikan seperti ini disebut kecantikan dari dalam, inner beauty. Pikiran yang cantik dan rileks lebih berkhasiat dibanding krim wajah yang harganya paling mahal atau suntikan atau operasi plastik. Perawatan yang memperhatikan cara ekspresi wajah yang tulus dan cara mencerminkan kecantikan fisik dan kesejahteraan emosional disebut terapi ekspresi atau terapi senyum. Terapi senyum dapat dilakukan pria dan perempuan. Memperhatikan semua ekspresi untuk membantu mendapatkan dan menumbuhkan kecantikan dari dalam tak dapat ditemukan di mana pun dan dengan kosmetik apa pun. Tak heran jika senyum tulus berseri-seri dianggap sebagai aset yang tak ternilai harganya untuk kecantikan. Bayangkan betapa Anda tampak dan merasa lebih cantik ketika Anda merasa percaya pada diri sendiri dan senang dengan lingkungan sekeliling Anda. Lalu mengembangkan senyum senang yang membuat Anda tampak dan merasa lebih cantik dalam situasi apa pun.

Untuk melakukan terapi senyum, Anda perlu beberapa alat bantu. Cari kamar atau ruang dengan cermin. Siapkan lilin aromatik atau wewangian penyegar ruangan yang membuat Anda merasa rileks dan senang. Siapkan musik yang membuat Anda merasa bersemangat. Bayangkan orang dan tempat-tempat yang Anda senangi. Sesudah itu, lakukan langkah-langkah berikut:
  1. Pertama-tama, rilekskan diri Anda di area terapi. Nyalakan lilin aromatik, setel musik dan nikmati lingkungan sekeliling Anda. Pandang ke cermin. Perhatikan wajah Anda.
  2. Latihan membuat senyum palsu dengan mengangkat sudut mulut ke atas. Perhatikan dan rasakan tarikan yang di wajah ketika tak ada energi di batik senyum Anda.
  3. Sesudah akrab dengan otot senyum Anda, rileks kembali dan tersenyum tulus.
  4. Jika sulit tersenyum tulus, siapkan gambar untuk membantu mewujudkan pemikiran-pemikiran bahagia.
  5. Perhatikan beda antara perasaan dan senyum tulus dengan senyum palsu. Perhatikan juga perbedaan di mata.
  6. Semakin banyak seseorang memberikan perhatian pada caranya tersenyum dan semakin sering latihan tersenyum tulus, kecantikan alamiahnya akan makin terpancar. Bahkan senyum ketika tak seorang pun berada di sekitar Anda dapat membantu mengencangkan wajah, memberi energi kepada tubuh dan pikiran untuk tampak dan merasa cantik dalam arti yang sebenarnya.
Sumber : disini

Sabtu, 09 Mei 2009

Tertawa bisa Kurangi Risiko Diabetes

BEIJING, KOMPAS.com - Gelak tawa dapat membantu penderita diabetes meningkatkan kadar kolesterol mereka dan menurunkan risiko penyakit pembuluh darah dan jantung, demikian hasil satu studi terbaru.
Menurut Lee Berk dari Loma Linda University, yang memimpin studi itu, "Pilihan gaya hidup memiliki dampak mencolok dalam kesehatan dan penyakit dan ini semua adalah pilihan yang kami dan pasien lakukan sebagaian tindakan pencegahan dan pengobatan." Para peneliti membagi 20 pasien diabetes yang berisiko tinggi -- semuanya juga menderita darah tinggi dan hyperlipidemia (faktor risiko bagi penyakit pembuluh darah dan jantung)-- menjadi dua kelompok. Kedua kelompok tersebut diberi obat diabetes standar.

Kelompok L diberi waktu 30 menit untuk menikmati humor yang mereka pilih, sementara Kelompok C --kelompok pemantau--- tidak. Proses itu berlangsung selama satu tahun pengobatan. Sekitar dua bulan proses pengobatan, semua pasien di kelompok tertawa (L) memiliki tingkat hormon epinephrine dan norepinephrine yang lebih rendah, keduanya dipandang sebagai penyebab stres. Stres diketahui sangat mematikan. Setelah 12 bulan, kolesterol HDL (kolesterol baik) telah naik 26 persen pada Kelompok L tapi hanya 3 persen di dalam Kelompok C. Dalam pengukuran lain, protein C-reaktif, penanda radang dan penyakit pembuluh darah serta jantung, turun 66 persen di dalam kelompok tertawa tapi hanya 26 persen pada kelompok pemantau. "Dokter terbaik mengerti bahwa ada campur-tangan psikologis hakiki yang ditimbulkan oleh emosi positif seperti gelak tawa dengan riang-gembira, optimisme dan harapan," kata Lee Berk.

Kendati demikian, Berk mengatakan tawa tentu saja dapat menjadi obat yang bagus dan sama berharganya dengan obat diabetes, tapi berkeras bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan guna memastikan apa maksud dari semua hasil itu.

ABI
Sumber : Ant

http://www.kompas.com

Minggu, 03 Mei 2009

Tips Memahami Pasangan dan Menghindari KDRT

Perkawinan merupakan hasil kesepakatan bersama untuk memadu cinta menjadi sebuah kenyataan. Setiap orang dilahirkan dan dibesarkan dalam kondisi yang berbeda. Setiap orang memiliki kepribadian yang unik baik dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam kehidupannya.
  1. Setiap orang melihat dan memahami apa yang dihadapinya, sesuai dengan dasar kemampuan yang dimiliki. Setiap orang memunyai pilihan tertentu dalam hidupnya.
  2. Setiap orang memunyai kekurangan dan kelebihan dalam dirinya. Perkawinan bukan untk melebur keunikan yang dimiliki atau untuk mengubah pasangan sesuai dengan yang Anda inginkan. Perkawinan adalah untuk memperkaya nuansa masing-masing sehingga bisa melahirkan keturunan yang lebih baik. Perkawianan juga dapat memperluas kekerabatan dan ikatan kekeluargaan.
Kiat Menghindari Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)
  1. Sebelum menikah hendaknya masing-masing pasangan mengikuti program memahami jati diri sehingga terbebas dari beban masa lalu.
  2. Jangan melawan atau menjawab tindakan pasangan yang sedang marah. Setelah emosinya mereda, barulah bicara dengan tenang sehingga dapat menurunkan emosinya yang sedang meninggi.
  3. Usahakan tidur nyenyak sehingga terjadi penyembuhan diri sendiri yang mengubah kebiasaan melihat orang lain ke arah positif.
  4. Kalau memunyai masalah jangan bertengkar di depan anak-anak. Lakukan di kamar tidur atau di uar rumah. Belajar menyelesaikan masalah hari itu juga sehingga Anda tidur tanpa menyimpan masalah. Dengan demikian, masalah tidak terus menumpuk yang dapat menyebabkan pasangan tidak objektif lagi melihat pasangan dan ingin mengakhiri perkawinan dengan perceraian
Kiat Mendidik Anak
  1. Biarkan anak berkembang dengan wajar.
  2. Setiap anak memunyai keunikan yang bisa dibanggakannya. Jangan membandingkan anak dengan saudaranya atau orang lain. Terimalah ia sebagai seorang individu yang bernilai.
  3. Keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademisnya, tapi lebih ditunjang oleh semangat juang untuk meraih hasil. Keberhasilan seorang anak tidak hanya menjadi anak pandai, tetapi menjadi anak mandiri, kreatif, sehat fisik, mental, dan spiritual. –ast
Disarikan dari :
“Kiat Mengatasi Badai Kehidupan Perkawinan”
Karya: Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani dan
dr. Cokroda Bagus Jaya Lesmana, Sp.K.J.