Senin, 23 Juni 2008

Waspadai Virus Ganas

JANGAN remehkan kebersihan tangan karena dapat menjadi mediasi penularan virus. Virus adalah salah satu agen penyebab penyakit infeksi yang ukurannya sangat kecil bahkan lebih kecil dari bakteri (kuman). Hanya dengan bantuan miroskop virus dapat dideteksi. Ukuran penularan juga tidak bisa dinilai dari kotor atau bersihnya suatu barang. Barang yang bersih dan bagus belum menjamin tidak ada virus. “Tergantung terkontaminasi atau tidak dengan virus,” ujar Ahli virus FK Unud Prof. I Gst. Ngurah Suyasa, Sp.M.K. ini.

Menurutnya penyebaran virus melalui udara menyerang saluran pernapasan seperti influenza, penyebaran melalui makanan menyerang saluran cerna menimbulkan diare, dan ada kelompok virus yang menggunakan vector sebagai jalan penularannya seperti demam berdarah yang ditulari lewat nyamuk aeges egepti.
Keganasan virus pun kata Prof. Suyasa, tergantung dari faktor yang menyebabkan sel-sel tersebut melekatnya lebih banyak atau biasa disebut virulensi faktor (VF). “Semakin banyak VF–nya, maka semakin ganas virus tersebut,” papar Kepala Bagian Mikrobiologi Klinik FK Unud ini.

Saat ini beberapa virus yang ganas adalah virus yang menyerang otak (ensevalitis) termasuk juga Japanese ensevalitis yang mengakibatkan kematian. Selain itu, ada virus polio yang menyerang susunan saraf pusat. Tipe ganas dapat mengakibatkan kelumpuhan.
Virus ROTA yang menyerang saluran cerna. “Biasanya menyerang bayi-bayi yang berusia kurang dari setahun (neonatus). Terjadi diare, dan apabila tidak segera ditangani dengan pemberian cairan mengakibatkan kematian. 40% dari diare yang menyerang neonatus karena virus ROTA. Kematian sering terjadi karena kekurangan cairan,” jelas Kepala SMF Mikrobiologi Klinik RS Sanglah ini.

Virus yang tak kalah ganas adalah HIV (Human Immonudificiency Virus), yang mengakibatkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Penularannya lewat kontak seksual, dan tranfusi dengan jarum suntik.
Ia menyebutkan virus HIV memakan sel-sel darah yang bertanggungjawab terhadap kekebalan tubuh. Tubuh penderita menjadi lemah sehingga kuman, jamur, ataupun virus lain akan mudah masuk serta aktif bereaksi dalam tubuh. “Kebanyakan kematian penderita disebabkan infeksi kuman,” kata Prof. Suyasa.

Selain itu dikenal juga virus Avian Influensa jenis H5N1atau biasa yang dikenal virus flu burung dengan gejalanya batuk, sakit kepala, pilek, dan tidak lebih dari 5 hari timbul sesak. Dapat kontak dengan unggas dan keluar lendir di mulutnya. Virus ini juga ganas dan mengakibatkan kematian. Penyakit yang hampir mirip dengan flu burung adalah SARS (Severeacuta Respiaratory Syndrome). Gejalanya hampir sama dengan flu burung, hanya bedanya saat pertamakali flu langsung disertai sesak napas. Kebanyakan kematian karena penderita sulit bernapas.

Selain itu, ada juga virus coxsacki, yang ditemukan oleh Exstein Bars di Boston AS. Virus ini ada dua jenis yakni coxsacki A salah satunya penyakit herp angina, dengan gejala timbul bintik cairan di pharing (sekitar kerongkongan), badan panas, batuk, sakit tenggorokan, dan pangkal lidah ada bintik cairan. Sepintas terlihat seperti difteri. Jenis yang kedua yakni herp angina entero virus 71 yang menyebabkan penyakit kuku dan mulut. Gejalanya timbul bintik-bintik cairan pada telapak tangan dan kaki.

Selain itu, perlu waspada dengan virus adeno yang mengintai saat berenang di kolam renang. Virus ini mengakibatkan swimming pool conjunctivitis yakni sakit mata karena penularan lewat air di kolam renang.
Saat ini, kata Prof. Suyasa, mendeteksi virus hanya lewat mikroskop karena ukurannya sangat kecil. Untuk itu, untuk mencegah penularan virus kebersihan badan terutama tangan yang paling sering kontak dengan benda lain harus selalu bersih.

Ia memberi contoh virus influenza. “Jika tangan orang yang pilek tadi bersentuhan dengan benda lain, kemudian ada orang lain yang menyentuh benda itu, otamatis ia sudah tertular virus,” katanya. Begitu juga ditempat keramaian. Virus bisa terbawa lewat udara. Hendaknya waspada, untuk selalu mencuci tangan atau membersihkan badan setelah pulang dari tempat keramaian. Karena itu, rumah sakit melarang pengunjung membawa anak kecil waktu besuk, karena mereka sangat rentan tertular virus.
“Rumah sakit gudangnya penyakit, banyak virus bertebaran, mulai dinding, lantai, peralatan semua rawan penularan. Anak kecil daya tahannya belum sekuat orang dewasa Penderita penyakit menular pun ruangannya dipisahkan dengan pasien biasa dengan tujuan agar tidak menulari pasien lainnya,” kata Prof. Suyasa. –ast

1 komentar:

acy mengatakan...

meski kecil n' gak kelihatan tapi virus emang mematikan. Sayangnya gak semua virus ada obatnya yaw. Emang bener tuch kita harus menjaga kebersihan, biar sehat :)