Minggu, 27 Januari 2008

Kiat Memelihara Anthurium

PENAMPILAN tanaman anthurium yang prima menjadi dambaan setiap pemiliknya. Untuk dapat memiliki anthurium yang sedap dipandang mata, beberapa hal yang perlu diperhatikan:
  1. Penyiraman tidak boleh berlebihan. Secara ringkas penyiraman hanya berfungsi menjaga kelembaban media saja. Idealnya dilakukan satu hari sekali pada pagi hari atau sore setelah pukul 17.00 untuk menghindari penguapan. Penyiraman terlalu sering justru menyebabkan tanaman busuk dan memicu penyakit.
  2. Pupuk dasar bagi anthurium adalah NPK. Di pasaran tersedia pupuk NPK dalam bentuk slow release seperti dekastar atau osmocote. Pemupukan dengan pupuk ini cukup enam bulan sekali. Selain pupuk dasar NPK, sebaiknya juga diberikan pupuk kandang atau humus sedikitnya setahun sekali.
  3. Anthurium sebaiknya ditempatkan di tempat semi teduh. Tepatnya, lokasi dengan intensitas cahaya antara 30 - 40%. Misalnya, di teras rumah, halaman rumah di bawah pohon pelindung, atau ruangan dalam dekat jendela. Jika diletakkan di dalam rumah, sebaiknya taruh dekat jendela atau yang terkena cahaya matahari. Anthurium yang diletakkan di dalam rumah, sebaiknya di keluarkan secara berkala.
  4. Daun adalah bagian dari anthurium yang paling spesial. Untuk menjaganya dari kotoran atau debu, boleh saja dilap dengan tissue basah atau kain halus yang basah. Agar daunnya tidak sobek, atau hangus terbakar matahari sebaiknya letakkan tanaman anthurium di tempat yang kita anggap paling aman baik dari lalulintas orang lalulalang maupun cahaya matahari langsung. -ast

Sumber : Pesona Anthurium Daun karangan Kurniawan Junaedhie, Penerbit Agromedia Pustaka, Jakarta

Polusi Udara Akibatkan Keracunan

ASAP kendaraan bermotor salah satu penyumbang terbesar polusi udara. Asap kendaraan mengandung zat kimia seperti karbon monoksida, nitrogen oksida dan timbal. Jika perkotaan gersang tanpa tumbuh-tumbuhan, emisi buangan ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan manusia.

Demikian diungkapkan Ketua II Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Unud dr. I Wayan Darwata, M.P.H. Ia mengatakan zat yang keluar dari asap knalpot dalam bentuk gas ini terbuang ke udara dan bersenyawa dengan polutan sehingga konsentrasi udara terganggu dan terjadilah pencermaran udara yang menganggu kesehatan manusia.“Kualitas udara yang buruk memberi dampak negatif bagi kualitas lingkungan.

Tingginya volume kendaraan berkorelasi dengan peningkatan polusi udara. CO merupakan gas yang dikeluarkan akibat pembakaran bahan bakar minyak yang tidak sempurna. Polusi CO dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Apabila dihirup manusia, CO akan lebih mudah berikatan dengan darah, sehingga darah akan kekurangan oksigen. Akibatnya orang akan pusing dan mual.

Pada titik tertentu bisa keracunan, dan mengalami gangguan jantung bahkan kematian,” ujar Master of Public Health tamatan Universitas Hawai tahun 1983 ini.Saat ini kata dia, bahan bakar bensin masih memakai timbal dalam campurannya. “Timbal sebagai campuran bahan bakar bensin efeknya lebih berbahaya dibandingkan gas karbon monoksida. Timbal dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan dan pencernaan serta dapat menimbulkan keracunan.

Dalam konsentrasi tinggi keracunan logam ini dapat merusak ginjal, hati, lambung, dan kemandulan. 1 liter premium mengandung 0,8 gram timbal,” ujarnya. Ia menilai sekarang yang menjadi masalah, jika menggunakan bahan bakar biodesel atau petramax harganya lebih mahal. Sementara untuk urusan makan saja masyarakat masih sulit. Selain itu, pemakaian mobil tua juga mengundang masalah. “Hasil pembakaran mobil tua tidak sempurna, menimbulkan banyak asap mengakibatkan polusi udara,” katanya.

Dalam jangka pendek kata dia, polusi udara dapat mengakibatkan iritasi saluran pernapasan. “Dalam jangka panjang, polusi udara dapat menurunkan produktivitas dan memicu serangan jantung. Seiring dengan tingginya polutan di udara, tekanan darah akan cenderung naik. Penelitian para ahli membuktikan orang yang sering terpapar polusi udara kadar emosinya meningkat, menjadi mudah marah. Polusi udara juga dapat merangsang kambuhnya penderita asma,” jelasnya.

Menurutnya kelompok yang berisiko terkena polusi yakni polisi lalu lintas, pedagang kami lima, wanita hamil, dan penduduk yang tinggal di daerah lalu lintas sangat padat.Melihat fakta diatas kata dia, tumbuh-tumbuhan sangat diperlukan untuk menangkal polusi udara. Tumbuh-tumbuhan memiliki kemampuan untuk mengakumulasi logam berat.

Menurut Ahli pertanian Unud Prof. Dr. Ir. I G.P. Wirawan M.Sc. banyak fakta menunjukkan lahan pertanian dan lahan terbuka hijau semakin sempit lantaran pesatnya pembangunan. Padahal, tumbuhan dalam ekosistem berperan mengubah karbondioksida menjadi oksigen dalam proses fotosintetis. “Tumbuh-tumbuhan bermanfaat memperbaiki kualitas udara melalui proses fotosintesis dan menurunkan suhu udara di sekitar rumah,” ujarnya.

Menurutnya pada proses fotosintesis tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Proses metabolisme tumbuhan memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan. “Tanaman menghasilkan oksigen yang sangat diperlukan makhluk hidup untuk pernapasan dan pengatur suhu lingkungan.

Tanaman berfungsi sebagai vegetasi yang menimbulkan hawa lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar. Dengan meningkatkan penghijauan di perkotaan berarti dapat mengurangi CO2 dan polutan lainnya yang berperan dalam gangguan iklim,” paparnya. Sel-sel tubuh membutuhkan oksigen untuk hidup dan beregenerasi, kekurangan oksigen membuat sel tubuh mati. Untuk itu, kata Prof. Wirawan, taman kota sangat diperlukan sebagai paru-paru kota, yang dapat menyaring polusi udara.Selain itu, taman kota juga berfungsi untuk keindahan, rekreasi dan pendidikan.

Ia menganjurkan tanaman obat salah satu pilihan untuk taman kota.Ia mengatakan salah satu bagian dari taman kota adalah hutan kota yang berfungsi sebagai perlindungan berbagai masalah lingkungan perkotaan. “Hutan kota merupakan suatu ekosistem yang tidak sama dengan pengertian hutan yang selama ini dikenal. Hutan kota adalah komunitas tumbuh-tumbuhan berupa pohon-pohonan yang tumbuh di lahan kota atau sekitar kota, berbentuk menyebar dan menumpuk dengan meniru hutam alam,” ujarnya.

Ia menyarankan dapat dipilih pohon besar dengan syarat akar tunggang yang dapat menyanggah tanah, daunnya rimbun, kayunya bisa dipakai, seperti pohon asam, mahoni, beringin, dan kayu tani.Jika hutan berada di areal perkotaan kata dia, sebagai pengaturan iklim dan perlindungan angin dan udara, pengendalian polusi udara, peresapan air hujan, dan pengendalian erosi tanah. Keberagaman pohon dan satwa yang ada memiliki unsur pendidikan lingkungan sehingga hutan kota dapat dikemas sebagai objek wisata. -ast

Sudah dimuat di Koran Tokoh Edisi 473, 27 s/d 2 Februari 2008

Sabtu, 19 Januari 2008

Kiat Sehat Bagi Lansia

MENJADI tua adalah proses alami yang tak mungkin dihindari. Bagaimana menjaga kesehatan agar tetap sehat di usia lanjut usia?
Menurut Psikiater FK Unud Prof. L.K. Suryani beberapa hal yang perlu diperhatikan :
  1. Untuk memudahkan bagi para lanjut usia bergerak sebaiknya bentuk tempat tidur, kursi, pintu, jendela dibuat sederhana, kuat dan mudah dipergunakan. Bila perlu diberi alat bantu yang memudahkan untuk berjalan, bangun, duduk dan sebagainya. Hal tersebut sangat penting untuk menambah rasa aman mereka dan memperkecil bahaya.
    Kamar tidur hendaknya punya ventilasi yang baik.
  2. Bentuk kamar mandi khusus, misalnya bak kamar mandi tidak terlalu dalam, tidak menggunakan tangga atau tanjakan. Demikian pula jamban hendaknya dibuat agar mudah digunakan dan pada dinding ada pegangan. Lebih baik gunakan kloset duduk.
  3. Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, dan banyak serat seperti sayuran dan buah-buahan. Minum susu untuk kesehatan tulang.
  4. Konsumsi vitamin. Menjaga kesehatan tubuh tidak cukup dengan makanan sehat dan bergizi, perlu ditambah dengan minum vitamin. Penambahan asupan nutrisi diharapkan dapat mencukupi kebutuhan gizi yang tidak dapat dipenuhi oleh makanan sehari-hari.
  5. Lakukanlah olahraga yang sesuai dengan kemampuan fisiknya. Olahraga yang murah dan praktis adalah jalan pagi, dan senam pernapasan.
  6. Kembangkan hobi seperti membaca, melukis, menyulam, berkebun, menyanyi, menari, pesantian dan sebagainya.
  7. Lakukan rekreasi. Merupakan pandangan yang keliru jika ada yang menganggap bahwa lanjut usia tidak perlu lagi rekreasi, karena rekreasi diperlukan untuk ketenangan dan menambah kegairahan hidup.
  8. Meditasi relaksasi. -ast

    Sudah dimuat di Koran Tokoh, Edisi 472, 20-26 Januari 2008

Lansia Cek Kesehatan Tiap Enam Bulan

LANJUT USIA ditandai dengan menurunnya produktifitas kerja, memasuki masa pensium atau berhentinya pekerjaan utama. Usia yang dikatagorikan lanjut usia 60 tahun ke atas. Pada sebagian lansia karena kondisinya tidak memungkinkan, masa tua berarti tidak produktif atau tidak berpenghasilan lagi. Lansia ini tergantung pada anak cucu atau anggota keluarga lainnya.

Menurut Guru Besar Psikiatri FK Unud Prof. L. K. Suryani dengan meningkatnya usia beberapa fungsi vital dalam tubuh ikut mengalami kemunduran, seperti pendengaran menurun, penglihatan kabur, dan kekuatan fisiknya melemah.
“Penyakit yang dialami lansia seperti kencing manis, kelebihan berat badan, sulit tidur, jantung, hipertensi dan stroke. Bahkan osteoporosis terjadi karena dulunya biasa bergerak aktif, tiba-tiba diam di rumah tidak melakukan aftifitas,” ujar Suryani.
Selain itu, kata dia, lansia mengalami penurunan hormonal seperti perempuan mengalami menopause (berhentinya menstruasi), rambut rontok, badan sering merasa panas dan gerah, keluar keringat dan libido menurun. Pada laki-laki terjadi andropouse, menjadi loyo tak bersemangat, bahkan impoten.

Ia mengatakan gangguan umum lansia seperti emosi tidak stabil, cemburu, depresi sering menangis tanpa sebab, putus asa terkadang ingin bunuh diri. Konsentrasi terganggu, pikun, sulit bicara, mudah tersinggung, kelebihan tidur atau kekurangan tidur.
Selain itu, lansia merasa tidak berguna, putus asa, tidak ada yang memperhatikan, bolak-balik seperti kebingungan bahkan seperti orang gila.
“Masalah yang paling sering terjadi post power syndrome, merasa masih berkuasa, biasa ada supir yang membukakan pintu, banyak orang menghormati semasa menjabat. Dana menurun, anak-anak menikah, kematian salah satu pasangan, akhirnya depresi,” ujarnya.

Berkurangnya kontak sosial dengan angota keluarga dan teman kerja kata dia, akibat terputusnya hubungan kerja dan meluasnya keluarga inti karena anak-anak menikah menimbulkan perasaan kesepian dan murung. “Kehilangan perhatian dan dukungan dari lingkungan sosialnya dapat menimbulkan guncangan dan depresi,” katanya.

Ia menilai masalah menantu dan cucu kadang banyak dihadapi para lansia.
“Dengan fisik yang sudah menurun sebaiknya lansia tidak lagi dibebankan mengurus cucunya. Orang tua sering ketakutan yang berlebihan, untuk itu sebaiknya jangan berikan tanggung jawab mengurus cucu sepenuhnya pada lansia. Carikan pembantu khusus yang merawat si kecil sementara orang tua hanya sekadar mengawasinya. Keadaan ini kadang membuat orang tua stres,” ujar Suryani.

Pendiri Yayasan Werdha Sejahtera Bali ini menganjurkan sebaiknya para lansia memiliki kegiatan kelompok anggota lansia agar kontak sosial tetap berlangsung. Tujuannya, agar lansia memiliki kesempatan untuk saling bertukar informasi, saling belajar dan saling bercanda. Kontak sosial ini mendatangkan perasaan bahagia dan senang.

Kelompok Werdha Sejahtera Bali salah satu kelompok lansia yang aktif melakukan kegiatan di Wantilan DPRD Prov. Bali. “Upaya meningkatkan kualitas lansia biasanya dilakukan dalam bentuk pertemuan periodik. Dalam pertemuan banyak dibicarakan hal yang terkait langsung dengan keberadaan lansia, seperti aspek kesehatan, psikologis dan sosialnya. Jadwal kegiatan rutin tertera di Bali Post,” ujar Ketua II Yayasan Werdha Sejahtera Bali ini.

Ia menganjurkan untuk menjaga kesehatan lansia rutin memeriksakan diri tiap 6 bulan sekali. Lima tahun sebelum pensiun kata Suryani, sebaiknya para lansia sudah mempersiapkan diri. “Ada program khusus yang dipersiapkan jika nanti sudah pensiun, agar tidak kebingungan harus melakukan apa,” ujarnya. Hal yang paling penting adalah kenali diri sendiri baik fisik maupun kejiwaan. Agak filosofis memang, tapi justru disini letak kuncinya.
“Dengan mengenal diri sendiri kita dapat mengetahui kelemahan fisik tubuh dan memutuskan apa yang baik dan boleh dilakukan serta apa yang tidak boleh,” saran Suryani.

Ia mengatakan upaya pengembangan kualitas lansia diarahkan pada kemandirian, kesejahteraan dan bermanfaat. Kemandirian ini dilihat dari kemampuannya melakukan aktivitas sehari-hari seperti dapat bangun tidur tanpa bantuan, ke WC sendiri, berpakaian sendiri,dan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Intinya aktif fisik, mental, dan spiritual. Lansia sejahtera yakni mampu memenuhi kebutuhan lahir dan batin. Bermanfaat maksudnya lansia membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat dan bangsa.

Untuk menjadi lansia yang mandiri, sejahtera dan bermanfaat perlu disiapkan sedini mungkin oleh masing-masing individu dengan dukungan keluarga, masyarakat dan Pemerintah.
Perlu juga disiapkan relawan peduli lansia mulai siswa SMP dan SMA dan ada sarana rekreasi bagi lansia. -ast

Sudah dimuat di Koran Tokoh, Edisi 472, 20-26 Jnauari 2008