Rabu, 19 November 2008

Pemeriksaan Pranikah

TUJUAN pemeriksaan pranikah untuk menghindari adanya penularan penyakit-penyakit yang berbahaya. Serangkaian tes kesehatan dilakukan untuk deteksi dini. Menurut dr. Elly Supriathini jika salah satu pasangan menderita penyakit kelamin, sebelum menikah harus diobati dulu sampai sembuh. Selain itu, jika seorang pria mengidap hepatitis B dan akan menikah, calon istrinya harus dibuat memiliki kekebalan terhadap penyakit hepatitis B tersebut. Bagi pasangan yang ingin segera punya anak, perlu menjalani konseling dengan tujuan agar kehamilan bisa dipersiapkan dan dijalankan dengan baik.

Pemeriksaan kesehatan pranikah :
1. Pemeriksaan riwayat kesehatan
2. Pemeriksaan fisik
3. Pemeriksaan rontgen paru-paru
4. Pemeriksaan fungsi hati dan ginjal
5. Tes darah lengkap (hemoglobin, ESR/laju endap darah, golongan darah dan rhesus, complete blood count (termasuk darah putih), MCV/MCHC (untuk mengetahui hubungan antarsel-sel darah)
6. Pemeriksaan urin dan tinja lengkap
7. HbsAg untuk mengetahui hepatitis B dan C
8. VDRL untuk mengetahui adanya penyakit menular seksual seperti sipilis.
9. Pemeriksaan untuk toksoplasma (khusus perempuan)

Prosedur Pemeriksaan :
• Datangi dokter untuk konsultasi.
• Biasanya akan dilakukan wawancara singkat seputar riwayat kesehatan. Tujuannya untuk mengetahui penyakit apa yang pernah diderita, riwayat kesehatan anggota keluarga (kanker, epilepsi, dan diabetes) juga keadaan lingkungan sekitar dan kebiasaan sehari-hari (merokok, pengguna narkoba).
• Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan untuk mengetahui adanya kelainan fisik dan tanda-tanda fisik dari penyakit tertentu.
• Menjalani tes di laboratorium. –ast
Sudah dimuat di Koran Tokoh, Edisi 514, 16 November 2008

16 komentar:

Haris mengatakan...

Iya bener, perlu pemeriksaan sebelum menikah, Kalau ada penyakit tertentu, lebih baik diobati dulu.

Anonim mengatakan...

@buar Erik:
iya kalau kena HIV kan serem tuhhh
hi.hi.hi.hi.ih...

Anonim mengatakan...

Lagi Kampanya Anti AIDS ya bu..he..he..he..
mantap2... thx sharingnya

University mengatakan...

ok,, bener mesti sep itu

Andri Journal mengatakan...

Sayangnya pemeriksaan lab mahal harganya..Apalagi pemeriksaan HbsAg,VDRL ama toksoplasma.Bisa2,orang desa yg gak mampu gak jd menikah karena uangnya habis buat periksa lab. :D

FATAMORGANA mengatakan...

setuju. perlu juga ada perjanjian pranikah. he he he..
btw, link mu udah aku add ya. tks

Anonim mengatakan...

@buat fatamorgana:
setuju......siapa tahu terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya
cerai. Nah gawat tuh .....biar jelas..........
termasuk harta gono gininya aychhhh????
ha/ha.ha..ha.ha.ha.ha.ha...

Anonim mengatakan...

@buat ifoell dan
Be your self by tour self:
he.he.he, iyalah safety raiding gitu looo
ha.ha.ha.ha.ha.ha. mencegah lebih baik baik dari terkena.. Nah.loooooo

Anonim mengatakan...

@buat Andri:
iay tuh Andri..
biaya cek up ke laboratorium mahal. lagian para calon pasutri, jarang melakukan pemeriksaan pranikah, lanatran sudah hamil duluan saat menikah..
haha.haha.ha.ha.ha.ha.ha.ha.

Anonim mengatakan...

wahh, baru tau aku.. humm, info baru niy, thanks banget mbak.. pdhal ta kira langsung begitu, hehhe .hik hik pdhal masih jomblo, ada ga pemeriksaan prapacaran, emmm

Anonim mengatakan...

nambahin mbak, khusus perempuan sebaiknya jgn hanya toxoplasmosis ajah, skalian minta tes TORCH lengkap

Anonim mengatakan...

waduh, baru tahu ada kaya beginian :D

Anonim mengatakan...

@buat deny:
iya den, mestinya saat pacaran udah ada pemeriksaan prapacaran yahhh
sekalian jaga-jaga yahhh????
he.he.he.he....

Anonim mengatakan...

@buat belajar ngeBlog:
iya benar bgt, tes lengkap yahhh
setuju deh

@buat bloggeraddicter:
he..he.he.he, kudu persiapaan deh mas.....

Anonim mengatakan...

waduh, kalo prosedur nikah harus pake pemeriksaan kesehatan juga, bisa bisa si laki laki ngga jadi nikahin cewenya gara gara tau cewenya tersebut punya banyak penyakin. Btw, seharusnya SOP seperti ini memang di terapkan dalam kehidupan ISO Kehidupan.

Anonim mengatakan...

@buat AP:
ha.ha.ha.ha, kalo gtu artinya ga cinta dong maunya enak melulu, gak mau menerima kekurangan pasangannya. hik..hik..hik...hikk