OBAT kuat sering diburu karena diyakni dapat meningkatkan keperkasaan. Namun, beberapa pedagang di pasar mengaku takut mengonsumsi obat yang diyakini mampu meningkatkan vitalitas tersebut. Gusti Ngurah contohnya. Lelaki pedagang daging ayam di Pasar Badung ini mengaku tidak pernah mengonsumsi obat kuat, karena takut efek sampingnya. Ia sering mendengar dari orang-orang di pasar, efeknya berbahaya.
Lelaki yang sudah dua tahun berjualan di pasar itu mengaku menjaga vitalitasnya dengan mengonsumsi jamu sehat yang biasa dibelinya di warung. Namun, kini sudah empat bulan ia tidak pernah minum jamu lagi, lantaran pedagangnya tutup.
Menurut Gusti, setelah ia mengonsumsi jamu sehat itu, badannya langsung berkeringat dan ia merasa segar dan bugar. “Sangat berbeda rasanya kalau saya tidak minum jamu. Rasanya seperti sehat,” aku bapak dua anak ini. Biasanya Gusti hanya minum susu dan makan telur ayam kampung dua kali sehari untuk menjaga vitalitas tubuh. Kadang ia membeli ekstra joss jika badannya terasa capek. Menurutnya, obat kuat hanya untuk orang-orang yang mempunyai masalah dalam berhubungan seks. “Kalau sudah sehat dan tidak masalah, kan tidak perlu obat kuat,” tutur Gusti.
Hal senada dituturkan Pak Bilang asal Solo yang berjualan nasi soto di pasar. Lelaki usia 49 tahun itu mengaku hanya mengandalkan jamu sehat yang dibelinya di pasar. Tidak pernah terbersit keinginannya untuk minum obat kuat karena takut efek sampingnya. Menurutnya jamu sehat sudah cukup membuatnya perkasa di tempat tidur. Walaupun ia sendiri tidak tahu apa campurannya, tapi ia yakin jamu itu tidak berbahaya dibanding obat kuat.
Lain lagi penuturan Jariyah, salah satu pedagang pakaian. Mendengar tetangganya yang sekarat lantaran obat kuat, membuat Jariyah melarang suaminya ikut-ikutan minum obat kuat. Apalagi suaminya menderita asma. Saat ini suaminya biasa minum jamu khusus asma yang dibeli dari pedagang jamu di pinggir jalan. Menurut Jariyah setelah minum jamu asma itu, keadaan suaminya agak membaik. Namun, kadang ia merasa bingung juga asma suaminya kambuh tanpa sebab yang jelas.
Perempuan usia 50 tahun itu mengaku ngeri membayangkan efek samping obat kuat itu. Mendengar penuturan salah satu tetangganya yang mempunyai hobi “jajan” di luar yang sering mengonsumsi obat kuat itu. “Untuk menambah keperkasaannya, tetangga saya suka beli obat kuat dan sering menceritakan pengalamannya berhubungan seks dengan para tetangga,” kata ibu enam anak itu. Malah dari pengakuan tetangganya itu, segala macam obat kuat pernah dicobanya. Namun, kata Jariyah, kini tetangganya itu sakit-sakitan dan agak tuli. Menurut para tetangga lainnya, mungkin itu disebabkan karena ia sering minum obat kuat sembarangan.
Tukim salah satu supir di terminal Ubung mengaku pernah minum obat kuat untuk sekadar mencoba khasiatnya. Namun, mencoba sekali ia langsung kapok. Setelah minum obat kuat yang dibelinya di dagang jamu itu, ia merasa jantungnya berdebar-debar keras dan berkeringat. “Untung saja tidak terjadi apa-apa. Kapok, saya takut,” aku supir jurusan bus Bali-Jawa itu .
Namun, Muji asal Banyuwangi yang pernah mencoba minum obat kuat mengaku tidak tahu apa khasiat minum obat kuat pada kejantanannya. Karena sebelum dan sesusah minum obat, ia merasa kejantanannya sama saja. Namun, ia merasa gagah saja ikut-ikutan minum obat kuat. Walaupun tidak tahu apa pengaruhnya. Menurut Muji, itu pengalamannya dulu. Kini setelah umurnya 48 tahun, ia mengaku tidak pernah lagi minum obat kuat. “Kalau capek paling hanya minum jamu sehat di warung,” tutur Muji. –ast
Sudah dimuat di Koran Tokoh, Edisi 516, 29 November 2008
---------kutipan---------
Berikut ini adalah daftar nama Jamu dan Obat Kuat Pria yang telah dilarang peredarannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Departemen Kesehatan Indonesia BP POM RI pada tangga 19 November 2008:
- Blue Moon, produksi PT Pasific Care Indonesia, Jakarta. (registrasi dibatalkan).
- Tripoten. Produksi PT Dexa Medica, Palembang
- Tanomale-Produksi PT Pyridam Farma, Cianjur
- Caligula-Kapsul. Produksi Pabrik Jamu Air Madu, Magelang. (registrasi dibatalkan).
- Kobra X-Kapsul. Produksi Pabrik Jamu PJ Ragil Sentosa, Cilacap. (registrasi fiktif)
- Hwang Di Shen Dan-Impor PT Multi Usaha Sentosa. (registrasi dibatalkan).
- Kuat Tahan lama -serbuk. Produksi PD Jamu Moro Sehat, Banjarnegara.(registrasi fiktif).
- Lak Gao 69. Produksi Pabrik Jamu Jaya Sakti Mandiri, Semarang
- Lafaria- Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
- Mata Gold, Produksi PT Paramitra Media Perkasa, Jakarta.
- Manovel (impor). Produksi PT Sari Sehat Q. Capung Indah Abadi, Magelang.
- Okura. Produksi PT Herbalindo Sukses Makmur Tangerang
- Otot Madu. Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
- Rama Stamina. Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
- Sari Madu-Kapsul- Produksi Pabrik Jamu Sari Madu Murni. (registrasi fiktif).
- Stanson (impor). Produksi PT Rajawali Sukses, Jakarta.
- Sunni Jang Wang Xeong Ying Dan-Pil, (impor). Produksi PT Cahaya Pil Teknologi Farmasi, Jakarta.
- Sunni Jang Wang Xeong Ying- kapsul- Produksi PT Cahaya Pil Teknologi.
- Teraza. Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
- Top One-Kapsul-Produksi Pabrik Jamu Paladiva, Solo.(registrasi fiktif)
- Urat Perkasa-kapsul- Produksi Pabrik Jamu SM Jaya, Cilacap.
- Ju-mex. Produksi CV Mega Maju Mekar, Jakarta.