Sabtu, 23 Februari 2008

Cebok yang Benar dari Depan ke Belakang

CEBOK yang salah dapat mengakibatkan berbagai gangguan pada organ kewanitaan. Karena ketidaktahuannya, banyak perempuan cebok dari belakang ke depan. Padahal, cara itu sama saja menarik kotoran ke daerah vagina. Demikian diungkapkan dokter spesialis kandungan Prima Medika Hospital dr. I Putu Sarjana, Sp.O.G.

Menurutnya cara cebok yang benar adalah dari depan ke belakang. “Organ intim wanita bentuknya khas, sehingga para wanita harus ekstra menjaga kebersihan organ kewanitaannya. Jika tidak, akan menjadi lahan subur bagi kumam dan bakteri,” paparnya.
Kuman yang terdapat dalam vagina kata dia, dapat mengakibatkan berbagai keluhan seperti keputihan, bahkan lebih parah lagi jika bakteri tersebut menyerang saluran kemih atau saluran kencing perempuan yang menyebabkan penyakit infeksi saluran kemih.

Ia menyarankan jika kencing di toilet umum, sebaiknya gunakan air kran atau shower. “Jangan menggunakan air yang ditampung di bak atau ember. Air tersebut bisa saja sudah tergenang dalam waktu lama, atau mungkin saja sudah kotor,” ujarnya.
Ia menyarankan pilihlah toilet jongkok, daripada toilet duduk. Toilet jongkok menurut Dokter Sarjana, tidak menyentuh langsung permukaan toilet dan lebih higienis. “Jika terpaksa menggunakan toilet duduk, bersihkan dulu pinggiran toilet dengan tisu,” sarannya sembari mengingatkan jangan pernah menahan kencing karena toilet yang kotor.

Terlalu sering menahan kencing malah dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih. “Rasa ingin kencing lagi usai berkemih atau anyang-anyangan adalah salah satu tanda infeksi saluran kencing,” kata Dokter Sarjana.
Menurutnya gejala infeksi saluran kemih seperti sakit di perut bawah, saat kencing terasa nyeri, anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas dan masih ingin kencing lagi. Jika infeksi sudah tingkat lanjut, bisa menimbulkan panas dan demam.

Dibandingkan pria, kata dia, perempuan lebih rentan terinfeksi saluran kemih. Penyebabnya adalah saluran uretra (saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh) perempuan lebih pendek. Berbeda dengan uretra pria yang panjang.
Ia mengatakan jika perempuan menahan kencing, uretra jadi semakin pendek dan memungkinkan kuman masuk ke dalam saluran kencing.

Perempuan hamil juga sering terserang infeksi saluran kencing. Berbagai perubahan hormonal dan perubahan daya tahan tubuh pada wanita hamil juga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
“Daya tahan tubuh saat hamil biasanya menurun, sehingga rentan terhadap kumam. Bukan hanya rentan terhadap infeksi saluran kemih, tapi wanita hamil rawan juga mengalami keputihan,” ujarnya.
Namun, jika kencing tidak disertai anyang-anyangan atau nyeri, biasanya hal itu disebabkan karena tekanan dari rahim saat kehamilan. “Rahim makin membesar kantung kencing makin tertekan. Apalagi jika kepala bayi sudah turun dan mulai menekan. Kantung kencingnya makin kecil dan keinginan buang air kecil semakin sering,” paparnya. Menurutnya itu alami terjadi pada ibu hamil.

Untuk membedakan sering kencing karena tekanan kepala bayi atau infeksi saluran kencing dapat dilakukan tes urin, yang bisa menjelaskan ada tidaknya bakteri pada urin.
Ia menganjurkan wanita hamil rutin memeriksakan air seni. Jika terdapat bakteri segera dapat diatasi.
“Agar terhindar dari infeksi saluran kencing sebaiknya selalu menjaga kebersihan sekitar organ intim dan saluran kencing. Selalu gunakan air bersih untuk cebok. Karena tempatnya agak di dalam, jadi memerlukan perawatan ekstra,” ujarnya.

Menurutnya banyak minum air putih merupakan cara tepat terhindar dari infeksi saluran kemih. Jumlah air yang dikonsumsi minimal 8 gelas tiap hari.
“Jangan pernah lalai minum air putih, terutama bagi pekerja kantoran yang sering duduk. Sempatkan diri bangun dari kursi dan berjalan-jalan sejenak mengendorkan oto-otot sambil minum air putih,” sarannya.
Air putih sangat penting untuk membilas kumam dalam tubuh.

Ia menyarankan jangan pernah menahan kencing, kencinglah sebelum melakukan perjalanan jauh atau sebelum melakukan hubungan seks. Bagi perempuan yang sudah menikah, kata dia, jangan biasakan menahan kencing saat berhubungan seksual. Kalau uretra penuh, terkena gesekan saat berubungan seks kata dia, menyebabkan kuman gampang terdorong masuk ke saluran kencing dan mengakibatkan infeksi.
“Hindari bergonta-ganti pasangan seksual. Hal ini berlaku juga untuk pasangan masing-masing sehingga kecil kemungkinan tertular penyakit kelamin atau infeksi saluran kemih. Selain itu ia menganjurkan banyak mengonsumsi buah-buhan dan sayur-sayuran. –ast

Dimuat di Koran Tokoh, Edisi 477, 24 – 1 Maret 2008

3 komentar:

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

Betul..Mencegah lebih baik daripada mengobati...Menurut pengalaman klinis saya,infeksi saluran kemih memang lebih banyak dijumpai pada wanita.Sedangkan pada pria lebih banyak menderita batu saluran kemih...
Kuman penyebab infeksi saluran kemih skr sepertinya sudah resisten terhadap beberapa antibiotik...Dan ini tentu akan menyulitkan pengobatan.
Salam kenal. ^_^

obat kuat mengatakan...

obat kuat paling berkhasiat , dapat mengatasi impotensi dan meningkatkan gairah, multi orgasme

Nanang Wahid mengatakan...

salam kenal
setuju sekali!!,,cara cebok yang tidak benar bisa membukan peluang masuknya banyak bakteri..ih serem..kaum wanita yang harus lebih berhati-hati dengan cara cebok yang tidak benar. Keputihan patologis, kanker serviks dan kista...