Sabtu, 23 Agustus 2008

Chatting oh.............. Chatting


Hari ini aku mendapatkan pelajaran baru dari teman aku. Dia mengisahkan pengalamannya berchatting ria beberapa waktu lalu. Saat pertama kali aku mendengar kisahnya, aku tertawa. Dia marah, dan sangat sewot, karena aku langsung memotong ceritanya dengan tertawaku yang amat lebar dan terbahak-bahak. Karena aku pikir, kejadian sejenak yang dia alami itu gak bakalan membekas di hatinya, ternyata dugaanku salah. Dia sempat terluka dan shock, yang akhirnya memilih menceritakannya kepada aku untuk berbagi..................

Jujur saja, aku jarang bertemu dengannya. Entah angin apa yang membawanya datang padaku dan berkisah dengan linangan air mata kekecewaan. (Uph…. I am so sorry…..)

Kisah ini aku tulis disini, dengan harapan menyadarkan orang-orang yang mempunyai kelakukan sama dengan tokoh dalam kisah temanku itu. Itu pun kalau mereka mau sich…….

Untuk menghibur diri karena stress beban kerja, Sari sebut saja begitu nama temanku itu, meluangkan waktu untuk chatting di YM. Kala itu pukul 9 malam, dia BT karena belum mengantuk. Saat masuk ke YM, seseorang memanggilnya dan mengatakan pernah chatting dengannya dulu. Sari mengingat-ingat id orang itu, tapi dia lupa. Maklumlah dia jarang online. Berulangkali teman chattingnya itu mengingatkannya, dan akhirnya dia ingat. Sari merasa pernah chatting dengannya sebentar. Ia teringat temannya itu prnah mengatakan dia tamatan Inggris. Hanya itu……

Akhirnya Sari memutuskan melanjutkan obrolan pada malam itu. Jejaka, sebut saja begitu nama orang itu. Mereka chatting dari pukul 8 malam sampai 12 malam. Merasa ada kecocokan, mereka tampaknya mulai menceritakan keadaan masing-masing. Jejaka pun mengatakan belum menikah dan belum punya pacar, sama dengan Sari. Gayung pun disambut. Mereka berdua tampaknya sama-sama cocok dan menjadi teman mengobrol yang asik.

Namun, tiba-tiba obrolan terputus pukul 12 malam karena sinyal provider internet Jejaka kurang bagus dan membuat koneksinya terputus. Sementara mereka berdua belum sempat memberikan no hp masing-masing. Akhirnya, dengan terpaksa obrolan terputus, dan Sari sangat kecewa. Keesokan harinya, Sari berusaha mencari-cari id Jejaka di YM. “Siapa tahu dia online,” pikir Sari. Tapi hasilnya nihil. Sari kecewa dan berusaha tetap mencari.

Sampai akhirnya pukul 10 malam, Jejaka online dan mereka bertemu kembali. Ternyata si Jejaka juga mencari-cari Sari dari tadi paginya. Mereka pun melanjutkan obrolan hingga pukul 12 malam dan tidak mau mengulang kesalahan kemarin, mereka akhirnya menukar nomor HP.
Setelah itu mereka memutuskan melanjutkan obrolan lewat HP dari jam 12 malam hingga pukul 2 pagi. Gile gak tuch….???????
Besok pagi mereka berjanji untuk ketemuan sekalian dinner.

Pukul 6 malam mereka bertemu ditempat yang sudah ditentukan. Jejaka membawa mobil mewah keluaran terbaru yang harganya kira-kira 800 juta. (Gile bokkkkk........).

Sari senang akhirnya mereka bisa bertemu. Cuman dalam hati dia sempat kaget, ternyata Jejaka tidaklah seperti yang dipikirkan. Okelah si Jejaka membawa mobil mewah, cuman penampilannya biasa saja. Tingginya hanya 160 cm, dengan berat sedang. Kulit juga sawo matang dan penampilan biasa aja. No thing special.

Dalam perjalanan menuju restaurant yang mereka tuju, Jejaka tak henti-hentinya ngomong berbagai hal yang bagi Sari terlalu naïf. “Terlalu sok bagi seorang lelaki dewasa yang sudah keliling dunia ke 31 negara,”tutur Sari dengan mata berkaca-kaca.

Mulai dari makanan yang dia makan setiap hari, gaya hidupnya dan semua cerita Jejaka yang membuat Sari mabuk. Bukan mabuk cinta tapi mau muntah. Maklumlah Sari tidak biasa naik mobil mewah, dia hanya seorang gadis sederhana tapi lumayan cantik dan karyawati sebuah hotel melati.

Saking tidak tahan, Sari sempat beradu argumentasi tentang makna hidup dengan Si Jejaka tamatan Inggris itu. Saat membayar makanan di kasir aja, gaya Jejaka memberikan tip bagi waitress membuatnya makin merasa muak. Sari kembali menanyakan identitas Jejaka yang sebenarnya, setelah bertemu di dunia nyata bukan dunia maya lagi.

Namun lucunya Jejaka, malah ngomong “ Kamu ini aneh, maksa semua diulang lagi, Keluargaku udah dari dulu tinggal di Inggris sejak tahun 50-an,” kata dia. “Kamu kuliah apa disana,” tanya Sari lagi. “Kamu ini kok tanya terus sih? Emang km mau kasi aku kerja nanya gitu,” jawab Jejaka dengan sewotnya. “Aku kan cuma mau tahu saja, katanya kamu tamatan Inggris. Terus sekarang usaha trading. Usahanya apa,” ujar Sari lagi.

“Apa kuliah itu penting buat kamu,” kata Jejaka sambil mendelik.

Lo, kita kan udah bertemu, kan bisa berteman. Kamu tinggal dimana?,” tanya Sari lagi. Jejaka menyebutkan nama sebuah jalannya sambil berucap, “Kamu ini kok nanya aja dari tadi. Aku gak pernah nanya ama kamu.” Selesai.

Sari diam dan berusaha menenangkan diri. Dia hanya heran, dengan sikap arogan Jejaka. “Sudah hampir 10 tahun tinggal di luar negeri dan berkeliling ke 31 negara, sikapnya kok gini. Apalagi usai Jejaka sudah berkepala tiga lebih. Mestinya makin dewasa dan bijaksana. Ini kok aneh. Terus ngapain dia mau ketemu aku dan chatting lama-lama dengan aku, dan menghabiskan pulsa telepon,” pikir Sari. Saat pulang Sari hanya diam , tanpa ekspresi. Jejaka berusaha merayunya dengan kata-kata manis agar tersenyum.

Setelah berpisah jejaka mengatakan akan melanjutkan hubungan pertemanan ini dan mengajak Sari untuk lain waktu jalan-jalan lagi.
Entah apa yang ada dalam pikiran Sari waktu itu. Tiba-tiba dia mengirimkan sms pada teman laki-lakinya untuk datang dan menunggunya di depan rumahnya. Setelah tiba di depan rumah Sari memberi kode pada teman kerjanya itu untuk mengikuti mobil Jejaka.

Setelah mengantar Sari, Jejaka mengaku akan bertemu dengan klien. Teman Sari terus mengikuti mobil Jejaka sampai pada sebuah rumah mewah.
Dia masuk, dan keluar lagi membawa sepeda motor. Uph…….. maksudnya….??????

Jejaka menuju sebuah restaurant dan ia bertemu dengan seorang perempuan. Teman sari mengawasinya dari jauh. Entah apa yang diperbincangkan. Kira-kira 1 jam kemudian dia pulang menuju rumah kosnya di sebuah bilangan Denpasar. Yah, ampun…. Ternyata mobil itu dia minjam, dan pekerjaannya sales man. (kecian banget lu……)
Benar-benar gile banget …….

Dua hari kemudian Sari iseng masuk YM dan bertemu dengan Jejaka. Laki-laki itu begitu sombong dan menunjukkan foto seorang perempuan dan mengatakan perempuan itu adalah pacarnya. Sari sempat diberikan kata-kata yang memuakkan.

“Kamu jadi cewek jangan terlalu serius nanti gak ada yang mau sama km,” kata Jejaka.

Membaca itu, Sari benar-benar marah. Ingin rasanya dia menampar lelaki itu. Dia pikir, apa aku naksir dia. Udah jelek gak tahu diri lagi gumam Sari dalam hati. Ia berlalu begitu saja dan keluar dari YM.

Sari menceritakan kisah itu padaku sambil menangis. Dia benci laki-laki itu seolah-olah dia yang naksir dan mengejarnya. Padahal dia sudah muak sejak pertamakali bertemu. Wajar saja Sari marah ketika mendengar aku tertawa.

Sebenarnya maksudku bukan untuk membuat dia marah, tapi agar kejadian yang dia alami itu dijadikan bahan tertawaan saja. Jangan sampai membuat sakit hati. Orang jelek kok ditangisi?????? ...................

Aku jadi teringat kisahku. Aku bertemu banyak orang di blog dan chatting dengan mereka. Aku mendapat banyak ilmu dan pengetahuan baru dari mereka, mulai dari resep masakan, bisnis online, job MC, diskon, kenal pejabat, orang asing malah ada yang memberi rezeki padaku. Menjadi guide mereka di Bali dan aku di kasi tip. Aku cuman heran, mengapa masih banyak orang tidak mau memanfaatkan teknologi untuk kebaikan????

Apa manfaat yang dia dapatkan kalau membohongi orang?
Apa ada kepuasan tersendiri?? Bukankah itu menghabiskan uang untuk bayar sewa internet atau iuran telepon? Aku bingung, semestinya kita bangga dengan kekayaan teknologi. Kita hidup banyak dibantu teknologi. Mengapa teknologi harus disalahgunakan?

Aku sedih melihat temanku sedih. Tapi aku hanya kasi saran ke dia, kita tidak bisa menyalahkan orang lain. Kitalah yang mesti berhati-hati.

Namun sampai sekarang aku masih terheran-heran??????

Aku mendapatkan kabar dari teman chattingku di Belanda. Dia akhirnya menikah dengan cowok yang sudah setahun dikenalnya via YM. Sama-sama orang Indonesia, dan sama-sama orang Bali, walaupun mereka berbeda jarak dan waktu. Oh My God!!!!!!!!!

6 komentar:

koechel mengatakan...

Dunia maya emang sangat berbeda dengan dunia nyata,di sini kita bisa menjadi apa yang kita inginkan.di dunia nyata kita harus menyadari tentang kenyataan hidup yang penuh dengan aturan dan kenyataan yang pahit

ipanks mengatakan...

oalah, kenal di dunia maya tak semanis dengan sesudah pertemuan.

getbusinesshere mengatakan...

ow dear..

informasilowongankerja mengatakan...

jahat juga tuh om y.blm pernah kena batunya y.liat aja ntr

ptclists mengatakan...

kok bisa ya ada cowok ky gt?

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

Lha aku malah gak mudeng sama sekali soal YM!Carane gimana to?Mbok aku diajari..Siapa tahu bisa ketemu jodoh via chat..hehe..