Minggu, 11 Maret 2012

Daya tahan Tubuh Menurun Waspadai Gondongan

Made mengalami demam. Badannya terasa lemas. Ia merasa nyeri pada rahang bagian belakang saat membuka mulut dan mengunyah. Beberapa hari kemudian terjadi pembengkakan di lehernya. Made kebingungan. Tetangganya bilang, pasti ia kena magic. Namun, kata dokter yang memeriksanya, Made menderita gendongan. Apa itu penyakit gendongan?

Dosen pengajar di Bagian/SMF. Mikrobiologi Klinik FK.UNUD/RS.Sanglah dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked. mengatakan, gendongan atau parotitis mumps merupakan penyakit yang menyerang kelenjar ludah akibat terinfeksi virus jenis paramyxovirus. "Kelenjar ludah yang diserang terletak di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah," ujar wakil Sekretaris IDI Denpasar ini.
Magister Ilmu Kedokteran Tropis ini mengatakan, tidak semua orang yang terinfeksi virus ini menunjukkan gejala bengkak di leher bagian atas, pada penderita yang asimtomatis gejalanya tidak terlihat. Pada awalnya penderita gendongan dapat mengalami gejala demam, badan terasa lemas, nyeri rahang bagian belakang terutama saat membuka mulut dan mengunyah. Kemudian terjadi pembengkakan di salah satu kelenjar di bawah telinga dan kemudian sebagian besar penderita pada kedua kelenjar dapat mengalami pembengkakan. Ia menyebutkan, pembengkakan kelenjar biasanya berlangsung sekitar 3-5 hari dan setelah menyembuh berangsur mengempis.

Ia mengatakan, gendongan berbeda dengan gondok. Gondok merupakan suatu keadaan tubuh kekurangan yodium dan ditandai pembengkakan kelenjar tiroid di leher, sedangkan gendongan termasuk ke dalam penyakit infeksi paramyxovirus.
Menurutnya, penyakit gendongan dapat terjadi dimana saja dan bukan disebabkan perubahan cuaca atau musim. "Penyakit ini bisa terjadi di seluruh dunia dan dapat menjadi wabah pada suatu wilayah tertentu," paparnya lebih jauh. Ia mengatakan, seseorang bisa terkena penyakit gendongan biasanya akibat daya tahan tubuhnya yang sedang menurun atau tidak sedang dalam kondisi yang fit, sehingga penyakit mudah masuk kedalam tubuh. "Kalau seseorang kondisi daya tahan tubuhnya sedang tidak baik penyakit apapun gampang menyerang termasuk virus penyebab penyakit gendongan," kata dokter Agus.
Ia mengatakan, penyakit gendongan, cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-14 tahun. Biasanya kejadiannya meningkat di sekolah-sekolah atau tempat penitipan anak. Bila ada satu anak yang terkena, dapat saja temannya terserang juga. Tetapi anak berusia di bawah 1 tahun sangat jarang terkena gondongan karena masih adanya antibodi dari ibunya

Menurutnya, penyakit ini sangat menular. "Virus penyebab gendongan dapat ditularkan melalui kontak langsung, terutama percikan ludah saat batuk atau berbicara, dan muntahan penderita," ujar Sekretaris Bagian/SMF. Mikrobiologi Klinik FK.UNUD/RS.Sanglah ini.
Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang buah zakar pada pria, indung telur ovum pada wanita, sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya yang menyebar melalui peredarah darah atau cairan limfe.
Ia mengatakan belum dilaporkan penderita meninggal akibat gendongan. Penyakit yang parah akibat gendongan bisa terjadi pada orang dewasa yang biasanya telah memiliki riwayat penyakit lain sebelumnya.

Bukan Mistik
Ayahda Putu Prasista Ardyaswari Mahavira ini menegaskan, penyakit gendongan bukan akibat mistik atau sejenisnya. Pengobatan tradisional yang biasanya diberikan di masyarakat bisa saja dilakukan sepanjang tidak menggunakan hal-hal yang membahayakan dari segi kesehatan. Pengobatan tradisional bisa mengurangi simtomatis yang dirasakan penderita dan memberikan efek psikologis dan rasa nyaman.
Suami I Dewa Ayu Novia Saraswati,S.H. mengatakan, penyakit gendongan biasanya akan sembuh sendiri tanpa pengobatan. “Biasanya untuk mengurangi keluhan seperti obat penurun panas dan nyeri misalnya parasetamol dan sejenisnya. Penderita harus istirahat dan mengurangi kegiatan. Rasa nyeri dapat dikurangi dengan melakukan kompres hangat pada bagian tubuh yang bengkak. Pemberian antibiotika tidak berguna karena penyebab infeksi adalah virus yang tidak mati oleh antibiotika,” paparnya lebih jauh. Penderita biasanya diberi makan yang lunak sehingga mudah di kunyah dan ditelan sehingga tidak menimbulkan rasa nyeri. Pemberian vitamin dapat dilakukan untuk menambah daya tahan tubuh penderita sehingga cepat membaik.

Tips mencegah penyakit gendongan:
• Penderita yang sedang sakit dianjurkan tidak masuk sekolah atau melakukan aktivitas di keramaian karena akan dapat sebagai sumber yang menularkan kepada orang lain.
• Usahakan anak yang masih sehat jauhi dari penderita gendongan agar tidak tertular.
• Pencegahan penyakit gendongan dapat pula dengan pemberian vaksinasi MMR (mumps, morbili, rubela) yang merupakan bagian dari imunisasi pada masa anak-anak.
• Selain itu tetap jaga daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi dan hindari faktor kelelahan, cuaca dingin seperti kehujanan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. -ast

Edisi 684, 12 s.d 19 Maret 2012

Senin, 05 Maret 2012

Menjaga Mata tetap Sehat

Mata merupakan jendela hati. Mata sehat adalah mata yang tidak sakit sehingga dapat memberikan tajam penglihatan yang optimal. Namun, masih banyak orang yang menganggap sepele urusan menjaga kesehatan mata. Beberapa orangtua membiarkan anak-anak mereka terpapar berlama-lama dengan komputer karena keasyikan main game. Padahal, urusan mengobati penyakit mata, lebih susah dibandingkan mencegahnya.

Staf Bagian Ilmu Kesehatan Mata FK Unud/RSUP Sanglah Denpasar dr. Putu Yuliawati, Sp.M mengatakan, anak-anak yang sudah terbiasa berlama-lama di depan komputer atau play station seringkali mengalami kelelahan mata. Selain itu, leher dan punggung akan mengalami sakit karena posisi duduk yang kurang benar. “Saat mata melihat dekat akan terjadi proses akomodasi mata. Artinya, proses mencembung dan memipihnya lensa mata oleh otot siliaris mata. Apabila akomodasi ini terjadi terus menerus akan mengakibatkan kelelahan mata, rabun dekat dan jauh,” jelasnya.

Ia menyebutkan, gangguan mata dapat disebabkan infeksi dan noninfeksi. Gangguan mata dapat menyebabkan penurunan tajam penglihatan atau penglihatan tetap normal. Penurunan tajam penglihatan dapat terjadi secara mendadak atau perlahan-lahan di mata merah. Gangguan mata juga dapat terjadi di mata tenang dengan penurunan penglihatan yang terjadi perlahan lahan atau menurun mendadak.
Contohnya, mata tenang dengan penglihatan kabur perlahan lahan seperti katarak, kelainan retina akibat hipertensi dan diabetes militus, glaukoma kronik.
Mata tenang dengan penglihatan kabur mendadak seperti, saraf mata lepas. Mata merah dengan penglihatan normal : atau konjungtivitis. Mata merah dengan penglihatan kabur perlahan lahan seperti skleritis, uveitis. Mata merah dengan penglihatan kabur mendadak seperti glaukoma kongestif akut. Penyebab infeksi dapat disebabkan bakteri, virus, jamur, dan alergi. Penyebab noninfeksi karena trauma mata, proses degeneratif, kelainan metabolisme, dan tumor (keganasan).

Dokter Yuliawati memberi tips penanggulangan pertama jika terjadi gangguan pada mata. Jika terkena bahan kimia, segera cuci mata dengan air mengalir sampai bersih untuk mengurangi konsentrasi agent kimia kontak dengan permukaan mata. Jika penyebabnya bukan bahan kimia segera konsultasi dengan dokter mata agar mendapat solusi penanganan yang tepat.
Jika menonton televisi, ia menganjurkan jarak yang baik, 5 kali diagonal layar. Jarak ideal ini dapat dihitung sendiri dengan cara: diagonal layar (jarak ujung layar kiri atas ke ujung layar kanan bawah) dikali 5 dikali 0,0254 m (1 inch = 0,0254 meter). –ast

Tips bagi pekerja yang tiap hari berhadapan dengan komputer:
• Menggunakan filter layar komputer untuk mengurangi radiasi
• Menggunakan layar komputer yang radiasinya rendah.
• Mengatur jarak pandang mata dengan monitor komputer. Idealnya jarak pandang mata dengan monitor adalah 50-70 cm.
• Sesuaikan posisi monitor dengan mata, jangan terlalu tinggi dan rendah karena berpengaruh kepada leher. Idealnya posisi monitor lebih rendah dari pandangan mata yaitu bagian tengah monitor berada 10-25 cm di bawah mata.
• Sesuaikan pencahayaan monitor dan ruangan dengan intensitas kenyamanan mata. Jangan menggunakan cahaya yang terlalu terang dan redup karena membuat mata cepat lelah. Posisi cahaya yang berada di atas kepala atau jendela tidak berada di sekitar meja kerja, tidak membelakangi karena timbul bayangan di monitor, dan tidak di depan mata karena akan silau.
• Istirahatkan mata sejenak untuk mengendurkan otot-otot mata, memandang tanaman hijau atau birunya langit.
• Sering mengedipkan mata, jika mata terbuka terlalu lama karena konsentrasi di depan komputer menyebabkan mata cepat kering. Mata kering akan cepat iritasi, dan iritasi mata membuat mata terasa sepat dan perih.
• Konsumsi vitamin mata yang mengandung : beta karoten, bilberry, lutein, astaxantin, zeasantin.
• Segera periksa ke dokter mata bila terjadi gangguan mata.

Tips menjaga agar mata tetap sehat:
• Jalani gaya hidup sehat dan konsumsi vitamin mata.
• Beraktivitas dekat jangan terlalu lama karena menyebabkan kelelahan mata.
• Menonton televisi, main video game, bekerja di depan komputer jangan terlalu dekat, perhatikan jarak ideal yang sudah ditetapkan.
• Membaca buku dengan jarak minimal 30 cm, dengan posisi duduk dan pencahayaan ruangan yang optimal.
• Jauhi asap rokok, polusi dan debu.
• Aktivitas di luar rumah saat terik matahari pergunakan kacamata hitam.
• Makanan yang harus dimakan agar mata sehat, makanan bergizi seimbang. Mengonsumsi buah buahan dan sayuran yang kaya vitamin A, C, dan E seperti: pepaya, tomat, wortel, alpukat, brokoli. –ast

Koran Tokoh, Edisi 683, 5 s.d 11 Maret 2012

Selasa, 28 Februari 2012

Kenali Panu

Made, merasa rendah diri. Sudah sebulan, ia jarang bergaul. Di sekitar wajahnya, timbul bercak-bercak putih. Ia sudah ke dokter, namun, penyakitnya tak kunjung sembuh. Malah ia mencoba mengobati sendiri penyakit panunya dengan lengkuas.
“Saat penyakit kulit menyerang, sering membuat penderitanya minder dan rendah diri. Penampilan yang tampak aneh dan kemungkinan menularnya membuat penderitanya sering dihindari orang-orang di sekitarnya,” ujar Dosen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unud dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.K.K.

Ia menyebutkan, penyakit kulit yang menyerang manusia ada banyak macamnya. Dari penyakit yang ringan seperti cacar air, eksim, panu, maupun penyakit kulit yang berat, seperti kulit tampak bersisik tebal, kasar, dan susah disembuhkan total seperti psoriasis.
Penyakit kulit dapat juga disebabkan karena alergi obat seperti steven johnson syndrome yang dapat mengancam nyawa penderitanya. “Kulit tampak melepuh mendadak setelah mengonsumsi obat-obatan,” ujarnya. Selain itu, kata dia, ada juga kanker kulit seperti melanoma maligna yang berasal dari tai lalat.
Ia menyebutkan, penyebab penyakit kulit seperti bakteri, virus, alergi, tumor, dan juga jamur.
Menurutnya, salah satu penyakit jamur yang sering menyerang manusia adalah panu atau nama latinnya pityriasis versikolor. “Walaupun penyakit panu ini tidak berbahaya, namun penderitanya merasa malu bila terserang panu, apalagi bila menyerang wanita. Masyarakat pada umumnya berpendapat, orang yang terkena panu jarang mandi atau jarang pakai sabun. Padahal, penyebabnya jamur,” kata Dokter Darmaputra.

Menurutnya, gejala subyektif yang dirasakan pasien penderita panu hampir tidak ada. Beberapa pasien ada yang merasakan gatal pada daerah yang diserang panu, namun hal tersebut sangat kecil dan sering diabaikan. Yang sering jadi masalah utama, penampakan panu secara kosmetis. “Betapapun mulusnya kulit seseorang, tapi bila ada sebutir panu yang nongol di sana maka secara otomatis kecantikan kulitnya akan sirna,” ujarnya.
Ironisnya, karena sifat panu yang hobi tinggal di daerah belakang leher dan punggung maka si empunya kulit kadang tidak menyadari kalau dirinya panuan. Kesadaran baru muncul bila ada orang lain yang mengingatkannya.
Panu pada kulit manusia warnanya bervariasi dari putih hingga coklat kehitaman dengan batas yang sangat tegas dibandingkan warna kulit di sekitarnya. Jika orang berkulit putih terkena panu, bercaknya akan berwarna kemerah-merahan. Sedangkan jika orang berkulit gelap yang terkena, bercaknya berwarna keputih-putihan. Akibat banyaknya variasi warna panu pada kulit manusia, maka disebut pityriasis versicolor.
Ia mengatakan, bila kulit yang terkena panu tersebut dikerok maka akan keluar serpihan-serpihan keputihan. Cara pengerokan seperti ini secara sederhana dapat membantu membedakan panu dengan kelainan kulit lainnya yang memiliki gambaran klinis berupa bercak putih seperti vitiligo yang disebabkan gangguan pigmen pada kulit.

Walaupun panu dapat dilihat secara kasa mata, namun untuk memastikan diagnosa panu perlu dilakukan pemeriksaan menggunakan lampu wood yaitu sinar keunguan pada ruangan gelap. “Apabila sinar tersebut disorotkan ke bagian kulit yang menderita panu, maka bagian tersebut akan tampak berwarna kuning keemasan tampak kontras dengan kulit sekitarnya,” paparnya. Selain itu, dapat dilakukan pemeriksaan kerokan kulit yang ditumbuhi panu dengan larutan KOH. Dalam pemeriksaan ini, jamur tampak seperti hifa pendek (semacam tangkai-tangkai) dengan spora bulat (semacam buah) dan berkelompok.
Panu merupakan penyakit kulit yang disebabkan infeksi jamur malassezia furfur. Dulu dikenal juga dikenal sebagai pityrosporum orbiculare dan pityrosporum ovale. Jamur ini hidup pada keratin kulit serta folikel rambut kita, terutama pada masa puber dan setelahnya. Pada orang normal yang umumnya mempunyai daya tahan dan kekebalan tubuh yang tinggi, jamur ini dapat hidup, namun tidak sampai menimbulkan bercak-bercak pada kulit. Namun apabila terdapat faktor resiko yang memudahkan suburnya pertumbuhan jamur tersebut, maka akan muncul kelainan. Beberapa faktor risiko misalnya, kelembaban yang tinggi, sering berkeringat misalnya berolahraga, namun tidak segera mengganti baju yang kering akan menyebabkan suasana yang lembab pada kulit. Jamur sangat suka tumbuh pada kondisi tersebut.

Selain itu, kata dia, meminum obat-obat antibiotik atau obat lain yang dapat menurunkan daya tahan tubuh dalam jangka yang cukup panjang, akan membuat jamur ini berkembang lebih pesat.
Beberapa sebab lain yang menumbuhsuburkan panu, udara panas dan lembab, kehamilan, konsumsi pil KB, faktor keturunan atau genetik, serta pemakaian obat golongan steroid seperti obat anti alergi dan anti inflamasi juga dapat memicu timbulnya panu.
Intinya, kata Pemilik Klinik D&I Skin Centre ini, jamur penyebab panu ada di sekitar lingkungan kita. Kondisi kekebalan dan daya tahan tubuh seseorang yang menentukan ia akan terkena panu atau tidak. Apabila diobati dengan tepat dan jangka waktu pengobatan yang cukup, maka panu tidak akan menyebabkan bekas permanen yang sulit hilang. Setelah perawatan selama satu sampai 2 bulan, bercak panu akan hilang dengan sendirinya.
Prinsip utama pengobatan panu dengan menghindari berbagai faktor risiko. Apabila hanya menggunakan obat-obatan jamur, namun tidak menghindari faktor-faktor risiko, maka jamur dapat tumbuh kembali.
Pengobatan panu dapat menggunakan obat oles maupun menggunakan obat minum. Obat panu oles biasanya digunakan jika panunya masih kecil dan terbatas pada daerah tertentu saja. Obat oles ini umumnya mengandung ketokonazol, klotrimazol, atau terbinafin. Obat oles ini sebaiknya digunakan dalam waktu yang cukup lama kurang lebih dua minggu sehingga dapat membunuh jamur sampai ke akarnya. Untuk panu yang tergolong menyebar cukup luas dianjurkan untuk menggunakan obat minum yang dapat pula dikombinasi dengan obat oles.

Obat minum untuk panu umumnya mengandung ketokonazol, flukonazol, atau itrakonazol. Obat minum ini juga sebaiknya diminum dengan dosis dan jangka waktu yang cukup, umumnya 7-10 hari. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan panu muncul lagi setelah beberapa waktu menghilang. Walau kita sudah mengobati dengan obat anti jamur yang tepat biasanya saat sembuh pun warna kulit pucat atau putih tersebut tetap bertahan lebih lama. Hal ini sering dianggap masyarakat sebagai belum sembuh, padahal yang tersisa hanyalah bekasnya, sedangkan jamurnya sudah mati.
Obat-obat panu biasanya bekerja membunuh jamur, tidak menghilangkan bekas putih. Bekas putih biasanya akan hilang secara perlahan dengan sendirinya satu sampai dua bulanan atau dapat dipercepat dengan banyak berjemur.

Lengkuas Belum Teruji
Ada beberapa obat tradisional yang banyak digunakan untuk panu, salah satunya lengkuas. Namun, obat ini belum melalui uji klinis. “Kita tidak bisa menentukan dosis yang pas, berapa lama pemakaian ideal, dan efektivitasnya memberantas panu. Kesalahan penggunaannya misalnya terlalu banyak atau digosok terlalu keras kulit malah menjadi kehitaman seperti terbakar,” kata Dokter Darmaputra.

Tips mencegah penyakit kulit :
• Menjaga daya tahan tubuh, rajin berolah raga, dan makan makanan yang sehat sehingga walau terpapar dengan kuman, sistem pertahanan tubuh kita bekerja dengan baik sehingga tidak menjadi sakit.
• Merawat kulit dengan tepat dan menjaga kelembaban kulit dengan baik. Mandi teratur dengan menggunakan sabun badan yang sesuai jenis kulit. Apabila memiliki kulit kering sebaiknya menggunakan sabun badan yang mengandung moisturizer dan jangan menggunakan antiseptik. Setelah mandi rajin menggunakan pelembab. –ast

Koran Tokoh, Edisi 682, 21 s.d 26 Februari 2012

Senin, 20 Februari 2012

Sariawan Pengaruhi Bau Mulut

Sariawan atau stomatitis merupakan suatu kelainan di selaput lendir mulut berupa bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung dan biasanya muncul di bibir atas atau bawah, lidah, gusi dan selaput lender pipi. Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG, menyebutkan, penyebab sariawan, bisa karena bawaan. ”Hampir 50% didapat sejak lahir dari kedua orangtua,” ujarnya. Penyebab lain, trauma bisa karena gigitan gigi, protesa gigi palsu, tepi gigi yang berlubang(runcing), bekas jarum suntikan pada perawatan gigi.

Infeksi bisa juga jadi penyebab. Biasanya, bakteri mycoplasma, streptokoki atau virus herpes simplek menyebabkan apthous ulcer. Pada wanita yang pramenstruasi dan emosi ketegangan pramenstruasi bisa juga jadi penyebab. Kekurangan zat besi, vitamin C, B12, dan asam folat kadang memicu sariawan. Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Denpasar ini menyebutkan, sariawan secara umum tidak berbahaya, tetapi kalau sering akan mengganggu kenyamanan rongga mulut terutama proses pengunyahan/makan, bicara. ”Bila sariawan di rongga mulut akan mempengaruhi bau mulut karena pada sariawan terdapat ulcer, jaringan nekrosis, di permukaan mukosa serta tempat bersarangnya berbagai bakteri dan sisa makanan,” paparnya.

Sariawan yang terus menerus, bila tidak dicari penyebabnya lama kelamaan dapat mengakibatkan, kelainan terhadap jaringan mukosa rongga mulut seperti adanya jaringan parut, atau warna mukosa akan berubah.
Ia menybutkan, ada beberapa obat sariawan diantaranya, dapat berupa antiseptik topical seperti larutan kumur BPC alkali. Larutan kumur antibiotik tetrasiklin 2,5% dengan cara melarutkan isi kapsul tetrasiklin 250 mg dalam 100 ml air hangat. -ast

Tips mencegah sariawan :
• Jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi yang benar dan teratur (minimal 2 kali sehari)
• Kumur-kumur antiseptik sebelum tidur untuk mencegah bakteri dan jamur berkembang biak
• Gigi palsu lepasan dibersihkan tiap hari
• Tambal gigi bila ada yang berlubang terutama tepi gigi yang runcing
• Minum Vitamin C, B 12, serta asam folat
• Bersihkan karang gigi minimal 6 bulan sekali
• Jangan makan, minun yang terlalu panas bisa merusak lapisan permukaan mukosa mulut
• Jangan makan tergesa-gesa untuk mencegah mukosa pipi tergigit
• Hindari stres berlebihan
• Minum air putih yang banyak untuk menghindari mulut kering . –ast

Koran Tokoh, Edisi 681, 14 s.d 19 Februari 2012