Kamis, 18 Oktober 2012

Masukkan Pendidikan Kespro dalam Kurikulum

Program jampersal menuai protes bagi penggerak KB. Jampersal menanggung biaya persalinan tanpa ada kejelasan sampai anak keberapa yang ditanggung. Atas kesepakatan  Menkes dengan BKKBN, keluarlah rekomendasi, pasca bersalin peserta jampersal harus ber-KB.  Namun, praktik di lapangan tidaklah mudah. Salah seorang bidan di RS Wangaya mengatakan,  sebagian besar pasien bersalin di RS  Wangaya menggunakan jampersal. Namun, tak semua pasien setelah melahirkan  mau dipasang IUD. Menurutnya, alat kontrasepsi tersebut ditawarkan karena dianggap efektif.  Akhirnya, terpaksa disampaikan ke pasien,  kalau tidak mau pakai IUD, jampersal tidak berlaku.  Demikian diskusi yang terekam dalam seminar “Revolusi KB” yang digelar PKBI, Kamis (11/10).

Kepala Perwakilan BKBBN Bali  I Wayan Sundra mengatakan, awalnya jampersal diluncurkan memang tidak ada embel-embel KB. “Namanya gratis pasti masyarakat datang berbondong-bondong. Akhirnya  keluarlah statement untuk membatasi jumlah anak, harus wajib ber-KB pasca bersalin,” ujarnya.
 Ia mengatakan, pemasangan    IUD pasca bersalin bagi pasien jampersal di RS Sanglah sudah diterapkan. Hasilnya memang belum optimal karena masih diujicobakan. Selain itu, petugas yang memasang alat kontrasepsi ini juga harus sudah terlatih,”jelas Sundra.
Menurut Sundra, dalam kesepakatan Menkes dengan BKKBN itu, dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi yang efektif dalam jangka panjang seperti vasektomi, tubektomi dan implant. Namun, tidak menutup kemungkinan, pasien memilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan dirinya seperti kondom atau suntik.  Jika pilihan alat kontrasepsi itu diambil, klaim jampersal tetap masih bisa diberlakukan.
Bidan Made dari RS Wangaya menilai, pemberian kondom bukanlah hal yang efektif. Karena, menurutnya, urusan kondom lebih mengarah ke masalah prilaku. “Bisa saja di RS pasien menyanggupi memakai kondom,  tapi sampai di rumah kondom tidak dipakai,” kata Made.
Sundra menegaskan, kondom juga termasuk alat kontrasepsi. “Paling tidak, usaha  ini mengingatkan pasutri menggunakan  kontrasepsi untuk menjarangkan  anaknya disamping pemberian ASI ekslusif. 42 hari kemudian, mereka pasti datang kembali dan di sanalah dianjurkan menggunakan IUD,” paparnya.
Menurut dr. Laksmiwati dari Diskes Prov. Bali, dengan keterbatasan dana, tahun 2013 layanan jampersal akan dibatasi sampai anak kedua. Upaya ini dilakukan mendukung program KB.
Ketua PKBI Pusat dr. Sarsanto W. Sarwono, Sp.OG. menegaskan, berbicara KB pada usia produktif merupakan langkah  terlambat. Sebaiknya, upaya ini atau yang lebih dikampanyekan sebagai revolusi KB diberikan kepada pasangan yang belum menikah atau remaja. “Jangan sampai para remaja mendapatkan informasi yang tidak jelas dan tidak bertanggungjawab yang justru akan merugikannya di kemudian hari,” ujar  dokter Sarsanto.  Caranya adalah, remaja diberikan suatu kegiatan yang mereka sukai, entah itu dialog, melukis, menulis, atau permainan dengan memasukkan materi kespro. Hal ini dilakukan rutin, misalnya tiap minggu dengan tema yang berbeda. Perempuan belajar mengenal apa itu menstruasi, kandungan, begitu juga laki-laki belajar tentang apa itu penis, mimpi basah, ejakulasi dan sebagainya.  Intinya, dari remaja untuk remaja.
Menurutnya,  relawan remaja harus direkrut tiap tahun agar program ini terus berkelanjutan. 
Ia berpendapat, pendidikan kespro sudah seharusnya dimasukkan dalam kurikulum. Namun, sampai sekarang, usulannya tentang kespro  tidak mendapat tanggapan.  “Kespro dikatakan  sudah menjadi bagian ilmu Biologi. Padahal, kespro dan biologi berbeda. Pengetahuan kespro dimulai dari pengenalan tubuh perempuan dan laki-laki. Pendidikan ini sudah harus diberikan sejak kecil, bisa melalui permainan boneka-bonekaan,” paparnya lebih jauh.
Ia mengakui, pendidikan kespro dianggap sebagai pisau bermata dua. Pengetahuan yang sama bisa dipakai untuk kebaikan dan keburukan. Artinya, bagaimana caranya ilmu yang diberikan tidak sampai berdampak negative. Misalnya, dalam informasi yang diberikan, dijelaskan, kalau Anda melakukan hubungan seksual saat remaja, bukan hanya bisa hamil, tapi, bisa juga mengakibatkan infeksi menular seksual.  Lingkungan kadang memaksa, misalnya sebagai prasyarat untuk bisa masuk satu grup, harus pernah melakukan hubungan seks dengan PSK. Kadang, malah dibayari untuk datang ke lokalisasi. “Pengetahuan inilah yang harus diketahui para remaja agar mereka bisa mengatakan  tidak tanpa harus mengorbankan dirinya. Jangan jadikan kespro hanya sebagai pencitraan,” ujarnya lebih jauh.
Menurut Sundra, BKKBN  telah mengembangkan program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja (PKBR) yang kini diarahkan menjadi generasi berencana (GenRe). Upaya ini  dilakukan sebagai modal untuk menjadikan para remaja tegar mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera serta menyiapkan satu wadah yang disebut pusat informasi konseling (PIK) remaja. Dengan terbentuknya PIK di masing-masing sekolah lanjutan tingkat atas dan perguruan tinggi diharapkan mampu membantu para remaja di dalam dan di luar sekolah atau kampus dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi.

Manfaat Sosial Media
Dokter Sari  menyarankan, untuk metode yang digunakan untuk edukasi kespro harus disesuaikan dengan apa yang disukai remaja. “Kita tidak usah memaksakan metode kita tapi berusaha menggali metode apa yang disukai remaja, yang penting pesannya sampai,” sarannya. Saat ini, jejaring sosial media begitu booming. “Kita bisa manfaatkan media ini untuk memberikan edukasi kepada remaja. Saya rasa KISARA Bali sudah melakukannya,” kata Dokter Sari.
Ketua PKBI Bali Prof. I Nyoman Mangku Karmaya mengatakan, sejak tahun 1957 PKBI sebagai pelopor KB di Indonesia. PKBI konsisten membantu memberi perlindungan kepada kaum perempuan terhadap kehamilan tak diinginkan dan bahaya kehamilan serta persalinan. Namun, angka kematian ibu dan balita tetap tinggi 307/100.000. Padahal, angka kematian ibu dan anak merupakan indikator kesejahteraan suatu bangsa.
Ia menyebutkan, kasus aborsi 70% disebabkan karena kemiskinan. Sekitar 27% pelaku aborsi belum menikah dan 73% telah menikah.  Sebab kematian ibu, 25% karena pendarahan, 14% infeksi, 13% kelainan hipertensi dalam kehamilan, 13% komplikasi aborsi yang tidak aman, dan 7% akibat persalinan yang lama.
Ia mengatakan, penyebab tidak langsung angka kematian ibu, terlalu muda, tua, sering, dan terlalu banyak dalam melahirkan. Penyebab lain, terlambat mengambil keputusan dan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan.  Kemiskinan dan kebodohan  juga menjadi penyebab tidak langsung.
Fakta yang dihadapi PKBI, banyaknya kasus kehamilan tak diinginkan, banyaknya permintaan aborsi, dan terpaksa menikah usia muda.
Menurutnya, program PKBI sudah menyasar remaja dan perempuan dengan pemberian informasi, pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS,  aborsi yang benar dalam rangka KB paripurna, dan advokasi memperjuangkan hak kespro dan seksual kaum perempuan.
Menurutnya, tantangan ke depan, masalah kespro dan seksual belum menjadi prioritas. Masalah bias gender masih menjadi masalah utama, ditambah lagi belum adanya  payung hukum dan dukungan semua lapisan masyarakat dan sikap hipokrit.

Remaja Kena Sidak
Satu kisah menarik dituturkan Mustika dari PKBI Buleleng. Remaja di Buleleng lebih bersikap permisif. Mereka dengan mudah menyalurkan hasrat seksualnya apalagi didukung dengan menjamurnya hotel-hotel short time.  Ironisnya, tiap sidak ke hotel yang dilakukan aparat keamanan, selalu saja ada siswa yang tertangkap. Kasus ini sering diserahkan langsung ke pihak sekolah. Hanya sayang, menurut Mustika, sidak ke hotel tidak rutin dilakukan.

Ketika terjadi kehamilan tak diinginkan, sebagian kasus diakhiri dengan  menikah usia dini. “Karena belum siapnya dalam membina rumahtangga, tak jarang sering terjadi perceraian,” ujar Mustika.
Menurutnya, hambatan program di lapangan, karena remaja lebih suka mencari informasi di internet. “Bagaimana mengubah mental remaja ini agar mereka tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah yang masih harus dicarikan solusinya,” tandas Mustika.

Menurut dr Sarsanto, pelajaran budi pekerti menjadi hal utama yang harus digaungkan. Banyaknya tawuran antara remaja diakibatkan karena mereka tidak bisa belajar menghargai orang lain. Begitu juga urusan seksual bukan hanya masalah penetrasi, tapi berpegangan tangan, berciuman sudah termasuk ke dalam seksual. “Mari kita kembalikan model pacaran seperti dulu,” ujarnya. –ast. (Koran Tokoh, Edisi 715).

Minggu, 07 Oktober 2012

Dokter Ayu Witriasih, Kadang Dianggap Malaikat

Pernahkah Anda mendengar istilah dokter keluarga. Di Indonesia istilah dokter keluarga masih terasa asing, berbeda dengan di luar negeri konsep dokter keluarga sudah berjalan sejak dulu. Padahal, memiliki dokter keluarga menurut dr. Ayu Witriasih, sangatlah penting dikarenakan kesehatan setiap anggota keluarga dapat tercatat dengan baik. “Masyarakat dapat memilih  dokter umum yang tempat prakteknya dekat rumah  menjadi pilihan pertama. Dokter keluarga ini merupakan andalan pasien saat pertama kali mendapat masalah kesehatan.  Namun, jika memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, maka dokter keluarga akan merujuk ke dokter spesialis, laboratorium, ataupun rumah sakit,” katanya.

Dokter Ayu menuturkan, awal tertarik menjadi dokter keluarga  karena tetangga di lingkungan tempat tinggalnya dan sebagian besar temannya merupakan orang asing. "Mereka sudah terbiasa di negaranya mempunyai satu dokter konsultan yakni family doctor, yang setiap saat bisa dihubungi lewat telepon atau tatap muka," ujar Kepala Puskesmas IV Denpasar Selatan  ini tentang ketertarikannya sebagai dokter keluarga.
Dari pengalaman ini akhirnya ia tertarik dengan konsep dokter keluarga yakni memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dengan pendekatan holistik baik itu promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. "Kami memandang pasien sebagai manusia seutuhnya, bukan hanya bagian tubuhnya yang sakit, pelayanan kesehatan yang kontinu, menjalin kerjasama dengan profesional dengan institusi pelayanan kesehatan lainnya untuk kepentingan pasien agar proses konsultasi dan rujukan berjalan lancar," ungkapnya.
  
Menurut istri Iwan Duzanta ini, 80 % masalah kesehatan masyarakat dapat diselesaikan dokter keluarga. Dokter keluarga juga akan  memantau kesehatan seluruh anggota keluarga, melakukan pencatatan medis setiap pasiennya, dan catatan ini akan bertambah setiap kali pasien berobat, serta memberikan konsultasi agar kesehatan seluruh keluarga kian membaik. “Jadi, dokter keluarga tak hanya sebatas pengobatan, melainkan juga mengupayakan mencegah hadirnya penyakit yang lain. Pelayanan dokter keluarga, merupakan pelayanan  kesehatan yang mengutamakan pencegahan sehingga dapat menurunkan biaya perawatan dan pengobatan, mendiagnosis dan mengobati penyakit sedini mungkin dan  penanganan individual bagi setiap pasien sebagai bagian integral dari keluarganya,” paparnya.
Penerapan untuk mengetahui penyakit pasien, dokter keluarga harus melihat kebiasaan hidup keluarga pasiennya, kebersihan rumah, hingga kondisi sosial ekonomi yang kemudian membuat rekam medis yang akurat.  Kesehatan kerja juga  merupakan bagian dari ilmu yang dipelajari dalam dokter keluarga karena dasar dari dokter keluarga adalah mengetahui segala permasalahan tentang kesehatan kerja.
Tahun 1997 Dokter Ayu   mengikuti Asian Pasific Regional Conference  WONCA (Organisasi Dokter Keluarga Sedunia) di Seoul, Korea Selatan. Sejak itu ia  menjadi member dari WONCA dan Persatuan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) yang tiap tahun mengadakan pertemuan rutin berupa seminar dan pelatihan.

Dokter  yang mendapat gelar Pakar Kedokteran Keluarga  tahun 2000 dan Dokter keluarga  pada tahun 2010 dari PB IDI ini  menyatakan, dokter di pelayanan primer sudah melaksanakan sebagian dari konsep dokter keluarga hanya saja belum mendapat pengakuan sebagai dokter keluarga dan hanya melakukan kontak dengan pasien ketika sakit. Konsep dokter keluarga sudah mulai diterapkan PT. Askes pada pelayanan primer. Namun, dokter keluarga yang ditunjuk Askes  adalah dokter umum yang belum mengikuti pendidikan berkelanjutan sebagai dokter keluarga sehingga hanya bisa melayani pasien di saat sakit.
Saat ini yang sudah mendapat gelar Pakar Kedokteran Keluarga (PKK) lima orang  Prof. Agus Bagiada, dr. Darmadi,  Prof. Dr. dr Mangku Karmaya, dr Widana dan dr Ayu.  Sedangkan yang mendapat gelar dokter keluarga di Bali ada 4 orang yakni dr Darmadi, dr Arcana,  dr. Kanis dan dr Ayu.
Sebagai pengurus Persatuan Dokter Keluarga Indonesia, ia  berharap Pendidikan Kedokteran Bersinambung (PKB) untuk mendapatkan gelar dokter keluarga dapat dilaksanakan lembaga yang berwenang Tri Partit terdiri dari Fakultas Kedokteran, Dinas Kesehatan dan PDKI melalui organisasi induknya IDI.

Ia menyarankan, dokter di pelayanan primer dimanapun bertugas harus melaksanakan promotif dan preventif  selain kuratif. ”Setelah konsep dokter keluarga ini dikenal baik oleh masyarakat kami harap, nantinya pasien adalah orang sehat yang hendak berkonsultasi yang memerlukan perubahan gaya hidup dan tidak semata-mata memerlukan obat,” tuturnya.
Ada kisah menarik dilontarkan dokter Ayu. Sebagai dokter keluarga kadang- kadang ia dianggap sebagai malaikat ketika pasien mendapat masalah yang serius dan darurat.  Dokter keluarga membantu menyelesaikan masalahnya termasuk merujuk ke dokter spesialis dan mencarikan rumah sakit yang tepat. Artinya, rumah sakit yang dituju sesuai dengan keadaan ekonomi pasien. ”Ada pasien mau operasi usus buntu, dia tidak memberikan dokter anestesinya  membius sebelum saya ada mendampinginya di dalam kamar operasi. Begitu juga ketika tidak puas dengan layanan spesialis dan rumah sakit maka yang pertama di komplain adalah dokter keluarga,” ujar wakil ketua Persatuan Dokter Keluarga Indonesia Bali ini sembari tertawa.  Hal positif, kata dokter Ayu, dia  banyak belajar dari pasien dengan berbagai macam permasalahannya sehingga selalu meng up date ilmunya.-ast


Kamis, 20 September 2012

Dipresi Pembunuh Nomor Dua


Berdasarkan riset kesehatan dasar 2007, 11,6% dari populasi Indonesia usia di atas 15 tahun mengalami gangguan ringan cemas dan depresi.  Depresi yang  bersamaan dengan terjadinya penyakit fisik  justru lebih tinggi.  Demikian diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Tun Kurniasih Bastaman, MD, Psychiatrist, dalam Pra Kongres World Psyciatry Association (WPA), Rabu, (12/9) di FK Unud.

Ia mengatakan, dalam ilmu kesehatan jiwa depresi dibagi menjadi depresi murni dan depresi yang berhubungan penyakit lain, misalnya penderita kanker, kencing manis, atau jantung yang mengakibatkan depresi lebih besar. “Penyakit  fisik yang dialami seseorang biasanya disertai dengan depresi. Stroke bisa terjadi langsung karena pengaruh gangguan di otaknya.  Pasien menjadi cacat atau  lumpuh menimbulkan tekanan mental  yang menyebabkan depresi,” jelasnya.  Hubungannya karena faktor organik antara depresi dengan penyakit tersebut,  bisa juga berhubungan dengan kondisi  mental si pasien. Misalnya, penderita diabetes harus minum obat tiap hari, bisa juga menimbulkan stres  sehingga mengakibatkan depresi.

Menurutnya, saat ini kasus depresi bisa dikatakan meningkat, jika dihubungkan dengan kondisi kehidupan. Namun, tiap orang memunyai daya tahan mental masing-masing. “Bagi yang memiliki daya mental kuat dan tabah mungkin bisa menghadapi. Namun, bagi yang tidak, mengalami stres ringan saja, sudah down. Dengan pengaruh stres kehidupan gangguan ringan seperti cemas dan depresi makin meningkat,” jelasnya.
Menurutnya, tiap orang tidak bisa menghindari stres. Upaya untuk meminimalkan stres dengan  meningkatkan daya tahan mental, yakni melakukan aktivitas positif, berusaha berpikir positif, dan berlatih menghadapi masalah. “Jangan fokus pada masalah, tapi bagaimana  kita mencari solusi dari permasalahan tersebut. Jika sudah terbiasa memikirkan mencari jalan keluar suatu masalah, ketika masalah itu datang, kita akan terbiasa segera mencari solusinya,” sarannya.

Ia menganjurkan, sebaiknya masalah diselesaikan ketika masih ringan. Jangan menunda untuk menyelesaikannya. Apalagi sampai masalah itu menjadi besar. Menurut Ketua Panitia Pra Kongres dr. Luh Nyoman Alit Aryani, Sp.KJ., dengan meningkatnya globalisasi dan stres kehidupan yang makin meningkat, depresi akan menempati urutan kedua setelah penyakit jantung sebagai pembunuh manusia. Untuk itu, penanganan depresi harus lebih ditingkatkan.

Ia mengatakan, banyak pasien mengeluh sakit kepala dan merasakan nyeri, atau banyak penyakit fisik yang menyertai, sehingga depresi menjadi terselubung yang mengakibatkan penanganannya menjadi salah. “Orang yang mengalami stres, cenderung akan mengalami penurunan aktivitas, begitu juga aktivitas sosialnya menurun. Angka bunuh diri makin tinggi karena disebabkan depresi,” ujarnya.
Pra Kongres yang diikuti para dokter spesialis ahli jiwa, dokter umum, paramedis, dan psikolog ini menampilkan tiga pembicara dr Robert Reverger,Sp.KJ (K), Prof. Helen  Herrman, dan Prof. Lourdes L. Ignacio. –ast

Minggu, 16 September 2012

Hindari nyeri pinggang gunakan lutut sebagai tuas


Anda berusia 40-60 tahun yang sering menderita  nyeri pinggang?  Sudah diobati, namun tak sembuh bahkan kumat-kumatan.  Nyeri pinggang yang ringan dapat diobati dengan obat, istirahat maupun exercise tertentu. Namun, ada insiden 5%, nyeri pinggang yang kadang membandel yang disertai nyeri menjalar ke sendi kaki,  kelemahan otot atau mengecilnya otot, bahkan terjadi gangguan fungsi kencing dan berak.  Jika Anda mengalami hal seperti ini, lakukan pemeriksaan lebih lanjut, baik scan pinggang maupun MRI untuk mengetahui kelainan anatomi  yang mendasari nyeri pinggang.
Menurut ahli nyeri pinggang Dr. dr. Tjokorda Gde  Bagus Mahadewa, M.Kes, Sp.BS., nyeri pinggang tidak hanya masalah saraf tapi juga berhubungan dengan jaringan lunak ataupun jaringan penunjang lainnya maupun tulang.   “Umumnya pasien datang dengan gangguan nyeri yang konsisten. Nyeri pinggang disertai kesemutan di jari kaki, kencing tersendat, berak seminggu sekali.  Pada laki-laki disertai gangguan ereksi maupun ejakulasi. Nyeri pinggang ini disebabkan karena terjadi penyempitan rongga tulang belakang yang harus dilakukan tindakan,” paparnya.

Ia mengatakan, saraf tulang belakang bertanggung jawab terhadap semua saraf di bagian bawah tubuh. Penyebab dari  penebalan rongga ini karena  riwayat pekerjaan yang menggunakan pinggang berlebihan seperti petani yang mencangkul, duduk terlalu lama, dan mengangkat berat.  Jika pekerjaan ini dilakukan bertahun-tahun hingga 10 tahun,  di usia tuanya akan  mengalami penebalan dari jaringan rongga saraf maupun bantalan tulang belakang bergeser ke belakang sehingga menyebabkan rongga saraf mengecil.  Namun, gangguan ini juga terjadi karena proses penuaan. “Walaupun tidak melakukan aktivitas mencangkul atau mengangat beban berat tetap saja dapat bisa terkena. Penyebabnya multifaktor. Namun, yang paling banyak terkena laki-laki karena lebih banyak melakukan aktivitas berat,” tambah Sekretaris SMF Bedah Saraf FK Unud/RS Sanglah ini.

Isu yang berkembang di masyarakat, tindakan operasi pada tulang belakang sering menimbulkan kelumpuhan. Menurut kepala divisi neurospine SMF Bedah Saraf FK Unud/RS Sanglah ini,   berdasarkan penelitiannya, dengan teknik spinoplasty isu tersebut telah terbantahkan. Pada kasus yang murni karena penyempitan rongga tulang belakang, teknik ini dapat dilakukan tanpa pemasangan pen.
Dengan teknik terbaru ini berdasarkan hasil penelitiannya,  pasien lebih cepat sembuh. Nyerinya lebih sedikit, rawat inap hanya 3-5 hari dan tidak ada benda asing atau pemasangan pen sehingga tidak ada rasa kaku pada pinggang.   Teknik ini merupakan alternatif teknik operasi  untuk kasus penyempitan rongga tulang belakang. Teknik standar tanpa pemasangan impan atau pen ini  komplikasinya  rendah, respons pasien lebih rendah kemungkinan infeksi tidak ada.

Pascaoperasi, kondisi pasien lebih cepat membaik dibanding teknik operasi yang lama yang memungkinkan pasien baru bisa dipulangkan lebih dari 7 hari.  Teknik ini juga meminimalkan merusak jaringan sehat sehingga risiko mencederai  saraf lebih sedikit.
Suami Tjokorda Istri Indira Kusumadewi, S.E. ini mengatakan, berat badan ditopang tulang belakang terutama pinggang sebagai tiang penyangga.  Aktivitas yang dilakukan lebih dari 30 menit sudah menimbulkan kompensasi, misalnya saat kita berolahraga lebih dari 30 menit pasti ada perubahan denyut jantung. Begitu juga ketika mengangkat barang. Untuk mencegah gangguan ini, gunakan pinggang dengan cerdas.  “Saat mengangkat barang jangan gunakan pinggang sebagai tuas, tetapi gunakan lutut, usahakan pinggang tetap tegak terutama pekerjaan membungkuk seperti mencangkul,” jelas bapak lima anak ini.  Ia menyarankan, setelah melakukan  aktivitas selama 30 menit istirahatkan pinggang dan bahu sejenak sekitar 5-15 menit. –ast

Kamis, 13 September 2012

Cegah Darah Mengental Hindari Duduk Lama

Seorang ibu usia 45 tahun menderita stroke. Kata dokter, penyebabnya darah ibu itu kental. Apa itu penyakit darah kental?  Apakah darah yang kental bisa normal kembali?
Bagaimana sesungguhnya sistem aliran darah di dalam tubuh?

Menurut dr. Kadek Mulyantari, Sp. PK. sistem aliran darah merupakan sistem tertutup yang mengatur dan mengalirkan darah di dalam tubuh. Disebut tertutup karena pada keadaan normal tidak ada darah yang berada di luar wadah aliran darah (pembuluh darah). Pembuluh darah ada tiga macam; pembuluh darah vena, arteri dan kapiler. Pembuluh darah dan jantung merupakan penyokong utama kehidupan manusia. Jantung adalah organ yang bertugas memompa darah ke seluruh organ tubuh dengan melakukan kontraksi berirama secara berulang. Untuk memompa darah, jantung biasanya berdetak 60 hingga 100 kali per menit, atau lebih cepat bila dibutuhkan.

Darah yang dipompa jantung akan dialirkan melalui dua sirkulasi. Sirkulasi pertama bermula saat darah keluar dari rongga bilik kanan ke paru-paru lalu kembali ke rongga serambi kiri jantung. Setelah meninggalkan bilik kanan, darah mengalir melalui pembuluh kapiler yang mengelilingi kantong-kantong udara di paru-paru. Di sinilah darah menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida. Selanjutnya, darah di serambi kiri akan dialirkan ke bilik kiri. Sirkulasi sistemik pun dimulai saat darah yang kaya akan oksigen itu dialirkan ke luar dari bilik kiri melalui aorta ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru. Darah kemudian kembali ke jantung melalui serambi kanan.
Ia mengatakan, fungsi sistem sirkulasi darah, mengangkut zat makanan dari usus menuju ke seluruh jaringan tubuh mengangkut sisa metabolisme dari jaringan tubuh menuju ke alat pembuangan. Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Mengangkut karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru. Mengangkut hormon dari kelenjar endokrin ke tempat sasaran dan mendistribusikan panas ke seluruh bagian tubuh.
Faktor-faktor yang mempengaruhi aliran darah, seperti  pembuluh darah, kekentalan darah, artinya semakin kental aliran darah semakin lambat, tekanan darah, tekanan oksigen, karbondioksida, dan suhu.
Darah kental disebut dengan hypervisicositas. Salah satu penyakit yang dapat menyebabkan hypervisicositas adalah polisitemia. Penyebab polisitemia bermacam-macam, tergantung jenisnya. Ada tiga jenis polisitemia, Polsitemia primer (polisitemia vera). Vera berasal dari bahasa Latin yang artinya sejati. Kata vera digunakan untuk membedakannya dari keadaan (penyakit) lain yang mengakibatkan peningkatan sel darah merah. Polisitemia vera umumnya disebabkan oleh faktor genetik/keturunan.
Polisitemia sekunder Yaitu polisitemia yang disebabkan oleh adanya penyakit lain sebelumnya seperti penyakit hati, ginjal, jantung, kelainan hormon, kelainan paru dan lain-lain. Polisitemia yang disebabkan oleh konsumsi rokok juga termasuk polisitemia sekunder. Polisitemia relatif disebabkan  menurunnya jumlah plasma darah sehingga proporsi sel-sel darah lebih tinggi atau lebih kental. Umumnya akan pulih bila volume plasma kembali normal. Misalnya pada keadaan dehidrasi.  Salah satu tanda dehidrasi adalah peningkatan  kekentalan darah. Kondisi ini umumnya akan pulih bila asupan air cukup.
Selain itu, kurangnya aktivitas fisik akan meningkatkan risiko pengumpalan/kekentalan darah. Pada posisi duduk yang lama juga menyebabkan aliran darah lebih statis dan mempercepat penggumpalan/kekentalan darah. Pada tahap awal, polisitemia biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, seiring dengan proses bertambahnya kekentalan darah,  ada beberapa gejala yang bisa dikenali seperti sakit kepala, kepala terasa berputar, gatal-gatal, terutama ketika sedang mandi air hangat, muncul tanda merah pada kulit, susah bernapas atau napas pendek-pendek, nyeri pada dada, perasaan kembung atau eneg di perut sebelah kiri atas, cepat lelah. ”Berbagai gejala di atas bisa muncul secara sendiri-sendiri atau bisa datang bersamaan,” ujar dokter yang bertugas di SMF Patologi Klinik FK Unud/RS Sanglah ini.

Pada kasus yang lanjut dapat menyebabkan penglihatan terganggu, gangguan keseimbangan dan penurunan daya ingat, serangan jantung, stroke, dapat disertai kelainan jantung atau organ lainnya dan pembesaran limfa. Pembesaran limfa terjadi karena peningkatan beban limfa untuk mengeliminasi kelebihan sel-sel darah. ”Dalam pemeriksaan laboratorium dijumpai peningkatan kadar hemoglobin dan hematokrit yang menunjukkan peningkatan kekentalan darah. Hasil pemeriksaan laboratorium  lain, peningkatan asam urat, peningkatan sel darah putih dan trombosit, peningkatan saturasi  oksigen, peningkatan hormone eritropoetin,” paparnya.

Ia mengatakan, polisitemia relatif  lebih mudah diatasi dan umumnya bisa kembali normal. Polisitemia sekunder sangat tergantung dari penyakit dasarnya, selain menangani polistemianya sendiri penyakit dasarnya juga harus diobati. Pada polisitemia vera, sampai saat ini belum bisa disembuhkan total karena terkait dengan faktor genetik/keturunan.

Latihan ringan seperti jalan santai dan jogging dapat memperlancar aliran darah sehingga dapat mengurangi risiko penggumpalan darah.  ”Banyak mengonsumsi air putih dan mengurangi konsumsi makanan dengan kandungan lemak tinggi, juga dapat dilakukan. Merokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan kekentalan darah yang akan meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke akibat gumpalan darah. Merawat kulit dengan baik, untuk mencegah rasa gatal, mandi dengan air dingin dan segera keringkan kulit. Hindari mandi menggunakan air panas. Jangan biasakan menggaruk karena dapat menimbulkan luka dan infeksi. Menghindari temperatur yang ekstrim,” ungkap staf Unit Donor Darah Pembina PMI Daerah Bali ini.

Buruknya aliran darah pada penderita polisitemia menyebabkan tingginya risiko cedera akibat suhu panas dan dingin.  Di daerah dingin, gunakan baju hangat dan lindungi terutama bagian tangan dan kaki. Untuk di daerah panas, lindungi tubuh dari sinar matahari. Waspada terhadap luka. Aliran darah yang buruk menyebabkan luka sulit sembuh, terutama di bagian tangan dan kaki. Periksa bagian tersebut secara berkala dan hubungi dokter apabila menderita luka atau cedera.

Untuk pengobatan, ia menyarankan, flebotomi  merupakan terapi yang paling dianjurkan.  Flebotomi dilakukan dengan cara mengambil dan membuang sekian cc darah pasien kemudian mengganti dengan cairan fisiologis. Prosedur flebotomi hampir sama dengan donor darah tetapi darah yang diambil tidak digunakan untuk pasien lain. Kemoterapi dan radioterapi untuk polisetemia vera, dan pengobatan pendukung obat penurun asam urat dan obat penghilang gatal. –ast

Koran Tokoh, edisi 709

Minggu, 09 September 2012

Sifilis bisa Sembuh, Berobat saat Stadium Awal

Beberapa waktu yang lalu diberitakan, Badan Industri Film Porno Amerika Serikat (FSC) telah meminta adanya penghentian produksi film porno setelah sembilan kasus sifilis ditemukan pada para artisnya. Untuk mencegah makin meluasnya sifilis pada artis tersebut, para dokter menyarankan semua bintang porno AS untuk menjalani tes. Sebagai tindak lanjutnya, FSC sedang menelusuri orang lain yang pernah bekerja dengan artis yang terdeteksi sifilis tersebut sebelum dia positif menderita penyakit tersebut. Berita ini mengingatkan semua bahwa pada Agustus 2011, industri porno AS juga pernah dihentikan setelah seorang bintangnya dinyatakan positif terinfeksi HIV. Apa itu penyakit sifilis?

Ssifilis merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS). Penyebabnya kuman treponema pallidum. “Pentingnya mengenali sifilis sejak fase awal munculnya penyakit ini karena sangat membantu dalam upaya penyembuhannya, penularan serta pencegahan risiko penyakit yang lebih berat juga dapat dideteksi. Diperlukan upaya yang serius dari semua pihak seperti dokter, pusat pelayanan kesehatan baik dari tingkat dasar hingga pelayanan tingkat lanjut (rumah sakit) bahkan kesadaran dari orang-orang yang berisiko tinggi menderita sifilis/PMS lainnya untuk bersama-sama mengatasi permasalahan ini,” ujar dr. I Ketut Widiyasa Bona, M.P.H.
Menurut dokter di RS Indera ini, pemerintah melalui Departemen Kesehatan hingga Puskesmas maupun LSM telah berupaya melakukan upaya skrining pada orang-orang yang berisiko. Namun, di sisi lain, diperlukan kesadaran yang tinggi dari mereka yang berisiko untuk datang memeriksakan diri secara teratur untuk mencegah penularan dan risiko yang lebih berat dari penyakit sifilis ini.
Di Amerika Serikat, para pejabat kesehatan melaporkan lebih dari 36.000 kasus sifilis tahun 2006, termasuk 9.756 kasus sifilis primer dan sekunder. Tahun 2006, setengah dari semua kasus sifilis yang dilaporkan dari 20 kabupaten dan 2 kota, dan sebagian besar kasus ini terjadi pada pasien berusia 20 sampai 39 tahun. Insiden sifilis pada wanita tertinggi pada usia 20 sampai 24 tahun dan pada laki-laki 35 sampai 39 tahun. Kasus sifilis kongenital pada bayi baru lahir meningkat dari 2005 sampai 2006, dari 339 kasus baru yang dilaporkan pada tahun 2005 menjadi 349 kasus pada tahun 2006. Pada kurun waktu yang sama, jumlah kasus sifilis yang dilaporkan meningkat 11,8%. Tahun 2006, 64% dari kasus sifilis dilaporkan terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan pria.
Sedangkan data yang diperoleh oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melalui Surveilans Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) tahun  2011, juga menunjukkan angka yang serupa. Hasil STBP tersebut mendapatkan angka kejadian sifilis adalah sebagai berikut, sifilis diderita oleh waria 25%, pekerja seks langsung 10%, pria yang berhubungan seks sesama pria 10%, pekerja seks tidak langsung 3%, dan narapidana 3%.

Ia menyebutkan, sifilis ditularkan dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan luka sifilis. Luka terjadi terutama pada alat kelamin eksternal, vagina, anus, atau dubur. Luka juga dapat terjadi pada bibir dan mulut. Penularan kuman penyebab sifilis ini dapat terjadi selama hubungan seks vaginal, anal, ataupun oral. Selain itu, wanita hamil yang menderita penyakit ini dapat menularkan ke bayi di dalam kandungannya. Sifilis tidak dapat menyebar melalui kontak dengan kursi toilet, pegangan pintu, kolam renang, bak air panas, bathtub, pakaian bersama, atau peralatan makan. ”Banyak orang terinfeksi dengan sifilis tidak memiliki gejala apapun selama bertahun-tahun, namun tetap berisiko untuk  menderita komplikasi jika tidak diobati dengan segera dan tepat,” jelasnya. Meskipun penularan biasanya terjadi dari luka sifilis, banyak dari luka sifilis ini tidak dapat dikenali baik oleh pasien maupun dokter. Artinya, penularan dapat terjadi dari orang-orang yang tidak menyadari  mereka sedang terinfeksi sifilis.
Sifilis primer ini biasanya ditandai dengan munculnya luka tunggal yang disebut chancre, atau mungkin pula muncul beberapa luka. Waktu antara terjadinya infeksi sifilis dan awal gejala pertama berkisar dari 10 sampai 90 hari (rata-rata 21 hari). Chancre ini biasanya berupa luka yang berbatas tegas, bulat, kecil, dan pasien tidak mengeluhkan sakit/nyeri pada luka tersebut. Luka ini dapat terjadi di tempat di mana kuman sifilis masuk ke dalam tubuh. Luka ini dapat berlangsung selama 3 sampai 6 minggu, dan dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun, jika pengobatan yang tepat tidak diberikan, maka infeksi dapat berkembang ke tahap sekunder.
Stadium sekunder ini ditandai dengan adanya ruam (kemerahan) pada kulit dan lesi pada selaput lendir. Tahap ini biasanya dimulai dengan munculnya ruam pada satu atau lebih bagian tubuh. Ruam biasanya tidak gatal. Ruam akibat sifilis sekunder ini dapat muncul saat chancre menyembuh atau beberapa minggu setelahnya. Ruam akibat sifilis sekunder biasanya ruam kasar, berwarna merah, atau bintik-bintik coklat kemerahan baik pada telapak tangan dan bagian bawah kaki. Namun, ruam dengan penampilan yang berbeda dapat terjadi pada bagian lain dari tubuh, kadang-kadang mirip dengan ruam yang disebabkan oleh penyakit lain. Terkadang ruam akibat sifilis sekunder begitu samar sehingga sering terabaikan.
Selain ruam, gejala sifilis sekunder dapat berupa demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, rambut rontok, sakit kepala, penurunan berat badan, nyeri otot, dan kelelahan. Tanda-tanda dan gejala sifilis sekunder akan berakhir dengan atau tanpa pengobatan. Namun, jika tidak diobati, infeksi ini akan berlanjut menjadi sifilis fase late  dan laten.
Sifilis stadium laten (tersembunyi) dimulai ketika gejala primer dan sekunder menghilang. Tanpa pengobatan, orang yang terinfeksi akan terus menderita sifilis meskipun tidak ada keluhan atau gejala. Tahap laten bisa berlangsung selama bertahun-tahun.
Sifilis stadium lanjut dapat terjadi pada sekitar 15% dari orang-orang yang tidak pernah diobati dan dapat muncul 10-20 tahun setelah infeksi pertama kali diperoleh. Pada stadium lanjut ini, penyakit ini selanjutnya dapat merusak organ dalam penderita, termasuk otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan sendi. ”Tanda dan gejala dari sifilis stadium lanjut ini antara lain berkurangnya koordinasi gerakan otot, kelumpuhan, mati rasa, kebutaan yang munculnya bertahap, dan demensia (pikun). Kerusakan ini mungkin cukup serius dan dapat menyebabkan kematian,” ujar dr. Widiyasa.
Ia menyatakan, bakteri sifilis dapat menginfeksi bayi selama selama di dalam kandungan. Tergantung pada berapa lama seorang wanita hamil telah terinfeksi, dia mungkin memiliki risiko tinggi mengalami kelahiran mati (bayi lahir mati) atau melahirkan bayi yang meninggal sesaat setelah lahir. ”Bayi yang terinfeksi dapat lahir tanpa tanda-tanda atau gejala penyakit. Namun, jika tidak segera diobati, bayi dapat memiliki masalah yang serius setelah beberapa minggu kemudian. Bayi yang tidak diobati segera dapat menjadi mengalami tumbuh kembang yang terhambat, mengalami kejang, atau mati,” paparnya lebih jauh.

SIFILIS DAN HIV
Luka genital yang disebabkan  sifilis membuatnya lebih mudah untuk mendapatkan infeksi HIV secara seksual. Diperkirakan terjadi peningkatan risiko hingga 2-5 kali lipat tertular HIV jika terkena infeksi sifilis.
PMS ulseratif yang menyebabkan luka, borok, atau luka pada kulit atau membran mukosa, seperti sifilis, mengganggu sistem pertahanan kulit yang memberikan perlindungan terhadap infeksi. Para ulkus (luka terbuka) pada kelamin yang disebabkan oleh sifilis dapat dengan mudah berdarah, dan ketika mereka kontak dengan mukosa mulut dan dubur selama hubungan seks, maka hal ini meningkatkan risiko penularan dan kerentanan terhadap HIV. Memiliki PMS lainnya juga merupakan prediktor penting untuk terjangkit HIV karena PMS adalah penanda bahwa si penderita memiliki perilaku yang berisiko dengan penularan HIV.
Menurutnya, sifilis sangat mudah disembuhkan pada stadium awal. Suntikan intramuskular dengan antibiotika penisilin, akan menyembuhkan penderita sifilis yang terjangkit sifilis kurang dari satu tahun. Jika penderita telah menderita sifilis lebih dari setahun, maka akan membutuhkan dosis tambahan. Bagi orang-orang yang alergi terhadap penisilin, terdapat antibiotik lain untuk mengobati sifilis. ”Pengobatan yang tepat dan cepat akan membunuh bakteri penyebab sifilis dan mencegah kerusakan organ lebih lanjut, tetapi tidak akan memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. Hal inilah yang harus disadari orang-orang yang berisiko tinggi menderita sifilis. Mereka harus segera berobat terutama fase awal penyakit ini muncul. Karena jika diabaikan, maka sifilis akan beranjak ke stadium berikutnya dan tentunya akan lebih sulit untuk diatasi,” tegasnya.
Penderita yang sedang dalam pengobatan sifilis harus menjauhkan diri dari kontak seksual sampai luka sifilis benar-benar sembuh. Penderita sifilis harus memberitahukan pasangan seks mereka sehingga mereka juga dapat diuji dan menerima pengobatan jika diperlukan. Setelah pengobatan berhasil, penderita tersebut masih rentan terhadap infeksi ulang. Hanya tes laboratorium dapat mengkonfirmasi apakah seseorang memiliki sifilis. Karena luka sifilis letaknya tersembunyi di dalam vagina, anus atau mulut, maka banyak yang tidak menyadari bahwa pasangan mereka mengidap sifilis. Sehingga bagi orang-orang yang berisiko tinggi untuk menderita sifilis atau PMS lainnya seharusnya berkonsultasi dengan petugas kesehatan terdekat.
Cara paling pasti untuk menghindari penularan penyakit menular seksual, termasuk sifilis, adalah untuk menjauhkan diri dari kontak seksual berisiko. Cara lain adalah monogami dengan pasangan yang telah diuji dan diketahui tidak terinfeksi sifilis.
Menghindari penggunaan alkohol dan narkoba juga dapat membantu mencegah penularan sifilis karena kegiatan ini dapat menyebabkan perilaku seksual berisiko. Adalah penting bahwa pasangan seks berbicara satu sama lain tentang status HIV mereka dan sejarah PMS lainnya sehingga tindakan pencegahan dapat diambil.
Penggunaan kondom lateks yang benar dan konsisten dapat mengurangi risiko sifilis, herpes genital dan chancroid. Penularan PMS, termasuk sifilis tidak dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin, kencing, dan/atau douching setelah berhubungan seks.
Tiap tanda tubuh yang tidak biasa, luka, atau ruam, khususnya di daerah selangkangan, harusnya menjadi sebuah tanda bagi seseorang untuk menahan diri untuk berhubungan seks dan agar segera berkonsultasi kepada dokter. –ast
Koran Tokoh Edisi 709

Senin, 03 September 2012

Mari Elka Pangestu, Hobi Menyelam dengan Anak

Di balik kesibukannya sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Mari Elka Pangestu masih sempat melakukan hobi menyelam yang sudah digandrunginya sejak sebelum menikah.  Beberapa tempat menyelam di wilayah Indonesia sudah dijajalnya, mulai dari Pulau Komodo, Derawan, Gili, bahkan Tulamben.  “Saya ingin menyelam lagi  saat  berada di Bali.  Ingin lihat terumbu karang dan ikan. Saya mau tanam terumbu karang juga. Cuma waktunya mepet. Tapi tahun depan pasti,” tuturnya saat ditemui dalam rapat koordinasi  persiapan pelaksanaan APEC di kantor BTDC Nusa Dua, Sabtu (25/8).
Ia menuturkan, hobinya itu sudah digandrunginya sejak sebelum menikah. Setelah menikah, ia vakum tak lagi menekuni hobinya itu. Namun, sejak diangkat menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saat berkunjung ke berbagai wilayah Indonesia, ia melihat sebagian besar daya tarik alam Indonesia selain di darat juga di bawah laut.  “Saya pikir hobi saya mulai bisa disalurkan lagi,” ujarnya sembari tertawa. Tak tanggung-tanggung, putra sulungnya, ia ajak turut serta menyelam. Malah, saat itu putranya baru berusia 12 tahun. Wilayah pertama yang dijajal adalah Tulamben yang merupakan diving tourism. “Tulamben selain  menawarkan wisata menyelam  untuk melihat wisata bawah laut, ada juga kapal selam.  Saya dan keluarga sempat berlibur bersama. Sejak menyelam pertama di Tulamben, anak saya ketagihan. Malah sekarang sudah 100 kali menyelam. Saya baru hanya 10 kali,” tuturnya.

menyelam di Derawan
Mari Elka Pangestu  lahir di Jakarta, 23 Oktober 1956. Mari Pangestu menikah dengan Adi Harsono dan memiliki dua orang anak, Raymond dan Arya. Mari Pangestu adalah anak dari ekonom terkenal Indonesia J. Panglaykim.
Ia memperoleh gelar Bachelor dan Master of Economics dari the Australian National University, serta gelar Ph.D. dalam bidang Perdagangan Internasional, Keuangan, dan Ekonomi Moneter dari Universitas California, Davis pada tahun 1986.
Mari Pangestu telah lama aktif dalam berbagai forum perdagangan dan disebut sebagai seorang peneliti ekonomi terpandang di Indonesia. Mari Pangestu juga dulunya aktif mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.  Ia diangkat menjadi  Menteri Perdagangan Indonesia sejak 21 Oktober 2004. Ia adalah perempuan Tionghoa Indonesia pertama yang memegang jabatan sebagai menteri di Indonesia.  Pada 18 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu, Mari Elka Pangestu dipindahtugaskan sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Jero Wacik. –ast

Koran Tokoh, Edisi 708

Minggu, 12 Agustus 2012

Biduran Dialami 60% Perempuan

Saat ini suhu udara sangat dingin. Apalagi, malam hari.  Bagi sebagian orang cuaca dingin membuat merasa nyaman.  Namun, lain halnya dengan orang-orang yang menderita “alergi dingin”. Suhu dingin ini sangat menyiksa, karena pada saat suhu dingin pada kulitnya akan muncul bentol-bentol merah tebal yang terasa sangat gatal. Bentol gatal ini dikenal dengan istilah biduran. Apakah sebenarnya biduran itu?

Menurut staf pengajar Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unud/RS Sanglah, dr. I.G.N Darmaputra, Sp.K.K. mengatakan, biduran istilah medisnya urtikaria merupakan penyakit yang sering ditemukan, diperkirakan 3,2-12,8% dari populasi pernah mengalami biduran. Biduran merupakan golongan penyakit alergi dimana sebagian besar penderita menganggap bahwa penyebab utama biduran adalah udara dingin. Padahal udara dingin hanya sebagai salah satu faktor yang memperberat atau faktor pemicu kekambuhan. “Terdapat banyak faktor pemicu kekambuhan biduran seperti udara dingin, udara panas, makanan, debu, stres maupun infeksi bakteri atau virus. Bahkan dari hasil penelitian, ternyata hampir 80% tidak diketahui penyebabnya,” papar pemilik D.I. Klinik Centre ini.  Ketidakpastian penyebab timbulnya biduran, disebabkan faktor yang berpengaruh sangat banyak dan sulit dipastikan.
Biduran tidak akan timbul bila penyebab utama alergi tidak ada. Artinya, bila orang tersebut tidak memiliki alergi, faktor pencetus tadi seperti  alergi makanan, udara dingin, udara panas, stres, infeksi virus,  dan lain sebagainya tidak akan berpengaruh. Jadi, udara dingin dan faktor pemicu lainnya hanya memperberat bukan penyebab utama.
Ia menyebutkan, dasar penyebab utamanya adalah atopi atau suatu keadaan atau kelainan alergi yang sifatnya diturunkan dari dalam satu keluarga dengan manifestasi penyakit seperti biduran, radang kulit berulang, timbulnya pada tempat tertentu dengan tanda khas sesuai umur (dermatitis atopi), asma, sering pilek , bersin sampai hidung tersumbat dan biasanya terdapat pula tanda lain berupa lingkaran gelap di mata, kulit  agak pucat. Biduran akan imbul hanya pada seseorang yang memiliki atopi, jadi walaupun sama-sama kedinginan tidak semua orang akan muncul biduran

JANGAN DIGARUK
Menurutnya, tidak ada perbedaan ras dan umur, terbanyak pada kelompok umur 40-50 an. Hanya, pada biduran kronis lebih sering dialami kaum wanita  sekitar 60%.  Jadi, biduran ini bisa menyerang anak-anak maupun pada dewasa. Biduran bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, dengan bentuk dan ukuran yang beraneka ragam.  Dari yang berbentuk kecil-kecil seperti gigitan nyamuk atau besar dan terlihat seperti piring makan, bisa juga terlihat seperti cincin atau kelompok-kelompok cincin yang bergabung bersama. Bisa timbul dalam kelompok dan bisa berubah tempat hanya dalam hitungan jam. Bentol-bentol ini bisa juga timbul di wajah penderita dalam jumlah banyak, lalu hilang. Kemudian, akan timbul di lengan.  jika seseorang sudah tahu dirinya akan terjangkiti, dengan tanda muncul bentol-bentol pada kulit tubuh dan rasa gatal.
Ia menyarankan,  jangan digaruk. “Karena jika digaruk maka seseorang akan mengalami siklus gatal garuk. Jika bentol makin digaruk maka bahan aktif histamin akan makin banyak keluar dan yang terjadi justru bagian yang digaruk makin gatal dan muncul bentol yang sesuai bentuk garukan memanjang,” ujarnya.
Biduran juga bisa mengenai lapisan bawah kulit dan mukosa menyebabkan bengkak pada kelopak mata (bisa satu mata atau keduanya), bibir membengkak atau dikenal dengan istilah angioedema. Biduran yang disertai angioedema merupakan penyakit serius dan bisa menyebabkan kematian. Jika mengenai selaput lendir, gabungan biduran dan angioedema ini bisa menyebabkan  bengkak di sekitar  mukosa, seperti bengkak di daerah bibir. Jika terkena saluran napas, bisa mengakibatkan susah menelan dan sulit bernapas. Jika dibiarkan akan menyebabkan susah bernapas, sehingga menyebabkan kematian

BEDAK MENGANDUNG MENTHOL
Ia mengatakan, penanganan biduran yang paling ideal adalah menghindari penyebab atau faktor pencetus agar tidak terjadi atau meminimalisir terjadinya biduran. “Cara menemukan faktor pencetus adalah dengan melakukan pemeriksaan penunjang. Beberapa pemeriksaan penunjang diperlukan untuk membuktikan penyebab biduran,” katanya. Selain itu, pemeriksaan darah, air seni dan tinja rutin untuk menilai ada tidaknya infeksi yang tersembunyi atau kelainan pada organ dalam. Pemeriksaan imunologis seperti pemeriksaan kadar IgE, eosinofil dan komplemen. Tes kulit, walaupun terbatas kegunaannya dapat dipergunakan untuk membantu diagnosis. Uji gores dan uji tusuk dapat dipergunakan untuk mencari alergen penyebab. selain itu bisa dilakukan tes eliminasi makanan dengan cara menghentikan semua makanan yang dicurigai untuk beberapa waktu, lalu mencobanya kembali satu per satu.
Ia mengatakan, saat terjadi kekambuhan dapat diberikan antihistamine karena dapat mengontrol gejala bagi sebagian besar kasus. Namun, tidak dapat menghilangkan penyebabnya. Selain itu dapat diberikan kortikosteroid apabila  pengobatan dengan anti histamin saja tidak cukup. Obat-obat ini dapat mengurangi bengkak, kemerahan dan gatal, namun hanya diminum dalam jangka waktu sebentar saja karena mempunyai efek samping yang cukup serius.
Pengobatan lokal berupa bedak atau lotion yang mengandung menthol.  “Jika biduran merupakan tanda dari reaksi alergi yang lebih serius yang dapat mempengaruhi pernapasan dan fungsi organ lain, maka penderita  butuh pertolongan medis sesegera mungkin. Obat yang disebut epinefrin biasanya diberikan dengan cara suntikan,” paparnya. 
Namun, kadang biduran akan sembuh dengan sendirinya tanpa bantuan obat-obatan atau tak memerlukan kunjungan ke dokter. Untuk mengatasi biduran atau biduran, yang paling penting adalah menghindari faktor pencetusnya. --ast
Mencegah Biduran
•    Untuk mencegah terulangnya biduran, usahakan mencari penyebab alergi dan perhatikan bahan apa saja yang baru disentuh, dimakan, atau diisap ketika mulai terserang biduran.
•    Jika penyebabnya adalah makanan, maka hindari makanan tersebut.
•    Jika kekambuhannya karena faktor cuaca yang tidak bisa kita hindari, pencegahan yang dapat dilakukan dengan cara menjaga suhu tubuh agar tetap hangat seperti mandi dengan air hangat, menggunakan jaket atau sweater jika beraktivitas di udara dingin serta menggunakan selimut maupun kaos kaki saat tidur. --ast



Minggu, 29 Juli 2012

Penanganan Terbaru Bedah Tangan

para pembicara second course

Pasien yang mengalami masalah pada  tangan dan  memerlukan tindakan operasi, saat ini tak perlu lagi merasa khawatir akan luka operasi yang besar yang akan menimbulkan nyeri, bekas luka operasi yang jelek, serta resiko infeksi yang tinggi. Penanganan secara menyeluruh sedang digagas Subdivisi Hand Divisi Orthopaedi dan Traumatologi FK Unud/ RS Sanglah.
Wrist arthroscopy surgery adalah teknik operasi minimal invasif  untuk penanganan patah tulang dan cedera lain pada tangan, rematik, tumor dan lain - lain. Keuntungan dari teknik ini hanya memerlukan sayatan yang sangat kecil 2-3 milimeter sehingga penyembuhan luka operasi menjadi lebih cepat dan tidak menyisakan bekas luka yang buruk.  Selain itu,  nyeri pascaoperasi akan minimal termasuk bekas luka sangat kecil karena hanya sayatan dan risikonya sangat kecil.

Teknik penanganan terbaru ini, diperkenalkan dan dibahas dalam second hand course bagi dokter spesialis  bedah, dokter umum, dan paramedis, 22-23 Juli 2012 di ruang pertemuan dr. Nukarna Sp.BO, RS Sanglah.
Kursus dan workshop yang dibuka  Direktur Utama RS Sanglah ini melibatkan pembicara nasional dan internasional seperti Prof. W. Bruce Connoly AM, FRCS, FRACS, FACS (Presiden APFSSH dari Sydney),  Desmond Soares, MD (arthroscopy surgeon dari Brisbane), Sue Shaw (hand therapist dari Sydney), dr. Erwin Ramawan Sp.OT (Surabaya) yang juga Ketua Perkumpulan Bedah Tangan Indonesia, dr. Heri Suroto Sp.OT (Surabaya), dr. Bramantya Karna Sp.OT (Bali), dr. Thomas Erwin Sp.OT (Malang), dr. Teddy Wardana Sp.OT (Surabaya), dr. Yuda Asmara Sp.OT (Bali), dr. Tjahya Nurrobi Sp.OT (Surabaya), dan dr. Roy Hamid Sp.BP (Bali).

Dr. Bramantya Karna Sp.OT selaku ketua panitia menyambut baik 70 orang peserta yang terdiri dari dokter spesialis, dokter residen, dokter umum, dan paramedis dari seluruh Indonesia. ”Pelatihan ini merupakan pelatihan kedua setelah yang pertama diadakan tahun 2010 dan berjalan sukses,” ujar dokter Bram.
Hal  mendasar yang dibahas  dalam course ini mengenai anatomi dan pemeriksaan fisik pada tangan, lokal penutupan luka, rehabilitasi, sampai dengan teknik-teknik operasi di tangan.  Hari kedua pelatihan dibahas mengenai penanganan kasus rematik di tangan, pemasangan gips di tangan, dan live wrist arthroscopy surgery.
Latar belakang diadakannya pelatihan ini,  sebagai bentuk apresiasi dr. Bramantya Karna Sp.OT yang baru saja menyelesaikan pendidikan hand surgery selama setahun di Sydney, hingga menjadi dokter bedah tangan pertama di Bali.
Acara ini juga merupakan rangkaian awal pertemuan yang jauh lebih besar, 9th Congress of Asian Pasific Federation of Societies for Surgery of the Hand (APFSSH) in conjunction with 5th Congress of the Asian Pasific Federation of Societies for Hand Therapist (APFSHT) yang akan diadakan 10-13 Oktober 2012 di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali. Ini merupakan kesempatan yang baik bagi para dokter spesialis bedah, dokter umum dan paramedis yang tertarik untuk mendalami bidang hand surgery dan berbagi pengalaman.
Ia juga berharap penatalaksanaan kasus-kasus hand surgery khususnya di RS Sanglah dapat dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh dengan kerjasama tim multidisiplin meliputi dokter bedah tangan, hand therapist, dan social worker. 

Dokter Bram berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, pengetahuan dan keterampilan para peserta dalam penanganan  kasus – kasus tangan akan menjadi lebih baik, sehingga tidak ada lagi pasien cedera tangan yang mengalami komplikasi dan penanganan yang keliru.
Divisi Orthopaedi dan Traumatologi FK Unud/RS Sanglah yang dikepalai dr. KGA Mulyadi Ridia, Sp.OT (K) Spine memiliki 13 staf pengajar. Divisi ini dibagi menjadi lima subdivisi yakni tulang belakang (spine), anak-anak (pediatric), tumor, tungkai bawah (adult reconstruction), dan divisi bedah tangan (hand & microsurgery) yang menangani kasus pada tungkai atas (bahu, siku, dan tangan). Mulai saat ini, divisi hand juga sudah bisa melakukan tindakan wrist arthroscopy surgery di RS Sanglah.–ast




Jumat, 27 Juli 2012

Rematik Serang Wanita Usia Produktif

REMATIK merupakan salah satu penyakit yang lumrah di mata masyarakat. Penyakit ini menyerang sendi dan struktur jaringan penunjang di sekitar sendi sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri. Dalam tingkat yang parah, rematik bahkan dapat menimbulkan kecacatan tetap, ketidakmampuan dan penurunan kualitas hidup. Di masyarakat, masih terus berkembang mitos dan anggapan yang salah mengenai penyakit ini. Ahli penyakit dalam dan rheumatolog dr. I.A. Ratih Wulansari Manuaba, Sp.PD.KR., M.Kes. mencoba meluruskan mitos tersebut.

Makan kacang sering disebut mengakibatkan rematik kambuh. Padahal, menurutnya, tidak semua penyakit rematik berhubungan dengan makan kacang.  “Ada yang disebut gout artritis karena penyakit rematik radang sendi akibat tingginya asam urat dalam darah dan tingginya  kristal monosodium urat dalam darah. Penyakit ini berhubungan dengan  asupan makanan tinggi purin seperti jeroan, daging kaki empat, laut, cumi, udang, kepiting, soft drink termasuk alkohol, dan minuman yang mengandung gula glukosa. Semua makanan ini dapat  meningkatkan asam urat.  Untuk kacang-kacangan memang dibatasi, tapi bukan pantang. Masyarakat hendaknya  lebih cerdas atau konsultasi dengan dokter karena tidak semua penyakit rematik berhubungan dengan makanan,” papar dokter RS Manuaba ini.

Mitos kedua, udara dingin dapat mengakibatkan rematik kambuh. Menurutnya, ini tidak berhubungan dengan penyakit yang mengenai sendi.  Penyakit rematik dapat mengenai tulang, sendi, otot, atau jaringan sekitar sendi, misalnya tendon. Cuaca dingin sering dihubungkan mengecilnya pembuluh darah sehingga jaringan otot sedikit kekurangan aliran darah muncul kram. Ini sering disebut rematik non artikuler yakni rasa nyeri pada otot.
Ada pandangan masyarakat bahwa penyakit rematik  hanya mengenai orang usia lanjut.   Pada kenyataan, penyakit rematik dapat mengenai  usia muda bahkan anak-anak. Ada penyakit rematik khusus  anak-anak seperti lupus dan beberapa penyakit rematik bersifat kognonital. Penyakit rematik yang menyerang remaja seperti auto imun, dan reomatoartritis.  Berdasarkan studi epidemilogis, penyakit ini justru banyak menyerang wanita di usia produktif. Ada sedikit pada usia lanjut.

Mitos lain, penyakit rematik akibat penyakit asam urat.  Ia menyebutkan, ada 200 jenis penyakit rematik yang dikelompokkan berbagai kelompok besar.  Jenis kelompok auto imum, metabolisme,  infeksi,  degeneratif, dan kelompok akibat genetik. Dari berbagai kelompok ini akan dibagi lagi hingga menjadi 200 jenis. Artinya, penyakit rematik tidak hanya karena asam urat. Asam urat normalnya ada dalam darah dalam kadar tertentu. Itu merupakan hasil metabolisme purin. Dalam kondisi normal jumlahnya sekitar  6,5 gram per desiliter. Jika melebihi kadar normal, akan membentuk kristal monosodium urat. Kristal ini sebagai cikal bakal dalam gangguan organ juga mengenai sendi dan sekitar sendi sehingga menyebabkan rematik.  “Pada saat kadarnya  melebihi 6,5 gram, siap-siap sudah ada risiko.  Tetapi, perjalanan tidak dalam waktu singkat dibagi beberapa fase, radang sendi akut pertama kali, masuk pada fase kambuh-kambuhan, dan fase kronis fase  rematik akibat tingginya kadar asam urat. Seringkali karena perjalanan panjang dan fase-fase tidak ada gejala,” ungkapnya.

Mereka yang kadar asam uratnya tinggi sering lengah sehingga tetap membiarkan asam uratnya naik bahkan sampai 12 sehingga ketika muncul penyakit rematik yang menyiksa baru memeriksakan diri ke dokter. Pada fase kronis penyakit ini dapat merusak ginjal sehingga muncul batu ginjal dan bisa merusak pembuluh darah yang mengakibatkan stroke dan serangan jantung.

Penyakit rematik berbeda dengan kesemutan. “Kesemutan terjadi karena   menurunkan aliran darah ke saraf paling tepi pada ujung jari tangan dan kaki. Ini terjadi karena berbagai sebab misalnya posisi tubuh yang stagnan, seperti lama bersila atau bersimpuh sehingga mengakibatkan aliran darah berkurang. Ini bukan penyakit rematik,” ujarnya.

Ia mengatakan, penyakit rematik sering dikaitkan dengan pemberian rasa hangat. Tujuannya melemaskan otot. Banyak hal bisa dilakukan mulai dari kompres hangat atau menggunakan sinar diaterni. Alat ini bisa dibeli masyarakat. Banyak pula beredar  bantal pasir atau salep dan balsem yang fungsinya untuk menghangatkan.

Mitos lain disebutkan,  mandi malam bisa mengakibatkan penyakit rematik. Ini hanya terkait rasa kram pada otot. Sebaiknya mandi malam memang dihindari tapi bukan mencetuskan rematik. Kalau ingin menghindari kram otot gunakan air hangat kalau terpaksa mandi malam.

Pada prinsipnya, bagi penderita asam urat, sebaiknya batasi makanan yang tinggi purin, seperti batasi konsumsi kacangan, bukan tidak boleh. Bagi yang belum tinggi kadar asam uratnya, batasi daging berkaki empat, cumi, udang, kepiting, udang, kerang, telur asin, teri, ikan asin, jeroan, kikil , lemak, dan kulit. Kalau dari minuman kemasan hindari minuman  pemanis dan  minuman berlakohol termasuk soft drink. Artinya, penyakit asam urat bisa dicegah dengan menjaga asupan makanan jangan tinggi purin. Hindari makan pindang tiap hari. Pilih makanan bervariasi. Sayur-sayuran lebih dominan dari hewan kaki empat, dan jangan lupa  buah dan  air putih dua liter dalam sehari.

Sudah ada penelitian, dia mewarisi dari orangtuanya.  Ada populasi genetik yang metabolisme purin-nya  tidak terganggu. Namun, bagi mereka yang mewarisi, sedikit saja makan tinggi purin, sudah langsung terkena penyakit ini. Penelitian terbaru justru lebih mencengangkan, bahwa walaupun kadar asam uratnya sudah normal tetap saja bisa tekena penyakit ini. Dengan pengobatan yang baik, termasuk menjaga asupan makanan dan minuman serta menjaga kadar asam urat di bawah 6,5 gram penyakit ini dapat terkendali sehingga tidak terjadi kekambuhan. Tahap kekambuhan inilah justru yang dapat merusak sendi dan tulang.

Ia mengatakan, ada yang mengatakan obat rematik semuanya sama. Padahal banyak tahap pengobatan.  Ada menggunakan obat, ada yang hanya cukup mengandalkan perubahan pola makan,  atau mengandalkan pola sikap seperti cara duduk dan terakhir obat yang diperlukan.  Apakah penghilang rasa sakit, peradangan atau golongan lain.  Bahkan, ada obat rematik paling canggih namanya agenbiologis yang dapat mengerem perjalanan penyakit auto imun.

Ironisnya, masih ada masyarakat yang membeli obat murah ke warung.  Penyakit rematik kalau tidak diobati berbahaya. Namun, kalau penyakitnya tidak berbahaya namun mengonsumsi obat berbahaya justru obat itu yang akan merusak kondisi pasien.  Ia menyarankan, jangan membeli obat sembarangan dan konsultasikan ke dokter untuk penanganan yang lebih tepat. Banyak  kasus terjadi pada pasien karena salah obat seperti luka pada lambung sampai muntah darah dan efek pada hormon sehingga wajahnya terlihat seperti gemuk. Bahkan, tulangnya keropos akibat mengonsumsi obat rematik sembarangan.--ast


Kamis, 19 Juli 2012

Manfaat Mandi Air Hangat

Mandi membuat tubuh kita kembali segar, apalagi setelah melakukan berbagai aktivitas. Ada orang yang suka mandi dengan air yang dingin, ada juga yang lebih terbiasa dengan mandi air hangat.  Tahukah Anda, mandi air hangat ternyata lebih dianjurkan, daripada mandi dengan air yang dingin. Dengan mandi air hangat banyak manfaat yang kita rasakan.  Berikut penuturan ahli penyakit dalam Prof. Nyoman Dwi Sutanegara kepada koran Tokoh.

Prof. Dwi mengatakan, tubuh pada prinsipnya rentan terhadap stres. “Stres apapun akan bereaksi pada tubuh, seperti udara dingin yang temperaturnya tidak sama dengan suhu tubuh. Orang yang terbiasa di daerah tropis akan mengalami stres ketika berada di suhu dingin. Kadang, udara dingin dapat memicu reaksi asma,” ujar pemilik RS Sari Dharma ini.  Saat tubuh mengalami demam, suhu badan meningkat menjadi 38°C. Bagi penderita demam,  sangat dianjurkan mandi air hangat. Jika  mandi air dingin, badan akan mengigil.

Bukan hanya bagi pederita demam, bagi orang sehat, mandi air hangat mendatangkan banyak manfaat. Beberapa manfaatnya, air hangat lebih ampuh mengangkat kelebihan minyak dan kotoran yang menempel di permukaan kulit. Tidak hanya terasa lebih segar, kulit juga akan menjadi lebih sehat ketika permukaannya bersih dari minyak dan kotoran. Mandi air hangat membuka pori-pori kulit. Penyerapan akan terjadi lebih efisien karena temperatur hangat membuat pori-pori kulit terbuka. Dengan mandi air hangat, maka pori-pori pada kulit kita akan terbuka sehingga kulit kita tampak segar dan tidak kering. Saat berendam di air hangat, peredaran darah di akan menjadi lebih lancar. Tidak hanya akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, peredaran darah yang lancar juga menstabilkan pengaturan suhu tubuh sehingga tidak mudah masuk angin.

Berendam di air hangat bisa meredakan stres akibat beban berat dan pikiran yang suntuk setelah menjalani kesibukan sepanjang hari. Dengan mandi air hangat, dapat meringankan penderita diabetes. Dengan mandi air hangat, membuat istirahat atau tidur kita akan lebih pulas. Sehingga ketika bangun, tubuh kembali segar.
Salah satu contoh, orang Jepang terbiasa mandi sauna. Mereka menyakini, dengan mandi sauna, akan memberikan dampak yang baik bagi kesehatan tubuh mereka.
Walaupun belum pernah membaca literatur yang mengatakan mandi air panas  memberi nilai plus, namun, secara logika ia mengatakan dapat dicarikan korelasinya bagi kesehatan tubuh. “Terjadi sirkulasi yang baik karena setelah mandi air hangat kita berkeringat,” katanya. Manfaat air hangat juga sangat dirasakan pada bayi-bayi yang baru lahir. Jika dimandikan dengan air dingin mereka akan menangis. Artinya, ada sesuatu yang dirasakan sebagai rangsangan.

Menurutnya, dengan kebiasaan mandi air hangat tidak lantas membuat kita tidak tahan udara dingin. “Kalaupun itu ada, hanya kasus beberapa orang,” jelas ahli diabetes ini.
Pada penyakit tertentu,  misalnya kasus hipotiroid, mereka memang tidak tahan terhadap udara dingin. Pria asal Jembrana ini menuturkan pernah melakukan riset ke lereng Gunung Merapi. Ia banyak menemukan penderita hipotiroid ini lebih suka menghangatkan badan mereka di samping tungku dapur, karena  tidak tahan udara dingin.

Kalau dinyatakan mandi air hangat dapat mengakibatkan kulit menjadi keriput, menurutnya, tidak ada hubungannya. Justru mandi air dingin membuat pembuluh darah mengucup. Sedangkan mandi air hangat membuka pembuluh darah sehingga terjadi sirkulasi yang baik dalam tubuh. Secara logika tidak akan membuat kulit menjadi keriput, justru kulit menjadi lebih segar.

Prof. Dwi menyarankan, bagi para lansia yang saraf rabanya sudah mengalami penurunan, khususnya bagi penderita diabetes, sangat tidak dianjurkan untuk menyiapkan air mandi hangatnya sendiri. “Sebaiknya mereka dibantu untuk menyiapkan air mandinya. Karena saraf rabanya sudah tidak berfungsi, mereka tidak tahu suhu air hangat yang tepat bagi tubuh. Suhu 40-50°C masih aman bagi kulit,” ujarnya. –ast
sudah di muat di Koran Tokoh

Rabu, 04 Juli 2012

Tidur Sehat

Begadang kerap dilakukan jika ada aktivitas tambahan yang dilakukan malam hari, saat orang seharusnya istirahat. Misalnya, selama perhelatan Piala Eropa 2012, banyak orang yang begadang untuk menyaksikan pertandingan yang digelar malam hingga dinihari.

Menurut dr. I Ketut Widiyasa, M.P.H. ada dua makna kata begadang, berjaga dan tidak tidur sampai pagi menjelang, atau terjaga menandakan seseorang yang melakukannya dalam keadaan tersadar dan waspada. “Begadang memerlukan tenaga yang berlipat dari aktivitas biasa. Sedangkan makna kedua, mengharuskan pelaku mengorbankan waktu istirahat pada malam hari dimana seharusnya merupakan waktu normal tubuh manusia untuk merelaksasikan seluruh tubuh dan pikirannya,” ungkap dokter RS Indera ini.

Suasana hati dapat terkena dampak negatif ketika kekurangan tidur. Orang akan cenderung mudah marah, kecemasan, kurang motivasi dan depresi. Kinerja juga bisa terpengaruh secara drastis sehingga kurang konsentrasi dan koordinasi, penurunan energi, pelupa dan sering melakukan kecerobohan.
Kurang tidur juga memengaruhi kesehatan dan meningkatkan risiko kondisi medis tertentu, seperti diabetes dan obesitas. Sistem kardiovaskular dapat mengalami dampak negatif, mengakibatkan tekanan darah tinggi, serangan jantung, gagal jantung dan stroke. Sakit kepala biasanya juga disebabkan kurang tidur dan dapat diselesaikan dengan tidur malam yang baik minimal 8 jam.

Begadang juga mengakibatkan, penurunan hormon kortisol dapat berkurang dan menyebabkan perubahan hormon yang bertanggung jawab untuk metabolisme, meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.
Menurut dr. Widiyasa, sulit tidur memiliki efek negatif pada berat tubuh, yang mungkin menyebabkan penurunan berat badan, tetapi lebih sering penambahan berat badan. “Kurang tidur berdampak negatif terhadap kadar hormon dalam tubuh. Secara khusus, hormon leptin dan ghrelin, yang memainkan peran penting dalam kelaparan dan nafsu makan, dapat menjadi tidak seimbang. Ghrelin merangsang tubuh untuk makan, sedangkan leptin memainkan peran dalam menceritakan kepada tubuh bahwa Anda sudah kenyang,” kata pengurus IDI Denpasar ini.

RATA-RATA 7 JAM
Sistem kekebalan tubuh memerlukan jumlah tidur yang cukup untuk dapat berfungsi dengan baik. Bahan kimia tertentu dalam tubuh yang mempromosikan tidur juga berfungsi untuk mengatur sel sistem kekebalan. Sel pembunuh alami (natural killer cell atau sel NK) mengalami depresi selama periode kurang tidur, menurut sebuah penelitian Federation of American Societies for Experimental Biology. Sel NK memainkan peran penting dalam pertahanan awal terhadap infeksi bakteri dan virus serta penolakan terhadap sel tumor. Sitokin, molekul sel sinyal yang diproduksi oleh sel-sel saraf dan sistem kekebalan tubuh, juga terpengaruh oleh kurang tidur, menyebabkan perubahan respons sistem kekebalan tubuh serta peningkatan molekul pro-inflamasi yang dapat merusak tubuh.
Ia menyebutkan, durasi tidur setiap orang berbeda sesuai dengan umurnya.  Rata-rata dewasa sehat membutuhkan waktu 7 jam untuk tidur tiap malam. Walaupun demikian, ada beberapa orang yang memerlukan tidur lebih atau kurang. “Tidur normal dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya usia. Seseorang yang berusia muda cenderung tidur lebih banyak bila dibandingkan dengan lansia. Waktu tidur lansia berkurang berkaitan dengan faktor ketuaan,” paparnya.

Bayi baru lahir usia 0-1bulan berkisar 14-18 jam per hari.  Bayi  usia 1 bulan-18 bulan berkisar 12-14 jam per hari. Masa anak  usia 18 bulan -3 tahun berkisar 11-12 jam per hari. Masa prasekolah  usia 3-6 tahun 11 jam per hari. Masa sekolah  usia 6-12 tahun  10 jam per hari. Masa remaja  usia 12-18 tahun 8,5 jam per hari. Masa dewasa  usia 18-40 tahun 7-8 jam per hari. Masa muda paruh baya usia 40-60 tahun  7 jam per hari. Masa dewasa tua  usia 60 tahun ke atas  6 jam per hari. “Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Jika prosesnya terganggu, hati akan kotor, sehingga menimbulkan kanker,” ungkapnya.  Selain itu, sekitar pukul 02.00-03.00, tubuh perlu istirahat guna memproduksi hormon testosteron (hormon utama seks).
Ia menyebutkan, tidur yang sehat itu adalah tepat waktu, tepat jumlah dan tepat mutu. “Tepat waktu artinya disesuaikan dengan waktu luang yang tersedia. Tepat jumlah disesuaikan dengan usia dan kebutuhan dan tepat mutu maksudnya tidur harus berkualitas,” ujar dr. Widiyasa.  Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur, sehingga seseorang tersebut tidak memperlihatkan perasaan lelah, mudah terangsang dan gelisah, lesu dan apatis, kehitaman di sekitar mata, kelopak mata bengkak, konjungtiva merah, mata perih, perhatian terpecah-pecah, sakit kepala dan sering menguap atau mengantuk.

DETOKSIFIKASI
Kualitas tidur meliputi aspek kuantitatif dan kualitatif tidur, seperti lamanya tidur, waktu yang diperlukan untuk bisa tertidur, frekuensi terbangun dan aspek subjektif seperti kedalaman dan kepulasan tidur.
Kualitas tidur yang baik dapat memberikan perasaan tenang di pagi hari, perasaan energik, dan tidak mengeluh gangguan tidur. Dengan kata lain, memiliki kualitas tidur baik sangat penting dan vital untuk hidup sehat semua orang.

Menurut beberapa ahli,  pada jam-jam tertentu, tubuh melakukan proses pembersihan dalam tubuhnya. Pada pukul 11 malam hingga jam 1 dini hari terjadi proses detoksifikasi di organ hati dan proses ini sebaiknya berlangsung dalam kondisi kita tertidur pulas. Pukul 3 dini hari, proses detoksifikasi terjadi di empedu dan juga berlangsung optimal jika kita dalam kondisi tidur. Pada pukul 3-5 dini hari terjadi proses detoksifikasi pada paru-paru sedangkan mulai pukul 5-7 pagi usus besar melakukan proses detoksifikasi. Pada saat inilah, sebaiknya buang air besar. Sedangkan pada pukul 7-9 pagi, terjadi proses penyerapan gizi bagi usus halus sehingga kita harus senantiasa makan pagi.

Kalau ingin begadang, apakah boleh diganti dengan tidur siang lebih lama? “Konsepnya adalah mengembalikan kondisi tubuh kita ke keadaan yang optimal meskipun harus begadang. Bukan berarti harus mengganti berapa lamanya, namun kualitas tidur jauh lebih penting,” jelasnya.
Banyak diantara kita yang harus terpaksa merelakan waktu tidur malam karena harus menuntaskan kewajiban, seperti dokter yang tugas jaga pada malam hari atau petugas satpam yang menunaikan tugasnya. 

Kalau memang seharusnya begadang, sebelum begadang kita dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
- Mengganti jumlah waktu tidur yang dikuras jadwal begadang. 
- Menjaga agar tubuh selalu mendapatkan nutrisi yang diperlukan.
- Minum air putih juga harus tetap dipertahankan minimal sebanyak dua liter per hari. 
- Perbanyak mengonsumsi buah dan sayuran. Buah-buahan bisa dikonsumsi dengan cara dijus atau dimakan langsung selagi segar. Konsumsi buah dan sayur itu diharapkan tidak dibarengi dengan tambahan porsi makanan berat seperti nasi.
- Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang berdampak buruk selama begadang seperti  cokelat, keju, makanan berlemak atau mengurangi goreng-gorengan,  dan menghindari minuman bersoda.   Selain kandungan gula yang tinggi, minuman berkarbonasi juga tidak baik untuk kesehatan karena menggunakan senyawa asam di dalamnya. Walaupun sifatnya asam lemah dan akan terurai, namun sering mengonsumsinya akan memberikan efek yang negatif untuk tubuh.
- Batasi kopi karena  tidak menambah energi. Selain itu, suplemen juga sebaiknya jangan berlebihan, Sebaiknya  hindari minuman yang mengandung ginseng.
- Porsi makanan berat perlu diperhatikan saat menemani begadang. Asupannya bukan berasal dari sumber karbohidrat tinggi seperti nasi dan roti. Buah dapat dijadikan pilihan.  Menambah semarak saat begadang, camilan menjadi teman yang pas. Tetapi, kurun waktu satu bulan begadang perlu memilih camilan sehat seperti memilih makanan yang tidak digoreng.
- Gula-gula permen, coklat susu, dan makanan tinggi gula lain sering digunakan untuk menunda rasa kantuk yang terus menyerang. Namun, perlu diingat sebutir gula-gula ini terdiri dari gula seluruhnya yang tentu saja tidak baik untuk kesehatan jika berlebihan. Jika memang ingin menghadirkan gula-gula, pilihlah yang rendah gula.
- Hindari merokok saat begadang.
- Lakukan olahraga yang rutin untuk meningkatkan kualitas jantung dan paru-paru. Hal ini akan menyebabkan tubuh akan dapat bertahan dari rasa lelah saat kita begadang. –ast

Koran Tokoh, Edisi 700, 2 s.d 8 Juli 2012

Minggu, 01 Juli 2012

Penasaran dengan Jenazah

Bagi sebagian orang melihat mayat atau jenazah hal yang menakutkan. Namun, berbeda dengan lelaki kelahiran Karangasem, 14 januari 1970 ini. Ia begitu penasaran dan mempelajari jenazah sangat menarik baginya.  Berikut penuturan Kepala Bagian /SMF Ilmu Kedokteran Forensik FK Unud/RS Sanglah dr. Ida Bagus Putu Alit, Sp.F., D.F.M. kepada koran Tokoh, Kamis (28/6).

Anggota polisi khusus Disreskrim Polda Bali ini menuturkan, sejak kecil ia hobi melukis. Bahkan, ketika ditanya cita-citanya, ia ingin menjadi pelukis. Namun, seperti prinsip hidupnya yang mengalir bak air, tak disangka kini rutinitasnya berurusan dengan jenazah.
Ketua Tim Terpadu Pelaporan dan Pencatatan Korban Tindak Kekerasan Perempuan dan Anak (T2P2 KTK P-A) RS Sanglah ini mengatakan, banyak hal yang bisa ia pelajari dari ilmu kedokteran forensik. “Karena disini kami tidak hanya mengurusi jenazah, kami juga mengurusi forensik orang hidup seperti korban maupun tersangka,” kata lelaki yang kerap menjadi saksi ahli di pengadilan ini.

Ingin mendaftar di seni rupa, sang kakak malah mendaftarkannya di FK Unud. Dokter Ida Bagus Alit, begitu ia akrab disapa, akhirnya mengikuti saran sang kakak tanpa protes. Setelah berkutat dengan ilmu kedokteran, ia merasa ilmu kedokteran forensik cocok dengan dirinya. Hal ini sesuai dengan aliran surealisme hobi melukisnya, yang menurutnya, ada hubungannya. “Lukisan aliran surealisme kelihatannya tidak  objektif namun, sesungguhnya sangat  objektif. Misalnya,  ada lukisan kuda memakai sayap, secara objektif jelas tidak mungkin, tapi bisa jadi mungkin karena ada sesuatu yang ingin disampaikan. Ilmu forensik juga begitu. Sesuatu hal yang sangat menarik.  Sesuatu yang sudah meninggal dan diam, ternyata  bisa mengungkapkan sesuatu,” katanya.

Awal mengeluti jenazah, ia mengatakan tak takut. Justru ia makin penasaran ingin mencari penyebab kematiannya karena ada bukti-bukti dalam diri jenazah tersebut.Selain panggilan hatinya, ada satu alasan mengapa ia tertarik mengembangkan ilmu forensik. Banyak kasus hukum anak yang belum mendapatkan perlindungan sehingga hatinya nuraninya ikut terpanggil. Selain itu, istrinya Putu Winanti Astari, S.Si sangat mendukungnya. “Istri saya sangat mendukung. Kami sudah menikah hampir 11 tahun, tapi belum punya keturunan. Saya sepakat untuk mengeluti bidang yang memberikan perlindungan pada anak. Sebagai doa semoga Tuhan memberikan kami keturunan,” ungkapnya.  Ternyata pengabdiannya itu memberikan hasil. Dua putra kini telah melengkapi kebahagiaan Dokter Ida Bagus Alit.

Ilmu kedokteran forensik FK Unud/RS Sanglah telah berdiri sejak tahun 1971 yang digawangi dr. Maker. Menurutnya, ada proteksi untuk dikembangkan tapi sumber daya manusianya kurang. Begitu ia tamat dokter dan menyelesikan PTT-nya di Desa Tegalalang Gianyar, Dokter Ida Bagus Alit  langsung melamar di Forensik. Sejak tahun 2000 ia menjadi  staf pengajar di FK Unud.  Tahun 2002 ia mendapat kesempatan belajar forensik untuk orang hidup  (forensic medicine and bioethics) di Groningen State University, Netherland. Kemudian ia melanjutkan kembali untuk spesialis forensik ke UI dan menyelesaikannya tahun 2005. Tahun 2009 ia ditunjuk menjadi Kepala  Instalasi Kedokteran Forensik, yang tugasnya mengatur pelayanan instalasi jenazah. Tahun 2010 ia diangkat menjadi Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik.

Baginya, dokter Maker selain sebagai gurunya sudah ia anggap sebagai ayahnya. Ia banyak belajar dari dosen seniornya itu.  “Menganalisa segala bukti secara ilmiah, tidak boleh memakai perasaan, itu yang saya pelajari dari dokter Maker. Yang diutamakan tidak memihak, harus memiliki pemikiran objektif dengan apa yang kita hadapi. Begitulah seni ilmu forensik,” kata ayahanda Ida Bagus Purwaka Danendra dan Ida Bagus Putra Ananda ini.
Menurutnya, selama ini banyak yang menganggap ilmu kedokteran forensik hanya mengurus jenazah. Padahal, kasus orang hidup juga  diurusi seperti korban dan tersangka. Tiap hari berhubungan dengan kasus, dan jenazah tak membuatnya jenuh. Dari awal, ia sudah berpikir konsisten, dan  kasus yang dihadapi juga tidak  menoton selalu bervariasi, mulai dari mudah, menengah dan sulit, sehingga makin menarik dan tidak membosankan. 

Ia menyebutkan, perkembangan ilmu kedokteran forensik dipengaruhi dunia internasional. Ada dua yang sudah dikembangkan yakni patologi forensik, ilmu memeriksa jenazah sudah ada sejak 1971 di FK Unud. Kedua, forensik klinik untuk orang hidup yang sudah dirintis sejak tahun 2009 bekerja sama dengan lembaga di Jakarta.  Tahun 2010, RS Sanglah sudah mandiri sudah dapat memeriksa DNA.
Ia menuturkan, sampai saat ini, SDM di forensik sudah memadai. Ada 4 dokter spesialis forensik sehingga semua sub divisi sudah  dapat dilakukan, medikolegal, kedokteran forensik klinik, histopatologi forensik, laboratorium dan biomolekuler, dan toksikologi forensik.

Menurutnya,  kasus yang dihadapi Forensik RS Sanglah mendapat banyak sorotan internasional karena Bali merupakan daerah pariwisata. Kasus banyak melibatkan orang asing baik korban maupun tersangka. Berhubungan antarnegara mendapat respon dari berbagai pihak, sehingga sering berhubungan dengan polisi  negara lain, konsulat bahkan dokter forensik di luar negeri. Karena sering terjadi tidak terindentifikasi dengan baik personal, pribadi dan massal, maka RS Sanglah  dipilih menjadi sekretariat disaster victim indetification (DVI) sejak tahun 2010.  “Sudah banyak menangani korban massal seperti imigran gelap atau korban tengelam.  Terkadang ikut berpartisipasi saat bencana seperti tsunami di Aceh dan Gempa di Jogjakarta,” jelas anggota MKEK IDI Bali ini.

Ia memaparkan, kegiatan di forensik sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni, mendidik para dokter, melakukan penelitian seperti pemetaan DNA. Yang paling penting, bagian forensik telah mampu meneliti prostat spesifik antigen (PSA) yakni mendeteksi ada cairan laki-laki. “Cairan yang keluar dari kelamin laki-laki, bukan hanya sperma, tapi cairan yang keluar dari kelamin laki-laki. Ini bisa  membuktikan lebih akurat,” jelasnya.  Pelayanan forensik selain otopsi jenazah, pemeriksaan laboratorium, juga memeriksa korban, tersangka dan sebagai saksi. Untuk pelayanan keluar, selain sebagai saksi, juga melakukan penggalian kubur bahkan bisa sampai ke NTB dan Banyuwangi.

Menurut Dokter Ida Bagus Alit, ketekunannya mengabdi di Forensik tak lepas dari konsep kerja yang dilakoninya, 3K komitmen, kontinu, dan konprehensif.  “Komitmen artinya sudah punya ketetapan hati  dan loyalitas.  Kontinu terus menerus, sehingga kami tidak praktik swasta. Konprehensif maksudnya kami menyadari bekerja tak bisa sendiri harus multidisplin, harus ada dari laboratorium, hukum, sehingga menjadi satu kesimpulan yang tepat,” ujar lelaki yang mengikuti pendidikan primer DVI di Health Science Autorithy di Singapura ini.

Di sela-sela kesibukannya, ia tetap menyalurkan hobi melukisnya. Kapan inspirasi itu ada, ia segera mengambil media dan menuangkan idenya. Mengalir seperti air dan tetap apa adanya tetap dilakoninya membawa ilmu kedokteran forensik terus berkembang mengikuti science and technology anthropology. –ast

Koran Tokoh, Edisi 700, 25 s.d 30 Juni 2012









Senin, 18 Juni 2012

Tertawa Obat Mujarab Sembuhkan Penyakit

Beberapa karyawan Diparda Bali duduk melingkar di aula. Tanpa ba bi bu, setelah  berkumpul mereka tertawa terpingkal-pingkal sekitar 5 menit. Ada apa gerangan? Hari itu, Jumat (8/6), hari keempat mereka mengikuti terapi ketawa yang diajarkan Made Suambara dari Bali Happy Movement.  Bahkan, Kadisparda Bali Ida Bagus Subikshu turutserta dalam terapi ketawa tersebut.  Setelah tertawa terpingkal-pingkal selama 5 menit, tiba-tiba musik ceria menghentakkan aula Diparda Bali itu. Semua peserta berdiri dan menari ceria, ada yang bergoyang sambil tertawa. Mereka benar-benar larut dalam suasana, tanpa batas. Yang ada hanya tertawa dan bahagia.

Made Suambara menyebutkan terapi ketawa sebagai penyembuhan tanpa obat.  Bersama Bali Happy Movement sejak tahun 2006, Made mengajarkan terapi ketawa ini kepada masyarakat untuk mendapatkan kebahagiaan, kesehatan, dan kesejahteraan.
Made menuturkan, sejak kecil punya hobi tertawa. Kapan pun ia melihat sesuatu yang lucu, ia cepat tertawa sampai terpingkal-pingkal. Made baru tahu tertawa sebuah terapi ketika tahun 2004 ia bertemu Dr. Madan Kataria dari India yang menemukan terapi ini dan menjadi gurunya. Sejak itu Made memahami tertawa merupakan obat.  Dengan tertawa, Made telah mengantar ribuan masyarakat lokal dan manca negara menuju kesembuhan. “Tertawa membentuk pola pikir positif sehingga kita akan berpikir dengan cara yang lebih positif. Tertawa merupakan meditasi dinamis atau teknik relaksasi yang dinamis. Bedanya kita tidak perlu memusatkan pikiran. Karena tertawa merupakan meditasi paling mudah yang membuat kita rileks dalam waktu singkat,” ujar Made Suambara.

Dalam terapi ini, Made menggabungkan antara gerak, napas dan tawa. Ditambahkan pula dengan penyadaran diri. Ia sudah melakukan sosialisasi terapi ketawa ke banjar-banjar bahkan sampai ke lembaga permasyarakatan.   Saat ini ia beralih ke berbagai instansi pemerintahan yang menurutnya, karena beban tugas kerap membuat pegawai instansi pemerintahan stres.
Made mengatakan, hampir 80% penyakit disebabkan  stres. Pada dasarnya, penyakit digolongkan menjadi tiga, penyakit magis, medis, dan manah. Penyakit manah atau pikiran ini belum mendapatkan penanganan serius. Hebatnya penyakit pikiran ini tidak bisa dituntaskan dengan  obat maupun herbal. “Ada tiga obatnya dan tidak dijual di apotek yakni rileks, tenang, dan bahagia. Obat itu ada di dalam diri kita sendiri,” ungkap Made.
Menurut Made, saat kita tertawa, kita seperti telah melakukan olah raga.  Kita tertawa hahahahahahha  napas yang kita keluarkan jauh lebih panjang yang membuat kita mendapat ketenangan. Dengan hahahhahahahha, hati kita terbuka sehingga kebahagiaan muncul.  Made menggabungkan terapi ketawa ini dengan tradisi Bali seperti taria Rejang, dan Gopala. Setelah itu, diikuti pula dengan penyadaran diri.

Made  memberikan tips untuk mengobati berbagai penyakit. Untuk penyakit pada bagian perut bawah seperti maag, kencing manis, asam urat, menstruasi tidak teratur, lakukan terapi ketawa hahahhahahah 5 menit di pagi hari dan 5 menit pada malam hari sebelum tidur. Getaran halus akan menghidupkan kembali syarat yang mati.  Sakit pada bagian dada seperti asma, jantung, keluhan hati dan jantung, lakukan tertawa hehehehehe selama  5 menit di pagi hari dan 5 menit di sore hari.  Penyakit sering gelisah, takut tanpa sebab jelas, susah tidur, tidak percaya diri, lakukan terapi ketawa yang dipusatkan di tenggorokan, Hohohohohoohohoho Untuk sakit kepala lakukan tertawa ememememeememe. Jika terasa semua sakit, lakukan tertawa sekeras-kerasnya tanpa suara. 
Dalam penyadaran diri agar selalu bahagia,  ada tiga langkah yang dianjurkannya. Berusaha harmonis dengan diri kita sendiri.  Kedua, harmonis dengan orang di sekitar kita.  Ketiga harmonis dengan alam sekitarnya.

Tertawa Penangkal Stres
Satu hari bisa tertawa tiga kali, tak akan membuat Anda mati muda. Demikian  pepatah Cina yang patut kita resapi. Salah satu anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah tertawa. Hahahahahhahahah, sudahkah Anda tertawa hari ini?
Menurut pakar biologi manusia dari Berlin Prof. Carsten Nietmitz, tertawa merupakan hasil evolusi yang menyelamatkan manusia dari kepunahan. Ia mengatakan, hanya manusia dan beberapa jenis monyet yang dapat tertawa. Primata sudah mengembangkan teknik tertawa untuk mencegah konfliks sejak 35 juta tahun lalu. Hal ini dilakukan mencegah agresivitas sesame jenis.
Pada beberapa studi ditemukan pula, tertawa membantu meringankan berbagai penyakit yang dipicu stres,  jantung, diabetes dan lainnya. Tawa adalah penangkal stres paling baik, murah dan mudah. Tawa juga mendorong terjadinya relaksasi. Karena, pada saat tertawa tubuh dirangsang melepaskan zat kimia positif seperti endorphin, serotin, dan melatonin. Di Amerika sudah dikembangkan terapi tertawa untuk pasien yang menderita kanker.

Lalu dengan begitu besar manfaat tertawa mengapa kita terkadang masih malas tertawa?
Psikolog Jerman Dr. Michael Titze mengatakan, seringkali kita mencari alasan tepat untuk tertawa. Kita akan bahagia kalau punya uang banyak, wajah cantik, naik pangkat. Tanpa kita sadari, kebahagiaan tawa kita tergantung pada begitu banyak syarat dan kondisi. Berbeda dengan anak-anak. Mereka bisa tertawa tanpa alasan. Terkekeh-kekeh hanya karena Anda bertepuk tangan atau membuat mimik lucu. Sebuah survei menyatakan, anak-anak bisa tertawa 300-400 kali sehari. Namun, ketika dewasa frekwensi ini menurun menjadi hanya 15 kali sehari.
Terapi Ketawa merupakan gabungan antara gerak, napas,dan tawa. Terapi ini telah dikembangkan di 60 negara dengan 600 klub tertawa. Di Indonesia terapi ketawa dikembangkan kadek Suambara yang langsung belajar dari guru kelas dunia di India Dr. Madan Kataria. 

Kadisparda Bali Ida Bagus Subikhu mengatakan, banyak manfaat yang dirasakannya khususnya bagi dirinya sendiri. Stres pekerjaan, kadang stress juga karena jalan macet sudah mulai bisa dikurangi dengan terapi ketawa ini. Ia berharap, staf Diparda Bali dapat mengambil manfaat dari terapi ketawa ini. “Mereka dapat melayani dengan lebih bahagia dan lebih bersemangat,” ujarnya.
Riani menuturkan selama empat kali terapi ia tidak pernah absen mengikutinya. Baginya, terapi ketawa sangat bermanfaat. Ia mengaku merasa lebih segar dan tenang. “Dengan penyadaran diri saya baru ngeh banyak sekali sudah kesalahan yang saya lakukan kepada pasangan maupun kepada orangtua,” kata staf Disparda Bali ini.  Hal senada juga dituturkan Suyastini. Ia menuturkan, pikirannya lebih rileks, dan kini mulai intropeksi diri. “Mudah-mudahan saya bisa menjadi lebih baik. Terapi ini akan saya terapkan di rumah sehari-hari,” katanya.

Jangan hanya Jadi Penonton
Public Relation Bali Happy Movement Eny Marheni berharap, Diparda Bali tidak hanya membuat program untuk mendatangkan wisatawan ke Bali, tapi juga memikirkan bagaimana agar orang Bali sendiri bisa menjadi wisatawan di daerahnya sendiri. “Jangan sampai orang Bali hanya jadi penonton. Kita sesungguhnya yang punya Bali, tidak hanya lewat, tapi kita sempat menikmati keindahan Bali. Bali Happy Movement akan membantu membuatkan  program-program khusus agar kita punya kebanggaan.  Bagaimana kita bisa melayani  wisatawan sebelum kita sendiri yang menjadi wisatawan. Bali Happy Movement memiliki banyak program seperti penyembuhan luka hati. Jangan hanya slogan mari kita melayani dengan hati, sedangkan hati kita sendiri masih luka,” ujar Marheni.
Marheni, berharap, para  pengajar jangan hanya mengejar gelar akademis, tapi juga mengimbangi dengan kualitas hidup dengan membangun karakter agar bisa menghasilkan generasi muda tidak hanya pintar tapi juga memiliki karakter.

Ikut Klub  Tertawa
Ada cara untuk dapat tertawa secara sehat, yakni dengan ikut kegiatan klub tertawa. Di klub ini, orang akan dapat tertawa sebebas-bebasnya bersama-sama. Memang mungkin pada awalnya orang akan sulit memulai tertawa. Mulailah dengan cara berpura-pura tertawa, lalu bisa tingkatkan menjadi sungguhan. Mirip dengan efek domino, satu sama lain dapat saling menertawakan. Akibat tawa pura-pura ini akan menjadi tawa sungguhan, masing-masing orang akan tertawa terpingkal-pingkal. Di luar negeri saat ini sudah menjamur klub tertawa. Di kadanada dan AS sedikitnya terdapat 300-an klub tertawa, di India sudah ada 1400 klub tertawa. Bagaimana dengan Anda, sudahkah Anda membuat klub tertawa?
Saat hidup makin berat, tertawalah.  Jangan hidup terlalu serius sampai tak bisa menertawakan diri sendiri atau situasi Anda. Marilah kita terima dengan ikhlas kebahagiaan adalah masalah keputusan. Waktu terbaik untuk berbahagia adalah sekarang. Tempat terbaik untuk berbahagia adalah di sini. Jadi, segera setelah Anda putuskan untuk berbahagia, semua pikiran, perasaan, dan tindakan Anda akan berfokus pada yang membahagiakan. –ast

Koran Tokoh, Edisi 69811 sd. 17 Juni 2012

Rabu, 13 Juni 2012

Cegah Penyakit Lakukan Donor Darah tiap Tiga Bulan

Ina mengeluh, ia kebingungan mencari donor darah. Kakaknya mengalami kecelakaan dan memerlukan  tranfusi darah segera. Persediaan Unit Donor Darah (UDD) PMI  untuk golongan darah yang dibutuhkan minim. Ina kelimpungan. Setelah mendapatkan donor pengganti, Ina malah bingung karena ia diharuskan membayar.
Mengapa  pasien yang memerlukan darah harus bayar?

Dokter Kadek Mulyantari Sp. P.K., staf unit Donor Darah Pembina PMI Daerah Bali menyatakan,  darah yang diambil dari donor tidak langsung bisa digunakan oleh pasien. Darah masih harus mengalami serangkaian proses sehingga menghasilkan darah yang benar-benar aman untuk pasien. Biaya yang dikeluarkan tersebut menjadi tanggungan pasien. ”Biaya ini dikenal dengan service cost yang ditetapkan berdasarkan komponen-komponen untuk mengolah darah yang didapat dari donor seperti  kantong darah dan sarana lain untuk mengambil darah dan alat-alat laboratorium. Biaya juga diperlukan  untuk reagen pemeriksaan uji saring terhadap sejumlah penyakit infeksi yang bisa ditularkan lewat transfusi darah seperti HIV&AIDS, hepatitis B, hepatitis C, sifilis. Reagen juga diperlukan untuk pemeriksaan uji pretransfusi seperti pemeriksaan golongan darah dan uji kecocokan darah pasien dengan donor. Biaya operasional mobil unit yang membantu penyelenggaraan donor darah di luar gedung UDD. Honor pegawai yang melaksanakan tugas dan alat tulis dan cetak,” papar istri dr. I Ketut Widiyasa, M.P.H. ini lebih jauh. 

Staf Bagian SMF Patologi Klinik FK Unud/RS Sanglah ini mengatakan,  beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum melakukan donor darah, siapkan fisik yang sehat, tidur yang cukup, jangan melakukan aktivitas fisik berlebihan, perhatikan syarat-syarat donor, siapkan mental, tidak takut dan stres.
Syarat-syarat donor, usia 17 -60 tahun, berat badan ≥ 45 kg, kadar hemoglobin  (Hb) ≥ 12,5 g/dL, tekanan darah 100-180/50-100 mmHg, denyut nadi 50-100/menit, regular, tidak sedang menderita penyakit jantung, hati, paru-paru, ginjal, kencing manis, tidak mengalami perdarahan, kejang, sesak nafas dan alergi, kulit lengan donor sehat, tidak menerima transfusi darah/komponen darah dalam 6 bulan terakhir, tidak menderita penyakit infeksi malaria, hepatitis, sifilis, HIV&AIDS, bukan pecandu alkohol dan narkoba, tidak mendapat imunisasi dalam 4 minggu terakhir dan tidak demam, tidak digigit binatang yang menderita rabies dalam 1 tahun terakhir, bagi wanita : tidak sedang hamil, menyusui dan menstruasi.

Donor darah dibedakan menjadi 2,  donor sukarela dan donor pengganti. Donor sukarela adalah  mereka yang dengan sukarela menyumbangkan darahnya secara rutin ke Unit Donor Darah (UDD).  Sedangkan. donor pengganti adalah mereka yang menyumbangkan darahnya untuk kepentingan keluarga atau sahabat karena golongan darah yang diperlukan saat itu tidak tersedia di UDD. 
Donor sukarela lebih dianjurkan dibandingkan donor pengganti karena secara fisik maupun mental umumnya mereka  lebih siap.  Disamping itu donor sukarela yang sudah rutin mendonorkan darah, darahnya lebih aman. ”Pendonor sukarela memiliki risiko yang lebih rendah untuk menularkan penyakit infeksi ke pasien yang menerima darah karena sudah rutin melakukan medical check up pada donor-donor sebelumnya dan mereka sudah mendapatkan edukasi bagaimana menjadi seorang pendonor yang aman,” ujarnya.

Donor bisa dilakukan di mana saja, baik di sekolah, kampus, atau tempat ibadah.  Donor darah tidak harus selalu dilakukan di Unit Transfusi Darah (UTD) atau sekarang sudah berganti nama menjadi Unit Donor Darah (UDD). Donor darah yang dilakukan di UDD bisa kapan saja selama 24 jam dan bisa secara perorangan/kelompok. Donor darah yang dilakukan di luar UDD umumnya secara berkelompok dan biasanya dilakukan pada waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan penyelenggara dan UDD. Kegiatan tersebut dikoordinir oleh seorang koordinator atau panitia dan koordinator tersebut   akan mengkontak UDD dan menyesuaikan jadwal. Selanjutnya tim dari UDD akan mendatangi tempat kegiatan tersebut.

Ia menegaskan, kerugian donor darah hampir tidak ada. Donor darah yang dilakukan dengan tata cara yang benar  dan aman sesuai standar prosedur operasional  justru akan memberikan manfaat tidak hanya bagi pada donor tetapi juga bermanfaat bagi pasien yang menerima darah donor.
Manfaat  donor darah, dapat memeriksakan kesehatan secara gratis dan berkala setiap donor (3 bulan sekali). Selain pemeriksaan fisik langsung oleh dokter juga sejumlah pemeriksaan laboratorium seperti deteksi adanya infeksi hepatitis B, hepatitis C, HIV&ADIS dan sifilis.  Sejumlah penelitian di luar negeri menyebutkan bahwa donor darah dapat mengurangi risiko kejadian penyakit jantung dan stroke serta mencegah penumpukan zat besi dalam dalam tubuh. Donor darah merupakan bagian dari ibadah/yadnya. Selain itu, mendapatkan piagam penghargaan sesuai dengan jumlah menyumbangkan darahnya, antara lain : 10, 25, 50, 75, 100 kali. Donor darah 100 kali mendapat penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden dan Gubernur.
Ia menganjurkan, sebelum mendonor hendaknya pendonor harus siap mental. Bagi pendonor yang tidak siap, bisa saja muncul kemungkinan komplikasi pascadonasi. Setelah dilakukan pengambilan darah, pendonor bisa  mengalami pusing, nyeri kepala, mual, muntah  bahkan ada yang pingsan. Kejadian tersebut sebagian besar disebabkan  faktor psikologis yang tidak siap. Hal tersebut sering dialami oleh donor yang baru pertama kali. Masih banyak yang takut sakit saat disuntik, takut melihat darah, takut darahnya habis.

Ia menganjurkan, donor darah rutin tiap 3 bulan sekali. Waktu donor yang paling cepat 75 hari (2,5 bulan). Dalam waktu 1 tahun maksimal diperbolehkan donor hanya 5 kali. Waktu donor yang tidak tepat justru akan mengurangi manfaat donor. Dengan jarak waktu 3 bulan semua kompenen darah yang sebelumnya telah dikeluarkan akan kembali ke keadaan awal sebelum donor. Jika donor darah dilakukan terlalu sering atau melebihi waktu yang ditentukan justru akan berdampak buruk bagi donor itu sendiri. Kehilangan darah yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya kekurangan darah (anemia).

Jumlah darah yang akan disumbangkan bervariasi, tergantung volume kantong dan berat badan pendonor. Volume kantong ada yang 250 cc, 350 cc, 450 cc, 500 cc. Saat ini yang banyak dipakai di Bali adalah volume 350 cc. Volume darah maksimal yang bisa diambil adalah 10,5 cc/ kg BB. Sebagai contoh : BB 50 kg, volume darah total adalah 50  x 70 cc : 3500 cc. Jika didonorkan 350 cc maka darah yang keluar hanya 10 % dari total volume darah. 

Bagi yang tertarik menjadi pendonor rutin,  ia mengajak bergabung dengan  Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI), yang merupakan sebuah perhimpunan sosial kemasyarakatan yang mandiri serta merupakan wadah persatuan dan kesatuan dari para donor darah sukarela di Indonesia.  ”Untuk dapat diterima sebagai anggota PDDI, seorang donor darah harus memenuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan oleh UDD dan menyatakan diri untuk menjadi anggota PDDI dengan sukarela melalui perangkat organisasi terdekat secara tertulis,” jelasnya. –ast

Tips bagi pendonor
•    Siapkan fisik yang sehat
•    Siapkan mental, tidak usah takut dan cemas untuk memulai donor
•    Perhatikan persyaratan donor
•    Lakukanlah donor darah secara rutin tiap 3 bulan
•    Jika mempunyai permasalahan yang bekaitan dengan donor darah segera hubungi Unit Donor darah terdekat
•    Ajaklah teman, saudara untuk menjadi donor sukarela yang secara rutin bisa mendonorkan darah. –ast


Koran Tokoh, Edisi 697, 5 s.d 11 Juni 2012