Rabu, 08 Oktober 2008

Banjir

Hujan lebat yang mengguyur Denpasar, Selasa (7/10) pagi hingga petang hari membuat kebanjiran di mana-mana. Terparah kemacetan terjadi di Jalan Gatot Subroto, karena banyak mobil mogok. Apalagi daerah Kampung Jawa Jalan Kartini sudah biasa dilalui banjir.

Namun yang paling mengerikan ketika pukul 6 sore saat petir dan kilat menyambar tembok tetanggaku. Hujan yang lebat dan air yang besar datang dari arah jalan raya Cokroaminoto bersama-sama menghancurkan tembok pembatas rumah itu yang merupakan ujung gangku.

Dapat dibayangkan, bangunan tembok ambruk dan mengganggu badan jalan gang. Otomatis pemilik kendaraan yang masuk ke gang tidak bisa, walaupun hanya dilalui sepeda motor.

Sore itu aku ada rencana wawancara, tapi karena hujan deras dari pagi, narasumber membatalkannya. Waktu itu aku pulang sekitar pukul 16.30 dari tempat kerja. Aku istirahat sebentar, karena kecapekan, Tiba-tiba aku kaget karena ibuku berteriak memanggil-manggilku. Aku bangun dan berlari ke depan. Aku kaget, melihat tembok tetangga paling depan ambruk. Para penghuni gang beramai-ramai berdatangan sambil membawa payung karena hujan masih sangat deras. bahkan kepalaku pusing lantaran payung yang kugunakan bocor kena air hujan. Para pegawai yang tinggal di rumah itu bersama-sama mengangkat bongkahan beton yang berhamburan ke badan gang. Hingga pukul 10 malam, barulah usai pembersihan badan gang, walaupun belum sempurna.




Setelah hujan mulai agak reda, aku mengambil beberapa foto. Yah... selama aku tinggal di gang itu belum pernah terjadi banjir. Baru kali ini saja. Jalan gang pun kena imbasnya. Rusak dan bongkahan beton berhamburan kemana-mana.

8 komentar:

nothing mengatakan...

surabaya hari ini juga hujan
hujan pertama
tak deras, tapi cukup membuat basah
dan syukurlah ga banjir

Blogger Addicter mengatakan...

iya nie..tumben denpasar diguyur hujan deres..apalagi ampe seharian..gimana ga banjir getoo yah..waw..waw..

Andri mengatakan...

Mesti deras bgt ya..Sampe bangunan dari beton aja ambruk kayak geto..Tak doakan semoga banjirnya lekas surut ya..biar bisa wawancara lg. =)

wirati mengatakan...

@Andri and @bloger addicter:
iya nih, bisa sedasyat itu..... ngeri bgt. Iya makasi doanya.

@nothing :
Semoga gak banjir yah.

Rudi B. Prakoso mengatakan...

Semoga lekas surut, dan ingat untuk melakukan penghijauan. Minimal di setiap rumah ada tanah untuk menamam pohon walaupun cuman satu pohon. Dan lagi ini yang terpenting, jangan membuang sampah sembarangan nanti saluran air pada sumpet dan dangkal.

Nah kalau sudah sumpet dan dangkal imbasnya kalau hujan meluap airnya kemana-mana alias banjir.

Ok Selamat Bersih - bersih.

dzulfikar zacky mengatakan...

malang baru mulai hujan ooii..

Eka Prasetya mengatakan...

wah parah ya. biasanya k'lo banjir juga nggak separah yang kemarin. paling2 kampung jawa aja yang kebanjiran. tpi skrg kawasan cokroaminoto juga.

kayaknya warga denpasar harus mulai rajin menanam pohon nih

obat kuat mengatakan...

obat kuat paling berkhasiat , dapat mengatasi impotensi dan meningkatkan gairah, multi orgasme