Senin, 01 Desember 2008

Obat Kuat Membuat Sekarat

OBAT kuat sering diburu karena diyakni dapat meningkatkan keperkasaan. Namun, beberapa pedagang di pasar mengaku takut mengonsumsi obat yang diyakini mampu meningkatkan vitalitas tersebut. Gusti Ngurah contohnya. Lelaki pedagang daging ayam di Pasar Badung ini mengaku tidak pernah mengonsumsi obat kuat, karena takut efek sampingnya. Ia sering mendengar dari orang-orang di pasar, efeknya berbahaya.

Lelaki yang sudah dua tahun berjualan di pasar itu mengaku menjaga vitalitasnya dengan mengonsumsi jamu sehat yang biasa dibelinya di warung. Namun, kini sudah empat bulan ia tidak pernah minum jamu lagi, lantaran pedagangnya tutup.

Menurut Gusti, setelah ia mengonsumsi jamu sehat itu, badannya langsung berkeringat dan ia merasa segar dan bugar. “Sangat berbeda rasanya kalau saya tidak minum jamu. Rasanya seperti sehat,” aku bapak dua anak ini. Biasanya Gusti hanya minum susu dan makan telur ayam kampung dua kali sehari untuk menjaga vitalitas tubuh. Kadang ia membeli ekstra joss jika badannya terasa capek. Menurutnya, obat kuat hanya untuk orang-orang yang mempunyai masalah dalam berhubungan seks. “Kalau sudah sehat dan tidak masalah, kan tidak perlu obat kuat,” tutur Gusti.

Hal senada dituturkan Pak Bilang asal Solo yang berjualan nasi soto di pasar. Lelaki usia 49 tahun itu mengaku hanya mengandalkan jamu sehat yang dibelinya di pasar. Tidak pernah terbersit keinginannya untuk minum obat kuat karena takut efek sampingnya. Menurutnya jamu sehat sudah cukup membuatnya perkasa di tempat tidur. Walaupun ia sendiri tidak tahu apa campurannya, tapi ia yakin jamu itu tidak berbahaya dibanding obat kuat.

Lain lagi penuturan Jariyah, salah satu pedagang pakaian. Mendengar tetangganya yang sekarat lantaran obat kuat, membuat Jariyah melarang suaminya ikut-ikutan minum obat kuat. Apalagi suaminya menderita asma. Saat ini suaminya biasa minum jamu khusus asma yang dibeli dari pedagang jamu di pinggir jalan. Menurut Jariyah setelah minum jamu asma itu, keadaan suaminya agak membaik. Namun, kadang ia merasa bingung juga asma suaminya kambuh tanpa sebab yang jelas.

Perempuan usia 50 tahun itu mengaku ngeri membayangkan efek samping obat kuat itu. Mendengar penuturan salah satu tetangganya yang mempunyai hobi “jajan” di luar yang sering mengonsumsi obat kuat itu. “Untuk menambah keperkasaannya, tetangga saya suka beli obat kuat dan sering menceritakan pengalamannya berhubungan seks dengan para tetangga,” kata ibu enam anak itu. Malah dari pengakuan tetangganya itu, segala macam obat kuat pernah dicobanya. Namun, kata Jariyah, kini tetangganya itu sakit-sakitan dan agak tuli. Menurut para tetangga lainnya, mungkin itu disebabkan karena ia sering minum obat kuat sembarangan.

Tukim salah satu supir di terminal Ubung mengaku pernah minum obat kuat untuk sekadar mencoba khasiatnya. Namun, mencoba sekali ia langsung kapok. Setelah minum obat kuat yang dibelinya di dagang jamu itu, ia merasa jantungnya berdebar-debar keras dan berkeringat. “Untung saja tidak terjadi apa-apa. Kapok, saya takut,” aku supir jurusan bus Bali-Jawa itu .

Namun, Muji asal Banyuwangi yang pernah mencoba minum obat kuat mengaku tidak tahu apa khasiat minum obat kuat pada kejantanannya. Karena sebelum dan sesusah minum obat, ia merasa kejantanannya sama saja. Namun, ia merasa gagah saja ikut-ikutan minum obat kuat. Walaupun tidak tahu apa pengaruhnya. Menurut Muji, itu pengalamannya dulu. Kini setelah umurnya 48 tahun, ia mengaku tidak pernah lagi minum obat kuat. “Kalau capek paling hanya minum jamu sehat di warung,” tutur Muji. –ast

Sudah dimuat di Koran Tokoh, Edisi 516, 29 November 2008

---------kutipan---------

Berikut ini adalah daftar nama Jamu dan Obat Kuat Pria yang telah dilarang peredarannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Departemen Kesehatan Indonesia BP POM RI pada tangga 19 November 2008:

  1. Blue Moon, produksi PT Pasific Care Indonesia, Jakarta. (registrasi dibatalkan).
  2. Tripoten. Produksi PT Dexa Medica, Palembang
  3. Tanomale-Produksi PT Pyridam Farma, Cianjur
  4. Caligula-Kapsul. Produksi Pabrik Jamu Air Madu, Magelang. (registrasi dibatalkan).
  5. Kobra X-Kapsul. Produksi Pabrik Jamu PJ Ragil Sentosa, Cilacap. (registrasi fiktif)
  6. Hwang Di Shen Dan-Impor PT Multi Usaha Sentosa. (registrasi dibatalkan).
  7. Kuat Tahan lama -serbuk. Produksi PD Jamu Moro Sehat, Banjarnegara.(registrasi fiktif).
  8. Lak Gao 69. Produksi Pabrik Jamu Jaya Sakti Mandiri, Semarang
  9. Lafaria- Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
  10. Mata Gold, Produksi PT Paramitra Media Perkasa, Jakarta.
  11. Manovel (impor). Produksi PT Sari Sehat Q. Capung Indah Abadi, Magelang.
  12. Okura. Produksi PT Herbalindo Sukses Makmur Tangerang
  13. Otot Madu. Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
  14. Rama Stamina. Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
  15. Sari Madu-Kapsul- Produksi Pabrik Jamu Sari Madu Murni. (registrasi fiktif).
  16. Stanson (impor). Produksi PT Rajawali Sukses, Jakarta.
  17. Sunni Jang Wang Xeong Ying Dan-Pil, (impor). Produksi PT Cahaya Pil Teknologi Farmasi, Jakarta.
  18. Sunni Jang Wang Xeong Ying- kapsul- Produksi PT Cahaya Pil Teknologi.
  19. Teraza. Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
  20. Top One-Kapsul-Produksi Pabrik Jamu Paladiva, Solo.(registrasi fiktif)
  21. Urat Perkasa-kapsul- Produksi Pabrik Jamu SM Jaya, Cilacap.
  22. Ju-mex. Produksi CV Mega Maju Mekar, Jakarta.


11 komentar:

AP mengatakan...

Wah... Baca postingan mbak Wirati dari awal sampe abis tentang obat kuat memang bikin merinding juga. Pasalnya sudah banyak peristiwa jatuhnya korban akibat obat kuat dan sejenisnya.

Pada dasarnya obat kuat yang dikonsumsi akan memacu jantung secara tidak wajar, sehingga orang yang fisiknya sudah tidak fit lagi kemungkinan bisa jatuh sakit. Belum lagi obat kuat "bohongan" yang malah bisa membuat orang yang mengkonsumsi menderita kelainan pada Indranya seperti Mati Rasa, Gangguan Ginjal dan Jantung, dll.

Erik mengatakan...

Memang berbahaya, minum obat kuat. karena sebenarnya memacu kerja jantung. Kalau orang yg minum punya riwayat darah tinggi, bisa lewat deh

Achiles™ mengatakan...

kalo obat kuat ngeblog ada gak mbak ?? hehehee..coz lagi kena HIV nih..hasrat ingin vosting..

arielz mengatakan...

wah untung ajah blum pernah minum obat gituan.. blon ada komplain sihh, hehehe..

scootman mengatakan...

Waduw Obat kuat ya???!!!
kalo kuat malu jualnya dimana ya mbak??? hehehe

wirati mengatakan...

@buat Achiles:
he.he.he. virus HIV parah gak?
kalau ringan masih bisa diobati dengan pemebrian award. ha.ha.ha.ha.ha.

Buat Arielz:
weh perkasa banget dong.
emang gak ada gunanya juga minum obat kuat. kalau sudah cukup makan bergizi dn olahraga untuk apa lagi obat kuat?
iya kan

@buat Scootman:
waduh kuat malunya jual dimana yah?
mungkin cari di pasar senggol. kan disitu saking ramenya banyak yang sengol-sengolan, jadi gak tahu malu, bahkan malu-maluin. he.he.he.he.

ifoell mengatakan...

Kenapa mesti di poles ya..??
pake teknik aja dah sip kok..hehe
Obat kuat selain berbahay, juga menandakan ketidakpercayaan terhadap 'kekuatan' sendiri yg alami..

wirati mengatakan...

@buat Ifoell:
iya tuh ngapaian mesti pakai obat yac??
kurang PD kali yah?
Iya mesti belajar tekniknya ama mas Ifoell kali
ha.ha.ha.ha.ha....

bloggeraddicter mengatakan...

wah byk bgt daftarnya..hehehe

wirati mengatakan...

@buat bloggeraddicter:
pernah tertarik mencoba salah satunya ??
he.he.he.he..

Mbah Koeng mengatakan...

duhh...ga usah pakai obat kuat sgla macem, yang penting jreng dunk !!! hee...hee...