Sabtu, 28 Juni 2008

Aksi Mahasiswa Asing

Woi...... keren banget penampilan mahasiswa dari School of Music University Of Illionis Nevada Urbana Amerika Serikat saat pagelaran international dance and music di Bali Art Festival - Pesta Kesenian Bali XXX di Gedung Ksirarnawa Art Centre Taman Budaya Denpasar, Jumat 20 Juni 2008. Ini tari Sekar Taman yang ditarikan dua mahasiswa asing dan dua mahasiswa Indonesia. Si bule cantik banget lho.......
Nah ini dia , .......sekeha gambelannya juga para bule. Woih...... cewek ini jadi primadona. Sebelahnya mahasiswa asal Jepang.
Ini juga mahasiswa asal Jepang

Rabu, 25 Juni 2008

Tangani Luka Bakar dengan Ganti Cairan

Penanganan luka bakar yang utama adalah mengganti cairan yang hilang. Jika tidak ditangani dengan serius luka bakar dapat mengakibatkan kematian. Menurut Kepala IRD RS Sanglah dr. Kuning Atmadjaya, Sp.B. pasien luka bakar kehilangan banyak cairan. Untuk itu, cairan yang hilang harus segera diganti. Keperluan cairan orang dewasa dengan anak-anak berbeda. “Untuk orang dewasa 4 cc x prosentase luka bakar x berat badan penderita. Untuk anak-anak 2 cc x kebutuhan perhari x luas luka bakar,” ujarnya.

Ia menyebutkan luas luka bakar orang dewasa dengan anak-anak berbeda, sehingga cairan yang diperlukan disesuaikan dengan keperluan. Kebutuhan cairan ini harus segera dicukupi dalam waktu 24 jam. Namun, kata Ahli Luka Bakar RS Sanglah ini, cairan tidak dapat diberikan sekaligus. “Sebaiknya cairan diberikan secara bertahap. Setengahnya 8 jam pertama, dilanjutkan setengahnya lagi 16 jam kemudian,” sarannya.

Ia mencontohkan pada pasien luka bakar di daerah hidung. Jika luka bakar sudah masuk ke saluran pernapasan dapat mengakibatkan pembengkakan di saluran pernapasan yang dapat menimbulkan kematian mendadak. Untuk itu, pemberian cairan harus segera dilakukan.
Menurut Dokter Kuning katagori luka bakar ada yang disebabkan api, zat kimia, sengatan listrik dan bahan korosit. Penanganan luka bakar berdasarkan gradasi atau tingkat penyebarannya. Grade I luka menyelimuti bagian permukaan saja, dan biasanya timbul kemerahan. Rasanya sangat perih dan nyeri karena banyak ujung saraf yang terkena. Grade II luka dibawah jaringan lemak, dan timbul gelembung air. Luka bakar grade III biasanya pasien gosong atau hangus.

Ia mengatakan cara sederhana yang dipakai mengukur prosentase keparahan luka bakar dengan menggunakan telapak tangan. Namun, dalam ilmu kedokteran biasanya berpatokan pada luka bakar di daerah muka termasuk 8%, leher 1%, tangan/kaki 18%. Luka bakar dengan prosentase 12-18 % termasuk luka bakar ringan.
“Untuk penanganan luka bakar grade I tidak terlalu sulit. Bersihkan dengan air mengalir bila perlu dicuci menggunakan sabun. Hal ini bertujuan agar luka bersih dan tidak terinfeksi. Disamping itu, panas tidak merusak jaringan bawah kulit serta mencegah kerusakan jaringan yang lebih dalam. Kemudian beri salep silver sulfa diasin. Salep ini selain mendinginkan juga berfungsi sebagai anti septik. Tujuan lain agar tidak terjadi penguapan cairan,” papar Dokter Kuning lebih jauh.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang keliru melakukan tindakan jika menderita luka bakar, mereka mengolesinya dengan oli atau kopi. Hal itu menurutnya, malah mangakibatkan luka menjadi kotor. Lanjut Dokter Kuning, untuk luka bakar tingkat sedang jika mengalami komplikasi dan kekurangan banyak cairan serta lambat dalam penanganannya mengakibatkan ketidakseimbangan sehingga oksida pembuluh darah keluar dan dapat meracuni organ tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan gagal ginjal akut, pembocoran ginjal dan kencing berdarah. Luka bakar tingkat tinggi (parah) 80%-100% rawan komplikasi dan dapat mengakibatkan kematian. -ast

Senin, 23 Juni 2008

Waspadai Virus Ganas

JANGAN remehkan kebersihan tangan karena dapat menjadi mediasi penularan virus. Virus adalah salah satu agen penyebab penyakit infeksi yang ukurannya sangat kecil bahkan lebih kecil dari bakteri (kuman). Hanya dengan bantuan miroskop virus dapat dideteksi. Ukuran penularan juga tidak bisa dinilai dari kotor atau bersihnya suatu barang. Barang yang bersih dan bagus belum menjamin tidak ada virus. “Tergantung terkontaminasi atau tidak dengan virus,” ujar Ahli virus FK Unud Prof. I Gst. Ngurah Suyasa, Sp.M.K. ini.

Menurutnya penyebaran virus melalui udara menyerang saluran pernapasan seperti influenza, penyebaran melalui makanan menyerang saluran cerna menimbulkan diare, dan ada kelompok virus yang menggunakan vector sebagai jalan penularannya seperti demam berdarah yang ditulari lewat nyamuk aeges egepti.
Keganasan virus pun kata Prof. Suyasa, tergantung dari faktor yang menyebabkan sel-sel tersebut melekatnya lebih banyak atau biasa disebut virulensi faktor (VF). “Semakin banyak VF–nya, maka semakin ganas virus tersebut,” papar Kepala Bagian Mikrobiologi Klinik FK Unud ini.

Saat ini beberapa virus yang ganas adalah virus yang menyerang otak (ensevalitis) termasuk juga Japanese ensevalitis yang mengakibatkan kematian. Selain itu, ada virus polio yang menyerang susunan saraf pusat. Tipe ganas dapat mengakibatkan kelumpuhan.
Virus ROTA yang menyerang saluran cerna. “Biasanya menyerang bayi-bayi yang berusia kurang dari setahun (neonatus). Terjadi diare, dan apabila tidak segera ditangani dengan pemberian cairan mengakibatkan kematian. 40% dari diare yang menyerang neonatus karena virus ROTA. Kematian sering terjadi karena kekurangan cairan,” jelas Kepala SMF Mikrobiologi Klinik RS Sanglah ini.

Virus yang tak kalah ganas adalah HIV (Human Immonudificiency Virus), yang mengakibatkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Penularannya lewat kontak seksual, dan tranfusi dengan jarum suntik.
Ia menyebutkan virus HIV memakan sel-sel darah yang bertanggungjawab terhadap kekebalan tubuh. Tubuh penderita menjadi lemah sehingga kuman, jamur, ataupun virus lain akan mudah masuk serta aktif bereaksi dalam tubuh. “Kebanyakan kematian penderita disebabkan infeksi kuman,” kata Prof. Suyasa.

Selain itu dikenal juga virus Avian Influensa jenis H5N1atau biasa yang dikenal virus flu burung dengan gejalanya batuk, sakit kepala, pilek, dan tidak lebih dari 5 hari timbul sesak. Dapat kontak dengan unggas dan keluar lendir di mulutnya. Virus ini juga ganas dan mengakibatkan kematian. Penyakit yang hampir mirip dengan flu burung adalah SARS (Severeacuta Respiaratory Syndrome). Gejalanya hampir sama dengan flu burung, hanya bedanya saat pertamakali flu langsung disertai sesak napas. Kebanyakan kematian karena penderita sulit bernapas.

Selain itu, ada juga virus coxsacki, yang ditemukan oleh Exstein Bars di Boston AS. Virus ini ada dua jenis yakni coxsacki A salah satunya penyakit herp angina, dengan gejala timbul bintik cairan di pharing (sekitar kerongkongan), badan panas, batuk, sakit tenggorokan, dan pangkal lidah ada bintik cairan. Sepintas terlihat seperti difteri. Jenis yang kedua yakni herp angina entero virus 71 yang menyebabkan penyakit kuku dan mulut. Gejalanya timbul bintik-bintik cairan pada telapak tangan dan kaki.

Selain itu, perlu waspada dengan virus adeno yang mengintai saat berenang di kolam renang. Virus ini mengakibatkan swimming pool conjunctivitis yakni sakit mata karena penularan lewat air di kolam renang.
Saat ini, kata Prof. Suyasa, mendeteksi virus hanya lewat mikroskop karena ukurannya sangat kecil. Untuk itu, untuk mencegah penularan virus kebersihan badan terutama tangan yang paling sering kontak dengan benda lain harus selalu bersih.

Ia memberi contoh virus influenza. “Jika tangan orang yang pilek tadi bersentuhan dengan benda lain, kemudian ada orang lain yang menyentuh benda itu, otamatis ia sudah tertular virus,” katanya. Begitu juga ditempat keramaian. Virus bisa terbawa lewat udara. Hendaknya waspada, untuk selalu mencuci tangan atau membersihkan badan setelah pulang dari tempat keramaian. Karena itu, rumah sakit melarang pengunjung membawa anak kecil waktu besuk, karena mereka sangat rentan tertular virus.
“Rumah sakit gudangnya penyakit, banyak virus bertebaran, mulai dinding, lantai, peralatan semua rawan penularan. Anak kecil daya tahannya belum sekuat orang dewasa Penderita penyakit menular pun ruangannya dipisahkan dengan pasien biasa dengan tujuan agar tidak menulari pasien lainnya,” kata Prof. Suyasa. –ast

Kamis, 19 Juni 2008

Pencegahan Penularan Penyakit Infeksi

PENYEBARAN virus tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Banyak penyakit infeksi timbul karena virus yang bertebaran lewat udara, makanan, maupun melalui vektor.

Menurut Kepala Bagian Mikrobiologi Klinik FK Unud Prof. Dr. I Gusti Ngurah Suyasa, Sp.M.K., ada tiga pilar yang perlu dihindari untuk mencegah penyakit infeksi yakni :
  1. 1. Sumber penyakit
    • Menjaga kebersihan diri sendiri, keluarga, lingkungan dan sekitarnya. Seperti di rumah sakit, disediakan bangsal khusus untuk penyakit menular (mengisolasi sumbernya).
    • Biasakan diri mencuci tangan sebelum makan, setelah buang air besar dan datang dari bepergian.
  2. Jalan atau perantara
    • Menjaga kebersihan makanan maupun minuman.
    • Hindari nyamuk (vector) dengan lakukan penyemprotan sarang nyamuk, dan menutup lubang terbuka yang memungkinkan timbulnya genangan air.
    • Tidak menggunakan barang bersama-sama dengan pasien penyakit infeksi.
  3. Orang yang rentan. Menghindari diri terkontaminasi dengan orang yang sudah terkena penyakit infeksi teruatma bayi dan anak kecil yang rentan terhadap penularan.

Selain itu untuk meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara :

  1. Makan yang sehat dan bergizi
  2. Olah raga,
  3. Tidur yang cukup
  4. Hindari stres
  5. Pemberian vaksinasi paling penting –ast