Minggu, 23 November 2008

Memilih Perguruan Tinggi

SETELAH menamatkan Sekolah Menengah Atas, kita dihadapkan pada pilihan sulit untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Menurut Pengamat Pendidikan dari Politeknik Negeri Bali Ir. I Ketut Juli Suarbawa, beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih Penguruan tinggi adalah:

1. Anda dapat memilih jalur pendidikan akademik atau jalur profesional (diploma). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada keahlian tertentu (keterampilan). Namun, Anda juga harus dapat membedakan antara jalur diploma yang diselenggarakan Perguruan Tinggi atau jalur diploma yang diselenggarakan oleh lembaga kursus. Lembaga kursus sering menjaring siswanya dengan mengiming-imingi kata-kata 'setara' diploma 1, diploma 2 atau diploma 3. Pada kenyataannya sertifikat yang akan diterima tidak dapat digunakan untuk transfer/alih pendidikan di perguruan tinggi lain.

2. Jika jalur profesional pastikan lembaga itu memiliki izin penyelenggaraan proses belajar mengajar yang resmi dengan sttaus jelas tidak sekadar izin operasional tapi mengarah ke kompetensi yang sudah diakui dunia kerja dan kesetaraan izin yang sudah diakui. Kalau itu lembaga asing yang membuka cabang di Indonesia pastikan pengakuan persamaan dari Pemerintah. Perlu dibedakan lembaga profesional yang berizin Dikti atau Depnaker.

3. Banyak program studi yang ditawarkan Perguruan Tinggi tidak semuanya menjanjikan prospek pekerjaan yang cerah di masa mendatang. Manakah yang akan Anda pilih, program studi yang selalu menjadi favorit, tapi pada akhirnya banyak lulusannya yang menganggur ataukah program studi yang tidak termasuk kategori favorit, namun, karena lulusannya langka dunia kerja masih sangat terbuka.

4. Pertimbangkan fasilitas belajar-mengajarnya, kualitas lulusan, para dosen, dan bagaimana reputasi perguruan tinggi tersebut di kalangan pendidik maupun masyarakat. Gedung ber-AC tidak cukup menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Fasilitas pendidikan seperti laboratorium, komputer, bengkel, dan perpustakaan sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan mahasiswa.

5. Pertimbangkan biaya pendidikan seperti uang SPP dan biaya mendadak seperti fotokopi, beli buku, ataupun transportasi. Belum lagi kalo Anda musti kos karena tempat kuliah jauh dari rumah. –ast

Sudah dimuat di Koran Tokoh, Edisi 515, 23 November 2008

11 komentar:

Erik mengatakan...

Wah lengkap infonya.

Sangat bermanfaat buat yg mau melanjutkan ke perguruan tinggi.

Makasih ya infonya, sangat bermanfaat

suwung mengatakan...

duh umurku dah ketuaan masuk UMPTN

wirati mengatakan...

@buat Erik:
iya nih, kan banyak tuh anak-anak tamatan SMA hanya ikuta-ikutan milih PT karena ajakan teman-temannya. tar ujung-ujungnya nyesel deh

wirati mengatakan...

@buat suwung:
pendidikan gak mandang umur mas. kapan aja bisa, asal ada kmauan utk belajar, hik.hik.hik..ihk..hik..

adinata mengatakan...

yah telat, saya dah lulus :D

ifoell mengatakan...

kalo aku mah, sesuaikan dengan bakat dan minatku kalo memilih PT. iya ngga.?

wirati mengatakan...

@buat adinata:
ha.ha.ha.ha. info aja

@buat ifoell:
betul tuh mas, biar cepat kelar dan serius kuliahnya...

Syamsuddin Ideris mengatakan...

Salam kenal balik dari pedalaman Kalimantan...

Gimana keaadaan di Bali, semoga sukses selalu ya..btw..tips nya memilih PT bagus sekali, kalau boleh nanti aku link di blog aku ya...

FATAMORGANA mengatakan...

wah, tips nya cocok buat adik2 yg mo kuliah nih

wirati mengatakan...

@buat syamsudin ideris:
iya mas, makasi deh dengan senang hati

@buat fatamorgana:
he.he.he.he. punya adik lagi tooo????

Erik mengatakan...

Rathi, ada Viral Link Tag di pondokku. Diposting tgl 26 Nopember di http://kajapa.blogspot.com/2008/11/viral-linking-tag.html

Tag itu untuk meningkatkan trafik dan PR blog kita.
Dicopy terus di posting ya, rekomendasikan untuk teman yg lain