Sabtu, 25 Juni 2011

Makan Durian Cukup 3 Biji

SEBAGIAN orang takut makan durian karena kadar kolesterolnya yang tinggi. Walau pun terkenal dengan rasanya yang lezat, sebagian orang malah tak tahan aromanya yang khas yang dapat memicu rasa mual dan muntah. Sementara, sebagian orang, malah memburu buah yang hanya tersedia musiman ini karena jarang dapat menikmatinya. Namun, tahukah Anda, jika dimakan secukupnya, durian tidak akan menimbulkan penyakit. “Durian paling banyak mengandung karbohidrat, lemak, dan protein. Tak cuma itu, zat-zat lain seperti serat, kalsium, asam folat, magnesium, zinc dan besi juga ada di dalamnya,” papar Ahli Gizi Poltekkes Denpasar Ida Ayu Eka Padmiari, S.K.M, M.Kes.

Walaupun mengandung gizi, ia menyarankan, sebaiknya mengonsumsi durian maksimal 100 gram perhari atau setara dengan 3-4 biji durian. Sebab, dalam 100 gram itu saja sudah relatif banyak gizi yang diperoleh. “Setiap 100 gram mengandung 67 gram air, 28,3 gram karbohidrat, 2,5 gram lemak, 2,5 gram protein, 1,4 gram serat. Durian juga banyak mengandung vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C; serta kalium, kalsium dan fosfor,” ujarnya.
Ia mengatakan, dalam 100 gram durian terkandung 147 Kkal. Artinya, ketika seseorang makan 1 kg durian, jumlah kalori yang ia dapatkan 1.470 Kkal atau sudah sebanding dengan porsi makannya selama satu hari. Karena kalorinya yang tinggi ini, kata dia, buah durian bersifat panas. Kandungan senyawa afrosidiak pada durian hampir sama dengan senyawa pada nangka karena senyawa tersebut memunyai ikatan atom karbon yang banyak sehingga panas yang dihasilkan oleh metabolisme karbon juga tinggi. Pasien diabetes, ibu hamil, dan penderita hipertensi tidak dianjurkan untuk makan durian.
Namun, sebagian orang mengatakan, tidak akan terjadi efek yang buruk bagi kesehatan jika setelah makan durian minum air dengan kulit durian.
Menurut Ida Ayu Eka Padmiari, anggapan itu hanya mitos. “Secara ilmiah tidak ada hubungannya tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan jika minum dengan kulit durian. Yang benar setelah makan durian harus minum air putih secukupnya. Kebetulan saja minum airnya dengan kulit durian, tapi yang jelas tidak ada hubungannya,” jelasnya.
Dikutip dari Healthmad, dengan makan durian yang cukup, beberapa penyakit dapat teratasi seperti mengatasi sembelit karena banyak mengandung serat, dan mengatasi anemia karena mengandung folat atau Vitamin B9 yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah.

Selain itu, dapat menjaga kesehatan kulit karena mengandung Vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan dan antipenuaan, mengandung banyak potasium atau kalsium sehingga baik untuk kesehatan tulang dan persendian. Menjaga nafsu makan karena banyak mengandung thiamin atau Vitamin B1. Mengatasi migrain karena mengandung senyawa riboflavin atau Vitamin B2. Meredakan stres dan mengatasi depresi karena mengandung Vitamin B6 atau piridoksin. Menjaga kesehatan gigi dan mulut karena mengandung posphor.
Selain itu, durian juga mengandung banyak asam amino triptofan, yang gunanya untuk mengurangi rasa gelisah, depresi, dan mengobati insomnia. Makan durian juga menimbulkan rasa bahagia karena buah ini meningkatkan kadar serotonin dalam otak.
Namun, perlu diwaspadai bagi siapa saja, gangguan pada tubuh akan muncul apabila makan durian lebih dari takaran normal 100 gram. “Lonjakan energi yang mendadak pada tubuh sehingga mengakibatkan kenaikan tekanan darah yang tiba-tiba, kenaikan kadar glukosa dalam darah secara mendadak sehingga akan mengakibatkan kerja jantung pun mendadak meningkat. Hal ini sangat membahayakan bagi orang yang mengalami hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung,” paparnya. –ast

Tips Makan Durian:
Agar tidak menimbulkan dampak yang kurang baik bagi kesehatan, jika ingin makan durian beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Konsumsilah durian dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan dan keadaan kesehatan masing-masing.
2. Hindari makan durian dalam keadaan perut kosong. Makanlah durian setelah makan siang.
3. Hindari makan durian dengan menambah dengan makanan yang mengandung gula, karena akan meningkatkan kadar gulanya dan meningkatkan energi.
4. Segeralah minum air putih sedcukupnya setelah makan durian.

Koran Tokoh, Edisi 646, 5 Juni2 011

Pancasila

Pengingkaran terhadap jati diri bangsa yang plural sudah makin tampak. Indikasinya, munculnya prilaku sosial yang cenderung dilandasi ikatan primodial, seperti agama, suku, ras, dan kedaerahan. Menurut pengamat sosial politik Made Suantina ini akses dari diberlakukannya sistem pemerintahan daerah yang menganut faham atau asas otonomi yang seluas-luasnya.
Dosen Fisipol Univ. Warwadewa ini mengatakan, kita hampir lupa dalam praktik ketatanegaraan otonomi itu berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini harus dibedakan dengan faham liberalisme. Di negara federal, kata Suantina, beberapa negara yang merdeka kemudian mereka yang membentuk pemerintahan pusat. Sedangkan negara Indonesia berbeda. Negara besar merdeka terlebih dahulu, kemudian dalam rangka menyelenggarakan pemerintahan an efisiensi dalam pelayanan kepada masyarakat dibentuklah pemerintah daerah. Keberadan pemerintah daerah jelas berada dalam payung naungan NKRI.

Kalau dikaitkan dnegan sejarah perjalanan bansa Indonesia, kita sudah pernah bersumpah dalam kebinekaan menjadi satu bangsa dan satu tanah air. Akumulasi semangat nilai kebangsaan tercermin dalam butir pancasila misalnya persatuan Indonesia. Semua sila yang terkandung di dalamnya menyatukan kebinekaan itu.

Kalau sekarang sudah terjadi pengingkaran isensi persatuan dan menonjolkan ikatan primodial ini merupakan dampak dari diterapkan dari UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang sistem pemerintahan daerah yang menganut otonomi seluas-luasnya. Penyebab lain, ekses dari kesalahfahaman dari reformasi. Reformasi malah diartinya serba boleh. Apa yang dulu tidak boleh sekarang iartikan boleh itu kesannya. Sehingga rambu-rambu yang mengikat kita dalam NKRI banyak dilanggar. Kalau hal ini dibiarkan fatal akibatnya. , Apa yang dialami negara Uni Soviet bisa terjadi di Indonesia. Uni Soviet yang awalnya negara federal, sekarang pecah belah hancur lebur. Negara bagian berdiri sendiri. Kalau sampai negara satuan pecah, kita tidak utuh lagi sebagai bangsa.
Jati diri bangsa iNdonesia tercermin dalam nilai pancasila.
Kita tidak bisa mengikari ada gerakan seperti NII.

Dalam pandangannya, pemerintah tidak cukupsigap atau merespon terhadap persoalan ini. Gerakan ini sudah berhadapan dengan gerakan KNRI
Fenomen yang muncul di internal sendiri di pemerintahan baik itu eksekutif dan legislatif adanya prilaku yang bertentangan dengan prilaku kebangsaan nasionalisme, ikatan makin menyempit. Ironisnya, di zaman reformasi justru ikatan kedaaerahan yang muncul, misalnya bupati Tabanan merupakan putra kelahiran Tabanan, bupati Buleleng haruslah putra Buleleng. Di Bali karena dominan agama hindu calon bupati harus bergama hindu. Kalau saya mencalonkan diri menjadi anggota DPRD di Denpasar tidak diterima karena dianggap bukan putra Denpasar. Padahal, mungkin kalau saya mencalonkan diri di Denpasar , saya banyak teman dan network di Denpasar. Tapi Tidak laku dijual karena bukan putra daerah. Padahal kalau sesungguhnya, kita bicara KNRI, siapa saja boleh dicalonkan, yang masih dianggap bisa menyelamatkan garda NKRI.

Di era reformasi ini, kata Suantina, seharusnya kita lebih dewasa dalam menegakkan demokrasi. Syarat demokrasi adalah kesetaraan. Artinya, kemajuan demokrasi di Indonesia merupakan kemajuan yang semu.
Menurutnya, dalam mempertahankan keutuhan NKRI kita harus mereaktualiasasikan nilai pancasila itu ke seluruh komponen masyarakat.

Format orde baru seperti penataran P4 tidak hanya diberikan dalam dunia pendidikan, tapi sampai ke desa-desa lewat banjar agar masyarakat tidak lupa mempraktikkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupannya.
Jangan sampai menepuk dada pancasilais, tapi dalam praktiknya lebih liberal dengan warga negara liberal.
Apapun bentuk atau istilahnya, tidak mesti dalam bentuk penataran P4, misalnya doktrinasionalisme, pendidikan kebangsaan, penataran kewarganegaraan, yang jelas semua lapisan masyarakat harus didoktrinasi. Kalau hanya mengubah UU pendidikan, itu hanya menyasar dunia pendidikan. Bagaimana dengan orang-orang yang tidak mengenyam bangku sekolah?

Yang saya lihat masih di tubuh TNI/POLRI saja yang menjaga kebinekaan tersebut. Gerakan emosional kebangsaan Indonesia berlawanan dengan gerakan zaman.
Gerakan zaman mengarah ke globalisasi, dimana batas –batas negara sudah rapuh. Artinya, orang sudah bicara dunia negara saya. Misalnya, capek menjadi warga negara Australia, dia bisa pindah ke Singapura.
Orang sudah berpikir seperti itu. Sedangkan di Indonesia makin mnyempit. Otonomi daerah, dan fanatisme suku. Yang perlu beradaptasi bukan Pancasilanya, tapi manusianya. Jangan Pancasila dibenturkan dengan keinginan egois kita. Amandemen UUD 45 sudah kebablasan. Sudah 4 kali diamandemenkan malah sudah tidak dijiwai roh pancasila. Dengan dihapuskan DPA, dengan dibentukkan lembaga baru DPD itu sama saja dengan semangat liberal. Lucunya, di satu sisi kita sudah sepakat negara kesatuan, tapi kita malah menpraktikkan negara federal. Tatanan terdahulu yang dibuat pendiri negara kita kembali kepada UUD 45 yang murni sebelum diamandemenkan. Bila perlu, buatkan UU khusus tentang doktrin ideologi nasional. Agar semua lapisan masyarakat mengetahui Pancasila sebagai idelologi negara. –ast

Koran Tokoh, Edisi 645, 29 Mei 2011

Selasa, 24 Mei 2011

Cuci Otak

Selama ini media massa banyak menayangkan berita tentang cuci otak. Ada yang mau melakukan bom bunuh diri, atau menjadi pengikut setia karena sudah dicuci otak sebelumnya. Apakah otak memang bisa dicuci ?
“Cuci otak jangan diartikan secara harfiah dicuci yang sebenarnya. Cuci otak yang dimaksud, menghilangkan atau mengganti memori yang sudah ada dengan memori baru. Prinsip dasarnya sama dengan hipnoterapi,” ujar Psikiater dr. Made Nyandra, Sp. KJ., M.Repro.

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, cuci otak merupakan sebuah upaya rekayasa pembentukan ulang tata berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu menjadi sebuah tata nilai baru. Praktik ini biasanya merupakan hasil dari tindakan indoktrinasi, dalam psikopolitik diperkenalkan dengan bantuan penggunaan obat-obatan dan sebagainya.

Menurut Dokter Nyandra, sama halnya dengan hipnoterapi, semua orang bisa dilakukan cuci otak. Otak sering diibaratkan komputer. Padahal, kata dia, otak lebih canggih daripada itu. Otak sangat kompleks dan mampu melakukan apapun. Ketika berada dalam keadaan hipnotikstim, orang akan fokus dan mudah menerima perintah atau inisiasi apapun, apakah itu ajaran, doktrin, motivasi atau yang lainnya.
Hipnoterapi pada dasarnya digunakan untuk hal yang positif membangkitkan semangat, membangun keberanian dan kekuatan, dan salah satu terapi pengobatan. Namun, kata dia, hipnotis malah sering dimanfaatkan untuk hal negatif mencapai tujuan.

Dokter Ahli Jiwa RS. Wangaya ini mengatakan, anggapan keliru kalau orang yang bisa dihipnotis hanya orang yang lemah. “Semua orang bisa dihipnotis, asalkan kita mau. Jadi intinya ada persetujuan di sana. Ketika persetujuan tidak terjadi, proses tersebut tidak berjalan,” paparnya.
Pengurus Yayasan Pendidikan Dyana Pura ini mengatakan, hipnotis sering disalahgunakan untuk menipu orang di jalanan. Ketika target bersedia berbicara dan melayani obrolan, itu suatu tanda otak mengirimkan sinyal persetujuan. Ketika target pergi dan tidak mengindahkan, proses hipnotis tidak berjalan.

Dalam ilmu psikiater, kata Dokter Nyandra, hipnoterapi digunakan untuk menghilangkan atau memperbaiki memori yang ada, seperti perasaan kesakitan atau ketakutan. “Memori yang membuat sakit ini, dibongkar dan diisi dengan memori baru, sehingga penyakitnya disembuhkan. Melepaskan semua emosi negatif yang melekat pada peristiwa tersebut, seperti marah, benci, dendam, sakit hati sehingga nanti setelah selesai proses terapi, ketika mengingat orang atau peristiwa tertentu perasaannya akan biasa saja/netral,” ujarnya.
Hipnoterapi merupakan sebuah rangkaian proses. Keberhasilan suatu proses hipnoterapi memerlukan kerja sama antara hipnoterapis dan pasiennya. “Tanpa kerja sama, tingkat keberhasilan suatu proses hipnotis sangat kecil. Hipnoterapis akan bertanya kepada pasien terlebih dahulu. Ketika pasien sudah setuju, baru kemudian dilakukan inisiasi yakni otak diberikan perintah,” ujarnya. Hipnoterapi dilakukan oleh seorang hipnoterapis yang memberi sugesti-sugesti ke dalam pikiran bawah sadar pasien. Sugesti yang diberikan bersifat positif, dengan kalimat-kalimat yang singkat, dan masuk akal dan diharapkan dapat merubah hal negatif pasien menjadi positif. Hal ini dilakukan berulang-ulang, baik lewat audio ataupun visual.

Ia mengatakan, hipnoterapi selain digunakan untuk mengobati trauma, cemas, depresi, stress, ketergantungan obat, kini mulai dipakai untuk mengobati pasien kanker. Bahkan, sebelum tindakan operasi, pasien juga mulai diberikan hipnoterapi untuk meminimalkan rasa nyeri pascaoperasi. Hipnoterapi juga baik untuk pendidikan anak untuk membantu pengembangan mental mereka.
Menurut Dokter Nyandra, ketika kita mengikuti seminar motivasi, prinsipnya sama dengan hipnoterapi. Para motivator sebelum memerintahkan melakukan sesuatu, mereka membakar semangat peserta sehingga konsentrasi dan fokus. Setelah dirasakan peserta sudah fokus, jangan heran peserta mampu melakukan hal di luar dugaan seperti berjalan di atas api atau memecahkan kayu.

Auto Sugesti
Hipnotis kepada diri sendiri biasa disebut auto sugesti yakni memberi sugesti pada diri sendiri dalam waktu tertentu. Salah satu contoh kasus, seseorang yang selalu merasa gagal dalam hidupnya, dia dapat melakukan auto sugesti kepada dirinya sendiri. Dengan melakukan pengucapan kata-kata yang singkat untuk memberikan memori yang baru dan menghilangkan memori yang lama yang dilakukan berulang-ulang. Hal ini, kata dia, secara pelan-pelan memori lama akan terhapus.
Ia berpandangan, kasus “cuci otak” yang merebak selama ini memang perlu penanganan serius. Untuk mengembalikan memori otak yang sudah “dicuci”, kembali dilakukan hipnoterapi agar memori sebelumnya kembali dan harus dilakukan berulang-ulang.
Proses pengembalian memori ini tergantung dari berapa lama ia terkena doktrin yang diterima. “Kalau prosesnya sangat lama dan berulang-ulang, apalagi sampai bertahun-tahun, perlu waktu dan pengulangan yang terus menerus,” paparnya.
Ia menyarankan, semua orang harus memiliki nilai hidup yang kuat agar terhindar dari cuci otak. Ketika nilai hidup seseorang lebih kuat dari program baru yang akan dimasukkan ke otak, cuci otak tidak berhasil. “Kunci yang perlu diingat, adanya persetujuan,” tandasnya.–ast



Jumat, 20 Mei 2011

Periksa Mata sebelum Gunakan Kontak Lensa

Berbagai gangguan penglihatan pada mata seperti rabun dekat, rabun jauh, atau silinder dapat diatasi dengan memakai kacamata. Seiring dengan kemajuan zaman, banyak yang menggunakan kontak lensa yang langsung diletakkan pada lensa mata.
Menurut dokter ahli mata RS Sanglah dr. Seri Sukmawati, Sp.M. kontak lensa memiliki tiga fungsi, selain untuk koreksi pada gangguan penglihatan, juga untuk kosmetik menambah gaya, dan terapi optic mengobati kornia mata yang kurang bagus. “Memakai kontak lensa selain lebih nyaman, dapat juga menambah gaya karena warna-warnanya yang cantik. Mata terlihat lebih indah. Memakai kacamata seperti ada yang mengganjal, sehingga kadang menganggu aktivitas. Apalagi jika digunakan di lingkungan panas atau dingin akan berembun,” ujarnya.

Bagi yang tertarik menggunakan kontak lensa, ia menyarankan, sebaiknya mata dicek terlebih dahulu ke dokter mata. Apakah mata dalam keadaan normal atau tidak memiliki kelainan seperti luka atau alergi.
Menurutnya, perawatan kontak lensa lebih repot dibandingkan kacamata tergantung dari kualitas kontak lensa tersebut. “Ada kontak lensa yang dibuka tiap hari, tiap minggu, tiap bulan. Ada juga yang hanya bisa dipakai siang hari, atau untuk siang dan malam hari. Tergantung kualitasnya,” jelasnya.
Ia menyarankan, sebelum memakai kontak lensa, konsumen harus paham betul perawatannya. “Tangan harus selalu bersih saat membuka pasang kontak lensa. Selain itu, perawatan menggunakan cairan khusus,” paparnya. Kontaminasi sering terjadi pada tempat penyimpanan kontak lensa. Seperti kurangnya menjaga higienitas saat menyimpan atau tidak mensterilkan lensa kontak dengan benar, akibatnya dapat menimbulkan infeksi pada mata. Selain perawatan yang baik, juga harus menghindari mata dari serangan debu atau polusi. Perawatan yang tidak baik, dapat berakibat iritasi ringan sampai infeksi berat, bahkan menimbulkan kebutaan, apabila tidak segera ditangani dokter.

Ia memaparkan, mata membutuhkan oksigen agar bisa bekerja dengan baik. Tak hanya menyebabkan mata kering, kekurangan oksigen juga bisa menyebabkan kornea bengkak dan penglihatan terganggu. Kekurangan oksigen pada mata rentan terjadi pada pengguna kontak lensa. Apalagi, banyak pemakai lensa kontak yang tak menaati aturan pakai. Selain itu, kata dia, rendahnya oksigen pada mata bisa memicu tumbuhnya bakteri dalam mata sehingga lebih mudah menempel pada lensa kontak yang bisa menyebabkan mata kering teriritasi. “Jika dirasakan sesuatu yang menganggu, segera periksa ke dokter. Jangan mengobati sendiri. Bisa fatal akibatnya,” tandasnya. –ast

Tokoh, Edisi 638