Kamis, 23 Oktober 2008

Selamatkan Bumi dengan Pertanian Organik


Sederhana dan apa adanya, itulah yang terlukis dari sosok Dr. Ir. Luh Kartini M.S., saat kami bertandang ke rumahnya di wilayah Ubung Kaja. Perempuan kelahiran Buleleng, 21 April 1962 tidak malu mengakui dirinya sebagai petani karena kedua orangtuanya juga petani. Bahkan saat menunjukkan pembuatan pupuk organik pada kami, tangannya kotor berlumuran tanah. Maraknya penggunaan pupuk kimia dan pestisida dalam pertanian membuat hati ibu tiga anak ini gundah. ”Kita harus selamatkan generasi muda masa depan bangsa,” ujar Ketua Yayasan Bali Organic Association (BOA) tegas.


Istri Drs. I Made Agustina ini mengaku bangga menjadi petani organik. Ia menuturkan dulu saat ia kecil bermain di sawah anak-anak tidak mampu berlarian di permukaan tanah karena kaki akan masuk ke dalam tanah sampai kurang lebih 60 cm karena tanah sangat gembur dan berhumus. Hal itu terjadi karena pemupukan dengan pupuk organik yang intensif. Ia pun dengan bebas minum air sawah. Kartini merasa alam benar-benar aman dan memberikan segalanya. “Kini setelah berkembang pupuk kimia, dan penggunaan pestisida alam menjadi benar-benar rusak. Cacing tanah banyak mati,” ujarnya dengan nada kesal.


Karena itu ia mencoba membuat satu pupuk organik dengan nama Kascing. Pupuk kascing merupakan salah satu pupuk organik yang mempunyai kelebihan dari pupuk organik lainnya karena unsur haranya dapat langsung tersedia. Pupuk Kascing mengandung mikroorganisme dan juga hormon tumbuh lengkap. sehingga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. Penemuannya ini mengantarkan ia meraih gelar doktor di Univ Padjajaran Bandung 1997 . Bahkan Menteri Etiopia sempat belajar membuat pupuk organik padanya tahun 2000.

Keinginannya yang menggebu-gebu ingin menyelamatkan alam, disambut baik suaminya. Bersama saling bahu membahu ia mengembangkan CV Sarana Petani Bali.


Kartini membina Kelompok Tani Muda Mandiri di Desa Pancasari Buleleng. Usia mereka rata-rata 25 -35 tahun. Mereka dilatih menjadi petani organik. Hasil mereka disalurkan ke Aero Catering Service dan toko organik. Ternyata enam bulan berjalan hasil panen lumayan bagus, kemudian Kartini membentuk sistem saham agar para petani juga merasa ikut memiliki.


Kartini juga mencoba membuat suplemen makanan dengan bahan utama cacing tanah. Berdasarkan penelitiannya, cacing tanah selain berfungsi sebagai antioksidan di dalam tubuh, juga mengandung protein dan asam amino esensial lengkap dan mikronutrisi lainnya. Dengan nama Lubrimanan, suplemen makanan ini sangat bagus untuk menjaga kesehatan dan mengobati berbagai macam penyakit.


Kartini mengaku tidak terlalu muluk-muluk menghadapi hidup. Dengan prinsip hidup ”Sederhana untuk Sukses” selalu dilakoninya. Hal itu juga ia terapkan pada ketiga anaknya. Dalam setiap kegiatan petani, mereka selalu dilibatkan. Kalau libur sekolah mereka diajak pulang kampung ke Jembrana, asal suaminya. Kartini ingin anak-anaknya mencintai kampung halamannya dan lebih dekat dengan suasana alam desa. –ast

12 komentar:

Erik mengatakan...

Cacing tanah, selama ini banyak digunakan sebagai bahan dasar kosmetik.
Juga ampuh sebagai penurun demam. Karena itu biasanya digunakan untuk orang yang sakit typhus, untuk menormalkan suhu badannya.

nice post :)

tikno mengatakan...

Satu lagi posting Anda yang membuat saya sangat tertarik. Salam buat Anda.

Blogger Addicter mengatakan...

hmm good info nie :)

wirati mengatakan...

@buat Erik:
ya benar bgt. cacaing tanh bagus untuk kesehatan. Tengoklah orang africa yg suka makan cacing tanah segar.....

wirati mengatakan...

@buat Tikno:
makasi mas, semoga bermanfaat

wirati mengatakan...

@buat blogger adiccter:
Makasi mas, semoga bermnanfaat

gus mengatakan...

jangan2 dulu kuliahnya di FK atau FKM neh. ngertiu banget soal kesehatan...

Djoko Wahjuadi mengatakan...

Salut utk Ibu Kartini,...mohon hormat saya dapat disampaikan kepada beliau ya mbak...

Deantoro Miko mengatakan...

sekarang ini semua kimia ya,organik dah kurang sekali..padahal kan organik lebih bgs

wirati mengatakan...

@buat Deantoro miko:
he.hehe. iyalah organik lebih sehat.

wirati mengatakan...

@buat Gus:
Mungkin yah dulu dia cita-cita jd dokter. tapi tetap saja tak terlalu byk berangan karena merasa anak petani. he..he.he..

@buat Djoko Wajuadi:
hehe.he iya salamnya sudah disampaikan dengan senang hati. terima kasih banyak

obat kuat mengatakan...

obat kuat paling berkhasiat , dapat mengatasi impotensi dan meningkatkan gairah, multi orgasme