Tampilkan postingan dengan label masakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masakan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2011

Nikmati Lezatnya Sate Kakul


Mau rapat penting di tempat yang tidak biasa? Cobalah datang ke Bale Timbang. Namun, kalau Anda sedang terburu-buru, sebaiknya tunda dulu. Anda akan kecewa karena tak cukup waktu menikmati kebun alam sembari menikmati lezatnya kuliner khas Bali yang hanya tersaji di Bale Timbang, Jalan Trenggana Penatih Denpasar ini. Ada sate kakul, lawar biu batu, lindung suna cekoh atau lindung sere lemo, urab paku, gurame menyatnyat. Minuman segar organik daluman dan rujak tibah spesial melengkapi hidangan yang akan membuat Anda betah berlama-lama duduk sambil memandang pepohonan langka yang tumbuh mengelilingi Bale Timbang. Ada pohon gatep, Badung, sentul, boni, juwet, bekul, kepundung, langsat, jerungga, tibah, tenggulun, dan masih banyak lagi, sekitar 60 jenis tanaman tumbuh subur di sana.

Menurut Manajer Bale Timbang, Ida Bagus Dalem Setiarsa, Bale Timbang dalam bahasa Bali berarti tempat untuk bertimbang rasa, sehingga tempat ini sangat cocok untuk dijadikan tempat merenung maupun tempat berdiskusi. Dengan luas 30 are, hanya 10% dimanfaatkan untuk bangunan, sisanya 90% kebun alam. Beberapa bale mengitari Bale Timbang. Tiang bale berasal dari kayu kecemcem yang daunnya bisa digunakan untuk loloh dan pelengkap bumbu masakan laut. Halaman yang luas dapat dimanfaatkan anak-anak untuk bermain. Apalagi, satu sarana olahraga panjat tali disiapkan untuk melatih saraf motorik anak-anak. Harapan ke depan, Bale Timbang dapat dijadikan salah satu destinasi wisata alternatif. ”Anak-anak tidak hanya tahu mal, tapi juga mereka tahu masakan Bali dan mengenal tanaman khas Bali peninggalan leluhur,” ujar Ida Bagus Dalem Setiarsa.

Menjelang petang, keindahan sunset makin melengkapi susana eksotik Bale Timbang. Kalau sedang pembibitan pohon, pengunjung yang datang akan mendapatkan bibit labu dan pohon pinang secara gratis. Bale Timbang cocok untuk rapat, arisan, gathering, dan pesta ulang tahun.

Masakan khas Bali yang disajikan, dibuat berdasarkan resep asli para leluhur yang disadur berdasarkan lontar. Masakan diracik para koki yang sudah piawai membuat makanan khas Bali. Paket sate kakul terdiri dari nasi liwet beraroma pandan yang dibungkus daun pisang, sate kakul yang disajikan di atas pemanggangan tembikar, dilengkapi ares biu batu dan kakul, serta lawar biu batu. Paket-paket makanan yang ditawarkan, namanya disesuaikan dengan nama buah khas Bali, seperti paket sentul manis, paket juwet, paket kencarum. Selain makanan tradisional Bali unggulan Bale Timbang, Anda bisa juga memesan menu makanan Indonesia dan makanan penutup. Sekali datang, Anda pasti kembali lagi kangen menikmati semua sensasi yang ditawarkan Bale Timbang. Tidak percaya, silakan coba. Dijamin Anda akan ketagihan. -ast

Senin, 17 Oktober 2011

Kelas Memasak Diminati Turis Asing


Cooking class atau kelas memasak sangat digemari para perempuan. Bahkan, di Ubud, cooking class sangat diminati turis asing yang datang ke Bali. Salah satu pengajar cooking class Janet De Neefe, mencoba berbagi pengalamannya mengajar. Pemilik Casa Luna Restaurant ini mengatakan, sebagian besar turis asing yang tertarik mencoba cooking class berasal dari Australia. “Ada juga beberapa turis Amerika Serikat, Taiwan dan turis Jepang. Turis lokal juga ada, tapi prosentasenya sedikit,” tutur istri Drs. Ketut Suardana , M.Phil.
Kelas memasak ini pertama kali dibuka tahun 1993. Cooking class dilakukan sekali dalam seminggu. Sejak tahun 1994 dengan banyaknya permintaan, kelas memasak dilakukan enam kali, mulai Hari Senin sampai Jumat dan Minggu. “Hari Sabtu kelas memasak libur,” ujar ibu empat anak ini. Satu kelas minimal diisi 8 siswa dan paling banyak 15 orang. Awal dibuka, Janet terjun langsung mengajak memasak. Namun, sejak sepuluh tahun lalu, salah seorang karyawannya di Casa Luna Restaurant Gusti Ayu Made Madiani menggantikannya mengajar. Cooking class mengambil tempat di rumah Janet, biasa disebut guest house honeymoon. “Memasak dengan peralatan masak yang simpel. Tidak semua siswa menggunakan kompor. Kalau ada yang ingin membantu, boleh-boleh saja. Sebagian besar mereka duduk sambil melihat dengan seksama,” kata Janet.

Masakan yang diajar meliputi makanan yang familiar di Indonesia seperti nasi goreng, mie goreng, sate ayam, kare ayam, dan masakan khas Bali seperti lawar, sate lilit, tum, betutu, dan pepes. Peserta kelas memasak juga diajak turun langsung ke pasar Ubud. Mereka diberi kesempatan ikut berbelanja dan melihat cara transaksi tawar menawar antara penjual dan pembeli. Menurut Janet, kegiatan tur ke pasar sangat diminati siswa kelas memasak. Mereka langsung bisa belajar jenis bumbu dan sayuran yang akan dimasak. Waktu berbelanja bisa menghabiskan dua jam, karena keasyikan melihat-lihat bahan-bahan makanan yang dijual di pasar, dan keseharian para pedagang di Pasar Ubud.

Tiap siswa dikenai biaya Rp 350 ribu untuk belajar memasak. Siswa boleh ikut kelas lebih dari sekali. Namun, kata Janet, sebagian besar siswa hanya ikut dua kali.
Menurut Janet, beberapa siswa mengaku kesulitan dalam mencampur bumbu dan menjaga keseimbangan rasa. Ada yang keasinan, kepedasan, atau kurang garam. Untuk itu, hal pertama yang diajarkan Janet, mengenal bumbu. Menurutnya, bumbu merupakan fondasi makanan. Badan, energi, dan jiwa merupakan energi yang dapat ditemui dalam bumbu. Bumbu mampu menghasilkan makanan yang lezat, tapi bumbu juga berfungsi untuk kesehatan. Ia mencontohkan, jahe bersifat menghangatkan bisa untuk menyembuhkan sakit tenggorokan, kunyit untuk antibiotik bisa menyembuhkan memar, bawang bersifat mendinginkan tubuh. Menurutnya, bumbu memiliki kekuatan penyembuhan dan kekuatan magis untuk herbal tonik. Kemurnian rempah-rempah untuk membersihkan hati, memperlancar peredaran darah, dan menjaga kesehatan tubuh. Ia mengatakan, tidak pernah melakukan penelitian tentang khasiat rempah-rempah Indonesia, tapi berdasarkan beberapa buku yang dibacanya, selain untuk bahan masakan bumbu juga bisa dipakai bahan jamu kesehatan. “Kalau semua bumbu yang kita pakai memasak mengandung manfaat bagi tubuh, makanan juga dapat menjadi obat untuk menjaga kesehatan,” ujar Janet.

Untuk keharuman masakan, ia selalu menekankan pada siswanya, untuk menggoreng bumbu. Janet tak lupa menyelipkan informasi seputar kebudayaan Bali sambil mengajar memasak. Walau terkesan sulit, para siswa mengaku ke Janet sangat puas dan terkesan dengan cooking class. Bahkan, diantara para siswanya merupakan penggemar masakan Indonesia dan makanan Bali. Menurut Janet, tujuan mereka belajar memasak karena ingin tahu bagaimana proses pembuatan makanan yang mereka makan. Hari Senin, Rabu, dan Jumat kelas memasak mulai pukul 09.30 sampai 1 siang. Hari Selasa dan Kamis mulai pukul 8 sampai 1 siang. Hari Minggu pukul 17.30 -21.00
Jadwal tur ke pasar hanya dilakukan Hari Selasa dan Kamis untuk pembelian bahan. Menu yang dimasak, Hari Senin fokus pada masakan ikan laut seperti pepes ikan, kare, plecing kangkung dan sambal. Hari Selasa dan Kamis sebagian makanan vegetarian dan masakan rumah seperti tempe goreng dan sambal terung. Rabu makanan khas Bali seperti lawar, sate lilit, gado-gado, dan plecing buncis. Hari Jumat sate tusuk, asinan, dan acar. Hari Minggu, masak ayam betutu dan nasi kuning. Setelah acara memasak selesai, para siswa makan bersama-sama hasil masakan tadi.

Menurut Direktur Festival Ubud Writers & Reader ini, makanan yang paling gampang dibuat gado-gado dan nasi goreng. Ia menuturkan, ingin sekali belajar membuat coto makasar. Saat ke makasar, ia mencoba makanan khas tersebut. “Rasanya enak sekali, tapi saya belum mampu membuat seenak aslinya,” tuturnya sembari tertawa. Janet bukan hanya suka memasak, tapi ia juga hobi makan. Semua makanan Bali disukainya, mulai dari lawar, sate lilit, babi guling, betutu, dan sambal matah. Ia tidak mengajarkan membuat babi guling. Tapi kalau ada tamu yang tertarik ingin makan, ia sarankan datang ke warung babi guling Bu Oka yang sangat terkenal di Ubud.

Menurut Gusti Ayu Made Madriani, pengajar cooking class milik Janet, sebelum menjadi guru, ia supervisor di Casa Luna Restaurant. Sejak sepuluh tahun lalu, ia ditarik untuk menggantikan Janet mengajar kelas memasak.
Gusti Ayu menuturkan, ia belajar memasak secara otodidak. Awalnya, ia hanya belajar dari orangtuanya, dan mencoba sendiri dari resep yang ia baca. Kadang, pergaulannya dengan tamu, memberinya banyak informasi masakan Indonesia, Bali, maupun masakan Barat. Menurutnya, ada beberapa orang Bali yang mengikuti kelas memasak. Sebagian besar, mereka bekerja di rumah orang asing. Ia mengatakan, turis yang datang belajar dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat sampai orang biasa. “Sebagian besar memang perempuan,” ujar perempuan asal Ubud ini. Saat mengajar, ia dibantu tiga asisten untuk menyiapkan bumbu dan peralatan memasak. Ia mengaku senang, sejak jadi guru kelas memasak, ia lebih banyak menguasai teknik memasak karena ia dituntut terus belajar. -ast

Pertamakali Datang Langsung Jatuh Cinta

Kecintaan Janet pada masakan Bali, berawal dari kecintaannya pada kebudayaan Bali yang mampu menarik seluruh perhatiannya hingga akhirnya dia memutuskan untuk menetap di Bali dan menikahi lelaki asal Ubud Drs. Ketut Suardana , M.Phil. Janet mengarang sebuah buku dalam bahasa Inggris berjudul “fragrant rice” yang menceritakan ketertarikannya pada masakan Bali dan berisi beberapa resep masakan, dan kisah hidupnya.
Janet pertamakali datang ke Bali tahun 1974. Waktu itu usianya baru menginjak 15 tahun. Ia datang bersama keluarganya untuk berlibur ke Ubud. Ia menginap di Hotel Tjampuhan. Janet remaja begitu terpesona melihat keindahan pemandangan Ubud dan keramahtamahan masyarakat Bali yang dilihatnya. Saat berjalan-jalan ke luar hotel, sapaan ramah helo, helo, yang ia dengar begitu berkesan dan sangat memikat hatinya. Ia mengaku, keindahan Bali terasa sampai mengoncang jantung dan hatinya untuk suatu hari kembali lagi ke Bali. “Saya langsung jatuh cinta pada Bali,” katanya.
Tahun 1984 ia datang lagi ke Ubud bersama teman kuliahnya Jo. Kedatangan keduanya ini mempertemukannya dengan Ketut yang suatu hari kelak akan menjadi suaminya.
Perkenalannya dengan Ketut membuahkan rasa simpatik di hati Janet. Walau hanya tiga minggu, pertemuan itu begitu berkesan. Sampai di Australia, Janet mencari infromasi tentang buku masakan Bali. Ia mulai mempelajari bumbu-bumbu Bali untuk merasakan sensasi Bali kembali.

Tahun 1985 ia kembali ke Bali untuk serius mempelajari masakan Bali dan menulis buku tentang masakan Bali dan ingin memperkenalkan kepada dunia. Janet banyak belajar kepada Kasi, saudara perempuan Ketut. Menurut Janet, ia tukang masak yang hebat. Kasi selalu sabar mengajar Janet belajar memasak. Disamping itu, Ketut Ngetis, ayahanda Ketut juga seorang ahli pembuat makanan Bali. Tiap hari Janet selalu mencatat resep makanan yang dimakan. Kemana-mana ia selalu membawa catatan, pulpen, dan kamera. Janet bukan hanya belajar masakan Bali, ia juga belajar budaya Bali lewat keluarga Ketut.
Delapan bulan berikutnya, Janet mengajak Ketut ikut bersama ke Merlbourne untuk dikenalkan dengan keluarga besarnya. Tahun 1987 mereka berdua berangkat ke Melbourne. Janet sempat mengajar masakan Indonesia di salah satu kampus di sana. Ketika kesepakatan dua sejoli ini sudah terjalin, tahun 1989, mereka memutuskan untuk menikah di Ubud. Seiring perjalanan perkawinan mereka, bisnis pasutri ini juga berkembang. Selain memiliki galeri, dan penginapan, mereka juga memiliki dua restoran yang terkenal di Ubud yakni Indus dan Casa Luna. Dari pasutri beda negara ini lahirlah empat orang anak, Dewi, Krishna, Laksmi, dan Arjuna. -ast


Koran Tokoh, Edisi 664

Jumat, 24 September 2010

Lebaran dengan Makanan Khas Bugis

BERSILATURAHMI pada hari Idulfitri sambil menikmati hidangan lebaran khas Bugis di rumah Haji M. Sabik menorehkan kesan khusus. Menurut penuturan istrinya, Hajjah Maisarah, ada makanan tertentu yang memang disajikan hanya saat Lebaran. Ketupat dan opor memang sudah menjadi tradisi menu Lebaran. Namun, penganan spesial kue Bugis tetap menjadi prioritas untuk disuguhkan saat Lebaran. Buras dan lepek-lepek, salah satunya. Ia mengatakan, kue khas Bugis ini sering dimodifikasikan di tempat lain sesuai selera yang membuatnya. “Cara membuatnya sama dengan kue lemper. Bedanya, bahan utamanya beras. Kue ini sangat cocok dijadikan bekal jika bepergian,” ujarnya.

Pembuatan buras sangat mudah. Hanya saat merebusnya, kata perempuan usia 69 tahun ini, membutuhkan waktu agak lama agar tidak mudah basi. Berikut pemaparan ibu 8 anak dan nenek 17 cucu ini.
Beras direndam dengan air sebentar. Kemudian dimasak bersama santan dan garam. Setelah menjadi nasi setengah matang, sisihkan. “Biasanya satu kilogram beras menggunakan santan dari setengah butir kelapa. Sisa kelapa diparut dan disangrai (saur) kemudian diulek,” jelasnya.
Siapkan bumbu buras yang terdiri atas semua bumbu genep Bali, kecuali kencur. Campur rajangan jahe, lengkuas, kunyit, bawang merah, bawang putih. Tambahkan sedikit merica, pala, kemiri, ketumbar, daun salam, daun jeruk, dan sedikit terasi. Semua bumbu diulek sampai halus, kemudian ditumis. Setelah setengah matang, masukkan daging sapi cincang. Masak sampai matang. Kemudian campur dengan saur tadi. Menurut Hj. Maisarah, fungsi saur untuk memberikan rasa gurih pada adonan isi.
Ambil daun pisang, taruh tiga sendok makan adonan buras. Taruh adonan isi di dalamnya. Bungkus seperti kue nagasari atau sumping yang berbentuk kotak. Ikat dengan tali agar tidak lepas. Kemudian rebus hingga 2-3 jam sampai matang. Setelah matang, lepaskan tali, dan siap disajikan.

Kue spesial lainnya, lepek-lepek yang disajikan dengan srikaja. Cara membuatnya, ketan dikukus, kemudian di-aru. Istilah orang Bugis di-bampah dengan santan. Kemudian dibungkus memanjang dengan daun janur. Bungkusannya menyerupai kue bantal khas Bali yang memanjang. Kukus selama 3 jam. Lepek-lepek dimakan bersama pasangannya, srikaja.
Cara membuat srikaja, satu gelas gula merah dan satu gelas telur ayam dicampur atau di-mixer sampai putih. Kemudian dikukus. Srikaja bentuknya lembek dan rasanya lembut. Lepek-lepek ditaruh di piring, kemudian di atasnya ditaruh potongan srikaja.
Ia menuturkan, kue spesial Bugis ini selain disajikan saat Lebaran juga disajikan saat upacara sunatan dan upacara bayi berusia selapan. Hj. Maisarah selalu mengerjakannya sendiri penganan khas Bugis ini, dan tidak pernah membeli. “Jarang, toko kue menjualnya,” katanya.

Lauk-pauk
Lauk-pauk khas Bugis yang disajikan saat Lebaran yakni kedonting dan coko ridi panggang manuk. Bentuk kedonting mirip semur daging. Bahan utamanya daging sapi. Semua bumbu genep Bali, kecuali kencur, dihaluskan. Khusus lengkuas/laos diberikan porsi yang lebih. Bagi yang suka pedas, biasanya ditambahkan sedikit cabe. Setelah semua bumbu halus, kemudian ditumis. Kelapa disangrai kemudian dihaluskan. Masukkan ke dalam bumbu tadi. Masukkan daging sapi yang sudah dipotong sesuai selera. Masak hingga dua jam sampai daging empuk.
Sedangkan coko ridi panggang manuk menyerupai nasi kuning yang dimakan bersama ayam panggang. Hanya bedanya, bahan utamanya ketan bukan beras.
Ketan dimasak menyerupai nasi kuning yakni di-bampah dengan santan dan ditambahkan garam, daun salam, dan daun jeruk. Masak hingga ketan matang. Seekor ayam setelah dibersihkan, dikeprak kemudian dipanggang. Beri bumbu genep Bali dengan tambahan kemiri yang lebih banyak. Bumbu genep yang sama dengan bumbu kedonting ditumis. Masukkan daging ayam tadi. Masak hingga mengkilat. terakhir beri perasan air jeruk limau untuk menambah aroma sedap.
Selain disajikan saat Lebaran, coko ridi panggang manuk disajikan saat upacara tujuh bulanan wanita hamil. Seorang dukun akan diundang ke rumah si wanita hamil, dan menyuapi wanita tersebut dengan makanan khas ini. Menurut Hj. Maisarah, fungsi upacara tersebut, untuk keselamatan si ibu dan jabang bayi yang akan dilahirkan. –ast

Koran Tokoh, Edisi 610, 22 s.d 29 September 2010

Senin, 21 Juni 2010

Gubernur Bali Serukan Konsumsi Ikan bagi Staf Pemprov. Bali

KONSUMSI ikan masyarakat Bali masih rendah. Tahun 2009 tercatat konsumsi ikan tiap orang di Bali 25,86 kilogram per tahun. Hal ini dinilai masih rendah dibanding konsumsi ikan masyarakat Indonesia sekitar 30,5 kilogram per tahunnya. Gubernur Bali Made Mangku Pastika membuat terobosan baru. Mewajibkan seluruh staf di lingkungan Pemprov. Bali mengomsumsi ikan dengan difasilitasi Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Bali. Selain untuk membantu pemasaran produk petani Bali, seruan ini juga untuk mewujudkan masyarakat Bali yang sehat dan berkualitas.
Ikan memiliki protein tinggi sehingga sangat baik jika dikonsumsi tiap hari. Terobosan Gubernur yang mewajibkan seluruh staf di lingkungan Pemprov. Bali mengonsumsi ikan dinilai seruan yang sangat positif. Demikian diungkapkan Kadis Kelautan dan Perikanan Prov. Bali Ir. I Gusti Putu Nuriartha, M.M. “Saat ini kendala petani Bali sulit dalam pemasaran produksinya,” katanya.

Terobosan ini selaras dengan pencanangan dan kampanye gerakan makan ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di lokasi Pesta Kesenian Bali, Art Centre, Denpasar Minggu (13/6).
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mendorong upaya peningkatan dan pemerataan konsumsi ikan nasional, mendorong terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kementerian Kelautan dan Perikanan harus terlibat aktif dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional karena ketahanan pangan merupakan bagian upaya pemenuhan hak atas pangan yang merupakan salah satu utama hak asasi manusia,” ujar Fadel Muhammad yang didampingi istrinya yang begitu antusias saat menyaksikan lomba kuliner masakan ikan di arena PKB.

Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Bali memasilitasi permintaan ikan dari semua instansi di lingkungan Pemprov. Bali dengan membeli dari petani di Kintamani. “Di sana terdapat kramba jaring ngapung, suatu metode budi daya ikan tawar di danau. Ikan yang dibudiadayakan ikan nila. Permintaan stabil tiap bulannya sekitar 300 kilogram yang terdata dari permintaan masing-masing instansi yang ada di lingkungan Pemprov. Bali. Harga pun disepakati agar menguntungkan petani,” kata Nuriartha.

Ia berpandangan, budi daya ikan tawar di Bali masih dinilai kurang sehingga diharapkan masyarakat mau tertarik untuk menekuni usaha ini. “Usaha ini sangat menjanjikan, apalagi masyarakat sudah mulai menggemari makan ikan. Banyak olahan yang dihasilkan dari ikan, tergantung kreativitas masing-masing. Rasa juga bisa diterima semua usia,” katanya.
Ia menyatakan, pemerintah memberikan banyak kemudahan agar masyarakat tertarik melakukan budi daya ikan tawar yakni berupa kredit tanpa agunan bagi nelayan, pengolah, pembudi daya dan pembenih ikan. Syaratnya sangat mudah, cicilannya ringan.
Selain itu, pemdampingan dan pembinaan akan terus dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Bali. Nuriartha mengatakan, budi daya ikan tawar sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik dari segi ekonomi dan kesehatan.

Saat ini, Bali sudah melakukan ekspor ikan laut. Sedangkan ikan tawar masih untuk konsumsi lokal. Ekspor ikan laut dari Bali sekitar 35.000 ton tahun 2009 dengan nilai 127 juta US Dolar. “Ini semestinya bisa dilihat sebagai peluang usaha. Budi daya ikan tawar sangat menjanjikan. Apalagi Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Bali sudah siap memberikan pembinaan dan motivasi,” paparnya. Budi daya, katanya, juga tidak membutuhkan waktu yang lama. Budi daya ikan mujair 4-6 bulan, ikan gurami 6-8 bulan, dan ikan lele sekitar 4 bulan. Untuk pemasaran telah dilakukan penjajakan di supermarket di Denpasar, agar mereka bersedia menampung hasil produksi petani Bali.

Sampai saat ini, telah banyak dilakukan pelatihan bagi petani Bali. Beberapa desa menjadi percontohan budi daya ikan kawar seperti di Budakeling Karangasem, dan Blahbatuh, Gianyar. Budi daya ikan lele juga digencarkan. Citra buruk tentang budi daya lele sedang dikikis. “Budi daya dengan sistem terpal sudah berhasil dilakukan untuk peningkatan budi daya ikan lele. Tidak ada lagi persepsi buruk ikan lele hasil dari comberan,” tandasnya. Gubernur Bali berencana membuka pasar tani untuk menampung hasil pertanian pangan, perkebunan, dan perikanan. -ast

Koran Tokoh, Edisi 579, 14 s.d 20 Juni 2010

Konsumsi Ikan Tingkatkan Usia Penderita Jantung

NILAI cerna protein ikan sangat tinggi berkisar lebih dari 90%. Ikan sangat mudah dicerna bayi sekalipun. Ikan dapat digunakan sebagai sumber protein yang baik bagi bayi dan anak balita untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan otaknya.

Ahli Gizi Poltekes Denpasar Ida Ayu Eka Padmiari, S.K.M. M.Kes. mengatakan, kandungan protein ikan sangat dipengaruhi kadar air dan kadar lemaknya. Secara umum dapat dikatakan ikan bersirip mengandung protein 16-24%, 10-8% pada krustasea, dan 5-8% pada moluska. Pada ikan-ikan yang telah diolah kandungan proteinnya dapat mencapai 35%. Proporsi protein konektif atau kolagen pada ikan jauh lebih rendah dibandingkan daging ternak, yaitu berkisar 3-5% dari total protein ikan umumnya, dan 8-10% pada jenis ikan bertulang rawan (cucut dan pari). “Kolagen ikan mulai menyusut pada suhu sekitar 45 derajat celcius, jauh lebih rendah dibandingkan kolagen mamalia yang berkisar 60-65 derajat celcius. Hal inilah yang menyebabkan daging ikan lebih empuk daripada daging ternak sehingga menjadi lebih mudah dicerna,” ujarnya.


Dibandingkan lemak hewani lainnya, kata Dayu Padmiari, lemak ikan sangat sedikit mengandung kolesterol. Hal ini sangat menguntungkan bagi kesehatan karena kolesterol yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner.
Selain kaya protein yang bermutu tinggi, ikan juga mengandung vitamin dan mineral yang berimbang. Vitamin yang banyak terdapat pada ikan, vitamin lemak (Vitamin A dan D), mineral yang dominan kalsium, fosfor, yodium, besi, dan selenium. “Zat-zat gizi tersebut bermanfaat mencegah berbagai penyakit akibat kekurangan zat gizi mikro dan penyakit degeneratif. Kandungan yodium ikan laut hampir 28 kali kandungan yodium ikan air tawar,” paparnya.
Ia mengungkapkan, hasil penelitian menunjukkan usia hidup pasien penderita penyakit jantung yang mengonsumsi ikan sekurang-kurangnya tiga kali seminggu lebih panjang daripada pasien yang tidak mengonsumsi ikan. “Zat aktif yang berperan penting dalam hubungan tersebut, asam lemak omega-3. Asam lemak omega 3 telah terbukti sangat besar manfaatnya bagi kesehatan yaitu menurunkan kadar kolesterol darah, mencegah arteriosklerosis dan penyakit jantung koroner, mengurangi risiko diabetes melitus, hipertensi, kanker, dan berperan penting dalam tumbuh kembang otak janin,” jelasnya.

Ikan juga mengandung selenium yang merupakan bagian penting enzim yang berperan dalam membuat antioksidan. Kekurangan selenium menimbulkan gejala pertumbuhan lambat; dystrophy otot dan necrosis jantung, ginjal dan hati. Ikan merupakan salah satu sumber co-enzym Q10 yang berfungsi sebagai antioksidan. Taurin dalam ikan juga berperan dalam fungsi retina dan fungsi kognitif.

Ia menyebutkan, kandungan omega-3 pada ikan jauh lebih tinggi dibanding sumber protein hewani lain seperti daging sapi dan ayam. Bahkan daging babi tidak mengandung omega-3. “Tubuh manusia dapat membentuk beberapa tipe asam lemak, namun asupan asam lemak esensial khususnya asam lemak tak jenuh omega-3 dan omega-6 masih diperlukan,” kata Dayu Padmiari. Sumber utama omega-3, ikan dan kacang kedelai. Konsumsi ikan secara teratur memegang peranan penting dalam memenuhi rasio omega-3 dan omega-6.

Ia menyarankan, untuk pencegahan terhadap kekurangan asam lemak esensial, ahli nutrisi menyarankan manusia harus mengonsumsi sekitar 2,4% dari total asupan omega-6 dan 0,5-1,0% dari total asupan omega-3. Porsi yang tepat bagi dewasa, 3- 5 kali seminggu, tiap porsi 50 gram . –ast

Tambahkan Bunga dalam Masakan Ikan

ADA yang menarik dalam Lomba Kreasi Masakan Ikan di arena Pesta Kesenian Bali ke-32. Lomba ini telah memunculkan berbagai kreasi para perempuan dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Para peserta lomba meramu berbagai macam bumbu dan mengolah ikan dengan berbagai kreasi sehingga menghasilkan menu masakan ikan yang enak, lezat, dan sehat. Ida Ayu Rusmarini, peserta asal Gianyar, misalnya. Perempuan ahli herbal ini menampilkan menu masakan ikan yang sangat berbeda dibandingkan peserta lain. Ia mencampurkan beberapa bunga dalam bumbu ikan. Dalam menu ikan bakar, selain menggunakan bumbu yang terdiri atas bawang putih, jahe, lombok, gula merah, jeruk nipis, dan garam, ia menambahkan bunga krisan, bunga kecicang, dan bunga bola. “Semua tambahan bunga tersebut, saya masukkan ke dalam bumbu kemudian saya ulek bersama,” ujarnya. Ketiga bunga tersebut, kata Dayu, berfungsi sebagai penghangat dan memunculkan rasa yang berbeda. Bumbu ikan menjadi lebih mantap dan saat dibakar memberikan sensasi kelezatan.

Juara I Lomba Masakan Ikan PKB Kabupaten Gianyar ini mengatakan, untuk sup ikan ia memasukkan daun andong. Fungsinya untuk memperbaiki sirkulasi lambung sehingga memudahkan untuk buang air besar. Untuk warna ia menggunakan kuning dari bunga gemitir. “Rasanya lebih menyengat dan bagus untuk memperbaiki fungsi saraf lambung,” katanya. Ia menyarankan, untuk mendapatkan masakan ikan yang lezat dapat menambahkan beberapa bunga yang dapat memberikan sensasi kelezatan yang berbeda dan sangat baik untuk kesehatan dan tidak memberikan efek negatif bagi perut seperti bunga krisan, attorium (janggar ayam), bunga kecicang, bunga bola, polodendron (sente), glakonia (pisang-pisangan), bramomile putih. “Bunga krisan pun dapat dimanfaatkan sebagai teh pendingin perut sehingga sirkulasi pencernaan menjadi lebih baik. Caranya, seduh bunga krisan dengan air hangat tambahkan madu,” kata Dayu.

Kare Ikan dalam Pepaya
OLAHAN ikan tawar juga banyak ditampilkan dalam lomba masakan ikan di PKB tahun ini. Salah satunya ditampilkan wakil Kabupaten Tabanan. Kare Ikan Gurami nama masakan tersebut. Masakan ini disajikan dalam buah pepaya setengah matang yang dagingnya langsung dimakan bersama ikan. Rasanya unik, bahkan lebih membuat kelezatan kare ikan gurami lebih terasa. Cara membuatnya, bersihkan ikan, kemudian diiris ambil dagingnya hilangkan tulangnya dan biarkan kepala ikan masih utuh, kemudian goreng hingga kekuning-kuningan. Bumbu kare disiapkan, kemudian tumis dan tuang ke dalamnya santan dan aduk rata. Siapkan buah pepaya setengah matang, loetakkan ikan goreng di dalamnya, siram dengan bumbu kare.

Makanan Ikan Terasa Kue
Siti Darmawati, asal Toyapakeh, Nusa Penida, wakil Kabupaten Klungkung juga menampilkan menu yang berbeda. Perempuan yang sehari-hari berjualan tiket di Pelabuhan Toyapakeh ini memilih kulit jeruk sunkis sebagai wadah adonan ikan untuk memberi kelezatan istimewa bagi cake pan ikan-nya.
Awalnya dia membuat adonan dasar dari bahan seperti susu, telur, tepung terigu, dan ikan tuna. Setelah dicampur menjadi satu, dibuat tiga warna, merah, kuning, dan hijau. Kemudian ia membuat isi dari adonan ikan dan udang yang diberi bumbu kemudian dikentalkan dengan tepung maizena. Adonan dasar dimasukkan tahap demi tahap bergantian dengan isinya ke dalam satu jeruk sunkis yang isinya sudah dikeluarkan. Kemudian, dikukus dalam wadah jeruk tersebut.

Perempuan yang sering menjuarai lomba masak di Nusa Penida ini mengatakan, setelah dikukus dalam jeruk sunkis, rasanya sangat berbeda. Bau ikan lenyap, malah terasa seperti kue yang legit. Cake pan ikan ini ia sajikan dengan hiasan daun del yang bisa dimakan mentah, memberi rasa mint segar.

Lawar Lele Rumput Laut
TREN baru masakan lawar dari Desa Busung Biu yang mulai mengganti daging babi dengan lele menarik perhatian Nyoman Sudiasih. Wakil Kabupaten Buleleng ini mendapatkan ide ini dari suaminya yang rutin melakukan pembinaan ke lapangan. “Setelah ikan lele diambil dagingnya kemudian ditambahkan bumbu ulek seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunir, lengkuas, kcncur, merica, garam, pala, kemiri, kemudian dipepes. Rumput laut direndam dengan air beras, sampai bersih dan berubah warna menjadi putih. Campurkan kelapa parut, cincangan kacang panjang yang sudah direbus, rumput laut, dan pepes lele, aduk rata. Tambahkan bumbu bawang merah, cabe, dan terasi yang sudah digoreng, dan bumbu ulek yang sudah disangrai, aduk rata. Lawar lele rumput laut siap disajikan,” papar Sudiasih. –ast

Koran Tokoh, Edisi 579, 14 s.d 20 Juni 2010

Jumat, 11 September 2009

Gurame di Pondok Mina Amlapura

Jika Anda pergi ke kawasan Karangasem, ada dua pantai indah di sisi timur pulau Bali ini yakni Amed dan Tulamben. Kalau mau mampir makan, datang saja ke Pondok Mina yang berlamat Jalan Untung Surapati, Padangkerta Amlapura. Rumah makan milik I Wayan Darmika ini menyajikan menu unggulan aneka olahan ikan Gurame. Ada yang digoreng, dipepes, dipanggang, atau yang dibumbu asam manis. Semuanya dihidangkan dalam satu paket berisi nasi putih, plecing kangkung dan lalapan.

Kelebihan hidangan di rumah makan ini adalah semua bumbu hidangan diolah pada saat pesanan datang. Makanan yang tersaji terasa enak dan segar. Buka pukul 07 pagi hingga pukul 09.30 malam. Meski terkenal dengan menu Guramenya, tempat makan ini juga menyediakan menu lain bagi mereka yang lagi tak ingin menyantap Gurame. Menu-menu tersebut antara lain ayam goreng, ayam goreng asam manis, cap cay, dan nasi goreng.

Kamis (10/9) aku bersama teman-teman kantor mengadakan diskusi bersama para entrepreneur di sana. Setelah diskusi, kami disuguhkan hidangan pepes gurame. Hari itu banyak sekali pengunjung sampai kami harus menunggu datangnya pesanan. Padahal perut udah berbunyi keroncongan. Karena sudah dipesan oleh tuan rumah, kami menimati pepes gurame. walaupun aku tertarik dengan gurame goreng. (wakakakkakak maunya yachhhh.....). Jika bingung mau mencari tempat makan di Karangasem, boleh dicoba rumah makan ini. rasanya lumayannnnnnnn enakkkkkkkkkk

Jumat, 14 November 2008

Salad Buatanku


Salad buah dan sayur kaya akan kandungan vitamin dan mineral, serta rendah lemak dan kaya serat. Daun hijau serta buah dan sayuran berwarna kuning tua adalah sumber vitamin C. Selain itu sayuran dan buah lainnya banyak mengandung asam folat, besi, magnesium. Perlu diketahui, salad sangat penting untuk meningkatkan sistem imun dan menekan risiko terjadinya obesitas, penyakit jantung dan penyakit kronik lainnya.

Konsumsi satu porsi salad perhari sangat baik untuk meningkatkan status nutrisi kita. Hanya dengan mengonsumsi setengah mangkuk sayuran setiap harinya sudah memperoleh sebanyak 2000 kalori . Sumber vitamin dapat diperoleh dari mengonsumsi salad. Sayuran segar yang terdapat di salad juga memiliki manfaat yang sangat baik untuk pencernaan karena mengandung serat yang tinggi serta antioksidan untuk peningkatan sistem imun.

Nah ini adalah salad buatanku. he.he.he.he..he…

Sederhana sekali bahannya dari daun selada, wortel, tomat dan buah jeruk. Untuk dressingnya dibuat dari kuning telur yang dicampur ama minyak salad, ditambah gula sediki dan lee perin atau cuka juga boleh. Jadi dechhhh. Walau sederhana, rasanya enak banget…

Kamis, 15 Mei 2008

Menu Thailand di Denpasar

JIKA ingin menikmati masakan khas Thailand yang rasanya asli seperti di negara Gajah putih itu restoran ini dapat dijadikan pilihan. Dengan nuansa yang kental aroma oriental aneka masakan Thailand lengkap tersedia disini mulai dari makanan pembuka, utama dan penutup. Menurut Agung Aryadi pemilik restoran ini, dengan kualitas hotel berbintang, Cupu Manik Thai Restaurant yang beralamat di Jalan Teuku Umar Denpasar ini menawarkan suasana nyaman, makanan yang lezat dan harga terjangkau untuk semua kalangan. Restoran ini cocok untuk pertemuan, maupun acara keluarga.
Jika Anda berkunjung ke Pusat Perbelanjaan Tiara Dewata Denpasar, Anda dapat menikmati masakan Thailand ala Cupu Manik Restaurant di Food Court Lantai 2. Saya tampilkan disini dua hidangan khas Thailand yang sangat digemari masyarakat Indonesia yakni Gai Hor Bai Toey dan Sup Thaliland Tom Yam Goong. –ast

GAI HOR BAI TOEY
Bahan
:
Daging ayam bagian paha, daun pandan, daun bawang
Bumbu daging ayam :
Madu, cuka, gula pasir, garam
Pembuatan :
Daging ayam dibumbui kemudian beri irisan daun bawang lalu dibungkus dengan daun pandan. Kukus hingga matang, kemudian goreng sebentar untuk membuat warnanya menjadi menarik.

TOM YAM GOONG
Bahan
:
Udang, tahu, jamur
Bumbu :
Jehe, laos, sereh, air jeruk nipis, gula, air asam,
Pembuatan :
Buat kaldu dari bahan sea food/tulang ayam, saring. Masukkan semua bumbu, tambahkan udang, tahu dan jamur. Beri irisan daun ketumbar diatasnya. -ast

Rabu, 30 April 2008

Ayam Betutu Gilimanuk


Makanan tradisional Bali yang sangat terkenal adalah Ayam Betutu. Ayam betutu dengan ciri khas pedas adalah Ayam Betutu khas Gilimanuk. Namun, bukan berarti Anda harus pergi ke Gilimanuk Jembrana jika ingin menikmati kelezatan masakan ini. Di Denpasar banyak warung yang menyajikan Ayam Betutu Khas Gilimanuk. Salah satunya, Guntur Food Centre yang beralamat di Jalan Merdeka Renon Denpasar.

Pemilik warung makan ini sudah tidak asing lagi, dia adalah A.A. Oka Suci, pelawak Bali yang eksis malang melintang dalam usaha biro perjalanan. Bahkan warungnya ramai dikunjungi tamu asing dari travel bironya. Bumbu Ayam Betutu khas Gilimanuk ini sangat special karena bumbunya hasil racikan istrinya tercinta. Namun, bagi tamu yang takut pedas, ayam betutu ini biasanya digoreng, dan disajikan bersama plecing dan kacang tanah goreng.

Tips dari A.A. Oka Suci :
Bumbu sebaiknya ditumbuk bukan diblender, agar lebih menarik selera tidak seperti bahan jamu/boreh. Gunakan minyak kelapa asli, karena rasanya lebih mantap dan lezat.
Bagi masyarakat lombok yang ingin mencicipi kelezatan ayam betutu khas Gilimanuk ini tidak usah bingung, sejak 28 Februari 2007 telah dibuka di Jalan Pejanggik Cakranegara Lombok. Dengan kapasitas tempat 45 orang, Oka Suci berharap menjadi alternatif bagi masyarakat Lombok yang ingin mengadakan pertemuan, atau arisan sambil menikmati lezatnya ayam betutu khas Gilimanuk ini. –ast

Ayam Betutu Khas Gilimanuk
Bahan:
1 ekor ayam kampung/bebek
Bumbu :
Bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunir, kencur, kemiri, cabe merah, cabe rawit, terasi, garam, jeruk nipis, minyak kelapa asli/tandusan.

Cara Pembuatan :
Semua bumbu dihaluskan, kecuali jeruk nipis. Ayam/bebek dibersihkan, kemudian rebus dengan kuranglebih 2 gelas air sekitar 1 jam. Masukkan bumbu yang dihaluskan tadi, tambahkan air jeruk nipis dan minyak kelapa asli secukupnya. Aduk-aduk hingga tercampur rata, rebus sampai air meresap dan daging ayam/bebek lunak (kira-kira 1 jam lagi). Untuk daging bebek waktu untuk merebus lebih lama (1 ½ - 2 jam).
Ayam betutu khas Gilimanuk ini disajikan dengan sambal matah, plecing kangkung dan sambal terasi. Agar terasa lengkap, sajikan kacang tanah yang digoreng. Ciri khas masakan ini rasa pedas dan dagingnya yang empuk.
Satu ekor ayam betutu Gilimanuk untuk 4-5 orang.

Bebek Goreng
Bahan
:
1 ekor bebek
Bumbu :
Bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunir, kencur, kemiri, cabe merah, cabe rawit, terasi, garam, minyak kelapa asli/tandusan.
Cara Pembuatan :
Semua bumbu dihaluskan. Bebek dibersihkan, kemudian rebus sebentar angkat. Balurkan pada daging bebek bumbu yang sudah dihaluskan tadi, diamkan kira-kira ½ jam. Goreng bebek hingga berwarna coklat kekuningan.
Hidangan bebek ini disajikan bersama mentimum, kol dan sambal asam manis.
Sambal asam manis :
Cabe rawit, lombok merah, garam, terasi, tomat diulek. Tambahkan sedikit gula. Tumis sebentar.
Tips dari A.A. Oka Suci :
Untuk menghilangkan bau amis pada bebek, gunakan air jeruk nipis sebagai bahan baluran pada daging bebek dan pere ( jenis bumbu).
Dengan kapasitas 60 orang, warung ini sangat cocok untuk acara rapat atau pertemuan keluarga. -ast

Senin, 28 April 2008

Ikan Bakar Ala Warung Ulam Segara


JIKA Anda ingin menikmati Ikan Bakar ala Jimbaran, Anda tidak harus pergi jauh-jauh ke sana. Warung Ulam Segara yang beralamat di Jalan Drupadi Renon Denpasar ini menyajikan aneka hidangan ikan laut yang enak dan lezat. Warung ini menyajikan aneka hidangan ikan laut dengan pelayanan layaknya hotel berbintang. Dengan menawarkan berbagai kelebihan seperti tempat yang asri, dan parkir luas, warung ini menampung kapasitas 100 orang. Sangat cocok untuk pesta dan rapat. Jika Anda ingin bersantai lesehan, tersedia bale-bale kecil.. Untuk paket makanan tersedia paket ikan bakar, paket pesinggahan, steak ikan dan paket ikan goreng.

Menurut Pak Ketut Manager Warung Ulam Segara, sajian yang paling diminati konsumen adalah Paket Spesial ikan bakar yang terdiri dari sup ikan, nasi putih, dan plecing kangkung. Untuk steak ikan, kombinasi antara bumbu Bali dengan sayuran pelengkap sangat menunjang satu sama lain.
Ia mengatakan bahan mentah dari hidangan laut ini dijamin hiegenis karena selalu fresh setiap hari. Apalagi tehnik pengolahan dan kebersihannya baik dari kebersihan personil maupun kebersihan dapur sangat diperhatikan. Ia pun mempersilahkan konsumen untuk melihat proses pengolahannya di dapur. “Kebersihan menjadi prioritas kami,” ucapnya dengan mantap. –ast

Steak Ikan

Bahan : Ikan tuna
Bumbu yang dihaluskan : Bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, laos, cabe merah, garam, merica, gula
Sayuran sebagai pelengkap: Bunga kol, kubis, buncis, wortel, lobak, sawi hijau.
Cara Pembuatan : Ikan tuna dipotong sesuai ukuran. Bumbu yang sudah dihaluskan ditumis hingga harum. Rendam ikan dalam bumbu tadi. Panggang hingga berwarna kecoklatan. Semua sayuran diiris halus. Tumis bawang putih hingga harum, masukkan semua sayuran tadi, tambahkan sedikit garam. Hidangkan steak ikan dengan sayuran dan nasi putih.

Pepes Ikan
Bahan : Ikan tuna
Bumbu : Bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, laos, kencur (semua bumbu dirajang halus).
Bahan lain : Pala, kemiri, garam, merica, ketumbar, jinten (ditumbuk halus), santan, minyak kelapa, daun pisang.
Pembuatan : Ikan tuna dicincang halus. Bumbu yang sudah dirajang halus ditambahkan pala, kemiri, jinten, ketumbar, merica dan garam. Campur dengan sedikit minyak dan santan agar lengket dan gurih. Masukkan ikan aduk rata, tambahkan daun salam. Bungkus pepes dengan daun pisang. Kukus hingga matang. -ast

Sabtu, 26 April 2008

Tempat Makan yang Nyaman dan Eksotik


SUASANA alam yang eksotik dengan pemandangan sawah, kebun alam yang asri dimana tumbuh aneka tanaman khas Bali diantaranya pohon sentul, ceroring, dan buah Badung, menjadikan daya tarik tersendiri yang ditawarkan Bale Timbang yang beralamat di Jalan Trengguli-Trenggana Penatih Denpasar Timur ini. Jika dilihat dari luar, tempat ini tidak tampak seperti sebuah rumah makan. Begitu masuk ke dalam, tampak bale-bale menghiasi taman kebun itu.

Menurut Arsawan pemilik kebun ini, konsep kebun alam sengaja diciptakan karena kerinduannya untuk bernostalgia ke masa kecil dimana lingkungannya masih bersih, asri, suasana alam pedesaan tempo dulu. Bale Timbang dalam bahasa Bali berarti tempat untuk bertimbang rasa, sehingga tempat ini sangat cocok untuk dijadikan tempat merenung maupun tempat berdiskusi. Tempat ini juga cocok untuk pertemuan, rapat maupun acara keluarga.

Untuk menu disajikan aneka masakan baik untuk anak-anak hingga orang dewasa, semuanya lengkap dengan harga yang terjangkau. Anak-anak bebas bermain sambil melihat pemandangan yang indah. Jika datang pada sore hari, pemandangan akan lebih eksotik lagi dengan kehadiran sun set sebagai pelengkapnya. Jadi jika menginginkan suasana tenang, nyaman, romantis dan makanan yang lezat, bale timbang merupakan pilihan yang tepat. -ast

Selasa, 22 April 2008

Restaurant Pertama di Ubud


NOMAD restaurant adalah salah satu restaurant pertama yang muncul di Ubud. Jam buka dari 09.00 – 11.00 malam, restaurant yang beralamat di Jalan Raya Ubud 35 Gianyar Bali ini melayani tamu lokal maupun tamu asing. Restoran ini merupakan restoran keluarga, sejak dibuka tahun 1979. Ciri khas yang ditonjolkan suasana terbuka dan tradisional dengan hygienes dan hospitality. Nomad Beef Kebab adalah menu andalan yang digemari konsumen asing mapun lokal di restoran ini. Jika ingin menikmati suasana Ubud yang eksotik, terasa lebih lengkap sambil menikmati sajian menu istimewa dari restaurant ini.

Nomad Beef Kebab
Bahan: daging sapi has dalam, tomat, paprika merah, kuning, hijau, nenas. Pembuatan: daging direndam dengan bumbu dasar merah selama 2 jam, kemudian potong dadu. Paprika, tomat dan nenas di potong dadu. Ambil tusuk sate, atur potongan daging, nenas, paprika dan nenas dalam tusuk sate. Panggang dengan bumbu merah tadi. Dihidangkan dengan saus demiglace.
Sebagai peneman Nomad Beef Kebab ini kentang gulung bakar dan tumis sayuran.
Pembuatan kentang gulung bakar: kentang direbus, haluskan kemudian campur dengan peterseli cincang, bawang putih dan bawang bombay yang disangrai. Aduk rata, gulung dengan daun pisang, bakar seperti membuat pepes.
Untuk sayuran : buncis, wortel, bunga kol, brokoli, rebus sebentar kemudian tumis dengan bumbu tomat. -ast

Minggu, 13 Januari 2008

Ketela Ungu Mencegah Kanker


THE FIRST restaurant in Bali provide deservication food doesn't presenvative and chemical coloring is Warung Sela Boga.
According Mr Adi Karisma, warung Sela Boga owner, purple sweet potatoes content high fibre, prebiotic, antioksidan.
As according to Dr. Robert Cordell from North Carolina Sweet Patato Commision, sweet poptaoes content high fibre, prebiotic and antioksidan.
Adi Karisma have vision and mission to grow up younger generation to become healthy, and strong in the future.
He hope, this inovation can be to up grade society nutritious.
A lot of various kind food and beverage has by made from purple sweet potatoes like rice, bread, juice, cake, ice cream, sort kind of thing.
Start Maret 2007, he done research to pregnant mother and suckle to give free food purple sweet potatoes.
Reinder Neef enginering from Netherland use to research at warung sela boga.
He said, he was very interesting about food and beverage from sweet popatoes, beside very delicious, also health.
One of reader Tokoh Newspapers Ida Bagus Made Putra said, he felt better after he drank purple sweet poptatoes juice.
Sweet potatoes food and beverage from Warung Sela boga have shown in the “world meeting of food communities” Terra Madre 26-30 Oktober 2006 at Turni Italia.

Satu-satunya warung yang menyajikan makanan diserfikasi pangan lokal non beras tanpa bahan pengawet dan pewarna kimia adalah warung sela boga.
Menurut Adi Kharisma pemilik rumah makan ini ia mempopulerkan ketela ungu dalam berbagai makanan dan minuman dengan maksud menyadarkan masyarakat agar mencintai pangan non beras, mengangkat gengsi bahan lokal menjadi cita rasa internasional, apalagi beras semakin hari semakin mahal.
Ketela ungu mengandung serat tinggi, anti oksidan, dan prebiotik. Dengan motto membangun generasi muda yang sehat dan kuat usaha ini dilakukan mulai dari menanam, memproses hingga memasarkan olahannya.
Ia berharap usaha ini dapat mendongkrak kemajuan gizi masyarakat, apalagi ketela ungu merupakan antioksidan untuk mencegah kanker.
Ketela ungu diolah menjadi aneka makanan dan minuman diantaranya nasi sehat, roti manis, es krim, jus, sirup.
Mulai bulan Maret 2007, ia melakukan uji coba pada ibu hamil dan ibu menyusui memberikan secara cuma-cuma olahan dari ketela ungu ini di tempat penanaman di Seririt dan Candi Kuning (Buleleng).
Seorang ahli teknologi Belanda , pernah melakukan penelitian di warung sela boga. Ia diharapkan mampu membantu menciptakan suatu teknologi dalam pemrosesan olahan ketela ungu ini.
Reinder mengaku sangat tertarik dengan kreasi makanan dan minuman dari bahan baku ketela ungu ini.
Dari rasa kata Reinder tidak menunjukkan kalau bahan dasarnya dari ketela. Malah ia mengatakan rasanya enak dan sangat lezat.
Menurut Dr. Robert Cordell dari North Carolina Sweet Patato Commision ketela ungu mengandung kadar serat tinggi, glycemic index rendah, gluten free pre biotic, beta karotin dan anti oksidan.
Salah seorang pembaca Koran Tokoh yang bernama Ida Bagus Made Putra menghubunginya karena ia sembuh dari sakit pencernaan setelah minum sari ketela ungu yang ia dapatkan setelah berobat di Lumajang, Jawa Timur.
Manfaat jus ketela ungu, kuning, dan oranye yakni mengandung serat, prebiotik, betakarotin, antioksidan ( mencegah perusakan sel dan mengganti sel rusak, menyerap racun/polusi dalam tubuh, mencegah penuaan dini).
Makanan dan minuman dari Warung Sela Boga mewakili Indonesia dalam event “world meeting of food communities” Terra Madre 2006 yang diadakan oleh Slow Food Internasional tanggal 26-30 Oktober 2006 di Turni Italia.