Jumat, 10 Februari 2012

Makan Mi Tiga Kali Seminggu


Mi yang beredar di pasaran dikenal masyarakat dengan mi mentah (raw noodle) dan mi rebus (cooked noodle). Mi basah biasanya memiliki umur simpan yang pendek sekitar 10 – 12 jam bila disimpan pada suhu ruang. “Kerusakan akan terjadi pada mi jika waktu simpan melebihi dari itu. Mi akan berbau asam, berlendir, dan mengalami perubahan warna,” ujar Kepala Prodi D4 Gizi Poltekes Denpasar A.A. Nanak Antarini, SST, M.P.
Ia menyebutkan, beberapa faktor yang dapat menyebabkan kerusakan pada mi; tingginya kadar air sampai 80%, aktivitas air (aw) dan pH mi basa, disamping itu, kurang memperhatikan hygiene dan sanitasi pada pengolahan mie basah, juga menyebabkan kerusakan mi.

Mi instan adalah mi yang telah mengalami proses perebusan yang kemudian dikeringkan terlebih dahulu. “Mi instan telah dimasak terlebih dahulu dan dicampur dengan minyak dan bisa dipersiapkan untuk dikonsumsi dengan menambahkan air panas dan bumbu yang telah ada dalam paketnya,” kata Nanak Antarini. Mi instan tahan lebih lama karena memiliki kadar air sebanyak 10% sehingga mikroorganisme tidak dapat tumbuh

Kandungan nilai gizi mi sesuai dengan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) yang diterbitkan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) tahun 2005, dalam 100 gram berat yang dapat dimakan;
Mi basah; energi 86 (kkal), protein 0,6 g, lemak 6 g, karbohidrat 14 g, kalisum 14 mg, fosfor 13 mg, zat besi 6,8 mg, air 80,0 g, Mi kering; energi 339 kkal, protein 10 g, lemak 1,7 g, karbohidrat 75,3 g, serat 0,4 g, air 10,6 g, kalsium 31 mg, fosfot 143 mg, zat besi 3,9 mg.

Walaupun mi sangat praktis dalam penyajian dan mengenyangkan, sebaiknya makan mi 2 – 3 kali seminggu. “Jangan jadikan mi sebagai makanan utama,” tandasnya. Mi merupakan makanan sumber karbohidrat pengganti nasi yang dapat memberikan sumbangan energi sebagai sumber zat tenaga, seperti dalam 100 gram mi basah dapat memberikan sumbangan energi sebesar 86 kkal. Tanpa tambahan bahan makanan lainnya sebagai sumber protein, vitamin dan mineral, konsumsi gizi seimbang tidak dapat terpenuhi.
Ia menyarankan, makan mi harus disertai dengan makan sumber zat pembangun dan pengatur seperti lauk pauk, sayur-sayuran dan buah-buahan, agar pola menu seimbang yang dianjurkan dapat tercapai. Sumber protein hewani seperti daging, ikan, telur dan hasil olahannya. Sumber protein nabati seperti tahu atau tempe. Sumber vitamin dan mineral seperti sayuran hijau dan wortel.

Namun, belakangan ini disinyalir, ada mi basah yang beredar di pasaran terutama hasil industri rumah tangga, menggunakan pengawet yang tidak diperbolehkan sebagai bahan tambahan makanan seperti formalin dan boraks. Kedua bahan kimia ini digunakan untuk memperbaiki tekstur dan umur simpan mi basah.
“Kalau mi yang kita konsumsi mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan boraks, akan mengakibatkan akibat buruk bagi kesehatan,” jelasnya. Boraks bersifat iritan dan racun bagi sel-sel tubuh, berbahaya bagi susunan syaraf pusat ginjal dan hati disamping itu kerusakan usus dan otak. Jika berulang-ulang dimakan secara kumulatif akan tertimbun di otak, hati dan jaringan lemak bahkan akan menimbulkan kematian akibat gangguan peredaran darah. Formalin sangat berbahaya bagi kesehatan bagi tubuh diketahui sebagai zat beracun, karsinogenik, mutagen yang menyebabkan perubahan sel dan jaringan tubuh, korosif dan iritatif.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI (Permenkes) No.722/ Menkes/Per/IX/88 menyebutkan, bahan yang dapat ditambahkan ke dalam makanan seperti sodium tri polifosfat dan karboksimetil selulosa. Bahan kimia ini, selain sebagai pengawet, dapat juga meningkatkan kekenyalan pada tekstur mi. Dalam mi instan, sering ditambahkan kedua bahan pengawet ini. Selain itu, mi instan juga mengandung monosodium glutamat (MSG) zat penambah rasa enak pada makanan. Ada juga pengawet yang ditambahkan pada kecap dari mi instan goreng napagin yang masih diperbolehkan sesuai dengan Permenkes RI No 722 tahun 1988. Mi instan mengandung MSG terutama dalam bumbunya. Penggunaan batas aman MSG sesuai ADI (acceptable daily intake) 120 mg/Kg BB/hari.
Penggunaan MSG melebihi batas, dapat menyebabkan CRS (chinese restaurant syndrome), kerusakan otak, asma, sakit kepala, dan jantung berdebar. Gejala CRS, kesemutan pada punggung, leher, rahang bawah, wajah berkeringat, sesak dada, dan kepala pusing. Di samping itu, konsumsi yang terus menerus akan bersifat karsinogenik atau pemicu kanker. –ast

Tips memilih mi instan kemasan:
• Lihat label, komposisi atau daftar ingredient, isi netto, nomor pendaftaran, kode produksi, tanggal kadaluarsa, petunjuk cara penyimpanan, petunjuk/cara penggunaan, nilai gizi dan tulisan atau pernyataan khusus. Dari label kemasan harus ada tercantum seperti di atas tersebut.
• Secara organoleptik, warna putih kekuning-kuningan, bau normal (tidak berbau formalin) dan tekstur mi renyah.

Tips memasak mi instan:
• Memasak mi instan sesuai dengan petunjuk yang ada di setiap kemasan.
• Jangan memasak mi terlalu matang sampai bonyok selain berpengaruh pada rasa, juga kandungan gizinya hilang.
• Mi rebus; rebus mi dengan air mendidih. Tiriskan. Gunakana air baru untuk kuah mi.
• Mi goreng; setelah mi direbus, tiriskan. Bilas dengan air matang. Siap digunakan untuk mi goreng. Teknik ini digunakan untuk meminimalkan efek buruk bahan pengawet. –ast

Koran Tokoh, Edisi 679, 6-12 Februari 2012

Selasa, 31 Januari 2012

Suhu Dingin Perbanyak Konsumsi Air Hangat

Air putih merupakan minuman paling sehat dan terbaik bagi tubuh. Malah, sekarang sedang marak air kemasan dengan klaim air oksigen atau heksagonal. Apakah air tersebut lebih sehat dari air putih biasa. Mana yang lebih baik minum air dingin atau air hangat?

“Konsumsi cairan yang ideal untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh manusia adalah 1 ml air untuk setiap 1 kkal konsumsi energi tubuh atau dapat juga diketahui berdasarkan estimasi total jumlah air yang keluar dari dalam tubuh,” ujar Ahli Gizi dr. I Wayan Gede Sutadarma, M.Gizi. Secara rata-rata tubuh orang dewasa akan kehilangan 2.5 liter cairan per harinya. Sekitar 1.5 liter cairan tubuh keluar melalui urin, 500 ml melalui keluarnya keringat, 400 ml keluar dalam bentuk uap air melalui proses respirasi (pernapasan) dan 100 ml keluar bersama dengan feces (tinja). Sehingga berdasarkan estimasi ini, konsumsi antara 8-10 gelas (1 gelas = 240 ml) biasanya dijadikan sebagai pedoman dalam pemenuhan kebutuhan cairan per harinya.
Air merupakan komponen utama yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia. Sekitar 60% dari total berat badan orang dewasa terdiri dari air. Selain dari air minum, manusia mendapatkan cairan dari makanan dan minuman “Jika kekurangan cairan akan menyebabkan dehidrasi,” kata lelaki kelahiran Klungkung, 16 Desember 1980 ini.

Ia menyebutkan, air putih merupakan minuman yang paling sehat dan terbaik yang diperlukan tubuh. Namun, banyak orang yang bosan dengan air putih dan memilih minuman yang tidak baik bagi kesehatan tubuh seperti minuman beralkohol yang nyata-nyata jika diminum berlebihan berdampak bagi kesehatan.
Sekarang ini banyak beredar air kemasan yang diklaim air oksigen atau air heksagonal yang dapat menyegarkan dan memberi manfaat bagi tubuh. Menurut Dokter Sutadarma, pada manusia oksigen hanya bisa diserap oleh paru-paru dan tidak bisa di saluran cerna. Artinya, air oksigen tidak memberikan manfaat lebih. “Manfaatnya sejauh ini belum terbukti secara ilmiah ataupun secara klinis,” jelasnya.
Pilihlah air putih yang bersih, jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Jika menggunakan sumber air sebagai air minum, perlu dilakukan pemanasan dan penyaringan terlebih dahulu. Hal ini untuk membunuh kuman-kuman yang ada, selain itu untuk mengurangi kadar mineral dalam air karena dengan pemanasan dan penyaringan, mineral ini akan mengendap membentuk kerak.

Selain air putih minuman sehat lainnya, susu merupakan sumber protein kualitas tinggi dan kalsium. Teh juga baik untuk kesehatan karena mengandung senyawa antioksidan polifenol yang berperan menangkal radikal bebas penyebab penyakit degeneratif. Jus merupakan sumber vitamin dan mineral. Beberapa jus ada yang mengandung antioksidan yang berperan menangkal radikal bebas.
Staf Biokimia/Tim Terapi Gizi FK Unud/RS Sanglah ini mengatakan, jika berada di lingkungan yang dingin dianjurkan minum air hangat lebih banyak karena banyak mengeluarkan air melalui urin dan pernapasan. Kalau keringat mungkin tidak terlihat karena sudah terlanjur menguap sebelum kelihatan.

Jika berada di lingkungan yang panas atau setelah berolahraga dianjurkan banyak minum terutama air dingin. Saat udara panas atau banyak aktivitas olahraga banyak mengeluarkan air melalui keringat dibanding dari urin. Setelah olahraga sebaiknya pilihlah minuman yang mengandung isotonus untuk mengganti cairan dan elektrolit tubuh. Selain itu juga bisa dipilih air dari buah-buahan yang mengandung elektrolit seperti air kelapa, semangka, atau melon.
Bagaimana dengan minuman kaleng?
Setiap minuman kaleng harus mencantumkan nilai gizi pada kemasannya. Nilai gizi dapat diartikan sebagai daftar kandungan zat gizi pangan pada label pangan. Minuman dalam kaleng dikemas sedemikian rupa dengan ditambah zat-zat pengawet dalam jumlah tertentu. Sering pula, ditambahkan garam atau gula dalam jumlah tertentu yang dapat menimbulkan masalah pada kesehatan apabila sering dikonsumsi. Menurutnya, pada dasarnya minuman kaleng itu aman dikonsumsi. Zat-zat yang terkandung dalam makanan kaleng, baik itu pengawet, pewarna, dan perasa sudah melewati berbagai perhitungan cermat sehingga tidak akan membahayakan tubuh. Namun, bagi penderita penyakit tertentu perlu berhati-hati dalam mengonsumsi minuman kaleng. –ast

Tips memilih air dalam kemasan:
1. Perhatikan kondisi fisik air dan kemasannya.
2. Perhatikan tanggal kadaluarsa.
3. Tidak menggunakan kemasan sebagai isi ulang dengan air lain karena bahan kemasan yang dipakai biasanya hanya untuk satu kali saja.
4. Perhatikan komposisi dan nilai gizi pada kemasan. –ast

Koran Tokoh, Edisi 678, 30 jan s.d 5 Pebruari 2012

Senin, 23 Januari 2012

Atasi Kebotakan dengan Terapi Bio Living Cell

Kebotakan merupakan salah satu masalah umum yang terjadi pada rambut. Masalah ini bisa dialami perempuan ataupun laki-laki. Namun umumnya, banyak terjadi pada kaum laki-laki. Masalah kebotakan biasanya diawali dengan rambut yang mudah rontok dan patah. Rambut yang rontok ini biasanya dimulai dari dahi dan makin lama makin mundur, sehingga menyebabkan kebotakan di daerah depan kepala.

Penyebab kebotakan yang paling umum, faktor keturunan. “Jika orangtuanya mengalami kebotakan, maka kemungkinan besar keturunannya mengalami kebotakan juga. Setiap orang yang mengalami masalah kerontokan rambut melebihi 100 helai per hari perlu disarankan untuk mempelajari riwayat keturunan. Apakah dalam garis keturunannya ada yang mengalami kebotakan atau tidak. Kebotakan genetik bisa menjadi lebih ganas jika dimulai selagi muda. Proses penyembuhan akan membutuhkan waktu yang lebih lama bahkan lebih sulit, jika berobat setelah terjadi kebotakan,” ujar Fany, Beauty Analisis Victory Skin & Hair Beauty Centre.

Ia mengatakan, shampo yang tidak sesuai juga dapat memicu dan mempercepat kerusakan pada rambut termasuk juga ketombe. Penyebab lain, salah satu virus yang belum dapat dideteksi. Virus ini menggerogoti kulit kepala secara pelan-pelan dan mengakibatkan kerontokan dan kebotakan. Gangguan virus ini mengakibatkan terjadinya pitak. Awalnya terasa gatal di kulit kepala, kemudian terjadi kerontokan rambut makin melebar bahkan akhirnya mengakibatkan kebotakan.

Bio living cell therapy merupakan penemuan baru di dunia kesehatan yang telah mendapatkan hak paten dan lulus tes standar internasional. Teknologi baru bidang kecantikan dan kesehatan kulit tersebut memiliki beberapa keunggulan. Selain mampu membangun jaringan kulit yang rusak sampai jaringan fibroblast, juga mampu menumbuhkan kembali jaringan epidermis untuk mencegah terjadinya skin kanker kulit.
Bio living cell therapy menggabungkan sistem ion tubuh dengan serum bio sodium hyluronate (BSH). Serum mengandung DNA, amino acid, dan protein yang dimasukkan ke dalam jaringan tubuh yang rusak.

Menurut Fany, efek samping dari bio living cell therapy terapi sangat minim atau hampir tidak ada karena fitur yang menggunakan sistem tubuh alami. “Bio living cell therapy memunyai kemampuan untuk memperbaiki, mengantikan dan menumbuhkan kembali dalam waktu yang singkat,” jelasnya.
Ia mengatakan, prosedur ini aman, tanpa rasa sakit, dan santai dengan hasil yang dijamin. “Tidak ada injeksi, chemical peeling atau laser terlibat dalam prosedur bio living cell therapy ini, sehingga sangat bagus untuk kecantikan dan kesehatan kulit. Terapi tersebut menggunakan ionthoforosis system untuk menghindari injection. Sementara bahan yang digunakan adalah benar-benar natural yaitu ovine amniotic liquid atau suatu larutan DNA murni yang diproses melalui penyaringan NASA system,” paparnya lebih jauh.

Bagaimana cara kerjanya?
Serum dimasukkan ke dalam permukaan kulit. Serum menyebar dan menembus ke dalam kulit dengan menggunakan rol yang terhubung dengan mesin. Kulit akan menyerap cairan dan memperbaiki, mengganti, dan membangun kembali kulit rusak. Proses ini memakan waktu 1-1 ½ jam.
Ia mengatakan, saat pertamakali datang, pasien akan diperiksa dan difoto dengan scanner. Tujuannya, untuk melihat kasus awal yang akan dibandingkan dengan setelah beberapakali terapi. Jumlah terapi disesuaikan dengan tingkat kebotakan. Makin keras kebotakan yang diderita, jumlah terapi makin banyak.
Ia menocntohkan, untuk pengobatan pitak. Terapi dilakukan empat hari sekali atau maksimal seminggu sekali. “Untuk kasus pitak dengan diameter sekitar 5 cm, dengan lima kali terapi sudah ada hasilnya,” kata fany. Menurutnya, usia juga menjadi faktor utama kecepatan dalam pengobatan. Makin muda usia yang ditangani makin baik hasilnya.

Ia mengatakan, setelah selesai melakukan terapi, pasien dapat melakukan maintance di rumah dengan penggunaan shampo khusus yang direkomendasikan. “Saat pertamakali datang, kami selalu mengajak pasien untuk disiplin. Artinya, setelah pengobatan, maintance harus tetap dilakukan di rumah untuk kesuburan rambut jangka panjang,” jelas Fany.
Ia menegaskan, dengan bio living cell therapy akan mengembalikan kondisi kulit seperti semula. Artinya, kalau pada awalnya rambutnya memang sudah tipis dan ingin dibuat lebih tebal tentu hasilnya kurang maksimal.

Selain untuk mengatasi kerontokan dan kebotakan, bio living cell therapy juga dapat menangani berbagai problem kulit wajah seperti pigmen, jerawat, dan kulit berlubang. Sekali perawatan hasilnya langsung terlihat. Dengan bio living cell therapy, dapat menumbuhkan kembali rambut, mengencangkan kulit dan membuat kulit lebih sehat, lebih muda, dan lebih kencang. Menurutnya, ini solusi sederhana dan lengkap untuk masalah rambut, kulit, dan kesehatan. –ast

Keramas Dua Kali Seminggu Cegah Rambut Rontok

Rambut lebat dan subur dambaan semua orang, terutama perempuan sangat menginginkan rambut yang indah. Namun, sering terjadi rambut rontok karena hal-hal sepele yang kita sebabkan sendiri tanpa sengaja. Kerontokan rambut mempengaruhi rasa percaya diri pemiliknya. Bagaimana menjaga agar rambut tetap indah dan terhindar dari kerontokan?

Menurut dr. Laksmi Duarsa, Sp.K.K. kerontokan rambut bisa disebabkan karena beberapa hal, bisa karena kebiasaan merawat rambut yang tidak baik, kondisi tubuh yang tidak sehat atau bisa juga karena keturunan. "Kebiasaan yang tidak baik seperti menggunakan sisir yang bergigi rapat, terlalu sering memanaskan rambut dengan hair dryer, hot curling ataupun flat iron. Bisa juga karena terlalu sering mengikat rambut dengan karet ketat. Keseringan mencuci rambut dalam sehari sampai tiga kali mengakibatkan kadar minyak alami di rambut berkurang dan rambut mudah patah," paparnya.
Kerontokan rambut juga ada hubungannya dengan jamur di kulit kepala dan penyakit psoriasis. Bila penyebabnya karena kondisi tubuh yang tidak sehat, kita bisa perbaiki kondisi tersebut dengan makan yang sehat. Namun, jika usaha yang sudah dilakukan tidak membuahkan hasil, sebaiknya datang ke dokter.
Kenali dengan baik sebab-sebab kerontokan rambut Anda dan cari tahu pengobatan yang tersedia.

Tips mencegah rambut rontok:
1. Rawat rambut secara teratur dengan keramas dua kali seminggu. Selalu berkeramas dengan sampo setelah berenang di laut atau kolam renang untuk menyingkirkan garam dan klorin yang dapat merusak rambut. Pastikan. Anda selalu membilas rambut sampai bersih setelah selesai berkeramas. Kalau perlu lakukan masker atau perawatan rambut.

2. Pakai kondisioner pada seluruh rambut. Penggunaan kondisioner setelah keramas mengurangi upaya yang dibutuhkan untuk menyisir rambut dan membuatnya lebih mudah diatur. Penggunaan kondisioner terutama sangat dibutuhkan bila rambut Anda kering.
3. Pakai sampo herbal. Pilih sampo untuk rambut kering, normal, berminyak, sesuai kondisi rambut Anda.
4. Pakailah sisir yg bergigi jarang
5. Jangan memakai air panas saat keramas
6. Keringkan rambut tanpa hair dryer. Kalau mengeringkan dengan handuk jangan dikucek-kucek. Rambut akan mudah tercabut dari akar rambutnya.
7. Pakai hair tonic atau serum, kalau bisa yg mengandung ginseng.
8. Hindari pemakaian jepit atau karet
9. Hindari minuman yang mengandung kafein
10.Makan makanan yg bergizi, banyak protein dan zat besi yang bisa diperoleh pada ikan, telur, kacang-kacangan, yogurt, dan kedelai. -ast

Koran Tokoh, Edisi 677, 16-22 Januari 2012

Jumat, 20 Januari 2012

Waspadai Penyakit Musim Hujan


Musim hujan telah tiba. Berbagai penyakit perlu diwaspadai. Apa saja penyakit di musim hujan dan bagaimana mencegahnya agar terhindar dari penyakit tersebut?

Dosen Bagian/SMF.Mikrobiologi Klinik FK Unud dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked mengatakan, penyakit diare sering terjadi di masyarakat pada musim hujan dan banjir. "Pada lingkungan kotor seperti kandang hewan peliharaan dan banyak sampah berserakan dapat menjadi tempat berbagai macam kuman. Apabila terjadi hujan dan banjir, sampah dan kotoran sebagai sarang kuman akan hanyut terbawa air hujan dan banjir hingga menyebar ke lingkungan penduduk. Ini akan mencemari sumber air yang sering digunakan masyarakat seperti sungai misalnya," ujar Wakil Sekretaris IDI Cabang Denpasar ini.
Sekretaris Bagian/SMF.Mikrobiologi Klinik FK Unud ini menambahkan, pada musim hujan, di lingkungan yang kotor seperti tempat sampah juga menjadi tempat berkembang-biaknya lalat serta serangga lain seperti kecoak juga dapat membawa kuman-kuman penyakit. “Apabila tidak dijaga dengan baik makanan tercemar ini dapat menyebabkan diare,” jelas Ayanda Putu Prasista Ardyaswari Mahavira ini.

Ia menyebutkan, penyakit influenza juga paling sering dialami masyarakat pada musim hujan dan dingin seperti sekarang ini. Influenza disebabkan virus influenza yang gampang menular dari satu orang ke orang lainnya. Penyakit ini sering disebut dengan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Ia menyebutkan, gejala yang muncul seperti demam, pilek, sakit tenggorokan dan disertai batuk. "Selain virus influenza, beberapa jenis bakteri juga dapat menyebabkan penyakit ISPA. Penyakit ini dapat ditanggulangi dengan minum obat simtomatis dan dapat diberikan antibiotika
Demam berdarah juga menjadi langganan di musim hujan. Banyaknya genangan air dapat menjadi sarang nyamuk aedes aegypti yang merupakan vektor pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Nyamuk ini suka bersarang di genangan air bekas air hujan.

Pada musim hujan sering terjadi banjir yang membawa air kotor dan kuman penyakit. Anak-anak sering bermain hujan dan bermain di air kotor yang dapat mengakibatkan mereka terserang penyakit kulit seperti gatal-gatal. Penyebab gatal gatal, bisa berupa jamur, bakteri, dan parasit.
Selain itu, kata Dokter Agus, perlu diwaspadai penyakit leptospirosis atau yang dikenal dengan penyakit kencing tikus. Penyakit ini disebarkan air kencing tikus yang menyebabkan infeksi bakteri genus leptospira. Penyakit ini termasuk penyakit zoonosis yakni penyakit pada manusia yang ditularkan oleh hewan. “Bakteri leptospira bisa terdapat pada beberapa jenis hewan, tetapi pada tikus paling sering. Bakteri ini dapat berkembangbiak di ginjal tikus, sehingga bisa juga terdapat pada air kencing tikus,” papar Magister Ilmu Kedokteran Tropis ini. Tikus-tikus ini mengeluarkan kencingnya terutama di sarangnya seperti di selokan dan gorong-gorong. Apabila hujan dan terjadi banjir air kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira akan hanyut dan menyebar bersama air hujan dan banjir. “Apabila masyarakat tidak waspada dan ada jalan masuk ke dalam tubuh manusia seperti ada luka di kaki, maka bakteri ini dapat masuk ke tubuh manusia dan menyebabkan infeksi,” kata Suami I Dewa Ayu Novia Saraswati,SH ini.

Gejala utamanya, demam dan penyakit ini dapat menyebar di dalam tubuh dan dapat menginfeksi organ-organ penting seperti ginjal, hati,dan paru-paru. Apabila terinfeksi, penderita harus mendapat perawatan medis dan perlu dirawat di rumahsakit untuk mendapat pengobatan yang tepat. -ast

Tips dan pencegahan :
Penyakit influenza
• Penyakit influenza dapat dicegah dengan tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.
• Hindari terpapar hujan dan udara dingin.
• Minum vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
• Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit flu.

Penyakit Demam berdarah
• Cegah terbentuknya sarang nyamuk dengan gerakan 3M (menguras, menutup, menimbun) dan tetap menjaga kebersihan lingkungan.
• Rutin dilakukan fogging di lingkungan sekitar.
• Memakai lotion antinyamuk dan pasang kelambu pada tempat tidur.

Penyakit diare
• Tetap menjaga kebersihan lingkungan.
• Mengkonsumsi makanan dan minuman yang telah matang dan terjamin kebersihannya.
• Tutup makanan agar terhindar dari lalat dan kecoak.
• Rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
• Tidak membuang sampah, dan BAB di sungai atau di pekarangan rumah.

Penyakit gatal pada kulit
• Selalu menjaga lingkungan tetap sehat dan bersih.
• Menjaga kebersihan tubuh.
• Hindari bermain atau kontak dengan air banjir.
• Segera cuci dengan sabun anggota tubuh yang terpapar air banjir.

Penyakit Leptospirosis
• Selalu menjaga lingkungan tetap sehat dan bersih, terutama tempat-tempat yang biasa menjadi sarang tikus.
• Selalu menjaga kebersihan hewan peliharaan serta kandangnya.
• Hindari kontak dengan air kotor seperti air banjir

koran Tokoh, Edisi 677, 16-22 Jan 2012