Kamis, 31 Desember 2009

HAPPY NEW YEAR 2010

Happy New Year 2010
May this new year bring us a new spirit to reach all your dreams, good health and a happiness forever…

FAITH makes all things possible,
HOPE makes all things work,
LOVE makes all things beautiful.
May you have all three in this New Year 2010Yesterday is memory. Today is a gift. TOmmorow is a Hope. Let’s begin New Year 2010 with faith, love, peace and new hope.

"SMiLE-it makes U look nice!
PRAY-it makes U stronger!
GIVE-it makes U richer!
LOVE-it makes U know life!

Happy New Year 2010"

Selasa, 15 Desember 2009

Kulit Halus dan Lembut berkat Lulur

MERAWAT kebugaran dan kecantikan tubuh telah menjadi bagian gaya hidup masyarakat modern. Klinik-klinik perawatan tubuh dan spa banyak bermunculan. Tak hanya kaum hawa yang berminat, tetapi juga para pria. Demi keamanan dan kenyamanan, ramuan tradisional menjadi pilihan. Bahan dikombinasikan dalam paket perawatan tubuh mulai dari massage aromaterapi, scrub, luluran, hingga mandi susu atau mandi kembang. " Luluran bertujuan menghancurkan toksin di bawah kulit, memperlancar sirkulasi darah serta mengaktifkan kembali metabolisme tubuh. Untuk memaksimalkan luluran dikombinasi dengan massage," ungkap Puji Astuti, Marketing Bali Orchid Spa.

Menurut Desi, salah satu stafnya, perawatan dimulai dari pembersihan kaki dengan air hangat dan sabun. Tujuannya, untuk memberi rasa segar. Kemudian dilanjutkan dengan massage atau pemijatan di seluruh tubuh. Tujuannya untuk memperlancar peredaran darah. “Biasanya pasien akan merasa sakit jika sekujur tubuhnya belum pernah dipijat. Artinya, banyak peredaran darahnya yang tersumbat. Dengan bantuan minyak khusus yang berfungsi untuk melicinkan dan menyegarkan, lama kelamaan rasa sakit akan berkurang,” paparnya. Selanjutnya, dilakukan scrubbing, tujuannya untuk membuka pori-pori dan mengangkat kulit yang mati serta kotoran yang menempel pada kulit.

Bermacam pilihan tersedia, ada Javanese dan kopi untuk kulit normal sebagai anti selulit, coconut untuk kulit kering sebagai pelembab kulit, dan green tea sebagai antioksidan untuk kulit sensitif. Cokelat untuk melicinkan, menghaluskan kulit dan peremajaan kulit. Setelah dilumuri lulur, kemudian didiamkan beberapa menit, dan digosok-gosokkan agar kotoran mengelupas. Kemudian tubuh dilumuri yogurt yang bertujuan agar tubuh kembali rileks dan mengembalikan pori-pori kembali normal. “Untuk lebih merasakan sensasi aromaterapi, terakhir dilakukan berendam air kembang atau mandi susu,” katanya.
Selama perawatan, alunan musik ringan melengkapi sensasi ini. Biasanya, pasien akan merasa lebih nyaman dan segar setelah melakukan perawatan tubuh ini. Bahkan, tak jarang, selain melakukan perawatan tubuh, juga dilengkapi dengan facial dan creambath.

Pijat dengan Batu Hangat
Namun, bagi Anda yang ingin merasakan sensasi lain, dapat mencoba pemijatan dengan batu hangat atau biasa dikenal warm stone massage. Menurut Desi, bagi yang merasa sangat letih massage ini dapat menjadi pilihan. Setelah dilakukan pemijatan dengan telapak tangan, dilanjutkan dengan pemijatan dengan batu yang sudah dipanaskan. Untuk melicinkan digunakan minyak khusus. Ada 5 batu yang ditempatkan pada leher, tenggorokan, ulu hati, pangkal lengan, dan di kening. Batu ini fungsinya untuk menghangatkan pada titik vital. Sementara pada bagian yang lain, dpaat dilakukan pemijatan dengan batu hangat. Setelah 15 menit pemijatan, batu diletakkan di punggung. Dibiarkan sampai panasnya menghilang. Kemudian diangkat.

Menurut Desi, massage ini bagus untuk orang yang salah tidur, atau pundaknya sakit. “Tamu asing sangat menyukai massage ini,” ujarnya.
Kalau pusing dan susah tidur, Anda dapat memilih massage dengan minyak khusus shirodara yang fungsinya untuk menghangatkan. Sebelumnya minyak dihangatkan terlebih dahulu, kemudian diteteskan pelan-pelan di atas alis hingga menyentuh kepala. Kemudian, sambil pelan-pelan dilakukan pemijatan di areal kepala. Sensasinya, kepala menjadi enteng dan rasa pusing biasanya hilang.

Alunan Musik Lenyapkan Stres
Sambil menikmati perawatan tubuh, biasanya konsumen dimanjakan dengan alunan musik lembut. Menurut dr. Nyoman Hanati, Sp.KJ. musik adalah salah satu terapi kesehatan yang bagus dan murah. Kebanyakan orang yang tinggal di perkotaan mengalami masalah sulit tidur, sulit berkonsentrasi, dan stres dengan lingkungan yang sangat ramai. Musik mampu memperbaiki dan mempengaruhi kesehatan serta harmoni jiwa. Terapi musik sangat efektif dalam meredakan kegelisahan dan stres, mendorong perasaan rileks serta meredakan depresi. “Beberapa musik lembut dapat menjadi pilihan di tempat perawatan tubuh seperti gamelan Bali atau suara gemericik air yang memberi rasa ketenangan jiwa,” kata Ketua Program Rumatan Methadone RS Sanglah ini. Efek menyembuhkan dari terapi musik, kata dia, tidak hanya terbatas pada kesehatan mental. Terapi musik klasik sudah terbukti membantu perkembangan janin menjadi lebih sehat dan cerdas. Musik juga digunakan sebagai pelengkap perawatan pengobatan berbagai penyakit.

Bahan Alami Tak Ada Efek Samping
Salah satu pembuat lulur Tjok Agung Adnyani menuturkan sebaiknya bahan lulur berasal dari bahan alami seperti buah, biji-bijian, dan rempah segar. Biasanya, kata istri Tjok Gede Agung Adnjana, SmHk. ini, selain untuk menghaluskan kulit, bahan tradisional alami tidak memiliki efek samping bagi kulit. Bahkan, ada juga sebagai antiseptik. “Lulur sebaiknya tidak menggunakan bahan pengawet agar tidak menimbulkan efek samping. Karena itu, bahan dan cara pembuatannya harus higienes dan steril,” kata Runner Up Ibu Teladan 2008 ini. Ibu tiga anak ini memaparkan pembuatan lulur produknya. Untuk lulur alpokat, caranya, setelah buah alpokat dan bengkuang dijus, tambahkan ketan dan kacang hijau yang sudah disangrai. Kemudian diaduk dan ditambahkan coconut oil atau minyak jarak, dan sedikit aquades. Lulur siap digunakan, dan tahan sampai 6 bulan. Untuk lulur bentuk serbuk, semua bahan setelah dicampur dan menggumpal, langsung dikeringkan di sinar matahari. Kemudian dimasukkan ke mesin penggilingan. Saat ini, produk lulur Putri Bali miliknya sudah dipasarkan ke luar Bali termasuk Malaysia. Produk lulurnya ini sudah mengantongi izin Balai POM sehingga aman digunakan untuk perawatan tubuh.

Bagi Anda yang sibuk dan tidak sempat pergi ke tempat perawatan, Anda dapat melakukannya sendiri di rumah. Berbekal resep sederhana dari perempuan yang tetap cantik di usianya ke 60 tahun ini, badan akan terasa segar setelah melakukan mandi uap rempah. Caranya, buatlah air mandi dengan merebus tiga jari lengkuas, dua batang serai, tiga jari jahe, 7 lembar daun sirih, 10 batang kayu manis, satu bendel rumput teki, dan dua buah jeruk nipis. Setelah mendidih, pindahkan ke ember. Buka pakaian dan berdiri di dekat ember supaya uap mengenai tubuh dan wajah Anda. Pori-pori akan terbuka dan kotoran akan mengelupas. Kemudian setelah uap hangat, Anda dapat berendam sebentar di dalam air rempah. Lakukan seminggu dua kali.

Hentikan, Jika Timbul Alergi
Lulur sangat baik menjaga kelembutan kulit. Dengan luluran, mengangkat kulit mati dan membersihkan kulit dari kotoran. Menurut dokter spesialis kulit dr. Laksmi Duarsa, Sp.KK bermacam-macam bahan lulur memunyai khasiat untuk kulit. Lidah buaya untuk menghaluskan dan melembabkan kulit mengandung selulosa mampu menembus kulit, menahan cairan tubuh supaya tidak keluar sehingga kulit tidak cepat kering. Alpokat kaya vitamin E dan omega 3 sebagai antioksidan dapat mencegah penuaan dini serta sebagai pelembab. Bengkuang untuk mencerahkan dan mendinginkan kulit. Wortel kaya vitamin A dan betakaroten mampu mengangkat sel kulit mati dan mempercepat pembentukkan sel baru. Pepaya mengandung enzim dan vitamin A, B, C, E untuk mencerahkan dan melembutkan kulit. Strawberry mengandung asam salisilat untuk mengencangkan kulit. Green tea mengandung antioksidan polipenois, vitamin A, C, baik untuk melancarakan darah. Honey coconut untuk menghaluskan kulit. Rumput laut mengandung vitamin C dan klorofil sebagai antioksidan membuat kulit lebih cerah. Cokelat menghaluskan kulit mengandung katekin sebagai pencegah keriput. Cendana mengangkat debu, susu untuk mencerahkan kulit. Kunyit sebagai antiseptik dan menstimulasi peredaran darah, kencur menghaluskan kulit.

Walaupun jarang ditemui efek samping dari luluran ini, kata dokter Laksmi, bagi pemilik kulit sensitif hendaknya berhati-hati karena bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi. “Jika timbul merah-merah, gatal atau bintik-bintik di kulit segera hentikan. Bila perlu segera ke dokter kulit,” sarannya. Saat melakukan massage posisi badan harus rileks sehingga tidak menimbulkan peregangan otot pada bagian tertentu. Ia menyarankan pemijatan tidak dilakukan pada areal luka bakar atau luka baru, atau iritasi, memar, sakit persendian, infeksi kulit, saat radang dan demam. Untuk mendapatkan hasil maksimal, sebaiknya luluran dilakukan tiap dua minggu sekali. -ast

Sabtu, 05 Desember 2009

Berbuat Baiklah

Ajakan berbuat baik ...

Mengapa ada beberapa orang yang mampu melewati badai cobaan paling dahsyat dalam hidupnya dan tetap berdiri tegar. Sementara beberapa lainnya selalu mengeluh, complain terus tentang setiap gangguan kecil dalam hidupnya dan akhirnya semakin terpuruk?'

Ramesh mencoba menjelaskannya dalam kisah yang sangat indah ini.

'Suatu saat, hidup seorang yang sangat dipenuhi oleh roh kasih dalam hidupnya. Ketika ia meninggal, semua orang mengira bahwa manusia sepertinya pasti langsung masuk ke Surga.

Tetapi karena sesuatu dan lain hal, malaikat di Surga berbuat kesalahan. Ia kelewatan nama orang itu dan berpikir karena orang tersebut tidak terdaftar di Surga, tempatnya adalah di 'tempat yang satunya lagi' dan ia langsung mengirimnya ke Neraka!

Dan di Neraka, tidak ada yang men-cek reservasi anda. Semua yang dibuang di sana adalah penghuni abadi. Jadi begitulah, orang tersebut tinggal tanpa membantah karena ia berpikir mungkin dia belum layak untuk tinggal di surga.

Hanya seminggu kemudian, Raja Iblis pergi ke Surga. Marah-marah menuduh bahwa Kerajaan Surga telah melakukan terorisme di Neraka.

'Ada apa?', tanya malaikat Surga. Sang Raja Iblis berteriak dengan murka.

"Apa maksud kalian mengirim orang ini ke Neraka. Dia benar-benar merusak tempatku. Sejak awal, dia tidak pernah membalas siapa pun yang menyakitinya. Malahan ia selalu mendengarkan, mengasihi dan menghibur yang lain. Sekarang semua penghuni di sekeliling orang ini mulai saling memeluk dan mengasihi satu dengan lainnya. Ini bukan Neraka yang ku-kehendaki. Ini orangnya aku kembalikan, aku tidak perduli. Pokoknya aku tidak bisa menerimanya di kerajaan-ku!"

Dan Ramesh menutup ceritanya dengan berkata,

"Maka hiduplah dengan penuh cinta dan kasih dalam hatimu. Sehingga apa pun yang terjadi denganmu, sampai sekalipun malaikat melakukan kesalahan dan mengirim-mu ke Neraka, maka Sang Iblis sendiripun akan mengantarmu kembali ke Surga."

Kamis, 26 November 2009

Miss You

Kau ragukan kesungguhan cinta
Yang ada di hatiku
Sepertinya tak pernah ku bisa
Meyakinkanmu
Tak mengerti yang kau pikirkan
Kau putuskan dan telah kau ucapkan
Selamat tinggal
#
Ouuh..ouuh..miss you
Ouuh..ouuh..miss you
Ouuh..ouuh..miss you
Ouuh..ouuh..

Kau nyatakan
Berharap diriku tetap menyayangimu
Sesungguhnya hatimu terluka
Dan tak pernah Menginginkan perpisahan
Kau putuskan dan
t’lah kau ucapkan, Selamat tinggal

-----------
Miss You by Amee

Minggu, 22 November 2009

Kamukah Jodohku?

Penulis buku “21 Ways to Attract Your Soul Mate”, Arian Sarris memberikan rahasianya bagaimana kita mengenal jodoh kita.

Pertanda 1
Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan sepele atau besar. Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain. Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut? Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!

Pertanda 2
Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya,caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat? Jika tidak, (maaf). Kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.


Pertanda 3
Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan…

Pertanda 4
Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat. Jika di Dia cepat bosan dan segera menyudahi obrolan dan ingin beranjak, upppp siap-siap dia bukan jodoh Anda.

Pertanda 5
Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dan dia selalu bisa Memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah Pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang,ingat-ingat kembali. Apakah dia selalu ada untuk Anda. Apakah dia sipa membantu ketika Anda dalam masalah, walaupun hanyasekadar saran meringankan beban pikiran Anda? Jika, iya, dialah jodoh Anda.

Pertanda 6
Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak Peduli dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya.. Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya. Ini paling penting.

Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil ‘buruk’ di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.

Pertanda 8
Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan!

Apakah kedelapan pertanda di atas telah Anda temukan padanya?
Jika tidak, mungkin sebaiknya Anda bersabar menunggu soulmate Anda.

Minggu, 15 November 2009

FESTIVAL KULINER SERANGAN

Potensi besar Serangan adalah penghasil rumput laut. Dalam festival Serangan yang digelar Pemkot Denpasar Jumat-Minggu ( 13—15/11) di pesisir Pantai Melasti Serangan, dipamerkan berbagai kuliner khas Serangan yang terbuat dari rumput laut.

Direndam 10 Kali
Berbagai olahan makanan dan minuman dapat dibuat dari rumput laut. Ada tiga jenis macam rumput laut yang digunakan yakni jenis bahan baku kue, sayur, dan minuman. Made Andiyani, salah seorang pembuat kue dari rumput laut menuturkan berbagai kreasi dapat diciptakannya dari bahan rumput laut ini seperti kue talam, puding susu, kue pie, dan bolu lapis. Sehari-hari, istri Wayan Sudibya ini berjualan kue di pasar Serangan. Untuk mengolah rumput laut menjadi bahan baku kue sangat rumit dibanding dua jenis lainnya. “Memerlukan waktu yang lama agar dapat digunakan,” kata ibu dua anak ini.
Ia memaparkan, setelah rumput laut didapat di pantai, kemudian direndam dengan air kapur semalam. Kemudian dicuci bersih dan dijemur hingga kering. Kemudian direndam dengan air biasa dan dijemur kembali. Begitu seterusnya hingga 10 kali untuk mendapatkan rumput laut yang kering dan berwarna putih. Setelah itu siap digunakan untuk bahan kue.
Pembuatan kue talam caranya, rumput laut direbus bersama ketela rambat, gula, dan sedikit garam. Setelah matang dicetak. Puding susu caranya, rumput laut ditambah gula dan susu direbus hingga mendidih. Kemudian disaring dan dimasukkan dalam cup kecil, biarkan dingin. “Ampas tadi dapat digunakan untuk isi kue pie. Ampas ini ditambahkan sedikit tepung maizena siap digunakan untuk isi kue pie,” jelas Andiyani.


Jenis rumput laut lainnya untuk sayur atau biasa disebut jukut bulung. Menurut Ketut Sarini salah satu penjual jukut bulung mengatakan cara mengolah jenis rumput laut ini, setelah dicuci bersih, dijemur sehari. Kemudian direbus dan dibersihkan semua kotoran yang menempel. Setelah itu siap digunakan. “Bumbunya cabe rawit, terasi bakar, dan garam. Semua bumbu diulek, kemudian ditambah kuah ikan pindang. Bulung ditaburi parutan laos dan kepala parut. Siram dengan bumbu kuah pindang.


Jenis rumput laut yang ketiga adalah untuk minuman. Ketut Sarini menyajikan es rumput laut special di stan miliknya. Menurut penuturannya, setelah rumput laut dicuci bersih kemudian direndam dengan air biasa semalam. Esok harinya direndam dengan air sisa cucian beras, kemudian bilas dengan air biasa kembali. Didihkan air gula, masukkan rumput laut ke dalamnya sebentar, angkat dan sisihkan. Tujuannya, kata Sarini, agar rumput laut lebih kenyal dan rasanya manis. Rumput laut siap dihidangkan sebagai es campur dan ditambah bahan lain sesuai selera.


Makanan khas Serangan adalah olahan bulu babi atau biasa disebut drandan. Made Lungsur satu-satunya perempuan di Serangan yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan bulu babi. Tiap hari ia bersama suaminya Dania, berangkat ke laut pukul 5 pagi hingga 1 siang. Tergantung keadaan biasanya ia mendapatkan bulu babi 150-200 ekor. Cara menangkapnya menggunakan sau ( jaring khusus). Namun, kata Lungsur, menangkapnya harus sangat hati-hati karena salah pegang, bulu babi dapat melukai tangan. Ia memperlihatkan tangannya yang hancur terkena tajamnya bulu babi. Lungsur sudah melakoni profesi ini sejak SD sehingga ia sudah terbiasa tertusuk bulu babi.
Lungsur memaparkan cara mengolah bulu Babi ini menjadi pepes drandan. Bulu babi dibelah dengan pisau, kemudian buang kotorannya, dan ambil isinya. Cuci bersih dagingnya, sisihkan. Bawang merah, bawang putih. cabe, sedikit asam, kemiri, garam, diulek dan dicampurkan bersama daging bulu babi yang sudah bersih tadi. Bungkus dengan daun pisang dan dipanggang. Pepes drandan siap disajikan. Selain dipanggang olahan daging bulu babi dapat juga digoreng.
Satu lagi hewan laut khas Serangan Toro-toro yang hanya dapat diolah untuk sup. Cara memasaknya, kata Lungsur, toro-toro dibelah dan isinya diambil. Bumbunya sama seperti pepes drandan. Bumbu ditumis, masukkan toro-toro tambahkan air masak hingga mendidih. Sup toro-toro siap dihidangkan. Makanan khas ini sangat enak dan pedas. Satu pepes harganya Rp 5000, dan satu kotak kecil drandan goreng Rp 2500.












Krupuk Klejat
Makanan khas Serangan yang lainnya krupuk klejat dan sirip ikan tuna. Stan milik Firma menyajikan olahan klejat ini. Klejat atau sebangsa kerang ini direbus terlebih dahulu sebelum diolah. Kemudian dikeluarkan isinya dan direbus kembali. Cuci bersih dan jemur selama dua hari hingga kering dan berwarna putih. Setelah itu digoreng. Menurut Firma pembuatan krupuk sirip ikan tuna hampir sama dengan krupuk klejat, hanya menjemurnya lebih lama sekitar 3 hari. Menurut perempuan asal Kampung Bugis yang sehari-harinya membuat kurupuk ini, klejat didapat tergantung musim. “Kalau musim hujan gampang mencari klejat. Biasanya kami mencarinya kalau air sedang surut,” tuturnya.

Makanan lain yang sudah tidak asing lagi adalah ikan bakar. Ketut Merti yang menyajikan hidangan ikan bakar mematok harga Rp 8000 hingga 10.000 per ekor untuk ikan tongkol bakar, dan Rp 20.000 per ekor untuk ikan jangki. Perempuan yang dikenal dengan nama Bu Slamet ini mengatakan saat membakar ikan ia hanya melumuri garam. Setelah ikan bakar matang, disajikan dengan sambal mentah dan sambal merah.

Koran Tokoh, Edisi 566, 15 Nopember 2009

Rabu, 04 November 2009

Special Olympic, Berdayakan Penyandang Tuna Grahita

SEKITAR 4000 lebih penderita tuna grahita di Bali. Mereka baru terserap 5% di Sekolah Luar Biasa (SLB) C dan SD Luar Biasa di Bali. Kebanyakan orangtua yang memiliki anak tuna grahita merasa malu dan tertekan oleh stigma dari lingkungan. Ironisnya, mereka memperlakukan anak dengan tidak baik, bahkan menyembunyikannya. Sikap ini justru akan membuat anak tuna grahita tidak mampu mengembangkan diri. “Penyandang tuna grahita masih dapat diberi bekal keterampilan demi masa depannya. Dengan syarat, anak tersebut terdeteksi sejak dini sehingga dapat segera dimasukkan ke Sekolah Luar Biasa dan dikembangkan bakatnya,” ujar Made Gintil Muliartha, Kepala Sekolah SLB C Denpasar.

Ia mengatakan, keterbatasan yang dimiliki penyandang tuna grahita sering menimbulkan kekhawatiran orangtua dan masyarakat. Program SLB C diharapkan dapat mengurangi ketergantungan penyandang tuna grahita pada orang lain. Salah satu tujuan pendidikan penyandang tuna grahita adalah menyiapkan peserta didik untuk memperoleh pekerjaan sesuai kemampuan dan minatnya.
Ia menyatakan, spirit pertama yang harus diterima penyandang tuna grahita dari orang terdekat, terutama orangtua. “Tiap orang dapat memberi kepercayaan bahwa mereka juga memiliki kemampuan seperti orang lain untuk berkarya,” ujarnya.

Tiga Kategori
Penyandang tuna grahita adalah individu yang diidentifikasikan psikolog memiliki kelambanan dalam berpikir dan belajar serta kesulitan dalam berbicara. Hal itu diukur dengan level IQ di bawah 70, dan semua gejala itu muncul sebelum usia 18 tahun.
Menurut Gintil, kategori penyandang tuna grahita yang mampu diterima di SLB kategori C IQ 50-70 disebut mampu didik . Mereka ini dapat menerima materi pelajaran dalam bentuk sederhana. Kategori C1 IQ 25-50 disebut mampu latih. Walaupun mereka sudah diklasifikasikan siswa SMA Luar Biasa mereka tetap tidak bisa membaca. Kategori IQ di bawah 25 (idiot), tidak dapat diterima di SLB C. Mereka tidak mampu menerima rangsangan. Mereka hanya duduk atau terlentang.

Dalam pengajaran di SLB C, para guru memegang peranan penting. Mereka dituntut kesabaran tinggi dengan tingkat emosi anak yang berbeda-beda. Namun, kata Gintil, para orangtua di Denpasar tampaknya makin sadar tentang pentingnya memberikan keterampilan kepada para penyandang tuna grahita.
Saat ini jumlah siswa SLB C di Denpasar 240 orang, dengan jumlah guru negeri 27 orang dan guru honorer 7 orang. Perbandingan jumlah guru dan siswa itu, kata Gintil, belum berimbang. Namun, tidak mudah mencari guru yang mau mengabdi di sekolah luar biasa. “Selain memiliki keterampilan mengajar khusus, mereka harus memiliki kesabaran yang tinggi,” ujar Gintil.

Special Olympics Indonesia
Dalam upaya memberdayakan para penyandang tuna grahita, kini telah dibentuk special olympics yakni sebuah gerakan global yang memberdayakan penyandang tuna grahita melalui pelatihan dan kompetisi olahraga. Disebut special olympics karena kekhususannya telah diakui international olympics committee (IOC) sebagai satu-satunya organisasi olahraga khususnya tuna grahita. Special olympics didirikan tahun 1966 oleh Eunice Kennedy Shriver. Program special olympics telah menyebar ke seluruh dunia dan memberdayakan banyak penyandang tuna grahita hingga menjadi manusia yang lebih produktif di masyarakat. Indonesia bergabung menjadi anggota tahun 1989, dan tahun 1999 masuk ke Bali.

Menurut Ketua SO Ina Bali A.A. Gde Oka, B.Sw, dalam pelantikan pengurus SO Ina Bali Periode 2009-2013 di Aula Kantor Disdikpora Bali, Selasa (28/10), program utama SO Ina; pelatihan dan kompetisi olahraga sepanjang tahun. Ada tujuh cabang olahraga yang telah dibina yakni atletik, bulu tangkis, tenis meja, sepak bola, bola basket, renang, dan bocce. Bagi atlet tuna grahita kategori low ability yang tidak dapat mengikuti kegiatan olahraga seperti biasa, dapat mengikuti motor activites training program. Kompetisi diadakan mulai tingkat kabupaten/kota hingga nasional. Program pendukung SO Ina di antaranya, pemeriksaan kesehatan atlet meliputi kesehatan mata, kesehatan gigi dan mulut, telinga, fisoterapi, kesehatan kaki dan tulang. serta pendidikan kesehatan, dan pelatihan kepemimpinan.

Ia mengatakan Bali cukup berbangga, karena prestasinya termasuk 5 besar nasional. Tahun 2004 atlet Bali meraih juara I loncat jauh dan lari 100 meter, yang diwakili SLB Tabanan. Tahun 2007 siswa SLB Karangasem menjuarai tenis meja tingkat nasional dan memperkuat tim nasional ke Shanghai dan berhasil meraih juara harapan II tingkat dunia.
Ketua Umum SO Ina dr. Pudji Hastuti M.Sc. mengungkapkan istilah mental retardation (cacat mental) saat ini tidak boleh digunakan karena dinilai akan makin merendahkan mental anak. Untuk itu dipakai istilah baru yakni keterbatasan intelektual. Ia mengatakan, anak-anak tuna grahita memunyai potensi besar jika dibina. Pendidikan olahraga adalah media utama bagi mereka. “Kegiatan ini jangan dipandang kegiatan pelengkap,” tegas Dokter Pudji. Ia berharap pengurus baru lebih solid dan para pengurusnya mementingkan jiwa kesukarelawanan yang berbasis kekeluargaan.

Prgram unified sports adalah kombinasi atlet special olympics dengan atlet bukan tuna grahita dalam teman seregu untuk pelatihan dan kompetisi. “Ini akan membuat dampak positif dan memperbaiki pemahaman tuna grahita di kalangan masyarakat,” jelasnya. Ia menegaskan, orangtua adalah alat bantu seumur hidup sehingga keterlibatan orangtua sangat penting.

YKI Peduli
Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI) sebagai salah satu lembaga sosial yang gencar memberikan pelayanan kesehatan mata gratis turut mendukung program SO Ina. Pilot Project manager YKI Drs I Wayan Sukajaya yang juga salah seorang pengurus SO Ina Bali mengatakan, selain dalam pelayanan kesehatan, YKI bekerja sama dengan para relasi turut dalam penggalian dana. Program kesehatan YKI juga akan menyasar para penyandang tuna grahita. Hal ini, kata Sukajaya, merupakan komitmen dan kepedulian YKI kepada para penyandang cacat, agar mereka dapat eksis bersosialisasi di masyarakat. –ast

Sudah dimuat di Koran tokoh, Edisi 564, 1 November 2009

Jumat, 30 Oktober 2009

Penting, Cek Kesehatan Pranikah

Pemeriksaan kesehatan pranikah penting bagai kedua pasangan yang akan menikah. Tujuannya, agar terhindar dan mendeteksi penyakit secara dini. Sayangnya, persiapan ini seringkali diabaikan. “Pemeriksaan kesehatan pranikah perlu dan penting bagi calon pasangan pengantin. Jangan menyepelekan pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan. Jika tidak waspada, ada banyak risiko yang akan menghadang Anda bersama pasangan dalam menjalani pernikahan,” jelas dr. I Nyoman Hariyasa Sanjaya, Sp.OG.

Ia mengatakan, memeriksakan diri sebelum pernikahan memunyai manfaat penting, seperti mengetahui kondisi calon pasutri, memperoleh kesiapan mental serta mengetahui jika ada penyakit-penyakit yang nantinya dapat segera ditanggulangi bersama menyangkut masalah kesehatan reproduksi dan genetika. Menurutnya tujuan pemeriksaan kesehatan meningkatkan kualitas calon keluarga. “Jika dideteksi adanya gangguan dapat segera diatasi," ujarnya. Banyak aspek yang harus disiapkan calon pengantin. Tidak saja menyangkut fisik tapi emosi karena kehamilan bagian dalam hidup berumahtangga dan kegiatan spiritual. Khusus bagi perempuan, tubuhnya harus ideal. Artinya, tidak gemuk dan tidak kurus “Berat badan tidak ideal akan berpengaruh pada keberhasilan perawatan kehamilan dan mempengaruhi komplikasi saat melahirkan,” tegasnya. Cara menghitung berat badan ideal, tinggi badan dikurangi 100 dikurangi 10%. Contoh tinggi badan 150 cm berat badan ideal 45 kg.

Selain itu, kata dokter Hariyasa, calon pasutri mengonsumsi nutrisi sehat dan seimbang. Menjalani pola hidup sehat dan tidak mengosumsi alkohol, narkoba, dan gaya hidup sehat. Ia menyayangkan banyak masyarakat menyukai makanan nikmat bukan makanan sehat seperti junk food, makanan banyak lemak. “Berhati-hatilah pada makanan manis, banyak lemak, menggunakan zat pewarna atau pengawet. Ini dapat memicu risiko diabetes saat kehamilan. Bahkan, risiko itu bisa muncul, dimana saat sebelum hamil tidak mengalami penyakit ini,” jelasnya.
Hal lain yang harus menjadi perhatian adalah kesehatan gigi dan mulut, terutama bagi perempuan. Keluhan gigi berlubang atau gusi mengalami infeksi dapat menimbulkan dampak buruk kehamilan. Tren mode menggunakan zat kimia tertentu untuk cat rambut atau pembersih muka yang mengandung merkuri, juga dapat memberi risiko pada kehamilan.

Untuk melengkapi kesehatan pasangan pasutri, perlu pemeriksaan darah, urin, jantung, paru-paru, atau organ tubuh lainnya. Untuk mengetahui ada tidaknya virus rubella, toxoplasma, virus herpes atau infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual seperti HIV/AIDS hepatitis B, C, sifilis, atau penyakit kelamin lainnya. “Infeksi ini berbahaya, karena dapat mengakibatkan perempuan tidak bisa punya anak,” jelasnya. Skrining lain untuk diabetes, hypotiroid, dan depresi. Beberapa perempuan mengalami tingkat kecemasan tinggi sehingga perlu dikonsultasikan. Perempuan bukan saja mempersiapkan organ kandungan, payudara juga menjadi perhatian. Perhatikan jika ada benjolan mengarah ke ganas atau tidak. Pemeriksaan golongan darah ada tidaknya resus negatif, kelainan pada darah, menggumpalnya darah, penyakti autoimun, kelainan kromosom, atau ada tidaknya riwayat keluarga cacat bawaan.

Perempuan sebelum menikah mendapatkan imunisasi tetanus toksoid (TT) agar mereka terhindar dari penyakit tetanus. Mengapa perempuan yang diberikan suntikan TT ini? “Saat persalinan mereka mengalami robekan-robekan, termasuk di dalamnya agar tali pusar bayi tidak terkena infeksi,” paparnya. Menurutnya penyakit tetanus pada awal kelahiran dapat mengakibatkan kematian pada bayi. Kematian bayi baru lahir masih tergolong tinggi di Indonesia.
Menurutnya tes kesehatan pranikah dapat dilakukan kapan saja. Biasanya pasangan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter, sehingga dapat ditentukan tes apa yang harus dilakukan. “Tes ini untuk skrining dan mempersiapkan kehamilan yang sehat,” ungkapnya. Ia menilai, perempuan terpelajar dengan status sosial menengah ke atas, menunjukkan kenaikan 30% melakukan pemeriksaan pranikah. Namun, sayangnya, kata dia, kecenderungan perempuan menikah di atas usia kepala tiga. “Justru ini dapat menimbulkan risiko waktu hamil,” kata dokter yang bertugas di Wing Internasional ini.

Usia ideal untuk menikah 20-30 tahun. Usia ini dianggap secara biologis, usia reproduksi yang sehat. Secara biologis fisik pasutri berada puncak kualitasnya. Alat reproduksinya sudah siap. Usia diatas 30 tahun dapat meningkatkan risiko saat hamil. Namun, sering terjadi kehamilan tanpa persiapan, atau terpaksa menikah karena sudah hamil terlebih dahulu. Konseling pranikah diperlukan untuk menyiapkan calon pasutri siap jasmani dan rohani. Perempuan dapat menghadapi perubahan emosi saat kehamilan dan persalinan, juga termasuk calon suami harus mengetahuinya.

“Perempuan yang sudah siap hamil akan memperhatikan nutrisinya dengan baik dan mematuhi pantangan yang harus dituruti. Dengan perencanaan pernikahan dan kehamilan, kualitas anak juga menjadi lebih baik,” tambah dr. Made Arimbawa, Sp. A. Menurutnya pertumbuhan janin dalam kandungan sangat cepat selama 9 bulan. Kesehatan selama kehamilan perlu diperhatikan dengan baik. Setelah anak lahir, satu tahun pertama merupakan perkembangan otak yang cepat. Perhatikan berat badan anak, tinggi badan, nutrisi, dan lingkar kepala bayi. Saat bayi lahir ukuran badannya rat-rata 50 cm, dalam tahun pertama ukurannya berubah menjadi 75 cm. Lingkar kepala saat lahir rata-rata 34 cm dalam tahun pertama berubah menjadi 44 cm. Kelainan sudah dapat dideteksi pada tahun pertama. Tiga tahun pertama dalam pertumbuhan anak merupakan masa keemasan otaknya, sehingga orangtua harus memberikan nutrisi yang cukup dan sehat.

Dokter Hariyasa menegaskan, kehamilan bukan hak dan kewajiban. Tidak boleh ada satu pihak yang memaksakan wajib hamil dan wajib memunyai anak laki-laki. Kehamilan itu pemberian tuhan. Ketika Tuhan tidak memberikan atau belum memberikan kehamilan, pasutri hendaknya tidak stres dan menerimanya. Hal ini bukan hanya menyangkut kesehatan tapi untuk kebahagiaan rumahtangganya. –ast

Sudah dimuat di Koran Tokoh, Edisi 563, 26 Oktober 2009

Minggu, 25 Oktober 2009

TERSENYUM LENYAPKAN GANGGUAN JIWA

SENYUM dan tertawa adalah obat yang paling baik. Stres akan lenyap hanya dengan tersenyum selama dua menit setiap hari. Satu penelitian di RS Jiwa di California memaparkan, pasien yang menderita gangguan jiwa, ketika disuruh melihat ke atas dan tersenyum selama 15 menit, mereka langsung sembuh dalam waktu 10 hari tanpa obat. “Gerakan mereka mirip dengan yoga. Gerakan yoga didentikkan dengan menyembah. Padahal, inti yoga adalah melihat ke atas dan tersenyum menikmati energi. Dengan senyum beberapa menit, meningkatkan 200 kali hormon endomorfin. Otak sudah memproduksi morfin terbaik,” papar Gobind Vashdev, Ketua Capacitar Bali, dalam workshop gratis bagi masyarakat umum dengan topik “Living in Wellness and Self Healing”, kerja sama Yayasan Mitra Peduli Kanker dengan Bali Cancer Centre Prima Medika Hospital Sabtu-Minggu (16-17/10) di Prima Medika Hospital.

Praktisi keturunan India ini mengutip survei yang melaporkan dari 99 negara bahagia, Indonesia menduduki peringkat 40. Cina urutan 54, dan India 49. Nomor urut satu Swedia. Survei senyuman, Indonesia patut bangga karena menempati urutan pertama. “Kalau kita tersenyum, 98% orang yang melihat kita pasti tersenyum,” ujar lelaki yang pernah terlibat dalam reality show “Penghuni Terakhir” di salah satu TV swasta nasional ini. Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu sibuk. Bahkan, otak tidak pernah diberikan kesempatan beristirahat. “Kita tidak pernah memberikan kesempatan otak berhenti bekerja. Saat kita duduk, kita memainkan HP smsan atau chatting di internet. Coba luangkan waktu 5-10 menit untuk memperhatikan diri kita, fokus, tenang, dan rileks. Dengarkan tubuh dan roh. Jika salah satu bagian tubuh itu menjadi sakit, ini mempengaruhi bagian tubuh lainnya,” kata Gobind.

Menurutnya saat tubuh sakit, itu reaksi yang bagus. Ketika stres, rasa sakit ditutupi. Kita tidak merasakannya. Seringkali kita tahu setelah penyakit itu dalam stadium lanjut. Energi tubuh terlalu banyak, energi kebencian, dendam, dan energi ini menghambat. Batuk mengeluarkan racun. Diare mengeluarkan makanan yang tidak baik. Panas mengeluarkan virus dan melebarkan pembuluh darah.

Dengan menggunakan bebrapa teknik capacitar, mengembalikan aliran energi alamiah yang seimbang dalam tubuh dan menyembuhkannya. Teknik capacitar seperti tai chi, pal dan gum, pijat, akupresur, latihan meditasi. Menurut lelaki yang tinggal di Ubud ini, selama proses ini sangat penting memiliki sikap yang positif. Memvisualisasikan cahaya dan aliran energi yang mengalir melalui tubuh melalui matahari, tanaman, dan alam.

Napas Perut Baik untuk Kesehatan
Bernapas adalah kunci yang menghubungkan kita dengan tubuh, memberi hidup dan energi. Seperti bayi baru lahir yang bernapas dengan perut. “Makin besar mengejar sesuatu, napas semakin cepat, napas makin pendek, kapasitas paru-paru berkurang. Saat jengkel dan marah napas menjadi cepat, ketika kita sedih napas lambat. Emosi terganggu sulit bernapas. Tekanan darah naik,’ ujarnya.

Bagi yang mengalami sulit tidur bernapas dengan perut sambil berbaring dengan rileks. Hitunglah napas dan pelan-pelan kita akan tertidur. Sayangnya, kata dia, sebagian besar manusia bernapas dengan dada. Dengan napas perut, kata Gobind, oksigen lebih banyak ke dalam tubuh. Banyak darah mengalir ke otak.
Ngurah salah satu peserta bertanya apakah napas perut tidak membuat perut kembung? Menurut Gobind napas perut meningkatkan metabolisme menjadi lancar. Orang yang obesitas napasnya pendek. Napas perut tidak membuat perut kembung, itu hanya mitos. Penelitian di AS menunjukkan bernapas perut sangat baik untuk kesehatan. “Dua bulan sebelum oeprasi sangat baik melakukan pranayama atau meditasi dengan napas perut. Saat terjaid pembedahan, darah yang memancar sedikit . Konsentrasi pendarahan lebih rendah. Pasca penyembuhan lebih cepat,” kata Gobind. Bagi yang sulit tidur dapat dibantu dengan menaruh buku di perut sambil berbaring. Sebagai latihan awal sangat diperlukan, sehingga lama-kelamaan terbiasa.

Gerakan lembut Lenyapkan Stres
Bagi orang-orang yang mengalami stres dan trauma, tai chi adalah sarana penyembuh yang membawa keseimbangan dan harmoni kembali ke tubuh pikiran jiwa mereka. Dengan gerakan lembut segala ketegangan dan perasaan negatif dilepaskan. Banyak korban kekerasan dan pelecehan yang mempraktikkan tai chi melalui keanggunannya mereka menemukan kembali kekuatan yang hilang. “Tai chi menghilangkan stress akibat trauma, seperti sakit kepala, sakit seluruh badan, tidak bisa idur, tekanan darah tinggi, kegelisahan, depresi dan kecemasan. Dengan tai chi secara teratur, seseorang dapat mulai hidup dengan semangat cinta dan damai mampu menghadapi tantangan dan krisis dalam hidupnya,” ujarnya. Tai chi paling baik dilakukan pagi hari, tapi kalau keadaan tidak menungkinkan dapat dilakukan kapan saja dalam ruangan meletakkan tanaman di sekelingnya.

Selain tai chi, akupresur adalah seni tradisonal kuno dengan menggunakan tekanan jari pada titik tertentu untuk membuka sumbatan energi, menyeimbangkan dan meningkatkan sirkulasi energi. Akupresur dimulai lebih dari 4000 tahun lalu di Cina. Riset membuktikan akupresur dapat membantu secara efektif menghilangkan stres, trauma, sakit pinggang, pusing, sakit kepala.

Pegang Ibu Jari
Untuk menyeimbangkan emosi, kata Gobind, ada teknik memegang jari. Setiap jari mengalir energi atau meridian yang berhubungan dengan organ tubuh yang berbeda. “Memegang tiap jari-jari selama 2-5 menit memungkinkan energi mengalir keluar tubuh dan membuka sumbatan energi dan mengembalikan keseimbangan hormon. Ibu jari untuk sakit hati dan sedih. Jari telunjuk untuk takut, jari tengah untuk rasa marah dan benci. Jari kelingking untuk mengatasi rasa tidak percaya diri,” jelasnya.

Capacitar adalah Popular Education
Capacitar adalah jaringan orang-orang yang tersebar di seluruh dunia yang bersedia berbagi hasrat dan keinginan menyembuhkan dan memberdayakan diri mereka dan mentrasformasikan kepada orang lain. Teknik capacitar tidak dimaksudkan mengganti program pengobatan spesialis, bagi mereka yang mengalami efek trauma parah, teknik ini dapat dipakai pelengkap dokter.

Pendidikan Namun, kata dia, yang diajarkan bukanlah teknik pengobatan atau terapi, melainkan popular education yakni pendidikan yang dapat diajarkan kepada banyak orang dengan cara sederhana karena sangat mudah dipelajari. “Walaupun kelihatan sederhana, teknik capacitar memiliki dasar ilmu pengetahuan dan terbukti keefektifannya melalui penelitian dan riset ilmiah yang dilakukan di Amerika Selatan,” paparnya. Tujuan utamanya agar manusia mengalami penyembuhan menyeluruh baik tubuh, pikiran dan jiwa sehingga mampu mengalami hidup yang harmonis dengan alam sekitar, sesama, dan Tuhan. –ast

Koran Tokoh, Edisi 563, 25 Oktober 2009

Sabtu, 17 Oktober 2009

Mengenal Narkoba Lebih Dekat


BERHATI-HATILAH, penjual dan pengedar narkoba dapat mengelabui untuk menggunakan narkoba, tanpa disadari. Untuk memahami seperti apa narkoba, bagaimana bahaya dan dampak buruknya, beberapa pengetahuan yang perlu diketahui:

GANJA (marijuana, cimeng, gelek, hasis)
Bahaya dan dampak: sulit konsentrasi, gerakan lambat, gangguan persepsi dan berpikir, rendah keseimbangan, mudah marah, depresi dan paranoid, motivasi rendah dan susah dikendalikan. Gejala: mudah cemas, mudah murung, mudah tegang, dan mudah marah.

KOKAIN ( crack, daun koka, pasta koka)
Bahaya dan dampak: memacu detak jantung, perilaku agresif, gemetar, mudah tersinggung, pandangan kabur, halusinasi. Gejala: mudah marah, depresi, cemas, dan gelisah, jenuh, mudah muak, kehilangan gairah melakukan sesuatu.

ECSTASY (inex, cui iin, flash, dolar, flipper, hammer)
Bahaya dan dampak: sering mengatup rahang, gemetar yang berlebihan, kerusakan ginjal dan hati, kehilangan ingatan dalam jangka waktu lama, menggigil, berkeringat dan muntah, tidak mampu berpikir, melihat, dan menyelaraskan fungsi tubuh.
Kematian dapat terjadi karena gangguan pembuluh darah jantung, dehidrasi, dan pecahnya pembuluh darah otak. Gejala: cemas, depresi, ketakutan, sulit tidur, kehilangan akal sehat dan kesadaran.

HEROIN (white, smeek, junk, serbuk putih, medicine, ubat).
Bahaya dan dampak: detak jantung lemah dan sesak napas, kerusakan paru-paru, ginjal dan hati, dungu dan kelelahan, sulit konsentrasi dan sulit BAB. Gejala; sulti tidur, mata dan hidung berair, mudah marah dan gelisah, kram tubuh, menggigil dan berkeringat, diare dan muntah.

SHABU ( ice, ubas, methamphetamine)
Bahaya dan dampak: merusak hati, gangguan fungsi hati dan ginjal, perilaku abnormal dengan bergoyang-goyang, berhalusinasi. Gejala: kelelahan dan lapar, cemas, depersi dna marah, susah tidur. Overdosis dapat menyebabkan kematian karena pecahnya pembuluh darah di otak.

INHALANTS ( bahan yang dihisap seperti lem, solvent)
Bahaya dan dampak: keruskan permanen otak, hati, dan ginjal, senderung mengalami pendarahan pada hidung, memar, kehilangan ingatan sulit melihat sesuatu secara jelas, kram, nyeri, dan batuk parah. Gejala; pusing, gemetar, sulit tidur. Hirupan mendadak dapat menyebabkan kematian dengan serangan jantung dan pecahnya pembuluh darah di otak.

KETAMINE (Vit K, Kitkat K, Spesial K).
Bahaya dan dampak: tidak dapat bergerak, gangguan persepsi, pendengaran, penglihatan, penciuman, sentuhan dan rasa. Halusinasi. Gejala: sulit tidur, kejenuhan, depresi, marah dan sering menguap.

LYSERGIDE LSD ( Acid, trips, blotters, tabs, stamp, black sesame, seed, micro).
Bahaya dan dampak: memacu detak jantung, napas dan temperatur tubuh, mati rasa, gangguan penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan dan rasa. Gejala: panik, paranoid, halusinasi.

ERIMIN-5 (nimetazepam)
Bahaya dan dampak: hilangnya kesadaran, gangguan berpikir, sulit bicara, bergerak, ketidakselarasan fungsi tubuh. Gejala; cemas dan gelisah, sulit tidur, keringat berlebihan, kejang, kram perut, histeris. Overdosis menyebabkan susah bernapas dan mengakibatkan kematian. -ast

Sumber: Buku Saku Badan Narkotika Nasional

Dimuat di Koran Tokoh, Edisi 561, 11 Oktober 2009


Senin, 12 Oktober 2009

Methadone

Lepas dari Mulut Singa, Masuk ke Lubang Buaya

Pemberian methadone secara oral bagi pemakai narkoba, ternyata tidak efektif. Penderita tetap akan mengalami ketergantungan. Bahkan, untuk melepaskan diri dari ketergantungan methadone memerlukan waktu bertahun-tahun. Demikian diungkapkan Prof. Luh Ketut Suryani, Sp. KJ (K) dalam Forum Silaturahmi Media Massa Anti Narkoba, Senin (5/10) di Hotel Puri Saroon, Seminyak Kuta Bali.

Setiap orang yang ditemukan memakai narkoba, langsung ditangkap. Mereka tidak dipisahkan antara pemakai dan pengedar. Pemakai adalah korban. Mereka adalah penderita. “Hukuman penjara tidak akan membuat mereka jera. Karena di otak mereka sudah tertanam bagaimana cara mendapatkan narkoba lagi. Penanganan untuk korban harus direhabilitasi dengan pendekatan kemanusiaan,” ujar Ahli Kejiwaan FK Unud ini. Untuk menangani kasus ini, kata dia, bukan dengan menghilangkannya tapi mencari apa penyebabnya. Dari pengamatannya, para pemakai narkoba ingin tampil beda. Malah, sebagian lagi, memakai karena rekreasi. Sementara yang lain, karena merasa tidak mendapatkan kenyamanan.

Ia menilai penanganan narkoba di Bali belum efektif. Saat ini methadone menjadi pilihan pengobatan bagi pemakai narkoba. Namun, terapi methadone, bagi Prof. Suryani, bukanlah suatu alternatif pengobatan yang tepat bagi pemakai narkoba. Methadone merupakan opiat sintetis yang segolongan dengan heroin, kodein, dan morfin. Dengan mengikuti terapi methadone, bukan berarti pecandu narkoba sertamerta lepas dari ketergantungan. Mengapa demikian? Karena methadone sendiri adalah golongan opiat, sehingga pemberian obat ini sebenarnya bertujuan untuk mengganti kebutuhan pecandu terhadap opiat lainnya seperti putaw, morfin. Methadone juga memiliki efek samping seperti gangguan tidur, mual-mual dan muntah-muntah, sembelit, mulut kering, dan gatal-gatal. Pendiri Suryani Institute ini menegaskan pemberian methadone, juga akan membuat pasien ketergantungan. Bahkan sampai bertahun-tahun. Bahkan, kata Prof. Suryani, rumatan methadone yang dilegalkan pemerintah justru ditenggarai malah menjadi ajang marketer baru.

Ia menilai, pemberian methadone bukanlah suatu solusi yang tepat. Ibarat lepas dari mulut singa, masuk ke lubang buaya,” tandasnya. Menurutnya pasien ketergantungan sangat sulit melepaskan diri. Ada keinginan kuat untuk menggunakan zat tersebut. Kesulitan dalam mengendalikan perilaku. Terus memakai walaupun menyadari berakibat pada kesehatan. Saat putus zat mereka menjadi gelisah, lemas, nyeri, ngilu, diare, mual, muntah, insomnia.

Prof. Suryani memberikan alternatif lain penanggulangan penderita narkoba. Tahun 1999 ia menawarkan program “Kembalikah Anakku Sayang (KAS)”. Program ini menggunakan pendekatan biopsikospirit sosiobudaya. Penderita ditangani dari segi fisik, jiwa, dan mental. Mereka diberikan terapi secara holistik, lingkungan, dan keagamaan. Dengan mengambil lokasi di Puskesmas Abiansemal, yang kebetulan waktu itu tidak digunakan karena tidak pasien. Kamar mayat yang tidak pernah dihuni mayat, dicat dengan warna-warni. Tidak ada perawat, tapi merekalah sebagai perawat diri mereka sendiri. “Saat fase kritis mereka diberi obat penenang. Biasanya kalau sakit mereka minta air. Kami ajak mereka berenang di kolam dekat puskesmas. Kolam yang digunakan sekarang sebagai perlombaan renang bergengsi di Asia juga pernah dipakai para pemakai narkoba,” ujarnya Prof. Suryani.

Lokasi Puskesmas Abiansemal sangat strategis. Selain tempatnya jauh dari keramaian, pemandangannya sangat indah dekat dengan persawahan. Pasien dapat berolah raga dan rekreasi ke hutan Sangeh. “Mereka diajak jalan-jalan mengenal lingkungan sekitar, seperti ke pasar, dan mengikuti persembahyangan dengan warga sekitar. Mereka diajak mengembangkan kreativitasnya dengan main musik bersama para lansia. Setelah tenang mereka diajak bermeditasi,” paparnya lebih jauh. Meditasi merupakan dasar pemusatan perhatian, dengan duduk 10-15 menit. Setelah itu pasien diajak relaksasi, agar mereka dapat tidur nyenyak.
Mereka diajarkan meditasi lilin untuk belajar melatih konsentrasi mata. Program yang terakhir mereka diajak mengikuti proses penemuan jati diri di Wantilan DPRD Bali. Setelah proses ini, pasien mengetahui dirinya sejak kecil tidak diinginkan orangtuanya.

Menurut Prof. Suryani memori waktu anak dilahirkan sampai berusia 10 tahun sangatlah penting. Ketika anak tidak mendapatkan kenyamanan selalu merasa salah dan tidak mendapatkan kasih sayang memori ini melekat dalam ingatannya. Ia dapat melarikan diri ke narkoba. Ie menilai masyarakat Indonesia memerlukan kebutuhan spiritual. Mereka beban karena stres yang tidak bisa ditangani. Mampukah mereka menghadapi stresnya sendiri?

Selain ke Wantilan DPRD, mereka juga diajak ke pantai. Ombak merangsang otak mereka bangkit. Otak seperti komputer dapat diprogram. Prof. Suryani mengajak pasien berjemur pukul 12 siang. Mereka berbaring 15 menit di pasir. Bagi yang mau menari silakan menari. Ternyata pasien dapat mengikutinya dengan tenang.
Puskesmas Abiansemal yang dijadikan markas KAS tidak dipagari tembok tinggi. Pasien dapat pergi kapan saja mereka mau. Program ini diikuti 28 orang dengan waktu 3 bulan. Walaupun program ini sangat sederhana, namun, hasilnya luar biasa. 79% pasien tidak lagi rindu narkoba. Namun, Prof. Suryani mengeluhkan tahun 2005 tanpa penyebab yang jelas, program ini harus dihentikan.

Ia menilai ada beberapa hal yang menghambat kesembuhan pasien seperti orangtua tidak menghargai kemajuan yang dicapai penderita. Sikap orangtua yang mengganggap penderita masih kanak-kanak, mendikte, dan menggurui. Orangtua masih selalu was-was dengan kekambuhan berulang yang masih selalu terbayang. Penderita masih sebagai perokok berat, tidak ada aktivitas tidak ada hobi, keterampilan dan perasaan jenuh. Ia menilai peran keluarga sangat besar. Keluarga sebagai sebuah tim saling menghargai, saling mencintai, dan saling memerlukan. Komunikasi modal untuk mencapai kebahagiaan hidup. Bagi pemakai yang sudah lepas dari pengaruh narkoba, sebaiknya tidak bergaul dengan teman-teman pemakai karena mereka selalu berusaha merangsang untuk memakai lagi. Bukalah diri dengan keluarga, karena mereka adalah orang yang paling menyayanginya. Hadapi semua tantangan, menarilah diatas stres. -ast

Sudah dimuat di Koran Tokoh, Edisi 561, 11 Oktober 2009

Kamis, 24 September 2009

Pesta Kejutan di Hari Ulang Tahun

Kombes Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra S.H., M.Si.
dengan Lina Meidevita ( 3-Habis)

Setelah 26 tahun meninggalkan kampung halaman, Gede kembali pulang ke Bali. Desember 2008, ia dipercaya menjabat Kabid Humas Polda Bali. Lelaki murah senyum ini menuturkan kedekatannya dengan para wartawan sejak bertugas di Jakarta sangat membantu tugasnya membina komunikasi yang baik antara polisi dan masyarakat. “Sosok polisi memang harus tegas tapi tidak galak. Polisi seyogyanya memiliki paduan sifat humanis dan ketegasan,” ujar Gde. Ia berpandangan ukuran keberhasilan polisi bukan seberapa besar kemampuan dan kepiawaiannya mengungkap suatu kasus kejahatan melainkan bagaimana keberadaan dan kedekatannya bisa dirasakan masyarakat

Citra polisi yang masih menjadi momok di masyarakat sangat ingin diubahnya.
Ia menilai polisi bukan hanya sebagai penegak hukum tapi juga sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Polisi hendaknya dekat dengan masyarakat. Polisi perlu pengetahuan komunikasi efektif agar dapat mengatasi konflik di masyarakat. Untuk mewujudkan ini, Gde menerapkan sistem pemolisian masyarakat.

Saat Gde bertugas di Balikpapan, ada kasus demo besar-besaran yang dilakukan para nelayan di Desa Manggar. Mereka mengancam menduduki kilang minyak pertamina. Para nelayan ini mencegat dan melempar bom molotov kapal tanker yg merapat ke teluk Balikpapan. Hal ini dipicu karena para nelayan tidak dapat melaut dengan dibatasinya jatah minyak tanah oleh Pertamina. Demo ini sangat membahayakan objek vital nasional karena kilang minyak di Balikpapan, menyuplai 25 % kebutuhan BBM nasional untuk kawasan Indonesia Timur. Gde dengan proaktif mendatangi dan berkomunikasi dengan para nelayan. Mereka dicarikan solusi yang terbaik. Gde yang saat itu sebagai Kapolresta Balikpapan berperan sebagai mediator dengan pihak pertamina. Demo anarkis tidak jadi dilaksanakan dan polisi pun mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Kasus kedua yang terjadi, kata Gde, perkelahian antar dua kelompok beda etnis di satu kampung. Kasus dipicu akibat salah faham anak muda yang berakibat pengrusakan rumah dan tawuran menggunakan senjata tajam. Terjadi korban luka berat. “Saya datangi langsung kedua belah pihak yang bertikai di rumahnya masing-masing. Mereka didamaikan melalui proses komunikasi yang intensif. Syukurlah berhasil dan tidak meluas ke SARA,” ujar lelaki asal Pandak Gede Tabanan ini.

Ia menilai pemolisian masyarakat dapat diterapkan dalam semua segi. Ketika Gde bertugas sebagai Kasubdit Min Regident Polda Kaltim pelayanan yang paling dikeluhkan adalah rumitnya pembuatan STNK dan calo yang berkeliaran. Gde segera melakukan pembenahan. Calo ditertibkan dan pengurusan samsat tidak berbelit-belit. Masyarakat dilayani dengan baik dengan waktu yang singkat. Samsat Balikpapan meraih penghargaan Citra Pelayanan Prima tahun 2006 dan kehoromatan dikunjungi Menteri Taufik Effendi karena Kaltim menjadi pilot project di bidang pelayanan publik. Kantor samsat Balikpapan menjadi rujukan dalam pelayanan dan dikunjungi beberapa wilayah Riau, Kateng, Sulut, Jogja dan seluruh Polres yang ada di Kaltim.
Gde memperoleh pin emas dari Kapolda Balikpapan Joshua Sitompul sebagai personal berprestasi. Tak lama kemudian dia ditunjuk langsung sebagai Kapolresta Balikpapan. Gde diharapkan membenahi pelayanan publik di Mapolresta Balikpapan dalam rangka mewujudkan kedekatan dengan masyarakat dan membangun trust building.

Bukan hanya dalam tugas polisi, Gde memunyai kiat khusus. Urusan pribadi pun Gde punya resep jitu menjaga keutuhan rumahtangganya. “Selesaikan konflik secara terbuka. Simpan rahasia antar suami istri sebisa mungkin. Konflik yang terjadi jangan sampai dicium anak-anak. Suami istri harus mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing dan berupaya memberi yang terbaik untuk keluarga,” tutur Gde.
Kiat Gde yang lain, tak pernah melupakan ulangtahun istri dan anak-anaknya. Gde selalu mengingat saat-saat indah itu dan terkadang memberi pesta kejutan. Satu momen yang paling berkesan baginya, saat perayaan ulangtahun istrinya Lina Meidevita ke-38. Saat itu Gde menjabat Kapolresta Balikpapan.
Gde dan keempat putra-putrinya membuat pesta kejutan untuk Lina. Perempuan kelahiran Solo 31 Mei 1969 itu mendapat undangan menghadiri pesta kuliner bertempat di salah satu restoran dekat pantai. Lina mengajak Gde dan anak-anaknya. Namun, Gde memunyai alasan lain. Ia dan anak-anak akan menyusulnya. Akhirnya Lina datang ke pesta itu bersama beberapa temannya. Lina tidak mengetahui, Gde dan keempat buah hatinya sedang membuat pesta kejutan untuknya. Tiba-tiba saat pesta berlangsung, lampu mati. Muncul secercah sinar dari pantai dan Gde muncul dari laut dengan naik speed boat. Sambil membawa setangkai bunga mawar, Gde langsung menyanyikan satu lagu romantis milik Delon yang berjudul “Karena Cinta”.

Lina terkejut karena sedikitpun ia tidak menyangka Gde dan anak-anaknya memberi kejutan di hari ulangtahunnya. Malah, menurut Lina, ia mengira Gde lupa ulangtahunnya. Dari para tamu yang hadir tampak kedua orangtua Gde yang sengaja datang dari Bali. Begitu juga om dan tante Lina turut hadir. Mereka sebelumnya diungsikan terlebih dahulu di hotel agar tidak ketahuan Lina. Sesaat kemudian, muncul keempat putra-putrinya sambil membawa kue ulangtahun. Perayaan ulangtahun Lina ke-38 penuh dengan suasana haru. Sambil meneteskan air mata Lina menerima ucapan selamat dari keluarga dekatnya dan teman-temannya. “Itu momen yang paling berkesan dalam hidup saya,” tutur Lina.
Saat akhirnya, Gde harus dipindahtugaskan ke Bali, ia sempat khawatir. Walaupun di sisi lain ia mengaku senang dapat pulang ke kampung halaman. “Anak-anak tidak fasih bahasa Bali. Mereka perlu penyesuaian lagi,” ujar Gde.

Namun, melihat kebanggaan istri dan putra-putrinya bisa pulang ke Bali, Gde merasa mantap. Putra sulungnya Gde Wirawibawa Eka Putra saat ini tercatat sebagai mahasiswa ITB jurusan teknik Sipil. Cita-cita Gde yang kandas jadi insinyur akhirnya diteruskan putranya. Gde merasa bangga, Wirawibawa termasuk anak yang berprestasi. Usia 16 tahun ia sudah menamatkan SMAnya, dan masuk kelas percepatan. Putri kedua dan ketiga Made Ayu Gina siswi kelas II SMAN 1 Denpasar dan Nyoman Tri Yuliani SMA 1 Denpasar. Putri keempat Ketut Kanya Paramitha Devita siswi kelas 6 SD Cipta Dharma Denpasar. Untuk memantapkan ketiga putrinya, mereka dikursuskan privat bahasa Bali. Awal-awal mereka sempat merasa bingung, tapi lama-kelamaan mereka dapat bersosialisasi dengan baik. Saat upacara agama di kampung asalnya Desa Pandak Gede Tabanan, mereka selalu pulang. Kesempatan ini digunakan Gde untuk mendekatkan keluarganya dengan keluarga besarnya.

Menurut Gde, sejak kepindahan mereka di Bali, saat libur mereka lebih banyak menghabiskan waktu ke pantai. “Pantai dan wisata alam menjadi favorit kami. Sekalian mencari objek pemotretan,” ujar lelaki yang selalu menghabiskan waktu senggangnya bersama keluarga ini. Perwira berbintang melati tiga ini mengaku, sejak di Bali, ia memunyai lebih banyak waktu bersama keluarganya. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Bali, tak luput dari perhatian Gde bersama keluarganya. Perlombaan layang-layang saat Sanur Festival, menjadi daya tarik bagi Gde. Berbagai koleksi foto jepretan Gde terekam manis dalam album keluarganya. –ast

Sabtu, 12 September 2009

Alunan Nada Cinta Bangkitkan Kemesraan

Kombes Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra S.H., M.Si.
dengan Lina Meidevita ( 2)

MENGISI kemesraan dengan seni fotografi, kiat Gde menjaga keharmonisan keluarganya. Kemana pun ia pergi kamera dan handycam selalu menjadi teman setianya. Setiap momen bersama istri tercinta selalu diabadikannya. Tak kalah dengan para calon pasutri yang melakukan pemotretan prawedding, pasangan ini memiliki banyak koleksi foto yang penuh kenangan indah. Perwira berpangkat melati tiga ini menuturkan saat berselisih faham, kenangan manis dalam foto itu mampu meredakan suasana. Mantan Kapolresta Balikpapan ini lebih suka menunjukkan sikap romantisnya mengalunkan tembang cinta untuk Lina Meidevita yang kesehariannya lebih memilih mengurus anak dan aktif di organisasi Bayangkari ini.

Setelah menikah Lina memantapkan diri untuk tidak bekerja dan menikmati tugasnya sebagai seorang istri dan ibu. Awal menikah, Gde mengaku Lina sempat protes karena ia sering pulang larut malam. Gde tak menampik ada kesalahfahaman di antara mereka. “Maklum masih penyesuaian,” tutur Gde saat ditemui di kantor Humas Polda Bali. Namun, dengan berjalannya waktu, Lina mulai dapat menerima konsekuensinya sebagai istri polisi yang menjadi abdi masyarakat.
Setelah menikah Gde bertugas sebagai Kasatlantas Polres Sleman Jawa Tengah. Lahirlah anak pertama mereka Gde Wirawibawa Eka Putra. Kemudian Gde pindah tugas ke Polres Banyumas Polda Jateng. Kebahagiaan mereka semakin lengkap dengan lahirnya putri kedua dan ketiga Made Ayu Gina dan Nyoman Tri Yuliani.
Tinggal di asrama menjadi suatu berkah bagi Gde. Gde justru menilai kehidupan di asrama telah membentuk pendewasaan diri anak-anaknya. Ia menilai tinggal di asrama lebih nyaman. Selain dekat dengan kantor, ia merasa lebih aman bisa melihat anak-anaknya kapan saja. “Bertengkar sesama anak asrama itu biasa. Saya anggap sebagai pembelajaran pendewasaan diri buat anak-anak,” ujar tamatan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini. Tuhan memberikah hadiah yang terindah kelulusan Gde dengan lahirnya putri bungsu mereka Ketut Kanya Paramitha Devita.

Saat menjabat sebagai Wakil Kepala Satuan Patroli Pengawalan Ditlantas Polda Metro Jaya, hari-harinya selalu di jalanan. Tiap hari Gde bertugas mengamankan jalan protokol Jalan Sudirman –Jalan Thamrin yang sering dilewati presiden, pejabat negara dan tamu kenegaraan. Gde harus berangkat subuh saat anak-anaknya masih terlelap. “Saat berangkat anak-anak masih tidur. Saat saya pulang anak-anak sudah tidur. Saat bertugas komunikasi tetap berjalan dengan mereka. Awalnya mereka sering protes. Mereka minta pengganti waktu rekreasi bersama,” kata Kepala Sekolah Polisi Negeri Balikpapan tahun 2007-2008 ini.
Seiring perkembangan mereka, putra-putrinya mulai mengenyam pendidikan mereka disibukkan dengan urusan pelajaran. Namun, Gde tetap memantau perkembangan mereka. Menurut Gde, Lina sangat berperan besar dalam mendidik anak-anaknya. Lina selalu menemani putra-putrinya belajar. Urusan PR anak-anak menjadi rutinitas ibu yang suka bergaya di depan kamera ini.

Gde menyiasati kekurangan waktunya bersama keluarga dengan mengajak mereka berekreasi. Hari Sabtu atau Minggu mereka pergi ke objek wisata alam atau pantai. Dua lokasi ini menjadi favorit Gde. Kamera dan handycam selalu terkalung di leher lelaki yang menjadi pernah dipercaya menjadi Pembina Persiba ini. Gde mendalami fotografi secara otodidak. Hasil jepretan Gde tak kalah dengan fotografer profesional. “Hanya karena hobi,” aku Gde. Selain hobi motret, Gde juga suka dipotret. Saat dijepret, Gde langsung pasang gaya. “Dulu pengennya jadi model, tidak kesampaian,” ujarnya berkelakar. Tak kalah dengan para calon pasutri yang melakukan pemotretan prawedding, pasangan ini memiliki banyak koleksi foto yang penuh kenangan indah. Koleksi foto tertata apik dalam album keluarganya. Bahkan Gde juga meletakkan album spesial di sudut ruang kerjanya. Album cantik itu memuat banyak momen berkesan dengan istri tercinta. Gde mengaku, saat mereka berselisih faham, foto itu mampu membangkitkan kemesraan di antara mereka. Gde suka memberi kejutan kepada istrinya. Dalam alunan nada penuh cinta mengalun lagu “My Heart” untuk istri tercinta. “Ributnya batal,” resepnya dalam menjaga keharmonisan keluarga sembari tertawa.

Dalam keseharian dalam keluarganya, Gde lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia. Apalagi Gde sering berpindah tugas. Ia menilai mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. Namun, saat hari raya keagamaan Gde bersama keluarga rutin melakukan persembahyangan di pura. Bertemu dengan sesama warga Hindu menjadi kebahagiaannya menjalin silaturahmi. “Anak-anak bisa lebih mengenal budaya dan adat Hindu walau mereka tidak tinggal di Bali,” paparnya.
Ketika ia diharuskan berpatroli dalam keadaan darurat, Gde tak kekurangan akal. Saat ia menjabat Kapuskodal Ops Polres Metro Jakarta Pusat banyak terjadi demonstrasi. Otomatis waktu Gde lebih banyak tersita di luar rumah. Gde memboyong seluruh keluarganya menginap di hotel. “Anggap saja rekreasi, tapi saya tetap bertugas. Istri dan anak-anak menikmatinya. Kami tetap menjalin komunikasi dengan baik walaupun saya sibuk,” ungkap Gde.
Situasi gawat karena banyak para demonstan membuat Gde harus tetap stand by di lapangan. Menurut Gde biasanya yang dicek keamanan Istana Negara, Kedubes AS, Bunderan HI, Jembatan Semanggi, atau kompleks Cendana. “Malam-malam koordinasi kegiatan persiapan pasukan. 1 kompi sampai 100 orang. Tergantung volume massanya berapa harus menurunkan jumlah pasukan. Saya selalu stand by dari pagi sudah siap di lapangan. Pukul 19.00 selesai demo baru bisa ke kantor. Pukul 10 malam baru bisa pulang,” ujar lelaki yang pernah menjabat Pembina Persiba Balikpapan ini.
Sebagai polisi Gde berusaha membagi waktunya sebagai abdi masyarakat dan keluarga. Bahkan tak jarang, hari-harinya dilalui di bawah pohon. Kehidupan itu membuatnya lebih dekat dengan para kuli tinta. Hal itu dirasakan Gde saat mulai bertugas di Polda Metro Jaya. Saking letihnya, mobil Gde tak jarang berhenti di bawah pohon sekadar beristirahat sejenak. Sejak itu ia sudah akrab dengan para wartawan. Dari sana ia belajar bagaimana pentingnya ilmu komunikasi bagi polisi. Ia tertarik mengambil program pasacasarjana Kajian Ilmu Kepolisian. Tesisnya berkaitan dengan komunikasi. –ast

Sudah dimuat Di Koran Tokoh, Edisi 556, 6 September 2009










Jumat, 11 September 2009

Gurame di Pondok Mina Amlapura

Jika Anda pergi ke kawasan Karangasem, ada dua pantai indah di sisi timur pulau Bali ini yakni Amed dan Tulamben. Kalau mau mampir makan, datang saja ke Pondok Mina yang berlamat Jalan Untung Surapati, Padangkerta Amlapura. Rumah makan milik I Wayan Darmika ini menyajikan menu unggulan aneka olahan ikan Gurame. Ada yang digoreng, dipepes, dipanggang, atau yang dibumbu asam manis. Semuanya dihidangkan dalam satu paket berisi nasi putih, plecing kangkung dan lalapan.

Kelebihan hidangan di rumah makan ini adalah semua bumbu hidangan diolah pada saat pesanan datang. Makanan yang tersaji terasa enak dan segar. Buka pukul 07 pagi hingga pukul 09.30 malam. Meski terkenal dengan menu Guramenya, tempat makan ini juga menyediakan menu lain bagi mereka yang lagi tak ingin menyantap Gurame. Menu-menu tersebut antara lain ayam goreng, ayam goreng asam manis, cap cay, dan nasi goreng.

Kamis (10/9) aku bersama teman-teman kantor mengadakan diskusi bersama para entrepreneur di sana. Setelah diskusi, kami disuguhkan hidangan pepes gurame. Hari itu banyak sekali pengunjung sampai kami harus menunggu datangnya pesanan. Padahal perut udah berbunyi keroncongan. Karena sudah dipesan oleh tuan rumah, kami menimati pepes gurame. walaupun aku tertarik dengan gurame goreng. (wakakakkakak maunya yachhhh.....). Jika bingung mau mencari tempat makan di Karangasem, boleh dicoba rumah makan ini. rasanya lumayannnnnnnn enakkkkkkkkkk

Jumat, 04 September 2009

Jatuh Cinta Gara-gara Tilang

Kombes Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra S.H., M.Si.
dengan Lina Meidevita (Bagian 1)

Polisi identik dengan sosok yang galak. Namun, lelaki kelahiran Gianyar 14 September 1964 ini sangat jauh dari kesan itu. Murah senyum dan sikap penuh keakraban terlihat jelas dalam diri Kabid Humas Polda Bali yang menjabat sejak Desember 2008 ini. Bahkan, lantaran sikapnya yang simpatik, Lina Meidevita gadis kelahiran Solo 31 Mei 1969 ini, terpincut kepadanya. Kisah cinta mereka sangat unik karena dipertemukan gara-gara tilang. Gde begitu ia akrab disapa, berhasil memboyong gadis korban tilang ini menemani hidupnya hingga kini mereka dikarunia satu putra dan tiga putri ini. Bagaimana kisah pertemuan mereka?


Terlahir dari pasangan Wayan Wetra Kranya dengan Ni Nyoman Nurathi, Gde termasuk anak yang tidak suka berulah. Ia mengaku kehidupan masa kecilnya dilewati dengan kesederhanaan. Ibunya yang seorang guru selalu menerapkan disiplin keras kepadanya. Waktu senggangnya selalu diisi dengan belajar. Tak heran Gde selalu juara di sekolah. “Buku selalu menjadi teman saya,” ujar anak kedua dari empat bersuadara ini. Selain belajar Gde menyukai olahraga terutama sepakbola. Sejak SMA Gde dipercaya menjadi kiper Persegi Yunior.
Hingga ia menamatkan pendidikannya di SMAN 1 Gianyar, Gde selalu juara. Gde tertarik melanjutkan pendidikan ke Teknik Sipil Unud. Namun, ketika ia sudah diterima, Gde malah membatalkan niatnya menjadi insinyur. Mendengar ada penerimaan taruna AKABRI, Gde tertarik. Sedikitpun ia tidak berkeinginan menjadi polisi. Dalam benaknya terpikir, alangkah gagahnya menjadi perwira TNI AD. Waktu itu kepolisian masih bergabung dengan AKABRI. Setelah mengikuti psikotes, Gde diarahkan masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol). Setelah empat tahun mengenyam pendidikan di Akpol Semarang, Gde ditempatkan di Solo. Dinas pertama ia menjabat Pamapta (sekarang Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian) Polresta Surakarta Polda Jateng. Gde pun tidak pernah menduga, ia bertemu dengan tambatan hatinya di Solo.

Kisahnya sangat unik. Waktu itu, seorang gadis kelas III SMA melintas begitu saja di jalan raya tanpa menggunakan helm. Karuan saja, laju motor gadis itu dihentikan polisi yang sedang berjaga. Setelah turun dari motor, gadis yang bernama Lina Meidevita ini dintrogasi. Lina, begitu ia disapa, ditilang karena lalai menggunakan helm. Sebagai Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian, Gde dipertemukan dengan Lina. Saat bertemu Lina, tamatan FH. Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto ini langsung terpikat. Malah, dengan dalih Lina melakukan kesalahan, banyak pertanyaan yang diajukan kepada gadis berkulit putih itu.

Menurut Gde, Lina menjawab semua pertanyaan dengan polos. Saat itu, kata Gde, ia sudah mengagumi kecantikan gadis yang masih berseragam abu-abu itu. Lina tampaknya santai saja. Sedikitpun tidak tampak rasa takut kepada polisi yang menilangnya itu. “Dia mengaku salah dan meminta maaf,” ujar Gde sembari tersenyum simpul mengenang awal pertemuannya dengan istrinya itu. Walaupun tidak termasuk dalam introgasi, kesempatan itu dipergunakan Gde untuk mengorek banyak informasi dari Lina. Bahkan dari sana juga, ia tahu Lina belum memunyai pacar. Kesempatan itu tidak disia-siakan Gde. Setelah diintrogasi, Lina diberikan pembinaan dan diperbolehkan pulang. Namun, pertemuannya dengan Lina sangat membekas di hati Gde. “Zaman dulu belum ada HP seperti sekarang. Saya catat saja alamatnya. Besoknya saya main ke rumahnya,” tutur Gde dengan tawa lepas.


Keesokkan harinya, Gde bertandang ke rumah Lina. Lina ternyata sudah yatim piatu. Ia tinggal bersama tantenya. Berangkat dari kesamaan hidup sederhana, mereka tampaknya cocok satu sama lain. Karakter Gde yang dewasa membuat Lina memantapkan niatnya untuk memilih Gde menjadi tambatan hatinya walaupun mereka berbeda keyakinan. Gde beragama Hindu dan Lina beragama Islam. Namun, perjalanan cinta mereka tidaklah mulus seperti perkiraan semula. Keluarga besar Lina tampaknya tidak menyetujui hubungan dua sejoli berbeda keyakinan ini. Namun, Gde tak patah semangat. Hasratnya untuk segera memiliki Lina makin mengebu. Untuk menjauhkannya dari Gde, Lina sempat diboyong ke Jakarta dan tinggal di rumah sanak familinya di sana. Lina akan segera dijodohkan. Namun, Gde dan Lina tidak kekurangan akal. Lina tetap bisa menghubungi Gde di kantornya.

Ia bersikeras ingin balik ke Solo dan tidak mau dijodohkan. Setelah beberapa bulan di Jakarta, Lina tidak betah. Atas bantuan tantenya di Solo, Lina akhirnya bisa kembali pulang dan bertemu pujaan hatinya. Hari-hari dilalui kedua pasangan yang sempat terpisah beberapa bulan ini dengan penuh kemesraan. Gde pun mulai belajar mengenalkan Lina adat Hindu. Lina diajak ke Candi Ceto salah satu peninggalan Hindu di Karanganyar. Dengan meminjam mobil temannya, Gde mengisi hari liburnya menikmati suasana alam di objek wisata Jawa Tengah. “Sekali-kali, kami menghabiskan malam minggu dengan naik motor pergi ke bioskop,” tutur Magister Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia ini. Tidak ingin berlama-lama pacaran, setelah Lina menamatkan pendidikannya Gde segera memberanikan diri melamar Lina. Walaupun ada keluarga besar Lina tidak menyetujui, mereka tetap melanjutkan rencana semula. Gde mendapat dukungan dari tante dan om yang mengasuh Lina selama ini. Dukungan mereka membuat Gde dan Lina memantapkan diri untuk segera meresmikan hubungan dalam ikatan perkawinan. Tahun 1990 mereka menikah di Bali. -ast


Dimuat di Koran Tokoh, Edisi 555, 30 Agustus 2009


Senin, 31 Agustus 2009

Lakukan Komunikasi Dua Arah

Komunikasi terlihat sepele dan gampang. Namun, kesalahan berkomunikasi dapat mengakibatkan kehancuran. Satu contoh kasus kesalahan komunikasi yang mengakibatkan pembunuhan tragis suami istri pedagang mobil di Bali. Hanya gara-gara pembantu minta gaji kepada majikan dengan cara komunikasi yang salah dan tidak berkenan, ia menghabisi nyawa majikannya. “Kesalahan komunikasi dapat mendatangkan masalah. Dalam menyampaikan pesan, komunikan harus melihat situasi. Kadang-kadang tanpa disadari kesalahan berkomunikasi memberikan dampak negatif,” ujar Dra Ida Ayu Ratna Wesnawati, M.M. dalam diskusi Kerjasama Koran Tokoh dengan WHDI, Selasa (25/8).

Contoh lain kesalahan komunikasi dilukiskan Dekan Fikom Universitas Dwijendra ini. Seorang anak kecil menonton tayangan kriminal di televisi. Karena tidak mengerti, dia bertanya kepada kakaknya. Si adik menanyakan bagaimana cara bunuh diri seperti tayangan di televisi. Si kakak menjelaskan dan langsung mempraktikkan agar si adik mengerti. “Tolong ambilkan kakak kursi. Ikatkan tali di leher kakak dan gantungkan tali itu di tiang. Kemudian tariklah kursinya. Akhirnya matilah si kakak,” tutur Dayu Ratna. Ia mengatakan komunikasi menjadi suatu kebutuhan untuk mengatasi problematik antar manusia. Sekitar 70% waktu dibangun dengan komunikasi. Ada dampak yang terjadi jika kita tidak berhati-hati dalam berkomunikasi,” ujarnya.

Ia mengatakan tujuan berkomunikasi untuk terciptanya perubahan sikap, pendapat, perilaku dan socsial. Hambatan komunikasi yang sering terjadi karena kurangnya kecakapan, sikap komunikator yang kurang tepat, kurangnya pengetahuan, kurangnya memahami sstem social, dan prasangka yang tidak mendasar. “Jangan selalu negatif thinking dengan orang lain,” tegasnya.
Ia berpandangan dalam berkomunikasi dengan anak, orangtua harus memperhatikan banyak faktor. Orangtua hendaknya menjadi pendengar yang baik. “Jangan mentang-mentang menjadi orangtua tidak mau mendengar keluhan anak. Orangtua harus memahami saat anak berusia dibawah 5 tahun, anak dianggap menjadi raja. Usia diatas 5 tahun menjadi pelayan. Anak usia 16 tahun dianggap teman,” paparnya. Ia mengatakan saat anak mengeluh, hentikan kegiatan orangtua dan dengarkan pembicaraan anak. Hindari memotong pembicaraan. Lakukan komunikasi dua arah dan tidak mendikte,” jelasnya. Orangtua hendaknya tenang dan jujur. Hindari mengucapkan kata-kata yang tidak pantas sebagai ungkapan rasa marah dan frustasi.

Satu contoh diungkapkan Dayu Ratna, begitu ia biasa disapa. Seorang ibu karena pendidikannya kurang dan kondisi keluarganya tidak harmonis sering melontarkan kata-kata kasar kepada anaknya. Bahkan ibu tadi tak segan-segan memukul anaknya. Akhirnya anaknya salah pergaulan, kecanduan narkoba, mengidap HIV/AIDS dan meninggal. “Bagaimana anak itu bisa sensitif kalau mulai bangun tidur sampai malam hari selalu mendengar kata-kata yang kasar?” ujarnya dengan nada tanya. Ia menyarankan sebaiknya orangtua memberi anak dukungan bila anak datang menceritakan masalahnya Dengarkan dengan penuh perhatian. Lepaskan atribut diri sebagai orangtua saat mendengar curhat anak dan cobalah tempatkan diri dalam posisi anak. “Jangan sampai anak curhat ke tetangga atau orang lain. Bagaimana mau curhat dengan orangtua, belum apa-apa bapak dan ibunya sudah membentak duluan?” ujar Dayu Ratna.

Ia menilai, kebanyakan para ibu sudah jarang mengatakan kepada anaknya “Ibu masak apa hari ini untuk kalian?”. Dengan kesibukan para orangtua banyak hal penting yang jarang menjadi perhatian.
“Para orangtua hendaknya menemani anaknya saat menonton tayangan televisi. Ada kode dalam setiap tayangan yang harus diperhatikan orangtua. Tayangan dengan kode BO artinya perlu bimbingan orangtua. Dampingi anak saat menonton. Kode SU artinya untuk semua umur dan dapat ditonton semua kalangan,” jelasnya. Menurut Dayu Ratna, kualitas orangtua yang ada di rumahnya 24 jam belum tentu hasilnya sama dengan orangtua yang sibuk. Yang lebih penting, kata dia, kualitas pertemuan bukan kuantitas. Jangan lupa, bila orangtua salah biasakan meminta maaf kepada anak.
Dayu Ratna menilai manusia Bali zaman dulu selektif dan fleksibel dalam bersentuhan dengan budaya luar. Bersifat religius dan toleransi tinggi terhadap sesama, lugu, sabar, ramah, jujur dan rohaninya tangguh. “Dampak modernisasi mulai merubah pola hidup sosial mereka. Kecenderungan menjadi individual, materialistik dan konsumtif. Bagi yang sudah menikah hidup mandiri dan membentuk keluarga kecil yang baru. Hubungan kekeluargaan yang dulunya erat sekarang mulai renggang. Apalagi diikuti kesibukan masing-masing. Keadaan ini juga membuat komunikasi makin berkurang,” ungkapnya.

Menurut kajian Hindu, kata dia, orangtua harus mengomunikasikan kepada anak beberapa sikap seperti tanamkan keyakinan yang kokoh tentang nilai-nilai dasar kehidupan terhadap makna kasih sayang melalui sastra agama. Berbicara yang sopan dan halus kepada siapapun tanpa memandang status sosial khususnya kepada yang lebih tua. Selain itu, orangtua harus mengajarkan ke anak untuk memelihara hubungan baik dengan sesamanya, dan saling menyayangi dan menghargai (paras paros salunglung sabayantaka). Peduli dan toleransi seperti ajaran tat twam asi (aku adalah engkau, engkau adalah aku). Ia menegaskan komunikasi dapat membuat bahagia sejahtera dan komunikasi yang salah dapat menyebabkan kehancuran. –ast

Naskah sudah dimuat di Koran Tokoh Edisi 555, 30 Agustus 2009
Foto : koleksi pribadi

Senin, 24 Agustus 2009

Pekerja percetakan Wajib Pakai Masker

Penggunaan masker di tempat kerja yang menghasilkan debu dalam proses kerjanya sangat perlu agar terhindar dari penykit terutama paru. Penyakit timbul akibat pemaparan debu yang terus menerus pada pekerja. Salah satnya gejala batuk-batuk.
Prof. Ketut Tirtayasa , M.S. AIF, Ketua Program Studi Magister Ergonomi-Fisiologi Kerja FK Unud lebih jauh mengatakan, pekerja d tempat kerja seperti saha penggergajian, pengamplasan, pabrik semen, garmen, dan percetakan wajib menggunakan masker. Penggunaan masker agar udara yang dihirup tetap bersih tidak tercemar bahan-bahan yang tidak baik untuk pernapasan. “Tempat kerja seperti percetakan banyak mengandung polusi debu, zat kimia, atau partikel lain yang dapat memengaruhi fungsi pernapasan,” jelas Pengajar Pascasarajana Fisiologi Kerja PS Ilmu Faal FK Unud ini.
Ia menyarankan tempat kerja yang banyak menghasilkan polusi seperti garmen dan percetakan sebaiknya membuat ventilasi di bawah sehingga debu tidak naik ke atas dan dihirup para pekerja. Namun, kata Prof. Tirta, banyak perusahaan tidak membuat tempat kerja yang nyaman bagi pekerjanya. Belum lagi ditambah kurangnya kesadaran pekerja menggunakan masker sebagai pelindung. Menurutnya berdasarkan aturan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seharusnya perusahaan menyediakan masker bagi pekerjanya. Masker medis dapat digunakan. Cara penggunaanya warna putih di dalam dan warna hijau di luar. Bagian atas ditandai dengan kawat yang menempel pada hidung. Kawat tersebut bisa dibentuk sesuai bentuk hidung agar benar-benar melekat dan tidak longgar.
Ia menilai masker medis yang dijual di apotek sesuai standar kesehatan. Layaknya masker ini dibuat untuk sekali pakai. Namun, memungkinkan untuk dicuci. Namun, pencucian yang terlalu sering dapat mengurangi kualitas masker. Intensitas debu yang diserap lebih sedikit karena pori-pori sudah longgar. “Sebaiknya jangan terlalu sering dicuci. Kalau sudah kotor atau tidak nyaman, dan longgar lebih baik diganti yang baru. Jangan meminjam masker orang lain. Rawan penularan virus,” ujar salah satu dosen yang mengikuti Kongres Ergonomi 9-14 Agustus di Beijing Cina ini. Perusahaan bahan kimia berbahaya atau pabrik besi biasanya menyediakan masker khusus. Masker ini dibuat dari bahan khusus yang sudah dirancang sesuai keperluan dan dapat dicuci.
Ia menegaskan sosialisasi masker perlu dilakukan kepada pekerja. Ini menyangkut hubungan antar manusia dengan pekerjaannya dalam hal peralatan, lingkungan kerja, dan organisasi kerja. Tujuannya agar pekerja tetap sehat, aman, nyaman, dan produktif. –ast

Sabtu, 22 Agustus 2009

Masker Medis Pelindung Efektif Virus Flu Babi

Merebaknya virus flu babi membuat masyarakat resah. Mereka memborong masker untuk melindungi diri. Penjualan masker pun meningkat. Itu terlihat dari beberapa apotik di Denpasar. Ibu Desak karyawan Apotek Ganesa menuturkan sebelum ada kasus flu babi, masker hanya diminati para sales. “Mereka membeli masker untuk melindungi diri dari debu karena sering di jalan. Paling laku 1-2 buah. Itu pun tidak setiap hari,” ujarnya. Saat ini, kata Ibu Desak, penjualan masker meningkat. Tiap harinya, ada saja yang membeli. Malah sampai 10 orang. Beberapa masyarakat membeli satuan dan ada juga yang membeli satu dus. Satu masker harganya Rp 1.500. Menurut Ibu Desak, masker tidak dicuci. Setelah penggunaan paling lama 4 hari, masker dibuang. Masyarakat yang membeli masker terdiri dari berbagai lapisan. Selain pegawai rumah sakit, ada juga siswa sekolah, ibu rumah tangga dan karyawan. “Pembeli kadang bertanya bagaimana cara penggunaan masker yang benar,” tuturnya.
Meningkatnya pembelian masker juga dituturkan Ibu Agung, karyawan Apotek Ariadi. Menurutnya sebelum kasus flu babi merebak, masker hanya dibeli karyawan rumah sakit. Tapi sekarang, kata Ibu Agung, banyak yang membeli masker. “Tiap hari pasti ada saja yang membeli dua atau tiga orang,” katanya.
Menurut Kepala Bagian SMF Mikrobiologi Klinik FK Unud dr. I Dewa Made Sukrama, M.Si., Sp.M.K., penggunaan masker medis terbukti efektif melindungi masyarakat menghadapi wabah flu burung dan flu babi. Hal ini diperkuat hasil tim peneliti dari Universitas New South Wales Australia terhadap lebih dari 280 orang dewasa selama musim dingin 2006 dan 2007. Penelitian ini membuktikan masker medis merupakan cara paling murah melindungi masyarakat menghadapi epidemi flu babi.
Ia mengatakan masker adalah alat pelindung diri untuk pencegahan penularan dari orang ke orang. Masker yang digunakan adalah masker medis dengan standar WHO. Masker medis yang baik memenuhi standar bacterial filtration efficacy . Masker ini sudah dirancang khusus melindungi diri dari mikroorganisme bakteri dan virus. “Masker ini memiliki pori-pori yang memberikan ruang untuk hidung bernapas. Menggunakan masker tidak membuat sesak napas,” jelasnya. Sosialisasi penggunaaan masker sebaiknya dilakukan. Tujuannya agar masyarakat dapat memproteksi diri dengan benar tanpa harus berlebihan. Masker medis biasanya dibuat untuk sekali pakai. Ia menyarankan agar masyarakat menggunakan masker pada tempatnya seperti di bandara, ruamh sakit, atau tempat umum yang dicurigai ada penularan virus. Bagi penderita influenza sebaiknya menggunakan masker jika akan bepergian. Namun, langkah yang tepat sebaiknya beristirahat di rumah. Virus menular melalui bersin penderita yang dibawa lewat perantara udara. -ast

Koran Tokoh, Edisi Minggu 5
54, 23 Agustus 2009

Jumat, 14 Agustus 2009

Buku Sejarah Model Komik, Bangkitkan Minat Anak Belajar

BAGI para pencinta komik, siapa yang tidak kenal Jan Mintaraga. Komikus legendaris Indonesia ini memang sudah tiada. Namun, karya-karyanya yang memunyai ciri khas dan sarat nilai historis sangat mendapatkan tempat di hati penggemarnya. Kepiawaiannya dalam melukiskan sosok perempuan cantik dalam goresan penanya, membuat karyanya yang diawali tema roman ini menjadi idola tahun 1960an. Penggemar komik di Bali mendapat kesempatan bertemu dengan Linda Tilaar, istri Jan Mintaraga dalam acara “Ngobrol Bareng Pencinta Komik”, Sabtu (1/8) di Denpasar.

Menurut Linda mengawali kariernya, Jan memang menekuni komik roman. Karyanya yang memunyai ciri khas melukiskan sosok perempuan cantik membuat para pembacanya mengidolakannya. Banyak penggemar memberanikan diri mengirim surat ke Jan. Dari sekian banyak penggemarnya, Linda mengaku salah satunya. “Beruntunglah saya mendapatkan hati bapak,” ujar perempuan asal Manado ini sembari tertawa. Perempuan yang masih enerjik diusianya yang ke-59 ini berhasil memikat hati sang komikus dan menjadi pendamping hidupnya. Linda Mintaraga, bahkan mengilhami Jan dalam beberapa cover komiknya seperti Sebuah Noda Hitam.

Karya lukis Jan sangat dikagumi karena ia menggunakan cat air. Menurut Linda, tingkat kesulitan menggambar dengan cat air sangat tinggi dibandingkan cat minyak. “Lukisan dengan cat minyak bisa ditimpah, sedangkan cat air harus sekali jadi. Karena itu, dibutuhkan ketelitian dan kesabaran,” ujarnya.
Namun, jika diserang deadline, tak jarang Linda harus ikut serta membuat panel dan sedikit arsiran. Pertamakali membuat komik, Jan menggunakan rapido, kemudian beralih ke kuas.
Linda menuturkan jika Jan sedang mengarang dia tidak bisa diganggu. Tapi ketika membuat gambar, Jan membutuhkan Linda untuk membantunya memotong kertas dan membuat panel. Jan pun meminta Linda untuk selalu menemaninya menggambar. Linda ikut begadang menemani Jan menggambar. Jan sering kesal jika Linda tiba-tiba tertidur karena mengantuk. Rokok kretek selalu menemani Jan. Kebiasaan Jan merokok bak kereta api ini, memicu penyakit kanker paru-paru yang akhirnya merengut nyawanya tahun 1999.
Selain roman, Jan juga membuat komik silat seperti Teror Macan Putih, Alap-alap Gunung Gantungan, Karang Kambang, Rajawali dari Utara, Turangga Bayu, Kelelawar Bersayap Tunggal.

Linda mengatakan kesukaan Jan membaca buku sejarah Nagarakertagama, mengilhaminya membuat komik wayang seperti Ramayana dan komik sejarah Imperium Majapahit. Menurut Linda, Jan memunyai referensi kuat dalam membuat karya-karyanya. Bahkan, Jan sering datang ke museum untuk mengetahui lebih detil tentang komik sejarah yang akan dibuatnya. Linda menuturkan Jan sangat menyukai sejarah. Jan pernah berujar pada Linda, ingin sekali buku pelajaran sejarah dibuat seperti model komik agar anak-anak tertarik. “Bapak sering mengatakan generasi muda harus faham sejarah bangsanya. Untuk itu harus dilestarikan. Sejarah memberikan pemahaman kepada kita tentang arti kepahlawanan dan cinta tanah air,” tutur Linda mengutip ucapan mendiang suaminya itu. Namun, ide Jan belum kesampaian. Karya Imperium Majapahit adalah karya Jan menjelang detik-detik terakhirnya.

Jan Mintaraga dijuluki komikus berwawasan oleh kritikus Perancis Marcel Bonef karena kecintaannya akan ilmu pengetahuan dan selalu ingin belajar. Menurut Jan, membuat komik tidak boleh sembarangan, karena harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Apalagi komik sejarah. “Walaupun komik bersifat hiburan, komik juga dapat memberikan inspirasi kepada pembacanya,” kata Jan selalu kepada para komikus muda yang belajar kepadanya. Menurut Linda, banyak harapan Jan yang dititipkan padanya. Linda mengaku sedih melihat komik Indonesia ditinggalkan pembacanya dan beralih ke komik luar. “Sekarang ini komik Indonesia tidak laku dan kalah bersaing. Mereka lebih suka komik Jepang,” kata Linda. Harapan Jan seperti penuturannya pada Linda, ingin komik Indonesia kembali berjaya seperti dulu. Bahkan menjadi industri seperti musik atau film. “Perlu dukungan semua pihak, baik pemerintah, penerbit, maupun media,” tandasnya.

Menurut Trias, salah satu penggemar komik, setiap gambar yang dilukis Jan sarat akan arti. Ia mengatakan karya Jan sangat dinamis dan romantis. Sangat terlihat dari semua karya roman Jan seperti Sebuah Noda Hitam, Affair di Lembah Tali Putri, Fajar Menyingsing Juga, Cinta Yang Salah, Aku Bukan Untukmu. Sementara bagi David, Tommy dan Dewa dari Balicomics, setiap tokoh perempuan dalam karya Jan selalu terlihat cantik dan memikat. “Tokohnya sangat hidup. Jan Mintaraga memang seorang komikus kreatif dengan karya yang bermutu,” ujar Tommy penggagas Balicomics ini.


Satu Angkatan dengan GM Sudarta
Jan Mintaraga lahir di Jogjakarta 8 November 1942. Ia sempat mengenyam pendidikan di Akademi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta dan Seni rupa Intitut Teknologi Bandung. Jan satu angkatan dengan GM Sudarta kartunis Om Pasikom di Kompas. Jan pernah bergabung dalam grup band Koes Plus dan mendapat bagian memegang alat musik drum. Jan memiliki empat putri Patsy Mintaraga, Lorraine Mintaraga, Nana Mintaraga, dan Bernadette Mintaraga. Dari keempat putrinya, hanya putri pertamanya yang menurunkan bakatnya jago dalam menggambar. –ast

Sudah dimuat di Koran Tokoh, Edisi 522, 9 Agustus 2009