Minggu, 01 Maret 2009

Polusi Udara Akibatkan ISPA

Asap kendaraan bermotor merupakan sumber utama polusi udara perkotaan di Indonesia. Menurut world bank, dalam kurun waktu 6 tahun sejak tahun 1995 hingga 2001 terdapat pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai hampir 100%. Sebagian besar kendaraan bermotor itu menghasilkan emisi gas buang yang buruk baik akibat perawatan yang kurang memadai ataupun dari penggunaan bahan bakar dengan kualitas kurang baik. Demikian diungkapkan Sang Gede Purnama, SKM, Dosen Kesehatan Lingkungan, PS Ilmu Kesehatan Masyarakat Unud dalam diskusi terbatas kerja sama Koran Tokoh dengan SMAN 5 Denpasar, Selasa (24/2).

Ia menilai Indonesia belum menata transportasi umum dengan baik. Jumlah kendaraan pribadi jauh lebih besar. Artinya, pemerintah mengharapkan pajak pribadi lebih banyak. Apa yang terjadi? Dampaknya luar biasa. “Jumlah kendaran pribadi yang banyak justru mengakibatkan bertambahnya polusi dan berbagai pemborosan bahan bakar, lahan parkir, fasilitas jalan raya, peningkatan polusi udara yang pada akhirnya menurunkan kualitas kesehatan masyarakat,” paparnya.

Ia menilai apabila hal ini dihitung, maka kerugian negara dan masyarakat cukup besar dibandingkan dengan biaya pajak yang didapat dari kendaraan pribadi itu sendiri. “Berbeda dengan negara maju yang menerapkan sistem transportasi umum yang baik sehingga kendaraan pribadinya limited,” ujar Purnama.
Worl bank juga menempatkan Indonesia menjadi salah satu kota dengan kadar polutan tinggi setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City.

Menurut Purnama dampak buruk polusi udara bagi kesehatan adalah munculnya penyakit Infeksi saluran Pernapasan Akut (ISPA). Data WHO mengungkapkan polusi udara perkotaan diperkirakan memberi kontribusi bagi 800.000 kematian tiap tahunnya.
Mereka yang rentan terhadap polusi adalah anak-anak apalagi bagi mereka yang hidup di bawah kemiskinan dan kekurangan gizi. “Mereka ini lebih mudah terserang penyakit dan efeknya dapat menurunkan kecerdasan anak.

Ia mengatakan sebagian besar polutan udara ini langsung mempengaruhi sistem pernafasan dan pembuluh darah. “Pemaparan yang akut dapat menyebabkan radang paru sehingga fungsi paru menjadi berkurang dan menghambat jalan darah. Dapat mengiritasi mata, hidung dan tenggorokan dan menyebabkan sakit kepala. CO berkosentrasi tinggi terhadap Hb sehingga menghalangi O2 dalam darah yang menuju ke sistem pembuluh darah dan jantung serta saraf,” paparnya.

Ia mencontohkan perhitungan World Bank tahun 1994 dengan contoh kasus polusi di Jakarta. Kalau saja konsentrasi polutan dapat diturunkan sesuai strandar, diperkirakan akan terjadi penurunan tiap tahunnya sekitar 1400 kasus kematian bayi prematur, 2000 kasus rawat di rumah sakit, 49.000 kunjungan gawat darurat, 600.000 serangan asma, 124.000 kasus bronhitis pada anak, 31 juta gejala penyakit saluran pernapasan, serta terjadi peningkatan efisiensi 7,6 juta hari kerja yang hilang akibat penyakit saluran pernapasan. Dari sisi ekonomi pembiayaan kesehatan akibat polusi udara di Jakarta diperkirakan mencapai 220 juta dolar tahun 1999.

Ia menegaskan kalau kondisi kerusakan lingkungan terus-terusan terjadi di Bali, lama kelamaan dapat berdampak seperti Jakarta. Kondisi yang terjadi di Jakarta sekarang ini, kendaraan yang banyak diatasi membuka jalan yang baru. Padahal, kata dia, banyaknya kendaraan yang akhirnya menyebabkan polusi yang terakumulasi terus. “Seharusnya yang dilakukan adalah memperbaiki fasilitas angkutan, membuka daerah taman kota dan perindangan yang baik,” ujarnya.

Menurutnya taman-taman kota perlu diperbanyak dan diperluas sehingga polusi udara yang terjadi diimbangi dengan kawasan hijau yang menjadi paru-paru kota. Tanaman perindang cukup membantu penyerapan CO2 dan menghasilkan O2.
Kalau menerapkan pola seperti Jakarta nantinya, kata Purnama, malah terjadi penebangan pohon perindangan pada pembukaan jalan baru. “Kita harus belajar melihat bagaimana penataan kota besar di Indonesia banyak yang salah, sehingga Bali dapat belajar sebelum terjadi hal yang sedemikian rupa,” kata Purnama.

Masalah-masalah kerusakan lingkungan pun sudah menjadi isu dalam konferensi internasional. Bagaimana efek rumah kaca global warming sudah terjadi. Hal ini, kata Purnama, akan terus terjadi jika tidak memperbaiki dari sekarang.
Salah satu jalan adalah dengan melakukan penghijauan. Unud sendiri telah menunjukkan kepedulian dengan melakukan penghijauan.
Ia juga menyayangkan para kepala daerah yang menyetujui pembangunan villa, dan pembukaan lahan baru untuk meningkatkan investasi yang datang. Padahal, kata Purnama, villa yang indah juga berhubungan dengan keindahan, kebersihan, dan lingkungan yang baik.

Asap Rokok dan Dapur Polutan Berbahaya
Selain polusi udara di luar, dikenal juga polusi di dalam ruangan. Selama ini hanya dikenal polusi di luar ruangan. Padahal, polusi udara yang terjadi didalam ruangan sering tidak diperhatikan yang juga dapat membahayakan kesehatan. Menurut Purnama kebiasaan buruk seperti merokok yang menyebabkan polusi dalam ruangan dan berdampak bagi orang sekitarnya.

“Asap rokok mengandung sekitar 4000 bahan kimia, dan 43 diantaranya bahan kimia yang mengandung karsinogen (cat kimia yang menimbulkan kanker). Dari begitu banyaknya bahan kimia yang dihirup perokok aktif hanya mengisap 15% saja, sedangkan 85% dihirup para perokok pasif,” kata Purnama.
Selain asap rokok, juga dapur. Proses pembakaran dalam ruangan seperti memasak jika tidak mendapat ventilasi yang cukup dapat menjadi polusi dan menganggu kesehatan. –ast

Sudah dimuat di koran Tokoh, Edisi 529, Minggu 1 Maret 2009


8 komentar:

boykesn mengatakan...

waduh, ngeri ya...
apalagi saya perokok nih....hmmmm...
berhenti ah....he..he..

Andri Journal mengatakan...

Mungkin saja polusi berpengaruh.Tp kalo di desa sepertinya masalah kekurangan gizi lebih berperan.Kurang gizi menyebabkan daya tahan turun shg lebih mudah terserang ISPA.

attayaya mengatakan...

co, timbal dll mbuat manusia jadi lebih sakit
huk huk huk
batuk deh

harus ada langkah nyata untuk mengurangi polusi
dimulai dari diri sendiri

omyosa mengatakan...

NI DIA SOLUSI SEHAT DGN AIR SEHAT
“Ini dia solusi penyembuhan dan pencegahan bermacam penyakit, tanpa obat, tanpa suntik, tanpa operasi, tanpa bahan Kimia, tanpa bahan pengawet, baik sekali untuk kesehatan jantung, ginjal, paru-paru, lever, pankreas, lambung dan organ tubuh lainya. Aman bagi segala usia, tidak ada efek samping”.
Untuk solusi hidup lebih sehat, saat ini sudah diproduksi air murni dengan kadar meneral anorganik rendah dan memiliki kandungan oksigen yang tinggi, yang mampu dan dapat dijadikan alternatif pilihan untuk HIDUP LEBIH SEHAT.
Mulailah hari ini hidup sehat dengan mengganti konsumsi minum anda sehari-hari dengan OXY Drink Water, yang merupakan air murni beroksigen tinggi yang dapat dijadikan alternatif pemeliharaan kesehatan, mempercepat proses penyembuhan berbagai penyakit, juga mampu meningkatkan energi tubuh bagi pria dan wanita. Cukup 2 botol (388 ml)per hari pagi hari bangun tidur, dan malam hari menjelang tidur ketika perut dalam keadaan kosong.
Jauhkan anda dari rokok yang mempunyai kandungan tar dan nicotine tinggi yang jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan meracuni organ tubuh anda.
Terima kasih.
Omyosa : 08159927152

Erik mengatakan...

Perubahan cuaca yang mendadak juga jadi sering menjadi pemicu ISPA ya.

Sekarang ini susah mau menghindari polusi, sudah begitu banyak sumbernya

aziz mengatakan...

kaya'y di jogja kl keluar hrs pake masker nieh,,,,

wirati mengatakan...

@aziz:
hahhaha?? pake masker?? waduh ngeri juga tuh

@Erik:
iya nih, polusi dimana-mana, susah bangettttt

@buat Omyosa:
hehehheh ok deh, sip artikelnya

wirati mengatakan...

@Attayaya:
iya nih, gima dong, BBM kan masih pake timbal tuhhhhhhh

@buat Andri:
iya pak dokter, aku kangen nih suasana pedesaan yg udaranya bersihhhhhhh...............

@buat boykesn:
hehheh stop merokok, jaga kesehatan, hahhahahahah